Entri yang Diunggulkan

Kejuaraan Catur Asia U18 Mixed Doubles Team 2023

  Tim Indonesia Memimpin,  5 Kali Menang, 1 Seri   Tim catur Indonesia yang terdiri dari FM Aditya Bagus Arfan dan Laysa Latifah memim...

Sabtu, 15 November 2008

Putri Indonesia Tahan Kazakhstan, Putra Atasi Botswana


Tim catur putri Indonesia yang awalnya diragukan kemampuannya karena lebih banyak diisi muka-muka baru, ternyata tampil meyakinkan pada dua babak pertama Olimpiade Catur ke-38 di Dresden, Jerman. Pada babak kedua putri Indonesia mampu menahan seri 2-2 tim tangguh Kazakhstan unggulan ke-35, Jumat (14/11) waktu setempat atau Sabtu (15/11) dinihari WIB.

Pahlawan tim putri Indonesia adalah Dewi Andhiani Anastasia Citra yang baru berusia 14 tahun. Citra, demikian pecatur asal Tarakan ini biasa dipanggil, menjalankan “pekerjaan rumah” yang disiapkan pelatih GM Lasha Jangjagava secara dingin dan penuh penghayatan. Persiapan yang dilakukan pelatih asing asal Georgia itu demikian dalam mencapai langkah ke-26 pertahanan Sisilia Sveshnikov!

Lawan Citra (rating 1802), MFW Guliskhan Nakhbayeva (rating 2201) yang tidak sadar bahwa variasi pembukaannya sudah dikupas habis oleh tim Indonesia menjalankan langkah-langkah awalnya secara cepat karena sudah hafal di luar kepala. Citra yang paham situasi tersebut menerapkan “serangan psikologis” dengan bermain lambat sedikitnya dua atau tiga menit berpikir sebelum melangkah sehingga Guliskhan tidak sadar telah masuk perangkap.

Memasuki langkah ke-26, ketika Citra menggerakan Menterinya ke petak g4, analisis “di rumah” menunjukkan Putih sudah menang walau dalam keadaan tertinggal satu bidak. Saat itu posisi terlihat rumit dan banyak kemungkinan kombinasi. Guliskhan menyimpang dari lanjutan sebelumnya 26…Me8 yang akan memungkinkan korban Menteri 27.Mxf5. Namun langkah yang dimainkan Guliskhan 26…Rg7 tetap tidak mampu membawanya keluar dari kesulitan, sehingga ia memutuskan mengorbankan Kudanya 27…Ke5 agar tercipta komplikasi.

Namun Citra si gadis penuh bakat yang selama PON XVII Kaltim 2008 hanya berada di bawah Irene itu melanjutkan langkah-langkahnya dengan dingin. Terakhir, pada langkah ke-35, Citra melancarkan korban Benteng di petak h7, yang kalau diambil akan datang rangkaian serangan mat sehingga Guliskhan memilih langsung menyerah!

“Luar biasa permainan psikologisnya,” puji kapten tim Sebastian Simanjuntak. “Tapi kerja keras pelatih Lasha Jangjagava juga harus dipuji,” tambah manajer tim Rizki Dharma Putra yang menyaksikan dari tribun penonton.

Namun sayang MIW Irene Kharisma Sukandar (2303) di papan pertama tak mampu memenangkan permainan yang sudah dikendalikannya sejak awal. Remis lawan MIW Gulmira Dauletova (2253) disepakati pada langkah ke-42 setelah masing-masing menyisakan satu bidak yang bakal sama-sama mencapai petak promosi.

Evi Lindiawati di papan dua mampu menahan remis GMW Maria Sergeeva (2325), tapi Desi Rachmawati di papan empat harus takluk dari MFW Aigerim Rysbayeva (2180) setelah bertarung panjang 74 langkah dalam permainan akhir Kuda ketinggalan dua bidak.

Putra Atasi Botswana 3-1
Walau skor tim putra Indonesia vs Botswana cukup telak 3-1, namun keadaan di atas papan tidaklah demikian. Hanya Yohanes Simbolon di papan ketiga yang unggul sejak awal hingga menang pada langkah ke-41 atas Tebogo Pitlagana (2155). Tiga papan lainnya pecatur Indonesia tertekan habis dan cenderung bakal kalah.
Namun kepercayaan diri GM Susanto Megaranto di papan pertama patut dipuji. Walau posisinya tertekan tetapi ketika lawannya Ignatius Njobru (2247) menawarkan remis, ia menggeleng-gelengkan kepalanya. Ternyata perhitungannya benar, ia mematkan lawannya pada langkah ke-42!
Demikian pula MI Tirta Chandra Purnama (2417) di papan empat, mampu membalikkan posisi setelah Gaealashwe Barileng (2107) yang sudah unggul posisi bermain terburu-buru karena ingin menghabiskan waktu pikir Tirta yang tinggal dua menit, padahal waktu pikirnya masih empat puluh tujuh menit! Barileng akhirnya harus menyerah pada langkah ke-50 setelah salah satu bidak Tirta di lajur- a dan b tidak tercegah bakal promosi menjadi Menteri.
Sayangnya MI Irwanto Sadikin (2441) yang sedang memburu norma GM tidak berhasil keluar dari tekanan lawannya MF Phemelo Khetto (2229). Malah pada langkah ke-25 Phemelo melancarkan korban Kuda di petak f6 yang membongkar pertahanan sayap-raja hitam. Berbagai ancaman mat di petak g7 maupun h7 memaksa Irwanto balik mengorbankan Menterinya pada langkah ke-31. Namun itu masih belum cukup untuk meloloskan diri. Irwanto menyerah persis pada langkah ke-40.
Notasi Dewi Citra
Berikut ini notasi jalannya partai kemenangan meyakinkan Dewi Citra.
Dewi AA Citra (1802) – MFW Guliskhan Nakhbayeva (2201)
Dresden (Ol) (2.3), 14.11.2008
1.e4 c5 2.Nf3 Nc6 3.d4 cxd4 4.Nxd4 Nf6 5.Nc3 e5 6.Ndb5 d6 7.Bg5 a6 8.Na3 b5 9.Nd5 Be7 10.Bxf6 Bxf6 11.c3 0–0 12.Nc2 Bg5 13.a4 bxa4 14.Rxa4 a5 15.Bc4 Rb8 16.b3 g6 17.Nce3 Kh8 18.h4 Bxh4 19.g3 Bg5 20.f4 exf4 21.gxf4 Bh4+ 22.Kd2 f5 23.exf5 Bxf5 24.Nxf5 Rxf5 25.Kc1 Bf6 26.Qg4 Kg7 27.Bd3 Ne5 28.fxe5 Bg5+ 29.Kb2 Rf2+ 30.Bc2 dxe5 31.Qe4 Qd6 32.Rxa5 Rb7 33.Nb4 Re7 34.Ra6 Qd2 35.Rxh7+ 1–0

Pairing Babak 3
Putra Indonesia akan jumpa tim Afghanistan pukul 15.00 waktu setempat atau pukul 21.00 WIB, dengan susunan pemain:

Bo.
139
Afghanistan (AFG)
Rtg
-
69
Indonesia (INA)
Rtg
0 : 0
53.1
Fedaee Habibullah
0
-
GM
Megaranto Susanto
2536
53.2
Anit Tahah
1881
-
Yohannes Simbolon
0
53.3
Farazi Khaibar
2207
-
FM
Purnama Tirta Chandra
2417
53.4
Sharify Aziz
2118
-
Farid Firmansyah


Putri Indonesia akan jumpa tim tangguh lainnya, Yunani yang unggulan ke-19, berikut susunan pemainnya:

Bo.
19
Greece (GRE)
Rtg
-
67
Indonesia (INA)
Rtg
0 : 0
10.1
IM
Dembo Yelena
2446
-
WIM
Sukandar Irine Kharisma
2303
10.2
WGM
Botsari Anna-Maria
2308
-
Lindiawati Evi
2121
10.3
WGM
Makropoulou Marina
2265
-
Dewi Aa Citra
1802
10.4
WIM
Stiri Alexandra
2171
-
Kadek Iin Dwijayanti
1859

Laporan langsung Kristianus Liem dari Dresden

Teks foto:
Tim putri Indonesia vs Kazakhstan
(Foto-foto oleh Kristianus Liem)

NB: Kami tinggal di Hotel Ibis Brastei bersama sejumlah tim negara lainnya.
Hp saya di Dresden 01520 4724572
Bastian kapten tim01522 7594194
Rizki majaer tim Indonesia 01522 7594203

Situs resmi panitia http://www.dresden-2008.de/.
Atau di http://www.fide.com/, atau situs yang membuat liputan khusus di http://www.chessdom.com/

Jumat, 14 November 2008

Putri Indonesia Bantai Makau, Putra Dikalahkan Uzbekistan


Banyaknya perubahan sistem pertandingan yang diterapkan pada Olimpiade Catur ke-38 di Dresden, Jerman, 12-25 November 2008, membuat semua tim nyaris mendapatkan lawan kuat sejak babak pertama. Tidak terkecuali tim putra Indonesia yang diunggulkan pada peringkat 69 (masuk grup satu yang terdiri dari unggulan satu hingga unggulan tujuh puluh enam), sudah langsung bertemu tim kuat Uzbekistan unggulan 33 yang diperkuat juara dunia catur 2004 Rustam Kasimdhanov yang bulan lalu juga sukses menjadi sekondan juara dunia sejati Viswanathan Anand.

Grandmaster muda Indonesia Susanto Megaranto yang menjadi ujung tombak tim merah putih tidak berdaya setelah posisinya dikunci oleh Rustam yang memaksa Susanto sembilan kali hanya menggerakkan Rajanya bolak-balik dari petak g8 ke h8. Susanto yang pegang buah hitam akhirnya menyerah pada langkah ke-44 pertahanan Slavia.

Putra Indonesia sempat menyamakan kedudukan 1-1 setelah MI Irwanto Sadikin (2441) di papan dua tampil penuh ide-ide yang tak terduga setelah posisinya ditekan sejak tahap pembukaan dan nyaris kehilangan satu perwira Gajah atau Kuda. Namun langkah kreatif f3 pada langkah ke-17 bukan cuma membuat permainan jadi liar yang menguntungkan Irwanto, tapi juga memaksa MI Dzhurabek Khamrakulov berpikir keras yang menjadikannya krisis waktu.

Akhirnya lewat teknik zugzwang, Dzhurabek terpaksa menyerah pada langkah ke-56 pembukaan Gambit Menteri Ditolak variasi tukar. “Lumayan untuk tabungan mencari norma GM, sebab lawan saya ratingnya sangat tinggi 2533,” tutur Irwanto dengan senyum lebar mengembang.

Namun kecemerlangan Irwanto tidak diikuti Yohanes Simbolon yang pada tahap pembukaan justru tidak ada problem yang berarti. Yohanes yang paling menderita kedinginan dari seluruh tim Indonesia akhirnya menyerah dari GM Alexei Barsov (2513) pada langkah ke-50 pertahanan Slavia.

MI Tirta Chandra Purnama (2417) di papan empat nyaris menyamakan kedudukan setelah berhasil mencuri Menteri lawannya GM Safrin Shukhrat (2510). Namun meleset satu langkah yang membuat keunggulan satu bidaknya kembali lepas, Tirta justru yang harus bertahan karena hanya memiliki satu Menteri dan tiga bidak sementara Safrin dua Benteng dan tiga bidak. Tawaran remis Tirta dua kali ditolak Safrin.
Akhirnya remis disepakati pada langkah ke-70 setelah kapten tim GM Edhi Handoko turun tangan menawarkan remis ke kapten tim Uzbekistan GM Saidali Yuldachev yang segera menegur Safrin agar setuju remis karena posisinya memang nyaris tidak mungkin dimenangkan kalau Tirta tidak membuat blunder. Skor akhir 2,5-1,5 buat Uzbekistan.

Putri Bantai Makau
Tim putri Indonesia yang masuk grup dua karena berada dalam deretan unggulan lima puluh tujuh hingga seratus empat belas, atau tepatnya unggulan ke-57 mendapat lawan unggulan 97 Makau. Dan tanpa kesulitan tim yang dimotori MIW Irene Kharisma Sukandar itu menyapu bersih lawannya 4-0. Memang mulai Olimpiade Dresden ini regu putri disamakan seperti putra terdiri dari empat papan pula, satu papan lebih banyak dari olimpiade catur sebelumnya.
Kemenangan putri Indonesia diawali oleh Irene yang masih berusia 16 tahun itu dengan menundukkan Nicole Rio da Silva langkah ke-26. Lalu berturut-turut Evi Lindiawati di papan dua menang atas Enerlan Salvador A. Jane dan Desi Rachmawati di papan empat mengalahkan Lee Wing yang memiliki rating 2014. Dewi AA Citra di papan tiga menggenapkan kemenangan Indonesia dengan mengalahkan Mak Kit Shu.
Notasi Irwanto Sadikin
Berikut ini notasi jalannya partai kemenangan satu-satunya tim putra Indonesia.
MI Irwanto Sadikin (2441) – MI Dzhurabek Kharakulov (2533)
Dresden (1.2), 13.11.2008
1.d4 d5 2.Nf3 Nf6 3.c4 e6 4.Nc3 Be7 5.Bg5 0-0 6.e3 Nbd7 7.cxd5 exd5 8.Be2 c6 9.0-0 Re8 10.Qc2 Ne4 11.Bf4 Bd6 12.Bd3 Ndf6 13.Ne5 g5 14.Nxe4 dxe4 15.Bc4 Nd5 16.Bg3 f6 17.f3 Kg7 18.fxe4 Nxe3 19.Qd3 Nxc4 20.Nxc4 Bxg3 21.hxg3 Be6 22.b3 Qe7 23.Rae1 Rad8 24.Qc3 Bxc4 25.bxc4 c5 26.d5 Qe5 27.Qxe5 Rxe5 28.Rf5 Re7 29.e5 fxe5 30.Rfxe5 Rxe5 31.Rxe5 Kf6 32.Re6+ Kf7 33.Kf2 b5 34.cxb5 Rxd5 35.Ra6 Rd7 36.a4 Ke8 37.Rc6 Rd2+ 38.Kf3 Rd4 39.Ra6 Rd7 40.Ke4 Kd8 41.Ke5 c4 42.Rc6 Rc7 43.Rxc7 Kxc7 44.Kd4 Kb6 45.Kxc4 Ka5 46.Kb3 g4 47.Ka3 a6 48.bxa6 Kxa6 49.Kb4 Kb6 50.a5+ Ka6 51.Ka4 Ka7 52.Kb5 Kb7 53.a6+ Ka7 54.Ka5 Ka8 55.Kb6 Kb8 56.a7+ Ka8 1-0.

Laporan langsung Kristianus Liem dari Dresden

NB: Kami tinggal di Hotel Ibis Brastei bersama sejumlah tim negara lainnya.
Hp saya di Dresden 01520 4724572
Bastian kapten tim01522 7594194
Rizki majaer tim Indonesia 01522 7594203

Situs resmi panitia http://www.dresden-2008.de/.
Atau di http://www.fide.com/, atau situs yang membuat liputan khusus di http://www.chessdom.com/
Text photo: Women Indonesia team with captain Sebastian Simanjuntak (photo by Kristianus Liem)

Kamis, 13 November 2008

Putra Jumpa Uzbek, Putri Lawan Makau


Babak pertama Olimpiade Catur ke-38 di Dresden, Jerman, Kamis 13/11 pukul 15.00 waktu setempat atau pukul 21.00 WIB, mempertemukan tim putra Indonesia dengan tim tangguh Uzbekistan yang diperkuat juara dunia 2004 GM Rustam Kasimdzhanov, rating 2672. Rustam yang baru bulan lalu sukses menjadi sekondan Viswanathan Anand yang menjadi juara dunia catur sejati setelah menaklukkan Vladimir Kramink, turun di papan pertama bertemu dengan pecatur muda andalan Indonesia GM Susanto Megaranto.

Indonesia yang menurunkan tim intinya, MI Irwanto Sadikin 2441 di papan dua berhadapan lawan MI Dzhurabek Khamrakulov 2533, lalu dua papan berikutnya Yohanes Simbolon vs GM Alexei Barsov 2513 dan MI Tirta Chandra Purnama vs GM Safin Shukhrat 2510. Farid Firmansyah dibangkucadangkan.

Di bagian putri, Indonesia jumpa tim Makau. Sama seperti di bagian putra, Indonesia juga menurunkan tim intinya yang terdiri dari MIW Irene Kharisma Sukandar 2303, Evi Lindiawati 2121, Dewi AA Citra 1802, dan Desi Rachmawati. Keempatnya berturut-turut berhadapan lawan Nicole Rio da Silva, Enerlan Salvador A. Jane, Mak Kit Shu dan Lee Wing 2014.

Berbeda dengan tim putra Indonesia yang berada di unggulan 69 sehingga sudah harus berhadapan dengan lawan tangguh unggulan 33, di bagian putri lawan Indoneasia relatif akan mampu dikalahkan. Putri Indonesia diunggulkan pada peringkat 67 sementara Makau pada peringkat 97.

Olimpiade Catur Dresden dibuka sehari sebelumnya, Rabu 12/11 pukul 20 waktu setempat di stadion hoki es Freiberger Arena dengan menampilkan sejumlah penyanyi, penari, pemandu sorak, pemain es skating dan grup band. Seperti sudah disebutkan sebelumnya, tercatat 152 negara ikut ambil bagian. Ini rekor baru jumlah olimpiade catur. Dua tahun lalu di Turin, Italia, jumlah peserta empat negara lebih sedikit. Jumlah tim putra yang turun bertanding 154 karena tuan rumah Jerman turun dengan tiga tim. Di bagian putri ada 114 tim termasuk tiga tim tuan rumah.

Presiden FIDE Kirsan Iljumzhinov yang direncanakan hadir tidak muncul karena mobil yang ditumpanginya termasuk dalam salah satu kecelakaan beruntun saat menuju ke hotel dari Bandara. `Menurut saya acaranya sih tidak terlalu menarik,` ujar Irene Kharisma yang menonton langsung acara pembukaan tersebut.

Minggu, 24 Agustus 2008

Irene Kharisma Best Woman Malaysia Open


Pecatur putri Indonesia MIW Irene Kharisma Sukandar (rating 2262) memberikan kado manis untuk HUT kemerdekaan RI ke-63 dengan memberikan gelar The Best Woman Player Malaysia Open setelah pada babak terakhir mencetak kemenangan lagi atas MF Igor Goldenberg (2386) dari Australia pada turnamen catur Malaysia Open di Cititel Hotel, Mid Valley, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (24/8) .
“Sempurna. Sempurna sudah,” komentar Ketua Harian PB Percasi Eka Putra Wirya yang menyaksikan permainan Irene dari pinggir lapangan.
Hasil tersebut bukan cuma menggenapkan norma GMW-nya menjadi 11 babak, tetapi 7,5 angka yang diraih Irene setengah angka melampaui persyaratan karena rating rata-rata lawannya yang 2327 hanya membutuhkan tujuh angka saja.
Lebih dari itu, angka tujuh setengah itu juga menjadikan Irene sebagai Best Woman pada Malaysia Open 2008 membawahi tiga pecatur bergelar GMW yang ikut ambil bagian, yaitu GMW Li Ruofan (2425, Singapura), GMW Gu Xiaobing (2286, Cina) dan GMW Eesha Karavade (2297, India). Dua nama pertama merebut 6,5 angka, sedang nama terakhir 6 angka. Irene merebut hadiah Best Woman sebesar US$500.
Sementara gelar juara Malaysia Open tak terbendung jatuh pada GM Li Chao (2590, Cina) yang mencetak 9 angka dan merebut hadiah utama 4 ribu dolar AS. Ranking dua ditempati GM Zhang Zhong (2632, Singapura) 8,5 angka. Ranking tiga hingga tujuh sama 8 angka, tetapi setelah diurut berdasarkan nilai Solkoff, maka urutannya menjadi GM Marat Dzhumaev (2549, Uzbekistan), GM Susanto Megaranto (2532, Indonesia), GM Laylo Darwin (2504, Filipina), GM Drazen Sermek (2509, Kroasia), MI Ashot Nadanian (2436, Armenia).
Susanto hanya merebut hadiah keempat US$1,500 setelah dalam perhitungan tie-break, kalah tipis dibandingkan dengan Dzhumaev, yaitu 81 banding 81,5! Pada babak terakhir Susanto saat unggul posisi dan waktu pikir mengambil keputusan tidak bijaksana dengan melepas tekanan dengan harapan waktu pikir GM Li Shilong (2511, Cina) akan habis. Ternyata setiap waktu pikirnya tinggal empat detik Li selalu menemukan jawaban yang bagus sehingga Susanto terpaksa melancarkan skak abadi dan remis.
Dalam ranking keseluruhan Irene menduduki posisi delapan hingga dua belas dengan sama 7,5 angka bersama-sama GM Li Shilong (2511, Cina), Yap Kim Stevan (2321, Filipina), MI Ronald Dableo (2444, Filipina), dan Zhang Ziyang (2421, Cina), tetapi urutan berdasarkan nilai Solkoff menempatkan Irene di peringkat dua belas.
Lima pecatur Indonesia lainnya yang peringkatnya cukup baik adalah MF Awam Wahoo (6,5 angka peringkat 24), lalu empat pemain lainnya dengan 6 angka adalah MI Irwanto Sadikin (peringkat 35 setelah tie-break), MF Sebastian Simanjuntak (40), MF Anjas Novita (45) dan Sayani Hendrik (48). Total seluruh peserta 112 pecatur.
Kristianus LiemHumas PB Percasi
Laporan langsung dari Kuala Lumpur. Hp saya di Malaysia 60149214623.
Teks foto: MIW Irene Kharisma Sukandar dengan medali Best Female Malaysia Open dan amplop hadiah uangnya foto bersama Ketua Harian PB Percasi Eka Putra Wirya yang sengaja hadir di Kuala Lumpur (Foto oleh Kristianus Liem)

Partai Hidup Mati Iren Vs Awam


Partai ini -- di babak sepuluh Malaysia Open -- adalah partai untuk memperebutkan norma gelar! Norma GMW bagi Irene Kharisma Sukandar atau norma MI bagi Awam Wahono! Keduanya adalah pecatur yang turun membela Jabar pada PON XVII lalu, tapi kali ini adalah masalah pribadi!
Bagi orang yang selalu berpikiran negatif, bisa saja mencurigai partai ini akan diatur sedemikian rupa untuk kepentingan salah satu pihak! Tapi dengan menyajikan partai ini langkah demi langkah mungkin pembaca dapat merasakan aroma pertarungan yang menegangkan, seperti yang saya -- dan beberapa penonton lain setelah saya jelaskan soal peluang norma gelar tersebut -- rasakan saat itu. Partai ini juga berlangsung sekitar empat jam, yang pasti masih berlangsung saat Susanto sudah menang dari Yap Kim Steven dari Filipina. Sehingga saya sempat minta komentarnya untuk menenangkan pikiran saya sendiri, “Itu sih Irene pasti menang, orang sudah menang kualitas,” begitu komentar Susanto dengan enteng. Tapi, saat itu hati saya masih berdebar-debar keras. Bukankah ketika melawan GMW Li Ruofan pada babak kelima Irene juga sudah mendapatkan berbagai posisi menang, tapi membuat blunder fatal saat krisis waktu?!
Kondisi itu tampaknya juga disadari oleh Awam terlihat dari langkah-langkahnya yang dipercepat dengan mencuri waktu pikir Irene. Awam langsung melangkah begitu Irene melangkah! Saat itu waktu pikir Irene sembilan menit lebih sedangkan Awam masih empat puluh delapan menit lebih!
“Irene pasti bisa menyelesaikannya jadi kemenangan, karena posisinya sudah sederhana. Perhatikan, Irene mengembalikan kualitas dan sekarang unggul dua bidak. Itu strategi yang tepat dan bijaksana,” tutur Ketua Harian PB Percasi Eka Putra Wirya yang sengaja datang ke Kuala Lumpur hari Sabtu itu untuk memberikan dorongan moral sekaligus untuk menonton langsung partai tersebut tanpa disadari oleh Irene atau pecatur Indonesia lainnya.
Notasi ini saya harapkan juga dapat melepas dahaga pembaca Indochess dan masyarakat catur lainnya yang mengharapkan saya selalu menampilkan notasi seperti biasanya saat membuat laporan langsung. Tetapi, mohon maaf baru ini yang dapat saya lakukan karena laptop saya mengalami masalah serius sehingga praktis tidak bisa digunakan lagi (walau tetap saya bawa-bawa dengan harapan masih dapat digunakan). Jadi setiap laporan, saya buat diberbagai tempat, misalnya di business center hotel, warnet atau meminjam laptop pecatur yang sedang tidak digunakan. Kiranya kondisi itu cukup menjelaskan kenapa laporan saya tidak selengkap dan sedetail seperti yang saya lakukan saat di Subic, Filipina, beberapa waktu lalu (laporan lengkap tsb ada di www.potretcatur.blogspot.com).
MIW Irene Kharisma Sukandar (2262) - MF Awam Wahono (2387)
Pertahanan Nimzovich [B00]
Kuala Lumpur, Malaysia Open (10), 23.08.2008
1.e4 Kc6 2.Kf3 d6 3.d4 Gg4 4.Ge3 Kf6 5.Kc3 a6 6.h3 Gh5 7.a3 e6 8.Gd3 Ge7 9.Md2 d5 10.e5 Kd7 11.Ke2 Ka7 12.Kg3 Gg6 13.0–0 c5 14.c3 Kc6 15.Ke1 Ka5 16.Bd1 Mb6 17.b4 Kb3 18.Mb2 c4 19.Gc2 Gxc2 20.Mxc2 g6 21.a4 Mc6 22.Ma2 Kb6 23.a5 Kc8 24.Kc2 b6 25.axb6 Kxb6 26.Ka1 a5 27.Kxb3 cxb3 28.Mxb3 a4 29.Mb2 0–0 30.Mc1 Bfc8 31.Gg5 Md7 32.Gxe7 Mxe7 33.Bd3 a3 34.Mh6 Rh8 35.Ba1 Kc4 36.Kf1 g5 37.Ke3 Kb2 38.Bd2 Bg8 39.Mh5 Mc7 40.Bc2 Ba7 41.Kg4 Mc4 42.Mh6
Lihat diagram. Dalam posisi ini, waktu pikir Awam masih 48 menit lebih sementara Irene sudah tinggal 9 menit lebih. Di sini Awam membalas langkah Irene secara cepat seperti refleks saja ...
42...Md3?
Kesalahan pertama Awam yang membuat posisi Putih jadi lebih unggul. Seharusnya di sini 42...Bg6 43.Mf8+ Bg8 44.Mc5 Mxc5 45.bxc5; atau 42...Mb3 43.Mf6+ Bg7 44.Bcc1 Kc4 45.Bab1 Ma4 46.Kh6, dalam kedua variasi terse but posisi Putih hanya sedikit lebih baik.
43.Mf6+ Bg7 44.Md8+?
Giliran Irene yang membuat kesalahan. Seharusnya di sini 44.Bxb2 dan Putih unggul satu Kuda. Hitam memang bisa punya dua Menteri, tetapi Rajanya bakal kena skakmat setelah 44...axb2 (satu-satunya cara menghindari skakmat adalah 44...h5 tetapi setelah 45.Bd2! Mg6 (45...Mxd2 46.Mh6+ Rg8 47.Kf6+ Rf8 48.Mh8+ Bg8 (48...Re7 49.Me8#) 49.Mxg8+ Re7 50.Me8#) 46.Mxg6 Bxg6 47.Kf6 Putih tetap menang juga.) 45.Bxa7 b1M+ 46.Rh2 h5 47.Ba8+ Rh7 48.Mh6# mat.
44...Bg8 45.Mf6+ Bg7 46.Kh6
Atau kembali ke variasi 46.Bxb2.
46...Mg6 47.Md8+
Langkah teks lebih pasti dan aman daripada 47.Bxb2.
47...Bg8 48.Kxg8 Mxg8 49.Mxg8+ Rxg8 50.Rf1 Rf8 51.Re2 Re7 52.Ba2 Kc4 53.Rd3 Rd7 54.Bc1 Rc6 55.Rc2 Rb5 56.Rb3 Ba8 57.Bca1 Bg8 58.Bxa3
Irene mengembalikan kualitas dan unggul dua bidak, cara ini disebut Eka Putra Wirya sebagai jalan menang yang bijaksana karena Hitam praktis tidak punya serangan balik lagi.
58...Kxa3 59.Bxa3 Rb6 60.c4 dxc4+ 61.Rxc4 Bc8+ 62.Rd3 Bc7 63.Ba8 Bc1 64.Bb8+ Ra6 65.b5+ Ra5 66.b6 Ra6 67.Bf8 Bd1+ 68.Re3 Rxb6 69.Bxf7 Rc6 70.Bxh7 Be1+ 71.Rf3 Bd1 72.Be7 1–0

Sabtu, 23 Agustus 2008

Irene Kharisma Raih Norma Grandmaster


Pecatur putri Indonesia MIW Irene Kharisma Sukandar akhirnya meraih norma Grandmaster Wanita (GMW) yang keduanya setelah pada babak kesembilan dan dan sepuluh turnamen catur bergengsi Malaysia Open yang berlangsung di Mid Valley Cititel Hotel, Kuala Lumpur, Sabtu (23/8) berhasil menambah dua angka penuh.

Irene berturut-turut menang atas pecatur Cina Shen Siyuan (2316) dan kemudian menundukkan rekan senegara MF Awam Wahono (2387) sehingga membukukan 6,5 angka dari sepuluh babak atau 65% angka kemenangan sehingga memenuhi persyaratan meraih norma GMW yang keduanya. Sebelumnya, di Jakarta Irene sudah meraih norma GMW pertamanya sebanyak sepuluh babak pula.

Dalam sepuluh babak pertama Malaysia Open, Irene berhasil mencetak enam kemenangan, sekali remis dan tiga kali kalah. Dua kemenangan Irene sebelumnya antara lain dicetak atas pecatur kuat Filipina MI Richard Bitoon (2439) dan pecatur kuat Cina Wang Li (2392).

Hasil Irene tersebut ternyata menjadi kado buat Ketua Harian PB Percasi Eka Putra Wirya yang sengaja datang ke Kuala Lumpur pada Sabtu siang untuk memberikan dorongan moral kepada pecatur putri terbaik Indonesia tersebut. “Teknik permainan Irene sudah terus meningkat, jadi menjadi Grandmaster Wanita pertama di Indonesia soal masalah waktu saja,” kata Eka yang menyeponsori keberangkatan Irene ke Malaysia Open ini.

Grandmaster Susanto Megaranto yang berhasil menambah satu setengah angka kini balik ke peringkat dua menjelang babak terakhir. Susanto bermain remis lawan GM Drazen Sermek (2509) dari Kroasia dan menang atas Yap Kim Steven (2321) dari Filipina, sehingga angkanya kini menjadi 7,5 poin. Pimpinan klasemen sementara kini diambil alih oleh GM Li Chao (2590) dari Cina dengan 8,5 angka. Li Chao pada babak keenam sebelumnya sempat dikalahkan Susanto.

Tercatat ada empat belas pecatur Indonesia yang ambil bagian pada turnamen catur terberat di Malaysia itu, dua di antaranya main di Kelompok Challenger yang dilaksanakan pada waktu dan tempat yang sama. Kelompok ini diikuti pemain dengan rating rendah atau sama sekali belum punya rating.

Total peserta Malaysia Open 112 pemain di mana terdapat sembilan pemain bergelar GM, 10 MI, 3 GMW, 5 MIW, 10 MF, 1 MFW dari 16 negara. Di Kelompok Challenger tercatat 53 peserta. Malaysia Open berlangsung dari 18 Agustus hingga 24 Agustus 2008.

Teks foto: MIW Irene Kharisma Sukandar di samping banner Malaysia Open (Foto oleh Kristianus Liem)

Susanto Tumbang, Irene Tambah Satu Angka


Grandmaster Susanto Megaranto akhirnya tumbang pada babak kedelapan turnamen catur bergengsi Malaysia Open yang berlangsung di Mid Valley Cititel Hotel, Kuala Lumpur, Jumat (22/8) malam. Susanto dikalahkan GM Marat Dhumaev (2549) dari Uzbekistan setelah sehari sebelumnya secara mendadak diserang sakit gigi.


Susanto yang bermain tajam dengan mengorbankan Kuda dan Benteng saying melakukan blunder. “Seharusnya saya mainkan 20.dxe6 dan menang, tapi yang saya jalankan 20. Mh4 karena saya pikir jalan apa saja sudah menang,” tutur Susanto sambil bersungut-sungut.

“Sebetulnya gigi saya sakit sekali sehingga saya mainnya mau buru-buru menang saja,” jelas Susanto sambil menunjukkan rahang kirinya yang membengkak.

Pagi harinya Susanto berhasil menahan remis GM Zhang Zhong (2632) dari Singapura melalui pertarungan panjang 81 langkah, sehingga posisinya merosot ke peringkat dua dengan 6 angka. Pimpinan klasemen sementara kini diambil alih Dhumaev dengan 7 poin.

Sementara pecatur putri Indonesia MIW Irene Kharisma Sukandar hanya berhasil menambah satu angka hasil menang atas Udani Ian dari Filipina pada babak ketujuh dan malam harinya ditundukkan pecatur putra Cina Yulie (2377) setelah keliru mengantisipasi varian aneh pertahanan Prancis yang dikembangkan lawannya.

Namun demikian, dengan 4,5 angka dari delapan babak yang berarti masih di atas 50%, Irene tetap memelihara peluang untuk meraih norma GMW keduanya. Tentu saja dengan catatan pada tiga babak berikutnya ia menambah angka dari lawan yang seluruhnya harus sudah memiliki rating yang cukup tinggi.

Pecatur Indonesia lainnya, MI Irwanto Sadikin juga hanya berhasil menambah setengah angka saja hasil remis lawan Yulie dan kalah pada babak kedelapan dari MI Chito Garma (2346, Filipina). Jumlah angka yang sudah diraih Irwanto menjadi 4,5 poin.

Tercatat ada empat belas pecatur Indonesia yang ambil bagian pada turnamen catur terberat di Malaysia itu, dua di antaranya main di Kelompok Challenger yang dilaksanakan pada waktu dan tempat yang sama. Kelompok ini diikuti pemain dengan rating rendah atau sama sekali belum punya rating.

Total peserta Malaysia Open 112 pemain di mana terdapat sembilan pemain bergelar GM, 10 MI, 3 GMW, 5 MIW, 10 MF, 1 MFW dari 16 negara. Di Kelompok Challenger tercatat 53 peserta. Malaysia Open berlangsung dari 18 Agustus hingga 24 Agustus 2008.

Teks foto: Dato Tan Chin Nam sang sponsor Malaysia Open sejak lima tahun lalu! Mungkinkah tahun depan Malaysia Open masih ada? (Foto oleh Kristianus Liem)

Rabu, 20 Agustus 2008

Susanto Taklukkan Juara Bertahan danMimpin Sendirian, Irene Pertahankan Peluang


Tampil cemerlang Grandmaster Susanto Megaranto kini mimpin sendirian turnamen catur bergengsi Malaysia Open yang tengah berlangsung di Mid Valley Cititel Hotel, Kuala Lumpur, Rabu (20/8). Susanto berhasil menambah satu setengah angka dan kini berada di puncak klasemen sementara dengan 5,5 poin.


Pada babak kelima Susanto bermain remis lawan GM Saidali Iuldachev (2520) dari Uzbekistan dan pada babak keenam malam harinya menaklukkan juara bertahan GM Li Chao (2590) dari Cina melalui pertarungan yang alot dan menegangkan.


Saat berita ini dibuat ada empat pemain menempel ketat dengan 5 poin, yaitu GM Saidali Iuldachev, GM Marat Dhumaev (2549 Uzbekistan), GM Li Shilong (2511 Cina) dan GM Laylo Darwin (2504 Filipina).


Sementara pecatur putri Indonesia MIW Irene Kharisma Sukandar hanya berhasil menambah setengah angka saja hasil remis lawan MF Mok Tze Meng (2308) dari Malaysia. Pagi harinya Irene dikalahkan GMW Li Ruofan (2425) dari Singapura karena membuat blunder fatal dalam posisi unggul tetapi krisis waktu.


Namun demikian, dengan 3,5 angka dari enam babak yang berarti di atas 50%, Irene tetap memelihara peluang untuk meraih norma GMW keduanya. Persyaratan gelar maupun negara pemain lawan yang sudah dihadapi bahkan sudah melebihi persyaratan, yaitu dua MI putra, satu GMW dan satu MF dari lima negara. Masalahnya tinggal pada berapa jumlah poin nanti yang terkumpul.


Pecatur Indonesia lainnya, MI Irwanto Sadikin juga hanya berhasil menambah setengah angka saja hasil remis lawan rekan senegara MF Awam Wahono pada babak keenam. Pada babak kelima Irwanto dikalahkan juara bertahan GM Li Chao (2590) dari Cina. Jumlah angka yang sudah diraih Irwanto menjadi 4 poin.


Tercatat ada empat belas pecatur Indonesia yang ambil bagian pada turnamen catur terberat di Malaysia itu, dua di antaranya main di Kelompok Challenger yang dilaksanakan pada waktu dan tempat yang sama. Kelompok ini diikuti pemain dengan rating rendah atau sama sekali belum punya rating.


Total peserta Malaysia Open 112 pemain di mana terdapat sembilan pemain bergelar GM, 10 MI, 3 GMW, 5 MIW, 10 MF, 1 MFW dari 16 negara. Di Kelompok Challenger tercatat 53 peserta. Malaysia Open berlangsung dari 18 Agustus hingga 24 Agustus 2008.


Teks foto: GM Susanto Megaranto (kiri) vs GM Li Chao dari Cina ditonton pecatur cilik tuan rumah pada babak keenam Malaysia Open. Li Chao adalah sang juara bertahan. (Foto oleh Kristianus Liem)

Selasa, 19 Agustus 2008

Susanto Mimpin, Irene Buat Kejutan Lagi

Grandmaster Susanto Megaranto masih belum tertahankan dengan mencetak dua kemenangan lagi pada babak ketiga dan keempat Malaysia Open yang berlangsung di Mid Valley Cititel Hotel, Kuala Lumpur, Selasa (19/8).

Pada babak ketiga yang berlangsung pagi hari, Susanto menaklukkan Wang Li (rating 2392) dari Cina, dan sore harinya menundukkan MI Julio Catalino Sadorra (2470) dari Filipina sehingga Susanto berhasil mengumpulkan empat angka penuh dari empat babak.

Sementara pecatur putri Indonesia MIW Irene Kharisma Sukandar yang bertukar lawan dengan Susanto, dikalahkan Sadorra pada babak ketiga dan secara mengejutkan bangkit dengan menaklukkan Wang Li sore harinya melalui partai keras yang memikat. Sehingga Irene sudah membukukan 3 angka dari empat babak dan membuka peluang untuk meraih norma GMW keduanya di Kuala Lumpur ini.

Selain dua pecatur muda tersebut, pecatur Indonesia lainnya, MI Irwanto Sadikin juga tampil bagus membukukan 3,5 angka. Pada babak ketiga Irwanto bermain remis lawan MF Lim Yee Weng (2367, Malaysia) dan pada babak keempat menang dari Kojima Shinya (2253) dari Jepang.

Tercatat ada empat belas pecatur Indonesia yang ambil bagian pada turnamen catur terberat di Malaysia itu, dua di antaranya main di Kelompok Challenger yang dilaksanakan pada waktu dan tempat yang sama. Total peserta Malaysia Open 112 pemain di mana terdapat sembilan pemain bergelar GM, 10 MI, 3 GMW, 5 MIW, 10 MF, 1 MFW dari 16 negara. Di Kelompok Challenger tercatat 53 peserta. Malaysia Open akan berlangsung 18 Agustus hingga 24 Agustus 2008.


Teks foto: GM Susanto Megaranto (kanan) vs. MI Julio Catalino Sadorra dari Filipina pada babak keempat Malaysia Open (Foto oleh Kristianus Liem)

Susanto dan Irene Sukses Mengawali Dua Babak Pertama


Dua pecatur muda terbaik Indonesia saat ini, GM Susanto Megaranto dan MIW Irene Kharisma Sukandar, mengawali dua babak pertama Malaysia Open yang berlangsung di Mid Valley Cititel Hotel, Kuala Lumpur, Senin (18/8) dengan lancar.


Susanto berturut-turut menaklukkan Ilic Ilija dari Australia dan Shen Siyuan dari Cina. Sementara Irene membuat kejutan besar dengan menundukkan pecatur Filipina MI Richard Bitoon pada babak kedua, dan pada pagi harinya mengalahkan rekan senegaranya Juniel Hutapea.

Selain dua pecatur muda tersebut, MI Irwanto Sadikin yang pada PON XVII lalu merebut emas catur kilat juga sukses mencetak dua angka penuh. Pada babak pertama Irwanto mengalahkan Robert Gibbon dari Selandia Baru dan babak kedua menundukkan Phadke Sohan dari India.

Tercatat ada dua belas pecatur Indonesia yang ambil bagian pada turnamen catur terberat di Malaysia itu. Total peserta 112 pemain di mana terdapat sembilan pemain bergelar GM, 10 MI, 3 GMW, 5 MIW, 10 MF, 1 MFW. Malaysia Open akin berlangsung 18 Agustus hingga 24 Agustus 2008.

Teks foto: MIW Irene Kharisma Sukandar (kanan) sukses mengawali babak pertama turnamen catur Malaysia Open 2008 dengan mengalahkan rekan senegaranya Juniel Hutapea (Foto oleh Kristianus Liem)

Kamis, 31 Juli 2008

Medina & Chelsie Juara Dunia Pelajar




Indonesia kembali melahirkan juara dunia catur pelajar pada 4th World Schools Chess Championships 2008 yang berlangsung di Singapura, 22-30 Juli 2008. Dan tidak tanggung-tanggung, kali ini langsung dua orang juara dunia lahir! Mereka adalah Medina Warda Aulia di KU11 tahun dan Chelsie Monica Sihite di KU13 tahun, keduanya di kelompok putri.

Yang lebih menghebohkan, Medina sudah memastikan gelar juara dunia satu babak sebelum turnamen berakhir. Saat itu Medina mencetak angka sempurna 8 poin dari 8 babak meninggalkan saingan terdekatnya Anna Styazhkina dari Rusia dengan perbedaan dua angka, yng berarti kalau pun pada babak terakhir Medina kalah, tetap saja angkanya tidak bisa dikejar oleh Anna.

Pada babak terakhir Medina bermain remis singkat dengan rekan senegaranya Fransiska Fortunata, sementara Anna menang dari Monika Manuela Hengki dari Indonesia juga. Sehingga ranking akhirnya Medina 8,5 angka, Anna 7 angka. Medali perungu juga direbut pecatur Indonesia Yuni Veronika 6 angka.

Medina Warda Aulia adalah “produk” terbaru Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA) Bekasi yang sejak tiga tahun lalu sudah dipersiapkan sebagai pelapis Irene Kharisma Sukandar. Prestasi Medina mulai mencuat setahun lalu antara lain menjadi juara nasional KU10 2007 dan merebut medali emas APPSO ASEAN 2007.

Medali emas yang direbut Chelsie Monica Sihite lebih dramatis. Chelsie yang pada babak keenam sempat kalah WO karena keteledoran manajer tim yang tidak tahu jadwal pertandingan, untung pada tiga babak berikutnya menang terus.

Pada babak terakhir Chelsie menang dari MFW Adriana Pachon dari Kolumbia, sementara pimpinan klasemen Anjana Khrisna dari India dikalahkan MFW Danielle Ho En Huei dari Singapura sehingga poinnya disamakan oleh Chelsie, yaitu 7 angka, dan dalam perhitungan nilai tie-break ternyata Chelsie unggul, yaitu 51 angka berbanding 48 milik Anjana sehingga Chelsie yang berasal dari Balipapan tersebut dinyatakan sebagai perebut medali emas!

“Tentu saja PB Percasi bangga dan gembira sekali karena ini berarti tradisi juara dunia pada World School Chess Championship tetap terpelihara,” komentara Ketua Harian PB Percasi Eka Putra Wirya.

Memang pada tiga World Schools Chess Championships sebelumnya yang dilangsungkan di Yunani, Indonesia selalu berhasil menelorkan satu juara dunia, yaitu Aston Taminsyah (tahun 2005 dan 2006), dan Farid Firmansyah tahun 2007. Satu hal yang perlu dicatat, kedua juara dunia pelajar tersebut juga hasil produksi Sekolah Catur Utut Adianto yang menegaskan bahwa jika pembinaan dilakukan secara ilmiah dan sistematis serta berkesinambungan maka Indonesia mampu bersaing di tingkat dunia!

Bedanya kalau selama dilangsungkan di Yunani pecatur yang dikirim jumlahnya sangat sedikit, maka yang di Singapura ini, tidak kurang ada 39 pecatur Indonesia yang ambil bagian seperti dijelaskan Wakil Sekjen PB Percasi Sebastian Simanjuntak yang sempat mengantar dan mendampingi para pemain selama tiga hari di Singapura. Oleh karena itu selain dua medali emas, ada beberapa pecatur Indonesia lainnya yang meraih medali perak dan perunggu.

Info mengenai Kejuaraan Catur Pelajar 2008 ini dapat diakses di
www.fide.com atau www.worldschools2008.blogspot.com.

Kristianus Liem
Humas PB Percasi

Teks foto:
Medina Warda Aulia (Foto oleh Kristianus Liem)
Chelsie Monica Sihite (Foto oleh Kristianus Liem)

Minggu, 27 Juli 2008

Ranking Perorangan Putra


KEJUARAAN CATUR PERORANGAN PUTRA
ANTAR PERGURUAN TINGGI SE INDONESIA JAKARTA, 23 - 27 JULI 2008

Final Ranking

Rank SNo. Name Rtg Pts. RtgØ BHs
1 1 TIRTA CHANDRA P (STEI JAKARTA) 2430 8½ 1985 448
2 2 SURYA WAHYUDI (STEI JAKARTA) 2312 7½ 1978 438½
3 38 RAVI OCTAVIA (ITB) 1900 7 1988 420½
4 34 M.SOHARI (STIEMIK C) 1900 6 2058 432½
5 35 NOLDI WUISAN (UNESA) 1900 6 2058 406
6 24 DOLY (UNINDRA) 1900 6 2014 427½
7 40 SANTO (JAYABAYA) 1900 6 2014 414
8 21 BUDIMAN (IPB) 1900 6 1980 410
9 4 MASHURI (UGM) 2048 6 1975 408
10 14 ALFONSUS FRENGKU (ATMAJAYA) 1900 6 1944 401½
11 5 SUTRISNO (MULYA P) 2046 5½ 1975 404
12 6 ASEP KUSNANDAR (UNPAD) 2000 5½ 1900 390
13 32 KHAIRUL TAUFIK (UBAYA) 1900 5 1997 378
14 8 EKA NATA (UNUD) 1961 5 1978 403½
15 3 DODY ELIAS P (UNSUD) 2070 5 1953 404½
16 26 EKI H. (IPB) 1900 5 1928 366½
17 33 M.FERNANDO (ITB) 1900 5 1927 376
18 7 SINGGIH YEHEZKIEL (UNKRIS) 1982 5 1900 385½
19 43 SUTANTO BUDI (ATMAJAYA) 1900 4½ 1927 389½
20 45 UMAN KERTANEGARA (UNDIP) 1900 4½ 1927 359½
21 46 ZUBAIR AMAN. D (ITB) 1900 4½ 1920 370½
22 18 BASTIAN M. ARITONANG (ITB) 1900 4½ 1914 363
23 23 DANNY WIJAYA (UBAYA) 1900 4 1952 382½
24 31 KENNY MULIAWAN (IPB) 1900 4 1923 369
25 11 AGUS SURIYA (BSI) 1900 4 1900 354½
26 15 ANDREAS HANDOKO (UNPAD) 1900 4 1900 349½
27 17 ANTONIUS FELIKS (ATMAJAYA) 1900 4 1900 345
28 41 SUKARYA (UNAS) 1900 3 1907 357
29 19 M. ANGGA DP. (UPN) 1900 3 1900 328½
30 13 AGUS ZAENAL ARIFIN (UNSUD) 1900 2½ 1909 339½
31 29 JOHN L.SIAHAAN (STEMIK W) 1900 2 1918 351
32 30 KADAFI (STIE IND) 1900 2 1909 348
33 42 SULAIMAN ISKANDR (ABFI) 1900 1½ 1919 331
34 44 SYAIFUL RAHMAN (UPN) 1900 1 1909 321½
35 16 ANDY HARTOYO (ABFI) 1900 1 1906 313
36 25 EKA SETIAWAN (ABFI) 1900 0 1946 302½
37 28 JOHANNES (UPN) 1900 0 1919 328
38 27 IKWAN MULYANA (ABFI) 1900 0 1919 324
39 22 CATUR SUKMA SETIAWAN (STIE JKT) 1900 0 1900 332
40 37 PARTOGI IP SIMANJUNTAK (ABFI) 1900 0 1900 329½
41 39 RIZAL (STEMIK W) 1900 0 1900 323
42 36 NORMAN RIZKIONO (UNPAD) 1900 0 1900 318
43 9 YOGA ISWANTORO (UGM) 1926 0 1900 309½
12 AGUS WIBOWO (UPN) 1900 0 1900 309½
45 20 BOY SAPUTRA (STIE JKT) 1900 0 1900 304
46 10 ACHMAD HANIF (UPN) 1900 0 1900 300

Teks foto: Para juara perorangan putra, dari kanan Tirta Chandra, Surya Wahyudi dan Ravi Octavia. (Foto oleh Kristianus Liem)

Ranking Perorangan Putri


KEJUARAAN CATUR PERORANGAN PUTRI
ANTAR PERGURUAN TINGGI SE INDONESIA, JAKARTA, 23 - 27 JULI 2008

Final Ranking

Rank SNo. Name Rtg Pts. RtgØ BH.
1 4 BAIQ VINA LESTARI (GUNADARMA) 2132 8 1989 45
2 1 EVI LINDIAWATI (BUDI LUHUR) 2221 7 1990 45
3 5 STEFANI DIAN CHERI (ATMAJAYA) 2052 6½ 1998 50½
4 6 ULFA GUSTININGRUM (UNUD) 2014 5½ 1990 42½
5 3 KADEK IIN DWIJAYANTI (UNUD) 2146 5 1986 49
6 2 NORASYA VERDIANA (PANCASILA) 2159 5 1985 46
7 15 SUHARIYANI (ITB) 1800 5 1941 44
8 11 INDAH CLAUDIA MUMEK (PETRA) 1800 5 1937 37½
9 8 ANGELA TRI KURNIA (GUNADARMA) 1900 5 1937 35
10 7 KARTIKA HUTABARAT (UNIV. JAMBI) 1910 5 1923 47½
11 13 PUTRI LESTARI (UNPAD) 1800 5 1879 31½
12 12 PURIYANI (IPB) 1800 4 1884 34½
13 10 HAYATI (UNPAD) 1800 2 1889 33
14 14 SEZTIFA (IPB) 1800 2 1864 33½
15 16 TATY DIANAWATI (IPB) 1800 2 1860 36
16 9 DESSY HARDIYANTI (UI) 1800 0 1882 37½


Teks foto: Para juara perorangan putri berfoto bersama GM Utut Adianto usai penyerahan hadiah dan piala (Foto oleh Kristianus Liem)

Ranking Beregu Putri


KEJUARAAN CATUR BEREGU PUTRI
ANTAR PERGURUAN TINGGI SE INDONESIA, 23-27 JULI 2008

Final Ranking

Rank Team Gam. + = - MP VP
1 GUNADARMA A 10 9 1 0 19 26½
2 UNIV. SUDIRMAN 10 8 1 1 17 24
3 GUNADARMA B 10 6 0 4 12 19½
4 IAIN SERANG 10 3 0 7 6 9½
5 UNIV. SURABAYA 10 1 1 8 3 6½
6 IPB 10 1 1 8 3 4


Teks foto: Para juara beregu putri foto bersama Ketua Umum PB Percasi Eddie Widiono setelah penyerahan piala dan hadiah. (Foto oleh Kristianus Liem)

Ranking Beregu Putra


KEJUARAAN CATUR BEREGU PUTRA
ANTAR PERGURUAN TINGGI SE INDONESIA, JAKARTA, 23 - 27 JULI 2008

Final Ranking

Rank Team Gam. + = - MP VP
1 UNIV. GUNADARMA A 9 8 1 0 17 24½
2 STMIK MIKRO SKILL 9 7 1 1 15 22
3 STMIK CILEGON 9 7 0 2 14 19½
4 UNIV. GUNADARMA B 9 7 0 2 14 19
5 ITB 2 9 5 1 3 11 14½
6 ITB 1 9 5 0 4 10 18
7 UNIVERSITAS PEMB. NASIONAL 9 4 1 4 9 12½
8 UNIVERSITAS GAJAH MADA 9 3 2 4 8 12½
9 UNIVERSITAS PAJAJARAN 9 3 1 5 7 10½
10 UNIVERSITAS PANCASILA A 9 3 0 6 6 10½
11 UNIVERSITAS PANCASILA B 9 1 1 7 3 6½
12 STIE INDONESIA 9 0 0 9 0 1
13 STIE IPWI 1 0 0 1 0 0
STIKES JAKARTA 1 0 0 1 0 0
STIMIK SERANG 1 0 0 1 0 0
STMIK CIREBON 1 0 0 1 0 0
STMIK WIDURI 1 0 0 1 0 0
UNIVERSITAS SURABAYA 1 0 0 1 0 0


Teks foto: Kegembiraan sang juara, tim Universitas Gunadarma (Foto oleh Kristianus Liem)

Hasil Babak 9 Putra

KEJUARAAN CATUR PERORANGAN PUTRA
ANTAR PERGURUAN TINGGI SE INDONESIA JAKARTA, 23 - 27 JULI 2008

Round 9 on 2008/07/27 at 15.00

Bo. SNo. Name Pts Res. Pts Name SNo.
1 1 TIRTA CHANDRA P (STEI JAKARTA) 7½ 1 - 0 6 SANTO (JAYABAYA) 40
2 2 SURYA WAHYUDI (STEI JAKARTA) 7 ½ - ½ 5½ NOLDI WUISAN (UNESA) 35
3 24 DOLY (UNINDRA) 6 0 - 1 6 RAVI OCTAVIA (ITB) 38
4 4 MASHURI (UGM) 5 1 - 0 5½ SUTRISNO (MULYA P) 5
5 3 DODY ELIAS P (UNSUD) 5 0 - 1 5 ALFONSUS FRENGKU (ATMAJAYA) 14
6 21 BUDIMAN (IPB) 5 1 - 0 5 EKA NATA (UNUD) 8
7 43 SUTANTO BUDI (ATMAJAYA) 4½ 0 - 1 5 M.SOHARI (STIEMIK C) 34
8 6 ASEP KUSNANDAR (UNPAD) 4½ 1 - 0 4½ BASTIAN M. ARITONANG (ITB) 18
9 7 SINGGIH YEHEZKIEL (UNKRIS) 4 1 - 0 4½ ZUBAIR AMAN. D (ITB) 46
10 11 AGUS SURIYA (BSI) 4 0 - 1 4 M.FERNANDO (ITB) 33
11 32 KHAIRUL TAUFIK (UBAYA) 4 1 - 0 4 DANNY WIJAYA (UBAYA) 23
12 31 KENNY MULIAWAN (IPB) 4 0 - 1 4 EKI H. (IPB) 26
13 45 UMAN KERTANEGARA (UNDIP) 3½ 1 - 0 3 M. ANGGA DP. (UPN) 19
14 17 ANTONIUS FELIKS (ATMAJAYA) 3 1 - 0 3 SUKARYA (UNAS) 41
15 15 ANDREAS HANDOKO (UNPAD) 3 1 - 0 2½ AGUS ZAENAL ARIFIN (UNSUD) 13
16 30 KADAFI (STIE IND) 2 - - - 2 JOHN L.SIAHAAN (STEMIK W) 29
17 16 ANDY HARTOYO (ABFI) 1 - - - 1½ SULAIMAN ISKANDR (ABFI) 42
18 9 YOGA ISWANTORO (UGM) 0 - - - 1 SYAIFUL RAHMAN (UPN) 44
19 10 ACHMAD HANIF (UPN) 0 - - - 0 IKWAN MULYANA (ABFI) 27
20 28 JOHANNES (UPN) 0 - - - 0 AGUS WIBOWO (UPN) 12
21 20 BOY SAPUTRA (STIE JKT) 0 - - - 0 NORMAN RIZKIONO (UNPAD) 36
22 37 PARTOGI IP SIMANJUNTAK (ABFI) 0 - - - 0 CATUR SUKMA SETIAWAN (STIE JKT) 22
23 39 RIZAL (STEMIK W) 0 - - - 0 EKA SETIAWAN (ABFI) 25

Hasil Babak 9 Putri

KEJUARAAN CATUR PERORANGAN PUTRI
ANTAR PERGURUAN TINGGI SE INDONESIA JAKARTA, 23 - 27 JULI 2008

Round 9 on 2008/07/27 at 15.00

Bo. SNo. Name Pts Res. Pts Name SNo.
1 16 TATY DIANAWATI (IPB) 2 0 - 1 7 BAIQ VINA LESTARI (GUNADARMA) 4
2 1 EVI LINDIAWATI (BUDI LUHUR) 6½ ½ - ½ 4½ KADEK IIN DWIJAYANTI (UNUD) 3
3 7 KARTIKA HUTABARAT (UNIV. JAMBI) 4½ ½ - ½ 6 STEFANI DIAN CHERI (ATMAJAYA) 5
4 15 SUHARIYANI (ITB) 4½ ½ - ½ 4½ NORASYA VERDIANA (PANCASILA) 2
5 6 ULFA GUSTININGRUM (UNUD) 4½ 1 - 0 4 PURIYANI (IPB) 12
6 11 INDAH CLAUDIA MUMEK (PETRA) 4 1 - 0 2 SEZTIFA (IPB) 14
7 10 HAYATI (UNPAD) 2 0 - 1 4 PUTRI LESTARI (UNPAD) 13
8 9 DESSY HARDIYANTI (UI) 0 0 - 1 4 ANGELA TRI KURNIA (GUNADARMA) 8

Hasil Babak 8 dan 9 Beregu Putra

KEJUARAAN CATUR BEREGU PUTRA
ANTAR PERGURUAN TINGGI SE INDONESIA, JAKARTA, 23 - 27 JULI 2008

Round 8 on 2008/07/27 at 09.00

No. SNo. Team Pts Res. Pts Team SNo.
1 3 STIE INDONESIA 1 0 - 3 19 UNIV. GUNADARMA A 11
2 9 STMIK MIKRO SKILL 16½ 3 - 0 6½ UNIVERSITAS PANCASILA B 16
3 1 ITB 1 14 1 - 2 14½ STMIK CILEGON 7
4 12 UNIV. GUNADARMA B 13 3 - 0 12 UNIVERSITAS GAJAH MADA 13
5 2 ITB 2 11½ 2½ - ½ 9 UNIVERSITAS PANCASILA A 15
6 17 UNIVERSITAS PEMB. NASIONAL 10½ 2 - 1 7½ UNIVERSITAS PAJAJARAN 14

KEJUARAAN CATUR BEREGU PUTRA
ANTAR PERGURUAN TINGGI SE INDONESIA, JAKARTA, 23 - 27 JULI 2008

Round 9 on 2008/07/27 at 15.00

No. SNo. Team Pts Res. Pts Team SNo.
1 13 UNIVERSITAS GAJAH MADA 12 ½ - 2½ 22 UNIV. GUNADARMA A 11
2 9 STMIK MIKRO SKILL 19½ 2½ - ½ 14 ITB 2 2
3 7 STMIK CILEGON 16½ 3 - 0 1 STIE INDONESIA 3
4 12 UNIV. GUNADARMA B 16 3 - 0 12½ UNIVERSITAS PEMB. NASIONAL 17
5 16 UNIVERSITAS PANCASILA B 6½ 0 - 3 15 ITB 1 1
6 15 UNIVERSITAS PANCASILA A 9½ 1 - 2 8½ UNIVERSITAS PAJAJARAN 14

Hasil babak 9 dan 10 Beregu Putri

Round 9 on 2008/07/27 at 08.00

No. SNo. Team Res. Team SNo.
1 6 IPB ½ - 2½ UNIV. SUDIRMAN 2
2 1 UNIV. SURABAYA 0 - 3 GUNADARMA A 3
3 5 IAIN SERANG ½ - 2½ GUNADARMA B 4

Round 10 on 2008/07/27 at 15.00

No. SNo. Team Res. Team SNo.
1 4 GUNADARMA B 3 - 0 IPB 6
2 3 GUNADARMA A 2½ - ½ IAIN SERANG 5
3 2 UNIV. SUDIRMAN 3 - 0 UNIV. SURABAYA 1

Hasil Babak 8 Putra

KEJUARAAN CATUR PERORANGAN PUTRA
ANTAR PERGURUAN TINGGI SE INDONESIA JAKARTA, 23 - 27 JULI 2008

Round 8 on 2008/07/27 at 08.00

Bo. SNo. Name Pts Res. Pts Name SNo.
1 5 SUTRISNO (MULYA P) 5½ 0 - 1 6½ TIRTA CHANDRA P (STIE IND) 1
2 3 DODY ELIAS P (UNSUD) 5 0 - 1 6 SURYA WAHYUDI (STIE IND) 2
3 40 SANTO (JAYABAYA) 5 1 - 0 5 BUDIMAN (IPB) 21
4 34 M.SOHARI (STIEMIK C) 5 0 - 1 5 DOLY (UNINDRA) 24
5 38 RAVI OCTAVIA (ITB) 5 1 - 0 4½ SUTANTO BUDI (ATMAJAYA) 43
6 35 NOLDI WUISAN (UNESA) 4½ 1 - 0 4½ ASEP KUSNANDAR (UNPAD) 6
7 4 MASHURI (UGM) 4 1 - 0 4 KENNY MULIAWAN (IPB) 31
8 14 ALFONSUS FRENGKU (ATMAJAYA) 4 1 - 0 4 SINGGIH YEHEZKIEL (UNKRIS) 7
9 8 EKA NATA (UNUD) 4 1 - 0 4 M.FERNANDO (ITB) 33
10 18 BASTIAN M. ARITONANG (ITB) 3½ 1 - 0 4 KHAIRUL TAUFIK (UNSUD) 32
11 46 ZUBAIR AMAN. D (ITB) 3½ 1 - 0 3½ UMAN KERTANEGARA (UNDIP) 45
12 41 SUKARYA (UNAS) 3 0 - 1 3 AGUS SURIYA (BSI) 11
13 23 DANNY WIJAYA (UNIV SBY) 3 1 - 0 3 ANDREAS HANDOKO (UNPAD) 15
14 19 M. ANGGA DP. (UPN) 3 0 - 1 3 EKI H. (IPB) 26
15 13 AGUS ZAENAL ARIFIN (UNSUD) 2½ 0 - 1 2 ANTONIUS FELIKS (ATMAJAYA) 17
16 30 KADAFI (STIE IND) 2 - - - 2 JOHN L.SIAHAAN (STEMIK W) 29
17 44 SYAIFUL RAHMAN (UPN) 1 - - - 1½ SULAIMAN ISKANDR (ABFI) 42
18 9 YOGA ISWANTORO (UGM) 0 - - - 1 ANDY HARTOYO (ABFI) 16
19 10 ACHMAD HANIF (UPN) 0 - - - 0 IKWAN MULYANA (ABFI) 27
20 28 JOHANNES (UPN) 0 - - - 0 AGUS WIBOWO (UPN) 12
21 20 BOY SAPUTRA (STIE JKT) 0 - - - 0 NORMAN RIZKIONO (UNPAD) 36
22 37 PARTOGI IP SIMANJUNTAK (ABFI) 0 - - - 0 CATUR SUKMA SETIAWAN (STIE JKT) 22
23 39 RIZAL (STEMIK W) 0 - - - 0 EKA SETIAWAN (ABFI) 25