Entri yang Diunggulkan

Kejuaraan Catur Asia U18 Mixed Doubles Team 2023

  Tim Indonesia Memimpin,  5 Kali Menang, 1 Seri   Tim catur Indonesia yang terdiri dari FM Aditya Bagus Arfan dan Laysa Latifah memim...

Selasa, 04 September 2012

Laporan Humas PB Percasi Urry Kartopati


INDONESIA KEMBALI BERSINAR, KALAHKAN  COSTA RICA dan ZAMBIA

Putri Indonesia vs Costa Rica di babak ke-6,
menang 2,5-1,5. Photo by Kristianus Liem
Istambul, 3 September 2010, setelah sehari libur,  tim catur putra dan putri Indonesia kembali mengukir prestasi dengan mengalahkan lawan-lawan mereka.  Tim putra menghentikan perlawanan tim Zambia, sementara tim putri menundukkan Costa Rica. Keduanya memang kemampuannya di bawah tim merah putih.

 GM Susanto Megaranto (2529) membuka kemenangan Indonesia melawan FM Daniel Jerre (2382). Sementara IM Taufik Halay (2361) yang turun di meja dua, juga berhasil mengalahkan Stanly Chumfwa (2347).  Kemenganan Indonesia makin lengkap saat CM Muhammad Lutfi Ali (2078) juga mampu menghasilkan 1 poin atas  Andrew Kayonde (2180).  

Hanya CM Farid Firmansyah (2318) yang tampak kurang siap menghadapi  Gilian Bwalya (2256), dan  harus puas dengan posisi remis. Sehingga angka yang dibukukan adalah 3½ : ½  untuk kemenangan tim Indonesia.

Kemenangan tim putra semakin lengkap saat tim putri pun mampu menggulung lawan mereka. Dibuka dengan keberhasilan WFM Medina Warda Aulia (2218) membungkam WIM Carolina Munoz Solis (1981). Disusul kemudian dengan kemenangan WFM Dewi AA Citra (2143) atas Olga Leticia Gamboa Alvarado (1890).

Sementara poin setengah dihasilkan oleh Aay Aisyah Anisa  (1818) dari  Liseth Carolina Acevedo Mendez (1843).  Satu-satunya yang menyerah  di tangan tim Costa Rica adalah pemain muda Ummi Fisabilillah yang kandas di tangan Maria Elena Rodriques Arrieta (1738). Aay dan Ummi keduanya mengaku masih “demam panggung” saat tampil di turnamen besar seperti ini.

“Awalnya saya yakin bisa menang, tapi tiba-tiba kok jadi salah langkah,” ujar Aay yang akhirnya harus puas dengan posisi remis. Sementara Ummi mengaku takut kalah, sehingga permainannya malah tak berkembang.

Namun dengan kemenangan ini maka tim Indonesia babak ke-7 akan kembali bertemu lagi dengan tim-tim kuat.

Berikut hasil lengkap tim Indonesia pada pertandingan di hari ke 6 :

Bo.     83     Zambia                    Rtg      -  68      Indonesia                   Rtg      ½ :3½
35.1  FM  Jere, Daniel             2382  -  GM   Megaranto, Susanto      2529   0 - 1
35.2          Chumfwa, Stanley   2347  -  IM     Halay, Taufik                  2361    0 - 1
35.3          Bwalya, Gillan         2256  -  CM    Firmansyah, Farid          2318   ½ - ½
35.4          Kayonde, Andrew   2180  -  CM    Muhammad, Luthfi Ali   2078    0 - 1

Bo.     54        Indonesia                Rtg     -   80        Costa Rica                                  Rtg     2½:1½
26.1  WFM   Medina, Warda Aulia  2218  -   WIM   Munoz Solis, Carolina                     1981  1 - 0
26.2  WFM   Citra, Dewi                 2143  -            Gamboa Alvarado, Olga Leticia       1890   1 - 0
26.3            Aay, Aisyah Anisa       1818  -            Acevedo Mendez, Lisseth Carolina  1843  ½ - ½
26.4            Fisabilillah, Ummi         0        -            Rodriguez Arrieta, Maria Elena       1738   0 - 1

Informasi lengkap dapat diakses ke situs resmi olimpiade:

Hasil lengkap dapat diakses di situs resmi olimpiade:

Pertandingan babak ketujuh dimulai pukul 15:00 waktu Istanbul atau pukul 19:00 WIB. Pertandingan dapat ditonton live di http://www.chessolympiadistanbul.com/livegames/

Minggu, 02 September 2012

Laporan Humas PB Percasi Urry Kartopati


PUTRI LIBAS BANGLADESH, PUTRA TAHAN BELARUS

Putri Indonesia vs Bangladesh di babak lima, 3-1
Photo by Kristianus Liem
Istambul,  1 September 2012, para pecatur Indonesia lagi-lagi membukukan hasil  menggembirakan. Meski fasilitas yang diberikan bagi para pemain tak sebaik olimpiade sebelumnya, namun tak mempengaruhi semangat juang tim Indonesia.

Di hari ke 5, tim putri tampil cemerlang dengan mengalahkan Bangladesh, yang memang masih di  bawah kemampuan mereka. Sedangkan tim putra tak terlalu kerepotan untuk menahan Belarus.

Turun tanpa pecatur utama Medina Warda Aulia, tim putri tetap tampil percaya diri. WIM Chelsie Monica Sihite  (2162) yang berada di papan 1 menang mudah dari Sharmin Shirin Sultana (2002), begitu juga pemain papan 2 WFM Dewi AA Citra (2143) mengalahkan WIM Rani Hamid (1952).

Dua pemain wajah baru dari tim Olimpiade Indonesia kali ini, Aay Aisyah Anisa (1818) dan Ummi Fisabillilah yang baru berusia 14 dan 12 tahun ini akhirnya mampu menahan seri lawan-lawan mereka, WFM Zakia Sultana (1987) dan Nazrana Khan (2008).

Kemenangan atas Bangladesh 3 : 1 memang sudah diprediksi sebelumnya, karena  rata-rata kemampuan tim putri Indonesia lebih baik dari tim lawan. Meski begitu, sang kapten Kristianus Liem terus mengingatkan agar pemain tetap waspada. “Kita jangan sampai menganggap enteng lawan. Bermain dalam tim seperti ini, sekali lengah bisa fatal akibatnya,”ujarnya.

Sementara tim putra  yang bertemu Belarus -- tim dengan kualitas di atas kemampuan para pemain Indonesia --, akhirnya berhasil ditahan seimbang. Dengan diistirahatkannya  GM Susanto Megaranto dalam babak ini, maka tugas berat menanti Tirta Chandra Purnama dan rekan-rekannya.

Meski begitu, tim putra dapat bernapas lega saat  IM Taufik Halay (2361)  berhasil memaksa remis GM Vitaly Teterev (2528), begitu juga CM Muhammad Lutfi  Ali (2078) yang mampu bermain imbang dengan IM Vladislav Kovalev (2485).

Kejutan lagi-lagi ditorehkan oleh CM Farid Firmansyah (2318) yang mampu mengalahkan GM Kirill Stupak (2523). Pemain muda berbakat dari Indonesia ini sampai-sampai dijuluki rekan-rekannya pemain spesialis pembungkam Grand Master. Karena setiap kali tampil melawan para pemain kuat, ia selalu tampil bagus.

Satu-satunya poin yang tercuri adalah dari papan 1, di mana IM Tirta Chandra Purnama (2384) akhirnya harus tumbang di tangan GM Sergei Zhigalko (2667), yang memang di atas kertas unggul dari Tirta. Meski bagitu, hasil 2:2 cukup spektakuler mengingat semua pemain lawan memiliki kemampuan jauh di atas para pemain Indonesia , apalagi pemegang seeded  32  dunia ini  menurunkan 3 pemain GM mereka.

 Berikut ini hasil lengkap para pecatur Indonesia pada babak kelima:  
  
Bo.     68      Indonesia                          Rtg      -   32      Belarus               Rtg      2 : 2
34.1  IM    Purnama, Tirta Chandra   2384  -   GM   Zhigalko, Sergei      2667  0 - 1
34.2  IM    Halay, Taufik                      2361  -   GM   Teterev, Vitaly         2528  ½ - ½
34.3  CM   Firmansyah, Farid             2318  -   GM   Stupak, Kirill            2523  1 - 0
34.4  CM   Muhammad, Luthfi Ali       2078  -   IM    Kovalev, Vladislav  2485  ½ - ½

Bo.     63         Bangladesh                      Rtg      -   54         Indonesia                     Rtg      1 : 3
25.1              Sultana, Sharmin Shirin    2002   -   WIM   Sihite, Chelsie Monica    2162    0 - 1
25.2   WIM    Hamid, Rani                       1952   -   WFM   Citra, Dewi                        2143    0 - 1
25.3   WFM   Sultana, Zakia                    1987   -              Aay, Aisyah Anisa              1818    ½ - ½
25.4              Khan, Nazrana                   2008   -              Fisabilillah, Ummi              0         ½ - ½


Informasi lengkap dapat diakses ke situs resmi olimpiade:
Hasil lengkap dapat diakses di situs resmi olimpiade:
Pertandingan babak keenam dimulai pukul 15:00 waktu Istanbul atau pukul 19:00 WIB. Pertandingan dapat ditonton live di http://www.chessolympiadistanbul.com/livegames/

Sabtu, 01 September 2012

Laporan Humas PB Percasi Urry Kartopati


PUTRA TERTAHAN VIETNAM, PUTRI MENGIMBANGI INGGRIS

Putri Ina vs Inggris, paling depan GMW Anya Cork
lawan Medina yang berakhir remis.
Photo by Kristianus Liem
Istambul, 31 Agustus 2012, tim catur putra dan putri Indonesia di hari ke empat harus lebih berhati-hati menata langkah mereka dari lawan-lawannya. Turun dengan dengan tim inti, tim putra harus mengakui keunggulan Vietnam, sementara tim putri berbagi angka sama dengan Inggris.

Kesuksesan tim putra di hari sebelumnya ternyata tak terulang saat menghadapi pecatur-pecatur Vietnam, yang harus diakui kemampuannya memang  lebih baik. Hanya IM Taufik Halay (2361) yang mampu mencuri angka setengah poin dengan menahan IM Nguyen Van Huy (2506). Sementara ke tiga rekannya kandas di tangan lawan-lawan mereka.

GM Susanto Megaranto (2529) tak mampu menahan langkah  GM Le Quang Liem (2693), yang jadi musuh bebuyutannya. Sementara IM Tirta Chandra Purnama (2384) juga kandas di tangan GM Nguyen Ngoc Truong Son (2639).  CM Farid Firmansyah yang sebelumnya terus bermain cemerlang juga tak mampu melawan IM Nguyen Doc Hoa (2506).

Di kelompok putri, WFM Medina Warda Aulia (2218)  dan Chelsie Monica Sihite  (2162) yang berada di papan 1 dan 2, berakhir remis dengan lawan[-lawan mereka WGM Anya Corke (2254) dan WFM Maria Yurenok (2058). Sementara Aay Aisyah Anisa (1818) meski awalnya tampak mampu mengimbangi WFM Sabrina Chevannes (2090)  tapi akhirnya kandas juga.

Hanya WFM Dewi AA Citra (2143) yang mampu mengalahkan  WFM Sarah Hegarty (2120). Selain kemampuan keduanya setara, keunggulan Citra sejak awal sudah menguasai pertandingan. “Rasanya main enak sekali, karena hampir semua yang saya prepare pagi tadi, terjadi di pertandingan,” ujar gadis manis ini.

Memang, sebelum turun bertanding para pemain selalu mendapat arahan dari pelatih Ruslan Shcherbakov untuk mempelajari permainan lawan mereka. Dan, dengan hasil 2 : 2 melawan tim Inggris yang berada sepuluh tingkat di atas tim Indonesia, maka babak berikutnya tim putri tetap akan menghadapi lawan-lawan kuat.

 Berikut hasil pertandingan di hari ke 4 :

Bo.        27        Vietnam                        Rtg         -    68        Indonesia                       Rtg         3½: ½
24.1      GM     Le, Quang Liem               2693      -    GM     Megaranto, Susanto          2529      1 - 0
24.2      GM     Nguyen, Ngoc Truong Son2639     -    IM      Purnama, Tirta Chandra    2384      1 - 0
24.3      IM      Nguyen, Van Huy            2506      -    IM      Halay, Taufik                    2361      ½ - ½
24.4      IM      Nguyen, Doc Hoa             2505      -    CM     Firmansyah, Farid             2318      1 - 0

Bo. 54  Indonesia                Rtg         -     44            England     Rtg                               2 : 2
28.1  WFM Medina, Warda Aulia  2218  - WGM Corke, Anya             2254                      ½ - ½
28.2  WIM Sihite, Chelsie Monica 2162  - WFM      Yurenok, Maria         2058               ½ - ½
28.3  WFM Citra, Dewi                   2143  - WFM     Hegarty, Sarah         2120                1 - 0
28.4      Aay, Aisyah Anisa             1818  - WFM      Chevannes, Sabrina 2090                0 - 1 
  
Informasi lengkap dapat diakses ke situs resmi olimpiade:

Hasil lengkap dapat diakses di situs resmi olimpiade:

Pertandingan babak ketiga dimulai pukul 15:00 waktu Istanbul atau pukul 19:00 WIB. Pertandingan dapat ditonton live di http://www.chessolympiadistanbul.com/livegames/

Jumat, 31 Agustus 2012

Laporan Humas PB Percasi Urry Kartopati


TIM PUTRA MENGALAHKAN ECUADOR, PUTRI TERHADANG CUBA

Tim putra Indonesia dan wartawan Kompas Nic
Photo by Kristianus Liem
Istambul, 30 Agustus 2012,  memasuki ronde ke 3, tim catur Indonesia mulai menghadapi lawan-lawan yang tangguh. Tim putri selama dua hari berturut-turut bertemu para pemain papan atas, setelah Bulgaria, giliran Cuba yang berada di urutan 15  seeded dunia menjadi lawan mereka.

Sementara tim putra bertemu dengan Ecuador, yang rangkingnya sembilan tingkat di atas tim Indonesia. Meski begitu Susanto Megaranto dan rekan-rekannya tak begitu saja gentar, terbukti dengan kemenangan yang mereka peroleh dengan perjuangan yang cukup ketat.

Di kelompok putra, kemenangan dibuka oleh CM Farid Firmansyah (2318) yang berhasil menundukkan Bryan Marcias Murillo (2364), disusul kemudian dengan keberhasilan GM Susanto Megaranto (2529) menahan remis GM Carlos Matamoros (2548), sebelum akhirnya ditutup dengan kemenangan IM Tirta Chandra Purnama (2384)  dari  FM Lenin Guerra Tulcan (2424).

 Satu-satunya kekalahan tim putra saat CM Muhammad Lutfi Ali (2078) berhasil ditundukkan oleh Daniel Mieles Palau (2370).  Hasil  akhir2½ : 1½  ini membuat tim putra bergerak terus mau, meski butuh perjuangan yang tak mudah langkah demi langkah.

Farid Firmansyah , yang selama dua babak terus membukukan kemengangan atas lawan-lawannya yang terbilang cukup berat hanya berkomentar pendek,”melawan pemain kuat biasanya jadi jauh lebih tertantang.” Pemain muda Indonesia ini memang dikenal kalem namun memiliki potensi juang yang cukup bagus.

Kubu tim putri Indonesia kali ini harus mengakui keunggulan Cuba yang turun dengan pemain terbaiknya. Mereka tampak lebih menguasai pertandingan, sementara Medina dan rekan-rekannya harus berjuang keras untuk mencuri angka. Cuba yang dimotori oleh Lisandra Ordaz Valdes akhirnya membukukan kemenangan 3:1.

Pemain papan 4, Aay Aisyah Anisa (1818) kandas di tangan Lisandra Llaudy Pupo (2264), disusul kemudian dengan kekalahan WFM Dewi AA Citra (2143) dari WGM Maritza Arribas Robaina (2296 ).

WFM Medina Warda Aulia (2218) yang semula diharapkan dapat mencuri angka, tumbang juga setelah bertarung alot dengan WGM Lisandra Ordaz Valdes (2344). Satu-satunya kemengan WIM Chelsie Monica Sihite  (2162) atas WGM Sulenis Pina Vega (2345).

Partai yang diaminkan di papan 2 ini boleh dibilang sangat menarik, karena sejak awal Chelsie sudah diprediksi akan tumbang. Namun di luar dugaan ia mampu membalikkan semua prediksi. “Langkah-langkah yang dimainkan Chelsie di luar dugaan berhasil membuat lawan menyerah,” ujar Ruslan Shcherbakov, pelatih Indonesia.

Berikut ini hasil lengkap para pecatur Indonesia pada babak ketiga :

Bo.     59      Ecuador                        Rtg      -   68      Indonesia                         Rtg      1½:2½
34.1   GM   Matamoros, Carlos        2548    -   GM   Megaranto, Susanto          2529   ½ - ½
34.2   FM   Guerra Tulcan, Lenin     2424    -   IM    Purnama, Tirta Chandra    2384   0 - 1
34.3   IM    Macias Murillo, Bryan   2365    -   CM   Firmansyah, Farid             2318   0 - 1
34.4   IM    Mieles Palau, Daniel     2370    -   CM   Muhammad, Luthfi Ali        2078   1 - 0

Bo.     15          Cuba                                  Rtg      -   54         Indonesia                     Rtg      3 : 1
15.1   WGM   Ordaz Valdes, Lisandra       2344   -   WFM   Medina, Warda Aulia      2218    1 - 0
15.2   WGM   Pina Vega, Sulennis            2345   -   WIM    Sihite, Chelsie Monica    2162    0 - 1
15.3   WGM   Arribas Robaina, Maritza    2296   -   WFM   Citra, Dewi                     2143    1 - 0
15.4   WIM    Llaudy Pupo, Lisandra        2264   -              Aay, Aisyah Anisa          1818    1 - 0

Informasi lengkap dapat diakses ke situs resmi olimpiade:

Hasil lengkap dapat diakses di situs resmi olimpiade:

Pertandingan babak ketiga dimulai pukul 15:00 waktu Istanbul atau pukul 19:00 WIB. Pertandingan dapat ditonton live di http://www.chessolympiadistanbul.com/livegames/

Kamis, 30 Agustus 2012

Laporan Humas PB Percasi Urry Kartopati


Menahan Bulgaria, Tim Putri Indonesia Hadapi Kuba

Medina mengalahkan GMW Iva Videnova
Photo by Kristianus Liem
Istambul, 29 Agustus 2012, hasil menggembirakan kembali dicatat oleh tim catur putri Indonesia, mereka berhasil menahan tim kuat Bulgaria, yang tercatat menduduki seeded 13 dunia. Sementara tim putra harus mengakui keunggulan Chile, meski awalnya tampil cukup berimbang.

Di hari kedua ini,  para pecatur andalan Indonesia memang harus bekerja keras untuk menghadapi lawan-lawan mereka. Di bagian putri, Chelsie Monica Sihite  (2162) dan WFM Dewi AA Citra (2143) yang berada di papan 2 dan 3, meski bertanding alot akhirnya berbagai angka dengan kedua lawan mereka WGM Adriana Nikolova (2281) dan WGM Margarita Volska (2281).

Sementara Ummi  Fisabilillah yang belum memiliki elo rating dan menyandang  gelar harus mengakui keunggulan WIM Elitsa Raeva (2313). Satu-satunya pemain putri yang  berhasil memetik kemenangan adalah, WFM Medina Warda Aulia (2218)  yang mengalahkan WGM Iva Videnova (2317).

Keberhasilan Medina ini memang luar biasa, karena ia mampu  bermain cemerlang tanpa terpengaruh tekanan lawan. “Sejak awal saya sudah merasa bisa mengimbanginya, jadi tidak terlalu sulit untuk membaca langkah-langkahnya,” ujarnya kalem. Medi, panggilan akrab gadis berusia 15 tahun ini memang kian hari kian menunjukkan kematangan emosinya.

Tim Bulgaria yang menurunkan 3 pemain bergelar WGM dan 1 pemain dengan gelar WIM ini ternyata cukup kerepotan menghadapi perlawanan para srikandi muda Indonesia. Hasil akhir 2-2 ini adalah prestasi yang menggembirakan.

Tim Putra Kandas dari Chile

Di bagian putra, perlawanan GM Susanto Megaranto dan rekan-rekannya memang harus terhambat. Meski pada awalnya kedudukan dua tim terlihat berimbang, namun perlahan kubu Chile mulai mengoyahkan pertahanan tim putra Indonesia yang memang masih kalah kualitas ini.
 
Pemain papan 1 Indonesia, GM Susanto Megaranto (2529) mampu menahan imbang GM Merovic Fernandes (2575).  Sementara IM Tirta Chandra Purnama (2384) kandas di tangan GM Rodrigo Vasques Schroeder (2533). Begitu juga dengan IM Taufik Halay (2361) yang akhirnya tumbang oleh GM Mauricio Flores Rios (2498). Padahal, semula ia diprediksi bisa remis  

Satu poin berhasil dicuri dari Chile oleh CM Farid Firmansyah (2318) yang mengalahkan pecatur FM Patio Salinas Herrera (2417). Farid yang sudah dua kali ikut membela Indoensia dalam ajang olimpiade ini mengaku tak mengalami kesulitan untuk menundukkan lawannya.

Dengan hasil akhir 1½ - 2½ , tim putra tampaknya harus bekerja cukup keras untuk bisa bertanding dengan lawan-lawan tangguh. Sementara tim putri pastinya akan tetap mendapat lawan tangguh di babak 3.

Berikut ini hasil lengkap para pecatur Indonesia pada babak kedua:

Bo.    68     Indonesia                     Rtg    -  46     Chile                                   Rtg    1½:2½
24.1  GM  Megaranto, Susanto       2529  -  GM  Morovic Fernandez, Ivan       2575  ½ - ½
24.2  IM   Purnama, Tirta Chandra  2384  -  GM  Vasquez Schroeder, Rodrigo 2533  0 - 1
24.3  IM   Halay, Taufik                  2361  -  GM  Flores Rios, Mauricio              2498  0 - 1
24.4  CM  Firmansyah, Farid            2318  -  FM   Salinas Herrera, Pablo           2417  1 - 0

Bo.  54        Indonesia                  Rtg    -  13        Bulgaria              Rtg    2 : 2
7.1  WFM  Medina, Warda Aulia   2218  -  WGM  Videnova, Iva        2317  1 - 0
7.2  WIM  Sihite, Chelsie Monica  2162  -  WGM  Nikolova, Adriana  2299  ½ - ½
7.3  WFM  Citra, Dewi                  2143  -  WGM  Voiska, Margarita  2281  ½ - ½
7.4            Fisabilillah, Ummi         0        -  WIM   Raeva, Elitsa         2313  0 - 1

Informasi lengkap dapat diakses ke situs resmi olimpiade:

Hasil lengkap dapat diakses di situs resmi olimpiade:

Pertandingan babak ketiga dimulai pukul 15:00 waktu Istanbul atau pukul 19:00 WIB. Pertandingan dapat ditonton live di http://www.chessolympiadistanbul.com/livegames/

Rabu, 29 Agustus 2012

Serba-serbi di atas Papan Catur Olimpiade Istanbul


Salah sedikit peluang menang pun lenyap

Farid vs Altaye dari Ethiopia di babak pertama
(Photo by Kristianus Liem)
Main catur itu gampang-gampang susah. Tapi kalau mainnya di arena setinggi olimpiade lebih banyak susahnya. Walau menghadapi tim yang relatif agak lemah, toh kekeliruan sedikit saja sudah mampu membalikkan keadaan. Hal itu dialami oleh dua kali juara dunia pelajar Farid Firman Syah, 20 tahun, yang dimainkan di papan empat pada Olimpiade Catur Istanbul ke-40 2012 ketika menghadapi tim Ethiopia.

Lihat diagram. Permainan sudah memasuki tahap ending bidak tanpa perwira. Artinya tempo menjadi sesuatu yang genting. Bidak kalau sudah maju tidak boleh mundur lagi. Jadi hati-hati dalam permainan jenis ini.

Altaye Girum Teklewold - Farid Firman Syah
Pertahanan Sisilia Naga 
Serangan Yugoslavia B76]
40th Olympiad Open Istanbul TUR (1.4), 28.08.2012

1.e4 c5 2.Kf3 d6 3.d4 cxd4 4.Kxd4 Kf6 5.Kc3 g6 6.Ge3 Gg7 7.f3 Kc6 8.Md2 0–0 9.0–0–0 Ge6 10.Rb1 Kxd4 11.Gxd4 Mc7 12.g4 Bfc8 13.h4 Ma5 14.Kd5 Mxd2 15.Kxf6+ Gxf6 16.Bxd2 Gxd4 17.Bxd4 Bc5 18.c3 Rg7 19.g5 Bh8 20.Gh3 h6 21.Gxe6 fxe6 22.gxh6+ Bxh6 23.Bd2 Bch5 24.Bdh2 Rf6 25.Rc2 Re5 26.Bg2 Rf4 27.Bh3 Bxh4 28.Bxh4+ Bxh4 29.Bxg6 Rxf3 30.e5 Bh2+ 31.Rd3 dxe5 32.Bxe6 e4+ 33.Bxe4 Bd2+ 34.Rxd2 Rxe4 35.a4 e5?

Seharusnya di sini 35...a5!, misalnya 36.b4 (atau 36.Re2 e6 ini yang namanya langkah tempo 37.Rd2 Rf3 38.b4 e5 39.b5 e4 40.Re1 (atau 40.c4 Rf2 41.c5 e3+ 42.Rd3 e2 43.c6 bxc6 44.bxc6 e1M Hitam menang) 40...Re3 41.c4 Rd4 Hitam menang) 36...axb4 37.cxb4 Rd4 Hitam menang.

36.a5 Rf3 37.c4 e4 38.Re1 a6 39.b4 Re3 40.b5 Rd4 41.bxa6 bxa6 42.Re2 Rxc4 43.Re3 Rd5 44.Re2 Rd4 45.Rd2 e3+ 46.Re1 Re4 47.Re2 Rd4 48.Re1 Re5 ½–½

Laporan Humas PB Percasi Urry Kartopati dari Istanbul


Tim Indonesia Berjaya di Babak Pertama

Tim putri INA vs Fiji (Photo by Kristianus Liem)
Olimpiade Catur yang berlangsung di Istanbul Expo Center, Istambul,Turki, (28/08) dibuka dengan manis oleh tim putri maupun tim putra Indonesia yang masing-masing berhasil mengandaskan lawan-lawannya. Tim putri lebih dahulu menang telak 4 : 0 melawan Fiji, tim putra menyusul menekuk Ethiopia dengan angka 3½ : ½ .

Kemampuan kedua lawan Indonesia di babak pertama ini memang di atas kertas masih jauh dari tim merah putih, namun bagi pelatih Ruslan Shcherbakov kemenangan di babak awal ini harus segera diwaspadai. “Hasil ini akan membuat tim Indonesia berhadapan langsung dengan tim tangguh di babak kedua,” ujarnya.

Itu sebabnya pelatih asal Rusia ini terus memberlakukan aturan ketat terhadap para anak didiknya. Mereka tak hanya harus istirahat cukup, tapi juga diisolasi sementara dari kegiatan social media. “Saya rasa mereka sudah mulai merasakan manfaat tidur yang cukup untuk kesegaran pikiran,” tandasnya.

Ummi Pembuka Kemengan

Kemenangan Indonesia di hari pertama dibuka oleh Ummi  Fisabilillah yang bermain di papan 4 mengalahkan pecatur putri Fiji,  Cydel Terubea. Ummi hanya butuh waktu 45 menit untuk menyelesaikan partainya. Meski keduanya masih belum memiliki elo rating, namun kemampuan Ummi patut diacungi jempol. 

Pemain berusia 12 tahun ini mengaku tak ada beban saat bertanding, sehingga ia tak terbendung untuk membukukan kemenangan sejak awal.    

Sementara tiga pemain lainnya, WFM Medina Warda Aulia (2218) yang bermain di papan 1 juga tak mengalami kesulitan untuk menundukkan WFM Kieran Lyons (1825), begitu juga pemain papan 2 dan 3, WIM Chelsie Monica Sihite  (2162) dan WFM Dewi AA Citra (2143) tak mendapat perlawanan berarti dari Gloria Sukhu (1528) dan Hilda Vukikomoala.

Begitu juga tim putra Indonesia yang menurunkan GM Susanto Megaranto (2529), menang mudah dari pemain unggulan Ethiopia di papan 1 Leykun Mesfin Sisay (2115). Begitu juga IM Taufik Halay (2361) yang berada di papan 3 pun berhasil membukukan kemenangan atas Estube Hailesealassie Tadese.

Perjuangan cukup berat dialami IM Tirta Chandra Purnama (2384) yang berada di papan 2, meski akhirnya bisa menghentikan perlawanan Desalegn Fekadu Jimma (2149), namun awalnya sempat kerepotan menghadapi tekanan dari pemain tanpa gelar dari Ethiopia ini.

Sementara CM Farid Firmansyah (2318) meski awalnya terlihat tak terlampau sulit menghadapi pemain papan 4,  Girum Teklewold Altaye, namun akhirnya ia harus sepakat dengan hasil remis. 

Hasil lengkap tim Indonesia:


Bo.    54        Indonesia                  Rtg    -  117      Fiji                         Rtg    4 : 0
52.1  WFM  Medina, Warda Aulia   2218  -  WFM  Lyons, Kieran            1825  1 - 0
52.2  WIM  Sihite, Chelsie Monica  2162  -            Sukhu, Gloria           1528  1 - 0
52.3  WFM  Citra, Dewi                  2143  -            Vukikomoala, Hilda   0        1 - 0
52.4            Fisabilillah, Ummi        0        -            Terubea, Cydel          0        1 - 0

Bo.    68     Indonesia                     Rtg    -  145    Ethiopia                               Rtg    3½: ½
66.1  GM  Megaranto, Susanto       2529  -          Mesfin Sisay, Leykun             2115  1 - 0
66.2  IM   Purnama, Tirta Chandra  2384  -          Fekadu Jimma, Desalegn        2149  1 - 0
66.3  IM   Halay, Taufik                   2361  -          Haileselassie Tadese, Estube  0        1 - 0
66.4  CM  Firmansyah, Farid            2318  -          Teklewold Altaye, Girum         0        ½ - ½

Sabtu, 25 Agustus 2012

Di Satka, Pegunungan Ural, Rusia


Medina Warda Aulia Raih Norma GMW Kedua!

Medina saat terima diploma dan hadiah dari wasit
Alexander Vatlin dan direktur turnamen
Amir Gilyazov (Photo by Kristianus Liem)
Berada jauh dari keluarga di hari-hari libur panjang lebaran sudah pasti menyedihkan. Apalagi harus berada di Pegunungan Ural, di Rusia Utara, yang saat musim panas seperti sekarang ini temperaturnya kisaran 17 derajat Celcius. Malah terkadang suhu udara masih dapat tiba-tiba merosot lagi hingga di bawah angka 10 derajat Celcius.

Senyum Medina bersama diplomanya. 
(Photo by Kristianus Liem) 
Namun menyaksikan pecatur cilik Indonesia Medina Warda Aulia, 14 tahun, yang permainan caturnya terus semakin meningkat hari demi hari, dingin dan sepinya kota Satka yang berpenduduk cuma sekitar 50 ribu orang ini, terasa tidak terlalu lama meski ternyata sudah sepuluh hari – tiba 16 Agustus 2012 dari Athena, Yunani – kami berada di kota pertambangan magnesit ini.

Medina menarik perhatian TV Satka.
(Photo by Kristianus Liem)
Kami berempat, Kristianus Liem, Medina Warda Aulia, Chelsie Monica Sihite, dan pelatih Ruslan Scherbakov, meninggalkan Jakarta 31 Juli 2012, untuk keliling tiga negara Eropa, Yunani, Rusia dan Turki, dalam misi PB Percasi untuk mencetak sejarah lagi, yaitu menjadikan Medina sebagai Grandmaster Wanita kedua Indonesia. Dengan catatan mencetak rekor baru, yaitu dalam usia lebih muda dari yang dicetak oleh Irene Kharisma Sukandar tahun 2008 dalam usia 16 tahun.

Di Athena, Yunani, dalam Kejuaraan Catur Junior Dunia Usia 20 tahun ke bawah (1-15 Agustus 2012), Medina tampil cemerlang dengan membukukan 9,5 poin dari 13 babak. Jumlah poin yang dicetak Medina itu sama dengan angka yang diraih sang juara GMW Guo Qi dari Cina. Tapi nilai tie-break menempatkan Medina di posisi keempat. Angka spektakuler yang dicetak Medina, ternyata juga masih kurang setengah poin dari persyaratan mendapatkan Norma GMW. Persyaratan menjadi GMW memang berat!

Dari Yunani, malam itu juga (pukul 00:55) kami terbang ke Moskow, dilanjutkan ke Chelyabinsk, dan ditambah jalan darat ke kota Satka untuk mengikuti Satka IM Invitation Tournament yang diikuti tiga negara, Kazakhstan, Indonesia dan tuan rumah Rusia. Pesertanya 10 orang, yang terdiri dari 2 GM, 2 MIW, 2 MFW, dan 4 nongelar. Untuk mendapatkan Norma GMW dibutuhkan 6,5 poin dari 9 babak.

Cuma sempat istirahat di pesawat dan semalam di hotel, Medina dan Chelsie sudah harus bertanding lagi, 17 Agustus 2012. Empat babak pertama diawali Medina dengan hasil remis, yaitu lawan Maxim Vaseptsov (Rusia 2209), Pavel Tsvetkov (Rusia 2141), GM Rustam Khusnutdinov (Kazakhstan 2503) dan rekannya sendiri MIW Chelsie Monica Sihite (2162). Dari empat partai tersebut memang tidak ada satu pun posisi yang mencukupi untuk mencapai kemenangan. Mungkin masih lelah, tapi untungnya pertandingan cuma satu babak per harinya.

Sementara peluang Chelsie untuk meraih Norma GMW sudah pudar pada lima hari pertama. Setelah menang atas MFW Alexandra Makarenko (Rusia 2128) dan remis dari GM Ruslan Scherbakov (Rusia 2507), Chelsie kalah dari Maxim Vaseptsov (Rusia 2209). Lalu setelah remis dari rekan senegaranya MFW Medina Warda Aulia (2218), Chelsie kalah lagi dari Pavel Tsvetkov (Rusia 2141).

Walau sempat menang dari Alfia Nasybullina (Rusia 2073), Chelsie harus takluk lagi dari GM Rustam Khusnutdinov (Kazakhstan 2503). Merasa tidak ada peluang lagi, Chelsie bermain remis singkat pada dua babak tersisa melawan Albert Baigildin (Rusia 2170) dan MIW Dinara Sadvakassova (Kazakhstan 2216). Ini memang untuk menghemat tenaga karena pada Senin 27 Agustus 2012 kami sudah harus terbang lagi ke Istanbul, Turki, untuk mengikuti Olimpiade Catur ke-40.

Bagaimana dengan Medina? Inilah yang membuat saya tidak merasakan betapa “gersang” kota Satka yang terletak di lembah yang dikelilingi bukti bergunung-gunung, yang sebagian sudah gundul akibat pertambangan tersebut. Sebab empat babak berikutnya Medina mencetak kemenangan demi kemenangan atas Alfia Nasybullina (Rusia 2073), Albert Baigildin (Rusia 2170), MIW Dinara Sadvakassova (Kazakhstan 2216) dan juara dunia pelajar U13 2008 MFW Alexandra Makarenko (Rusia 2128).

Sehingga menjelang satu babak terakhir Medina sudah membukukan 6 angka atau butuh setengah poin lagi untuk meraih Norma GMW keduanya. Tapi lawan terakhirnya bergelar GM! Mampukah ia mencuri setengah angka saja dari Grandmaster yang mengatakan membutuhkan satu angka penuh agar keluar sebagai runner-up dan ratingnya tidak turun itu?

Ternyata Medina mampu. Atau lebih tepatnya karena sang Grandmaster tidak tega menghancurkan impian muridnya sendiri itu. Remis pun disepakati! Anda betul, sang GM itu adalah pelatih Medina saat ini, Ruslan Scherbakov. Terima kasih coach! Medina meraih Norma GMW keduanya!

Jadi sejarah dan rekor itu sudah semakin dekat. Medina meraih Norma GMW pertamanya pada akhir tahun 2011 ketika menjuarai Kejuaraan Catur Wanita ASEAN ke-2 di Singapura. Ia butuh satu Norma GMW lagi dan rating 2300 untuk menyandang gelar tertinggi di kalangan pecatur wanita tersebut. Mungkinkah ia menggenapinya di Olimpiade Istanbul? Semoga.

Ranking Akhir

Pertandingan berlangsung di Klub Catur Vertikal, Satka, 17-25 Agustus 2012. Berikut ranking akhirnya: 1. GM Khusnutdinov 7 poin; 2. MFW Medina 6,5; 3. GM Scherbakov 6; 4. MIW Sadvakassova 5; 5-6. Nasybullina, Vaseptsov 4,5; 7. MIW Chelsie 4; 8. Baigildin 3,5; 9. Tsvetkov 2,5; 10. Makarenko 1,5 poin.

Notasi Medina vs Sadvakassova

Dalam turnamen ini, dua favorit yang mungkin meraih norma GMW adalah MIW Dinara Sadvakassova (2216) dari Kazakhstan dan Medina sendiri. Saat mereka berdua berjumpa di babak 7, keduanya sama mengumpulkan 4 poin. Jadi partai mereka berdua sangat menentukan, yang kalah otomatis tersingkir. Medina sempat kalah kualitas lebih dulu, namun ia mampu membalikkan keadaan. Inilah notasi partai menarik tersebut.

MIW Medina Warda Aulia (2218) – MIW Dinara Sadvakassova (2216)
Pembukaan Italia [C54]
Satka IM (7), 23.08.2012

1.e4 e5 2.Kf3 Kc6 3.Gc4 Gc5 4.c3 Kf6 5.d3 0–0 6.Gb3 h6 7.0–0 d5 8.Me2 dxe4 9.dxe4 Me7 10.h3 Ge6 11.Kbd2 Kh5 12.Kc4 Kg3 13.Mc2 Kxf1 14.Rxf1 Bad8 15.Ke3 Gxe3 16.Gxe3 Md6 17.Gxe6 Mxe6 18.b3 Md6 19.Re2 Ke7 20.Kh4 Bd7 21.g4 Ma6+ 22.c4 Kg6 23.Kf5 Kf4+ 24.Rf3 Mf6 25.h4 Ke6 26.Rg3 Kd4 27.Gxd4 exd4 28.Md3 Be8 29.f4 Ma6 30.a4 Ma5 31.Bd1 Mc3 32.Rf3 Mxd3+ 33.Bxd3 c5 34.e5 b6 35.h5 Be6 36.Kh4 a6 37.Re4 f6 38.Kg6 Be8 39.Rf5 fxe5 40.fxe5 Bf7+ 41.Re4 Bf1 42.a5 Be1+ 43.Rd5 Be3 44.Bd1 bxa5 45.Rxc5 d3 46.Rd6 Bb8 47.Rc7 Be8 48.c5 Bf3 49.Rd7 Bb8 50.e6 d2 51.Bxd2 Bbxb3 52.e7 Bfd3+ 53.Bxd3 Bxd3+ 54.Re6 Be3+ 55.Ke5 1–0