Selasa, 28 Juli 2009

Peluang Irene dan Susanto Pupus


Dua pecatur andalan Indonesia GMW Irene Kharisma Sukandar (rating 2311) dan GM Susanto Megaranto (2534) gagal meraih tiket ke kejuaraan dunia catur setelah keduanya tidak dapat memenangkan babak kedelapan kualifikasi Kejuaraan Dunia Catur Zona 3.3 Asia di Ho Chi Minh City, Vietnam, Selasa (28/7).

Susanto hanya mampu bermain remis lawan MF Ton That Nhu Tunh (VIE 2227) pada langkah ke-34 Serangan Trompowsky. Susanto tidak dapat memaksakan kemenangan karena Ton yang puas remis sengaja menukar para perwiranya sebanyak-banyaknya. Dengan 5 angka Susanto berada di peringkat Sembilan sementara pertandingan tinggal satu babak lagi.

Satu tiket di kelompok putra ini sudah pasti direbut pecatur Filipina GM Laylo Darwin (2494) yang telah mengemas 7 angka dan tidak mungkin dilampaui siapa pun meskipun kalau di babak terakhir kalah. Unggulan pertama GM Wesley So (2645) juga dari Filipina berpeluang merebut tiket kedua karena berada di posisi kedua dengan 6 angka.

Hasil lebih menyedihkan menimpa Irene yang harus menyerah dari pecatur tuan rumah GMW Le Thanh Tu (2310) pada langkah ke-29 pertahanan Semi Slavia. Tu menggunakan varian korban bidak g4 yang tidak dikuasai Irene. Pada langkah ke-9 Irene sudah melakukan kesalahan fatal yang memberi kesempatan lawan melancarkan korban Gajah di petak f7 dan membuat posisi sayap-raja hitam kacau berantakan. Setelah itu kekalahan seperti tinggal menunggu waktu saja.

Hasil tersebut membuat Irene tetap dengan 5 angka dan sementara berada di peringkat delapan. Sementara unggulan pertama GMW Batkhuyag Monguntuul (2420) dari Mongolia kembali menang dan sudah membukukan 6,5 angka. Namun demikian posisi Batkhuyag belum aman benar karena satu pecatur Vietnam MFW Nguyen Thi Mai Hung (VIE 2219) masih membuntuti dengan 6 angka.

Sementara babak terakhir Rabu (29/7) Batkhuyag jumpa GMW Le Thanh Tu (2310) yang menggemas 5,5 angka sedang Mai Hung jumpa pecatur yang baru mengemas 4,5 angka, yaitu MFW Sherily Cua (2174) dari Filipina. Ini bisa terjadi lantaran pairing dibuat secara manual sebab pada dua babak terakhir pemain satu negara yang poinnya di atas 50% tidak boleh saling bertemu. Itu sebabnya pula pada babak delapan pairing Irene vs Batkhuyag diubah.

Pairing ini dikeluhkan oleh ayah Batkhuyag yang merangkap menjadi tim manjer Mongolia. “Terlalu banyak pecatur Vietnam, mereka jadi bisa dengan sengaja memilihkan lawan lebih lemah untuk para pecaturnya,” begitu keluh Monguntuul. Memang catatan menunjukkan ada 19 pecatur Vietnam di kelompok putri ini. Sedang dari Indonesia dan Filipina ada empat orang. Lalu Mongolia tiga orang dan Singapura hanya satu orang.

Pecatur junior Indonesia berusia 12 tahun MFW Medina Warda Aulia yang kemarin kalah menyedihkan belum dapat pulih dan kalah lagi. Kali ini dari MFW Vo Thi Kim Phung (VIE 2073). Hasil tersebut membuat Medina bertahan dengan 3 angka.

Hasil pecatur Indonesia lainnya, Dewi AA Citra menambah setengah angka hasil remis dengan MFW Sherily Cua (PHI 2174). Citra kini sudah mengumpulkan 3,5 angka.

Sementara Chelsie Monica kalah dari MFW Luong Nhat Linh (VIE 1952)sehingga tetap bertahan dengan 3,5.

Kejuaraan Dunia Catur Zona 3.3 Asia di Ho Chi Minh City yang menggunakan sistem Swiss sembilan babak ini diikuti 85 pecatur dari delapan negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Jepang, Mongolia dan tuan rumah Vietnam.

Notasi Partai

Le Thanh Tu - Sukandar,Irene Kharisma [D45]
Ho Chi Minh, Zonal 3.3 (8), 28.07.2009

1.d4 d5 2.c4 e6 3.Nf3 Nf6 4.Nc3 c6 5.e3 Nbd7 6.Qc2 Bd6 7.g4 dxc4 8.Bxc4 e5 9.Bd2 Nb6? [Teorinya 9...exd4 10.Nxd4 Ne5 11.Be2 Nexg4 12.h3 Ne5 13.0–0–0 0–0 14.Rdg1 Kh8] 10.Bxf7+ Kxf7 11.dxe5 Nxg4 12.exd6 Qf6 13.Ne4 Qg6 14.Rg1 Re8 15.h3 Kg8 16.Nfg5 Ne5 17.0–0–0 Bf5 18.Qb3+ Kh8 19.f4 Bxe4 20.Nxe4 Qxe4 21.fxe5 Rxe5 22.Bc3 Rc5 23.Rg4 Qf3 24.Kb1 Rg8 25.Rdg1 Nd5 26.Bxg7+ Rxg7 27.Rxg7 Qf5+ 28.Ka1 Qf8 29.Qxb7 1–0


Teks foto:

Unggulan pertama Batkhuyag Monguntuul dari Mongolia berpeluang besar lolos ke kejuaraan dunia catur wanita 2010 setelah mengalahkan MIW Pham Le Thao Nguyen di babak kedelapan. (Foto oleh Kristianus Liem)

Tidak ada komentar: