Entri yang Diunggulkan

Kejuaraan Catur Asia U18 Mixed Doubles Team 2023

  Tim Indonesia Memimpin,  5 Kali Menang, 1 Seri   Tim catur Indonesia yang terdiri dari FM Aditya Bagus Arfan dan Laysa Latifah memim...

Rabu, 16 November 2011

Catur Blindfold SEA Games

Tirta Kalah Tragis

Babak terakhir catur buta dan catur ASEAN, ternyata menjadi antiklimaks penampilan MI Tirta Chandra Purnama dan MI Taufik Halay. Keduanya kalah. Bahkan Taufik yang sempat mendapat play-off juga kembali kalah sehingga otomatis juga tidak ada medali di kedua nomor tersebut.

Tirta sempat memberikan perlawanan keras menghadapi GM John Paul Gomez (Filipina) dan mendapatkan posisi menyerang yang menjanjikan (liat foto terlampir), namun sayang satu kesalahan terjadi dan peluang langsung musnah. Berikut ini ranking akhir blindfold.


Rk.

Name

FED

Rtg

Pts.

TB1

TB2

1

GM

Le Quang Liem

VIE

2714

7.0

1.0

0

2

GM

Gomez John Paul

PHI

2506

7.0

0.0

0

3

GM

Laylo Darwin

PHI

2502

5.5

0.0

0

4

IM

Purnama Tirta Chandra

INA

2384

5.0

0.0

0

5

GM

Nguyen Anh Dung

VIE

2438

4.5

0.0

0

6

IM

Myo Naing

MYA

2317

3.5

2.0

0

GM

Zaw Win Lay

MYA

2377

3.5

2.0

0

8

IM

Mok Tze-Meng

MAS

2363

3.5

1.5

0

9

IM

Lioe Dede

INA

2375

3.5

0.5

0

10

IM

Liew Chee-Meng-Jimmy

MAS

2303

2.0

0.0

0

Teks foto:

Fragmen posisi Tirta Chandra vs Paul Gomez di babak terakhir catur buta. Kalau menang dapat perak, remis play-off, kalah jatuh ke peringkat empat. (Photo by Kristianus Liem)

Hari Kelima Catur SEA Games

Tanpa Medali di Mix Pair, Blindfold dan ASEAN Chess

Indonesia kehilangan satu target medali emas pada nomor yang sangat diandalkannya, yaitu mix pair. Yang menyebut nomor ini sebagai andalan bukan cuma dari pihak Indonesia, tapi juga dari saingan utama Vietnam dan Filipina. Ini pandangan yang fair, karena rating rata-rata tim INA adalah 2443, atau 41 poin di atas saingan kedua tim VIE yang 2402. Lalu berturut-turut Filipina 2327, Myanmar 2193, Malaysia 2060, dan Thailand 1856.

Kalau mau dibilang gagal, di nomor inilah Indonesia gagal total, karena bukan kehilangan medali emas yang diincar, tapi juga karena medali perunggu pun tak dapat. Tim INA berada di peringkat keempat di bawah Vietnam, Filipina dan Malaysia.

Berikut ranking akhirnya:

Rk. Team 1 2 3 4 5 6 TB1 TB2 TB3

1 Vietnam * 2 2 1 1½ 2 9 0 8.5

2 Philippines 0 * 2 1½ 2 1½ 8 0 7.0

3 Malaysia 0 0 * 1½ 1½ 2 6 0 5.0

4 Indonesia 1 ½ ½ * 2 2 5 0 6.0

5 Myanmar ½ 0 ½ 0 * 1½ 2 0 2.5

6 Thailand 0 ½ 0 0 ½ * 0 0 1.0

Kenapa itu bisa terjadi? Ada baiknya kita lihat hasil tim Indonesia babak per babak berikut ini.


Round 1 on 2011/11/12 at 15:00

Bo.

3

Thailand

Rtg

-

4

Indonesia

Rtg

0 : 2

3.1

Hansing Saphong

1886

-

GM

Megaranto Susanto

2537

0 - 1

3.2

Taweesupmun Chanida

1826

-

WGM

Sukandar Irine Kharisma

2350

0 - 1

Round 2 on 2011/11/13 at 15:00

Bo.

6

Philippines

Rtg

-

4

Indonesia

Rtg

1½: ½

1.1

GM

Barbosa Oliver

2571

-

GM

Megaranto Susanto

2537

1 - 0

1.2

WIM

Perena Catherine

2083

-

WGM

Sukandar Irine Kharisma

2350

½ - ½

Round 3 on 2011/11/14 at 15:00

Bo.

4

Indonesia

Rtg

-

5

Malaysia

Rtg

½ :1½

3.1

GM

Megaranto Susanto

2537

-

IM

Lim Yee-Weng

2253

0 - 1

3.2

WGM

Sukandar Irine Kharisma

2350

-

WFM

Nur Najiha Hisham

1867

½ - ½

Round 4 on 2011/11/15 at 15:00

Bo.

1

Myanmar

Rtg

-

4

Indonesia

Rtg

0 : 2

2.1

FM

Zaw Oo

2274

-

GM

Megaranto Susanto

2537

0 - 1

2.2

May Hsu Lwin

2112

-

WGM

Sukandar Irine Kharisma

2350

0 - 1

Round 5 on 2011/11/16 at 09:30

Bo.

4

Indonesia

Rtg

-

2

Vietnam

Rtg

1 : 1

2.1

GM

Megaranto Susanto

2537

-

GM

Dao Thien Hai

2505

0 - 1

2.2

WGM

Sukandar Irine Kharisma

2350

-

WGM

Nguyen Thi Thanh An

2300

1 - 0

Dari hasil babak per babak tersebut, terlihat hasil terburuk ketika kalah 0,5-1,5 dari Malaysia. Hasil jelek lainnya ketika kalah 0,5-1,5 dari Filipina, karena kalau memperhatikan jalannya pertandingan harusnya hasil paling fair seri 1-1. Karena seperti sudah saya bahas cukup jernih pada laporan hari kedua, Irine harusnya menang mudah.

Selanjutnya kita lihat hasil per orangan tim pasangan INA tersebut seperti di bawah ini


4. Indonesia (RtgAvg:2444, TB1: 5 / TB2: 0)

Bo.

Name

Rtg

FED

1

2

3

4

5

Pts.

Games

RtgAvg

1

GM

Megaranto Susanto

2537

INA

1

0

0

1

0

2.0

5

2298

2

WGM

Sukandar Irine Kharisma

2350

INA

1

½

½

1

1

4.0

5

2038

Dari tabel di atas tampak jelas sekali Susano tampil luar biasa buruk! Ia hanya mencetak 2 angka dari 5 babak atau hanya 40%! Harusnya sebagai unggulan kedua di peserta putra, minimal ia harus mampu mencetak 4 angka atau 80% untuk dibilang bermain sesuai standar kemampuannya (dari sisi gelar dan rating). Kalau itu tercapai minimal Indonesia akan mendapat medali perak!

Irine mencetak 4 angka dari 5 babak atau 80%. Skor tersebut harusnya terbilang bagus, tapi karena dari seluruh peserta putri dia berada di unggulan pertama, maka skor tersebut masih tidak cukup. Ia harus mampu membukukan 4,5 angka atau 90% atau bahkan menyapu bersih lima angka! Kalau itu terjadi maka medali emas pasti direbut tim INA.

Jeleknya penampilan Susanto dapat diukur dari minusnya rating Susanto dalam event ini, yaitu -30 poin! Irine yang kelihatan skornya cukup tinggi, ternyata juga ratingnya minus -3 poin, yang berarti ia juga bermain di bawah standar kualitas yang seharusnya!

Teks foto:

Pasangan Vietnam GM Dao Thien Hay dan GMW Nguyen Thi Thanh An menjuarai nomor mix pair dengan merebut 9 MP atau empat kali menang dan sekali seri. (Photo by Stefani Dian Chery)

Selasa, 15 November 2011

Hari Keempat Catur SEA Games

Tirta dan Taufik Buka Peluang Medali

MI Tirta Chandra Purnama dan MI Taufik Halay membuka peluang untuk meraih medali perunggu atau bahkan medali perak tergantung pada hasil pertandingan babak terakhir yang dimainkan Rabu (16/11) pagi di Ball Room Sriwijaya Hotel Swarna Dwipa, Palembang.

Tirta di nomor blindfold untuk sementara berada di peringkat ketiga dan empat bersama-sama GM Darwin Laylo (Filipina) dengan 5 poin. Hasil tersebut dicapai Tirta setelah merebut tambahan 1,5 angka hasil menang dari MI Jimmy Liew Chee-Meng (Malaysia) dan remis dari GM Darwin Laylo pada babak ketujuh dan delapan Selasa (15/11).

Berikut ranking sementara blindfold menjelang satu babak terakhir.

Rk. Name FED Rtg Pts. TB1 TB2

1 GM Le Quang Liem VIE 2714 6.5 0.0 0

2 GM Gomez John Paul PHI 2506 6.0 0.0 0

3 IM Purnama Tirta Chandra INA 2384 5.0 0.5 0

GM Laylo Darwin PHI 2502 5.0 0.5 0

5 GM Nguyen Anh Dung VIE 2438 4.0 0.0 0

6 IM Mok Tze-Meng MAS 2363 3.0 1.0 0

IM Myo Naing MYA 2317 3.0 1.0 0

GM Zaw Win Lay MYA 2377 3.0 1.0 0

9 IM Lioe Dede INA 2375 2.5 0.0 0

10 IM Liew Chee-Meng-Jimmy MAS 2303 2.0 0.0 0

Namun perjuangan tidak mudah karena lawan Tirta pada babak sembilan adalah GM John Paul Gomez (Filipina) yang sementara berada di peringkat kedua, sementara lawan Darwin adalah MI Myo Naing (Myanmar).

ASEAN Chess

Di nomor ASEAN Chess, MI Taufik Halay juga membuka peluang mendapatkan medali perungu atau perak tergantung hasil semua pemain di babak terakhir pagi ini.

Taufik yang menang dari GM Rogelio Antonio Jr. pada babak ketiga kini mengumpulkan 1,5 angka sama seperti yang diraih MI Wynn Zaw Thun (Myanmar) dan MI Nguyen Huynh Minh Huy (Vietnam). Bedanya, Minh Huy akan mendapat bye sehingga tidak mungkin menambah poin.

Posisi Zaw Thun yang pernah menang dari Taufik menguntungkannya dalam nilai tie-break. Maka perak hanya didapat Taufik kalau menang dan Zaw Thun remis, atau Taufik remis dan Zaw Thun kalah. Hasil remis akan mudah dicapai Taufik karena lawannya Kongsee Uaychai (Thailand) sudah memastikan diri menjadi juara bahkan kalaupun kalah. Kongsee sudah membukukan 3 angka.

Mix Pair

Di nomor pasangan Indonesia menundukkan Myanmar 2-0. Hasil ini membuat tim Indonesia sama mengumpulkan 4 poin dengan Malaysia, tapi dari segi tie-break yang memakai nilai head to head tidak menguntungkan tim Indonesia dalam perburuan medali perunggu.

Vietnam memimpin klasemen sementara dengan 8 MP disusul Filipina dengan 6 MP.

Teks foto:

Tirta Chandra Purnama vs MI Jimmy Liew Chee-Meng dari Malaysia di babak ketujuh yang dimenangkan Tirta. Babak kedelapan Tirta menahan remis GM Laylo Darwin dari Filipina. (Photo by Kristianus Liem)


Senin, 14 November 2011

Peluang Menipis di Mix Pair, Blindfold dan ASEAN Chess

Kalah Lagi Lawan Malaysia

Pada hari ketiga Selasa (14/11) tim Indonesia jumpa Malaysia yang di atas kertas juga dapat dikalahkan dengan mudah. Tapi lawan GM Susanto Megaranto, MI Lim Yee-Weng bermain ulet dan terus memberikan perlawanan walau dalam posisi kalah satu bidak. Dan malapetaka itu datang. Susanto yang berkali-kali gagal menemukan langkah menang, menjadi panas, pilihan langkahnya sudah antara “hidup atau mati”, sederhananya antara menang atau kalah!

Dan di catur, siapa yang memaksakan menang dalam posisi yang tidak mendukung biasanya justru menjadi orang yang kalah. Itulah yang terjadi pada Susanto, langkah Me3 adalah kesalahan fatal. Harusnya Mf4 dan dia bisa berupaya lagi pada langkah-langkah selanjutnya.

Pasangannya GMW Irine Kharisma Sukandar, kembali terpengaruh secara psikologis. Posisinya lebih baik, tapi tidak semudah seperti ketika melawan Perena. “Kalau dia kreatif dan banyak ide, Bb8 cukup untuk menang,” jelas GM Ruslan Scherbakov, sang pelatih Indonesia asal dari Rusia tersebut. Tapi lawannya, MFW Nur Najiha Hisham yang merasa underdog, memang pasang posisi bertahan remis sejak awal. Strategi Najiha berhasil karena Irinenya juga tidak tampil top form. Remis.

Jadi tim Indonesia kalah lagi 0,5-1,5 dari Malaysia. Hasil ini sekaligus memastikan medali emas yang ditargetkan melayang. Bahkan perungu pun jadi sulit.

Blinfold dan ASEAN Chess

Dua pecatur Indonesia di nomor ini, MI Tirta Chandra Purnama dan MI Dede Liu cuma berhasil menambah setengah angka saja hasil remis di babak kelima dan kalah di babak keenam. Hasil tersebut membuat Tirta yang sehari sebelumnya memimpin kini terlempar ke posisi keempat dengan 3,5 angka. Dede dengan 2,5 angka berada di peringkat enam. Masih tiga babak tersisa di nomor ini.

Yang memimpin di nomor blindfold adalah GM John Paul Gomez dari Filipina dengan 5 angka.

MI Taufik Halay yang turun di nomor ASEAN Chess harus menyerah dari MI Wynn Zaw Htun dari Myanmar. Hasil tersebut membuat Taufik berada di posisi juru kunci dengan 0,5 angka. Tapi Taufik masih menyisakan dua babak lagi karena ia sekali mendapat bye.

Yang memimpin di nomor ASEAN Chess adalah Kongsee Uaychai dari Thailand dengan 2 angka.

Teks foto:

Ruang pertandingan catur di Ball Room Sriwijaya di Hotel Swarna Dwipa pada hari ketiga. Di depan tim mix pair Indonesia vs Malaysia. (Photo by Kristianus Liem)

Hari Ketiga Catur SEA Games

Peluang Emas Indonesia di Mix Pair Pupus

Mix Pair adalah nomor andalan Indonesia untuk meraih emas berdasarkan perhitungan di atas kertas. “Your players the strongest, the favorite,” tutur Dang That Thang, manajer catur tim Vietnam saat technical meeting, sehari sebelum pertandingan dimulai.

Tapi apa boleh buat, lain di atas kertas lain yang terjadi di atas papan. GM Susanto Megaranto tampil buruk pada hari kedua ketika bertemu Filipina. Pasangannya GMW Irine Kharisma Sukandar yang tampil di meja sebelahnya melawan MIW Catherine Perena, tampak terpengaruh, ikut melakukan kesalahan fatal dalam posisi yang seharusnya dapat ia menangkan dengan mudah. “I am sorry, we are very lucky that night,” komentar GM Rogelio Antonio Jr., seperti tidak enak hati melihat kemenangan tim Filipina dengan cara demikian.

“Macam mana tidak bisa menang dalam posisi itu,” ujar MI Mok Tze Meng dari Malaysia dengan wajah terkejut. Untuk jelasnya, yang dimaksud oleh pecatur ketiga Malaysia yang mampu mencapai gelar Master Internasional tersebut, mari kita saksikan diagram di bawah ini.

Lihat diagram. Posisi Putih mutlak menang karena bidak bebas yang sudah sampai di petak b7, yang terjaga dengan baik oleh Kuda di d6, tinggal selangkah lagi mencapai petak promosi, yang membuat Kuda Hitam di a6 terikat untuk menjaga petak promosi b8. Satu-satunya harapan Hitam adalah dua bidak bebas bertumpuknya yang berada di lajur-c. Tapi itu mudah dihalau Putih dengan mainkan Rajanya: 54.Rf2 c3 55.Re2 c4 56.Rd1 disusul 57.Rc2 dan menghabiskan bidak-bidak Hitam tersebut.

Atau kalau khawatir dengan bidak bebas Hitam dan mau menang materi, maka dapat dilakukan secara aman dengan 54.Kxc4 Bxb7 55.Bxa6 Bb4 56.Kb6 Bd4 57.Ba4 Putih unggul satu Kuda penuh!

Atau kalau mau menang dengan teknik seorang GMW dapat melakukannya dengan 54.Kf5+ Rg6 55.Bxa6 Bxb7 56.Ke3 c3 57.f5+ Rf7 58.Bc6 Bb5 (juga tidak menolong 58...Bb1+ 59.Rf2 Bb2+ 60.Rf3 c2 61.Bxc5) 59.Rf2 Putih menang tanpa resiko sama sekali. Tapi apa yang dipilih Irine?

54.Ke8+?

Walau langkah teks juga masih memberikan keunggulan buat Putih, tapi itu tidak perlu karena Putih memberikan kesempatan pada Hitam untuk melancarkan serangan balik dan membuat permainan jadi liar. Kalau ada jalan menang yang mudah dan aman, kenapa harus memilih yang sulit?

54...Rf8 55.Bxa6 Bxb7 56.Bxf6+ Rxe8 57.Rf2 Bb3 58.Bc6 Rd7 59.Bxc5 Rd6 60.Bxc4 Rxd5 61.Ba4 Bh3 62.Ba5+ Re4 63.Bxh5 Rxf4 64.Rg2 Rg4 65.Bh8 Bxh4 ½–½

Minggu, 13 November 2011

Tirta Chandra Pimpin Klasemen Blindfold

MI Tirta Chandra Purnama tampil luar biasa pada hari kedua SEA Games, Minggu (13/11), dengan merebut seluruh dua angka pada nomor blindfold chess (catur buta) dengan mengalahkan GM Nguyen Anh Dung (Vietnam) dan MI Myo Naing (Myanmar). Hasil tersebut membuat Tirta memimpin klasemen sementara bersama GM John Paul Gomez (Filipina) dengan 3 angka.

Ranking setelah 4 babak:

Rk. Name FED Rtg Pts.

1 GM Gomez John Paul PHI 2506 3.0

IM Purnama Tirta Chandra INA 2384 3.0

3 GM Le Quang Liem VIE 2714 2.5

4 IM Lioe Dede INA 2375 2.0

5 IM Liew Chee-Meng-Jimmy MAS 2303 2.0

GM Laylo Darwin PHI 2502 2.0

7 IM Mok Tze-Meng MAS 2363 1.5

GM Nguyen Anh Dung VIE 2438 1.5

IM Myo Naing MYA 2317 1.5

10 GM Zaw Win Lay MYA 2377 1.0


Tetapi di nomor andalan mix pair, GM Susanto Megaranto melakukan blunder saat keduanya masuk krisis waktu. Langkah Menteri ke petak d1 membuat ia kehilangan satu Gajah dan kalah saat berhadapan dengan GM Oliver Barbosa.

Pasangannya, GMW Irine Kharisma Sukandar yang sudah memperoleh posisi menang juga membuat blunder sehingga hanya mampu bermain remis lawan MIW Catherine Perena. Saat itu Kuda Irine yang berada di petak d6 memiliki dua langkah menang, yaitu jika Irine melancarkan skak dari petak f5, atau Irine juga akan menang mudah kalau memilih memukul bidak c4 lawan. Tetapi yang dilakukan Irine langkah yang membuat remis, yaitu melancarkan skak dari petak e8. Hasil tersebut membuat tim INA kalah 0,5-1,5 dari Filipina.

Kondisi ini membuat perburuan medali emas jadi sulit karena pertandingan hanya berlangsung lima babak saja. Indonesia hanya bisa mendapat medali emas kalau Filipina dikalahkan Vietnam dan sebaliknya Indonesia berhasil menundukkan Vietnam sehingga akan terjadi tie-break dan play-off.


Teks foto:
Tirta Chandra Purnama ketika berhadapan lawan GM Nguyen Anh Dung dari Vietnam pada babak ketiga nomor catur buta. Tirta menang meyakinkan. (Photo by Kristianus Liem)

Indonesia Gasak Thailand 2-0

Babak pertama catur ganda campuran (mix pair) antara Indonesia vs Thailand (GM Susanto Megaranto vs Hansing Saphong dan GMW Irine Kharisma Sukandar vs Taweesupmun Chanida) dimenangkan tim Indonesia dengan skor 2-0! Tentu saja ini awal yang bagus, dengan harapan kedua pecatur andalan Indonesia tersebut mampu bermain stabil hingga selesai 5 bbk.

Teks foto:

Pasangan campuran Indonesia vs Thailand paling ramai dijejali penonton yang dipisahkan oleh skat kaca. Suatu penataan yang bagus agar tidak mengganggu pemain (Photo by Kristianus Liem)

Kamis, 27 Oktober 2011

Tinggal Megar & Shieta Full Point

Susanto Megaranto dan Nyimas Shieta Sempurna!

Satu babak menjelang babak terakhir atau setelah menyelesaikan sembilan babak JAPFA Women Grandmaster International Tournament, Kamis (27/10), posisi di klasemen sementara tidak berubah karena seluruh partai hari itu berakhir remis. Namun jalan salah, partai remis itu terjadi setelah melalui pertempuran keras dan berdarah.

Dewi AA Citra misalnya, pada babak kedelapan ketika menghadapi GMW Jana Krivec dengan buah Putih, sudah mengurung sayap-raja lawan dan tinggal melakukan penyederhanaan dan menuju babak akhir unggul dua bidak. Tapi yang terjadi Citra terus berupaya menekan sehingga terlalu banyak kemungkinan yang bisa terjadi.

“Maksud saya mau membuat seluruh buahnya tidak bergerak. Saya tidak melihat langkah bagus Menteri ke f8 itu,” cerita Citra. “Seharusnya di partai itu saya kalah,” tutur Jana dengan tulus.

Komposisi klasemen sementara, Sopiko Guramishvili dari Georgia dan Jana Krivec dari Slovenia tetap diperingkat atas dengan 6 angka. Lalu Anna Burtasova dari Rusia dengan 5 angka.

Chelsie Monica Sihite dan Medina Warda Aulia di peringkat berikutnya dengan 4 poin. Lalu di posisi terbawah Dewi AA Citra dengan 2 angka.

Di kelompok turnamen nasional ada dua pecatur yang masih mampu membukukan angka sempurna 7 poin dari 7 babak. Mereka adalah GM Susanto Megaranto di kelompok Terbuka. Dan Nyimas Shieta di kelompok KU10 putri. Mereka tentu saja calon kuat juara.

Pimpinan klasemen Wanita Evi Lindiawati 5,5 poin. KU20 putra Gelar Segara 6,5 angka; di KU20 putri Khadijah Qurota’ain 6 angka; di KU14 putra Novendra Priasmoro 5,5 angka; di KU14 putri Afifa 5,5 poin; di KU10 putra Putu Aditya Wiradarma dan AN Akbar 6 angka; di KU10 putri Nyimas Shieta 7 poin; di Veteran Joni Jurmansyah, Sanusi Chasbi, Sudung Tampubolon 5,5 angka.

Teks foto:

Nyiemas Shieta, tujuh babak tujuh poin! (Photo by Kristianus Liem)

Rabu, 26 Oktober 2011

JAPFA Festival Semakin Seru

Grandmaster Wanita Makin Perkasa

Menjelang tiga babak terakhir atau setelah menyelesaikan tujuh babak JAPFA Women Grandmaster International Tournament, Rabu (26/10), tiga GMW undangan semakin perkasa dengan tidak memberi peluang sedikit pun kepada Dream Girls Indonesia untuk menambah angka.

Sopiko Guramishvili dari Georgia dan Jana Krivec dari Slovenia masing-masing menundukkan Chelsie Monica Sihite dan Dewi AA Citra di babak keenam dan kemudian bermain remis di babak ketujuh untuk mempertahankan pimpinan klasemen sementara dengan 5 angka.

Anna Burtasova dari Rusia merebut dua angka penuh pada hari keempat JAPFA Chess Festival tersebut dengan berturut-turut mengalahkan Medina Warda Aulia maupun Chelsie. Kini Anna sendirian di posisi ketiga dengan 4 angka.

Medina yang menang atas Citra di babak ketujuh kini menyamakan angka Chelsie dengan 3 poin. Lalu di posisi terbawah Citra dengan tetap 1 angka.

Di kelompok turnamen nasional para unggulan masih terus berjaya hampir di semua kategori. GM Susanto Megaranto kini menjadi satu-satunya pecatur yang masih bersih membukukan 5 poin dari 5 babak di kelompok Terbuka. Di kelompok Wanita tinggal Kadek Iin Dwijayanti dan Yemi Jelsen yang belum terkalahkan dengan 4 poin.

Mereka yang masih mencetak angka sempurna 5 poin adalah Gelar Segara di kelompok KU20 putra dengan perbedaan sampai satu setengah angka dari peringkat berikutnya; di KU20 putri Aay Aisyah disamakan oleh Khadijah Qurota’ain dengan 4 angka; di KU14 putra Novendra Priasmoro mengambil alih pimpinan dengan 4,5 angka sendirian; di KU14 putri Afifa masih bertahan dengan 4,5 poin; di KU10 putra M. Tri Pramudito mengambil alih pimpinan dengan 4,5 angka; di KU10 putri Nyimas Shieta terus memimpin sendirian dengan angka sempurna 5 poin; di Veteran Joni Jurmansyah masih bertahan dan kini bersama Sutan Aritonang dengan 4,5 angka.

Teks foto:

GMW Anna Burtasova dari Rusia bangkit dari kekalahan 0-2 di hari pertama, menundukkan MFW Medina Warda Aulia di babak keenam untuk menyamakan skor 1-1. Photo by Kristianus Liem

Selasa, 25 Oktober 2011

Jana dan Sopi Mulai Unjuk Gigi

Jana dan Sopi Pimpin Klasemen

Memasuki hari ketiga Selasa (25/10) atau menyelesaikan lima dari rencana sepuluh babak sistem kompetisi penuh di kelompok internasional JAPFA Women Grandmaster Tournament, para Grandmaster undangan mulai unjuk gigi dengan tidak memberi kesempatan Dream Girls Indonesia memetik angka tambahan. Sopiko Guramishvili dan Jana Krivec menyapu bersih dua angka pada hari itu untuk mengambil alih pimpinan klasemen sementara.

Sopiko menang atas Medina Warda Aulia maupun Chelsie Monica Sihite. Jana menang dari Anna Burtasova dan Medina. Keduanya kini berada di puncak pimpinan dengan 3,5 angka, menggantikan posisi Chelsie yang tetap dengan 3 angka. Medina dan Anna di posisi berikutnya dengan 2 angka. Lalu Dewi AA Citra di posisi terbawah dengan 1 angka.

Di kelompok turnamen nasional belum ada kejutan yang terjadi. Para unggulan masih berjaya hampir di semua kelompok. GM Susanto Megaranto di kelompok Terbuka masih penuh 3 angka dari 3 babak. Di kelompok Wanita para favorit seperti Kadek Iin Dwijayanti, Evie Lindiawati dan Yemi Jelsen belum terkalahkan dengan 2,5 poin.

Mereka yang masih mencetak angka sempurna 3 poin adalah Gelar Segara dan Reza Azhari di kelompok KU20 putra; Aay Aisyah di KU20 putri; Dimas Kurniawan di KU14 putra; Afifa di KU14 putri; Putu Aditya Wiradarma, Raihan Asyraf, Satria Erlangga di KU10 putra; Nyimas Shieta di KU10 putri; Joni Jurmansyah dan Gunawan RS di Veteran.

Teks foto:

GMW Sopiko Guramishvili mengambil alih pimpinan klasemen sementara setelah menundukkan MIW Chelsie Monica Sihite di babak kelima Selasa (25/10) malam. Photo by Kristianus Liem.

Senin, 24 Oktober 2011

Langkah Pertama Menpora

Menpora Andi Mallarangeng Resmikan JAPFA Chess Festival 2011

Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng meresmikan turnamen catur terbuka terbesar Indonesia JAPFA Chess Festival di Kirana Ballroon Hotel Kartika Chandra, Jakarta, pada Senin (24/10). Acara juga dihadiri Wakil Ketua Umum KONI Pusat Sri Sudono Sumarto, Direktur JAPFA Comfeed Indonesia Tbk Ignatius Herry Wibowo, Ketua Humas JAPFA Comfeed Indonesia Tbk Artsanti Alif, Wakil Ketua Umum PB Percasi Utut Adianto dan pengurus PB Percasi lainnya.

Sekitar 600 peserta meramaikan pesta catur rakyat Indonesia itu yang meliputi sebelas kategori yang dipertandingkan dari yang paling kecil kelompok usia di bawah 10 tahun, hingga yang veteran di atas 55 tahun; dari yang profesional senior putra maupun putri, sampai yang amatir belum bergelar master nasional di kategori beregu antarperusahaan.

Tidak ketinggalan kategori internasional JAPFA Women Grandmaster yang mempertemukan tiga pecatur cantik undangan GMW Sopiko Guramishvili (Georgia), GMW Jana Krivec (Slovenia) dan GMW Anna Burtasova (Rusia), melawan tiga pecatur muda berbakat tuan rumah MIW Chelsie Monica Sihite, MFW Dewi AA Citra, dan MFW Medina Warda Aulia.

Puncak peresmian berupa dwitarung catur kilat 2 menit antara peserta internasional dengan rating tertinggi 2359 Sopiko Guramishvili vs Chelsie Monica Sihite (2100) yang mewakili tuan rumah. Hasilnya, Sopiko memberikan pelajaran berharga kepada Chelsie. “Kami memang ingin menimba pengalaman sebanyak mungkin dari peserta undangan yang memang lebih tinggi gelar maupun ratingnya,” tutur Menpora Andi Mallarangeng.

Teks foto:

Menpora Andi Mallarangeng menjalankan langkah pertama di meja Chelsie Monica Sihite vs Sopiko Guramishvili sebagai simbol peresmian JAPFA Chess Festival. (Photo by Kristianus Liem)

Minggu, 23 Oktober 2011

JAPFA Women Grandmaster Dimulai

Bintang Hari ini Chelsie Monica Sihite

Tak pelak lagi, bintang pada hari pertama JAPFA International Women Grandmaster Tournament, Minggu (23/10), adalah MIW Chelsie Monica Sihite (2100). Satu-satunya MIW Indonesia yang aktif ini, membukukan angka sempurna dua poin dari dua babak. Yang mengejutkan, Chelsie merebut dua angka tersebut dari dua GMW undangan yang memiliki gelar dan rating lebih tinggi dari dirinya, yaitu Jana Krivec (2290) dari Slovenia dan Anna Burtasova (2271) dari Rusia.

MFW Medina Warda Aulia (2112) juga membuat kejutan dengan mengalahkan Anna Burtasova di babak pertama dan remis dengan rekannya MFW Dewi AA Citra (2083) di babak kedua. Poin Medina 1,5 angka sama seperti yang diraih GMW Sopiko Guramishvili (2359). Jana dan Citra baru mengumpulkan setengah angka. Sedangkan Anna masih kosong. “Saya akan buat perhitungan di babak-babak berikutnya,” kata Anna yang masih penasaran. Ini akan membuat pertandingan babak-babak berikutnya berjalan menarik.

Teks foto:

Ruang tanding hari pertama JAPFA Women Grandmaster di Puri Kartika Hotel Kartika Chandra Jakarta, Minggu (23/10). Photo by Kristianus Liem