Rabu, 23 Desember 2009

Putra Indonesia Bantai Nepal 4-0, Putri Kalah Tipis 1,5-2,5 dari India A


Kejuaraan Catur Beregu Asia 2009
Putra Indonesia Bantai Nepal 4-0, Putri Kalah Tipis 1,5-2,5 dari India A

Regu catur putra Indonesia tampil sempurna pada babak pertama Kejuaraan Catur Beregu Asia ke-14 yang berlangsung di Kolkata, India, Selasa (22/12) dengan mencukur regu Nepal 4-0. Kaisar Jenius Hakiki (rating 2227) di papan empat mengawali kemenangan Indonesia dengan menundukkan Shrestha Rajendra Prasad (1982) pada langkah ke-23 pertahanan Sisilia variasi Scheveningen.

MF Anjas Novita (234) di papan tiga menambah skor dengan menundukkan Pandey Sajan pada langkah ke-44 pertahanan Sisilia Najdorf. Lalu GM Susanto Megaranto (2522) di papan satu memastikan kemenangan Indonesia dengan menaklukkan Mahato Rajkishor (1994) pada langkah ke-61 pembukaan Gambit Menteri Ditolak.


Sementara MI Tirta Chandra Purnama di papan dua menggenapkan kemenangan Indonesia menjadi 4-0 setelah mengalahkan Karmacharya Punya Man (2015) pada langkah ke-36 pertahanan Ruy Lopez variasi Tukar.

Baiq Buat Kejutan:

Di bagian putri, regu Indonesia tampil percaya diri walau menghadapi unggulan pertama India A yang seluruh pemainnya bergelar GMW. Perlawanan keras diberikan para pecatur muda Indonesia itu di semua empat papan.

Namun pengalaman mulai berbicara ketika Chelsie Monica Sihite (1971) di papan tiga tidak berhasil menemukan langkah menang bidak 24.Kc6 dalam posisi liar. Dua langkah kemudian ia baru mengambil bidak d5 tersebut yang ternyata justru suatu kesalahan besar. GMW Nadiq Kruttika (2255) dengan jeli langsung menghukumnya. Chelsie baru menyerah pada langkah ke-32 pertahanan Sisilia Najdorf.

Indonesia langsung menyamakan skor 1-1 ketika Baiq Vina Lestari (2170) di papan dua membuat kejutan dengan menundukkan GMW Eesha Karavade (2413) pada langkah ke-46 pertahanan Sisilia Scheveningen.

Ini jelas suatu langkah awal yang bagus buat Baiq untuk dapat langsung meraih norma GMW pertamanya. Baiq menghukum dengan tepat ketika Eesha membuat kesalahan pada langkah ke-23 dengan menukar dua bentengnya untuk menteri lawan. Namun setelah itu ia mengunci posisi lawan hingga menyerah. Notasi partai tersebut dapat dilihat di bawah ini.

Posisi Indonesia ketinggalan 1-2 ketika GMW Irene Kharisma Sukandar (2304) di papan satu menyerah dari GMW Harika Dronavalli (2467). Irene yang memasang pertahanan “double cover” tak berdaya ketika pada langkah ke-25 Harika mengorbankan kudanya di petak f7 yang menghancurkan pertahanannya. Irene menyerah pada langkah ke-35 pembukaan Catalan.

Sayangnya, MFW Dewi AA Citra (1938) yang berhasil mengacak-acak posisi juara dunia junior 20 tahun 2009 GMW Soumya Swaminathan (2303) tidak berhasil menemukan langkah terbaik ketika waktunya tinggal dua menit lebih. “Saya gugup waktu tinggal dua menit. Seharusnya saya bisa mematkan rajanya,” cerita Citra dengan gemas.

Soumya berhasil melakukan konsolidasi dan menyeimbangkan posisi dan kemudian menawarkan remis pada langkah ke-46 pertahanan Sisilia Scheveningen setelah berkonsultasi dengan kaptennya. Posisi terakhir menunjukkan Soumya memiliki benteng dan gajah sedangkan Citra benteng dan kuda dengan masing-masing memiliki empat bidak pada sayap-raja. Namun pelatih Indonesia MI Irwanto Sadikin kecewa dengan keputusan Citra menerima remis yang tanpa konsultasi lebih dulu. “Seharusnya main terus saja, karena kalah 1,5-2,5 sama saja dengan kalah 1-3,” keluh Irwanto yang merasa peluang emas telah hilang.

Teks foto: Tirta Chandra Purnama, Anjas Novita dan Kaisar Jenius Hakiki ketiga jumpa regu Nepal pada babak pertama Kejuaaan Catur Beregu Asia 2009. (Foto oleh Kristianus Liem)

Tidak ada komentar: