Sabtu, 22 November 2008

Indonesia Bantai Mongolia, Putri Kalah dari Italia


Tim catur putra Indonesia tampil luar biasa pada babak kedelapan Olimpiade Catur ke-38 di Dresden, Jerman, Jumat (21/11) malam waktu setempat atau Sabtu (22/11) dinihari WIB. Menghadapi tim Mongolia yang sulit diraba kekuatannya, tim Indonesia justru mampu menggulung 4-0!

Disebut sulit diraba karena walau peringkat unggulan Mongolia satu tingkat di bawah Indonesia, yaitu unggulan 70 sementara Indonesia unggulan 69, tetapi para pecatur Mongolia sama seperti pecatur Indonesia, sebetulnya bagus tetapi kurang pengalaman tanding internasionalnya. Jadi cenderung ratingnya rendah atau tidak punya gelar tetapi sesungguhnya berbahaya. Buktinya, Mongolia mampu mengalahkan unggulan 32 Denmark pada babak keenam.

Yohanes Simbolon di papan tiga membuka kemenangan Indonesia dengan menundukkan Tumendemberel Oyunbaatar (2306) pada langkah ke-40 pertahanan Semi Slavia. Dengan gaya main pecatur alam, Yohanes bergantina mengocek dari sayap-menteri maupun saya-raja hingga akhirnya berhasil memperoleh dua bidak bebas pada lajur-c dan lajur-e. Lalu dengan teknik yang di SCUA (Sekolah Catur Utut Adianto) dinamakan “teknik anting-anting” dua bidak bebas tersebut bergantian menyodok membuat Oyunbaatar kelimpungan dan memilih menyerah.

MI Irwanto Sadikin (2441) di papan dua kembali main stabil dan tidak kehilangan arah lagi setelah jenis pembukaan dan variasi yang terjadi di atas papan persis seperti dalam “pekerjaan rumah” hingga langkah ke-13. Walau persiapan awalnya mencari keseimbangan dulu karena memegang buah hitam, Irwanto paham bagaimana seluk-beluk meneruskan permainan. Memang hitam mendapat bidak tumpuk pada lajur-f tapi dengan pasangan Gajah ia leluasa mengendalikan jalannya permainan hingga GM Bazar Hatanbaatar (2375) menyerah pada langkah ke-62 pertahanan Skotlandia variasi Empat Kuda.

Farid Firmansyah (2154) di papan empat tampil berani karena sering diledek kurang kreatif. Partainya melawan Namhai Battulga (2317) berjalan liar tetapi Farid main menyerang bukan bertahan remis untuk memastikan kemenagnan regu lebih dulu. Tapi kerja sama Menteri dan Kudanya ternyata sudah dihitung Farid cukup jauh hingga pada suatu kesempatan dengan teknik skak-tarik ia mengorbankan Kudanya tapi Menteri lawan kena taktik serangan sinar-x! Sadar Menterinya bakal hilang Namhai menyerah pada langkah ke-67 pertahanan Sisilia variasi Kan.

GM Susanto Megaranto (2536) di papan satu sebetulnya yang paling awal memastikan bakal memenangkan pertandingan karena pada langkah ke-20 ia sudah pasti unggul kualitas Gajah atau Kudanya ditukar dengan Benteng lawan. Tapi pasangan Gajah lawan dan duo-bidak sentrumnya menyulitkan Susanto menyelesaikan permainan. Sampai akhirnya ia mendapat ide mengembalikan kualitas bahkan mengorbankan Menteri pada langkah ke-50 agar tercapai permainan akhir unggul satu bidak bebas yang menjamin kemenangan. Namun Bayarsaihan Gundavaa (2458) baru menyerah pada langkah ke-71 pembukaan Tidak Beraturan setelah bidak bebas Susanto di lajur-b tak tercegah bakal promosi menjadi Menteri.

Kemenangan telak tersebut langsung mendongkrak posisi Indonesia pada daftar ranking sementara ke peringkat 32 dengan 10 MP. Armenia memimpin klasemen sementara dengan 15 MP, disusul Israel dengan 14 MP dan dua negara Rusia dan Ukraina pada posisi berikutnya dengan 13 MP.

Putri Kalah dari Italia

Di bagian putri, tim Indonesia (unggulan 67) kembali harus kalah tipis dari unggulan ke-33 Italia. Dewi AA Citra (1802) di papan tiga dan Kadek Iin Dwijayanti (1859) berturut-turut ditundukkan MFW Marina Brunello (2117) dan MFW Maria De Rosa (2083) pada langkah ke-54 dan 33 dalam suatu partai yang berjalan berat sebelah.

MIW Irene Kharisma Sukandar (2303) di papan satu yang dalam tekanan hebat GMW Olga Zimina (2368) mampu mengacaukan situasi di atas papan sehingga Olga tampak kewalahan menerima berbagai ancaman taktis seperti menggarpu Menteri dan Raja sehingga membuat blunder kehilangan satu Kuda pada langkah ke-27. Unggul materi Irene menyelesaikannya dengan baik pada langkah ke-48 pertahanan Ruy Lopez variasi Archangelsk.

Evi Lindiawati (2121) di papan dua kembali berhasil bertahan remis dalam posisi ketinggalan satu bidak dalam permainan akhir Kuda dengan Evi punya enam bidak dan lawannya MFW Eleonora Ambrosi (2128) mempunyai tujuh bidak. Eleonora setuju remis pada langkah ke-52 pertahanan Skandinavia setelah remis memastikan regunya menang 2,5-1,5 atas Indonesia.

Kekalahan tersebut membuat ranking sementara tim putri Indonesia melorot ke peringkat 55 dengan tetap nilai 8 MP (kemenangan regu). Di putri, Cina memimpin dengan 14 MP lalu empat regu di bawahnya dengan sama 13 MP yaitu AS, Ukraina, Polandia dan Serbia.

Notasi Irwanto dan Yohanes:

Berikut pembaca dapat menyimak dua partai pecatur Indonesia yang menarik. Pertama adalah partai MI Irwanto mengalahkan GM B Hatanbaatar. Yang kedua adalah partai kemenangan Yohanes Simbolon atas T Oyunbaatar. Selain sebagai pembuka kemenangan, partai Yohanes ini mengandung banyak pelajaran bagaimana memanfaatkan tempo dan menyelesaikan keunggulan posisi jadi kemenangan secara efisien.

GM B Hatanbaatar (2375) – MI Irwanto Sadikin (2441)
38th Olympiad Dresden GER (8), 21.11.2008

1.e4 e5 2.Nf3 Nc6 3.Nc3 Nf6 4.d4 exd4 5.Nxd4 Bb4 6.Nxc6 bxc6 7.Bd3 d5 8.exd5 cxd5 9.0–0 0–0 10.Bg5 c6 11.Qf3 Bd6 12.h3 Rb8 13.Na4 Rb4 14.b3 h6 15.Bxf6 Qxf6 16.Qxf6 gxf6 17.c3 Rb8 18.Rfe1 Bd7 19.c4 Rfe8 20.Rad1 Re5 21.Bf1 Be6 22.cxd5 cxd5 23.Re3 Rxe3 24.fxe3 Be5 25.Bd3 Rc8 26.Kf2 f5 27.Ke2 f4 28.e4 dxe4 29.Bxe4 Rc7 30.Kf3 Kg7 31.Re1 Kf6 32.Rd1 Rc8 33.Ke2 Ke7 34.Kf2 f5 35.Bb1 Kf6 36.Kf1 Bf7 37.Bd3 Bh5 38.Be2 Be8 39.Rd2 Rc1+ 40.Kf2 Bc6 41.Bf3 Be4 42.b4 Rc4 43.Nc5 Rxb4 44.Nd7+ Ke6 45.Nc5+ Ke7 46.Ke2 Bd6 47.Nb3 Rc4 48.Kd1 Bb4 49.Rb2 Kf6 50.a3 Bc3 51.Re2 Ke5 52.Ra2 a5 53.a4 Rb4 54.Bxe4 fxe4 55.Kc2 Rc4 56.Kd1 Bb4 57.Re2 Kf5 58.Rf2 Rc3 59.Nc1 Re3 60.Ne2 Rd3+ 61.Kc2 Rd2+ 62.Kc1 Ke5 0–1

Yohannes Simbolon – T Oyunbaatar (2306)
38th Olympiad Dresden GER (8), 21.11.2008

1.d4 d5 2.c4 c6 3.Nc3 Nf6 4.Nf3 e6 5.Qb3 Bd6 6.Bg5 0–0 7.e4 dxe4 8.Nxe4 Be7 9.Bxf6 Qa5+ 10.Nfd2 gxf6 11.0–0–0 f5 12.Ng3 Na6 13.Nh5 Kh8 14.f4 b5 15.c5 Nb4 16.Kb1 Nd5 17.Be2 Rb8 18.Bf3 Ba6 19.Bxd5 cxd5 20.Qe3 Qc7 21.b4 Rg8 22.h3 Rxg2 23.Rhg1 Rbg8 24.Rxg2 Rxg2 25.Rg1 Rg6 26.Nf3 Qb8 27.Ne5 Rxg1+ 28.Qxg1 Qg8 29.Qxg8+ Kxg8 30.Nc6 Bh4 31.Kc2 f6 32.Nxa7 Kf7 33.a4 bxa4 34.b5 Bxb5 35.Nxb5 e5 36.c6 Ke7 37.dxe5 fxe5 38.fxe5 Be1 39.c7 Kd7 40.e6+ 1–0

Pairing Babak 9
Pada babak kesembilan Sabtu (22/11) putra Indonesia akan jumpa tim kuat Swiss yang diperkuat si legenda hidup Viktor Korchnoi. Pertandingan dimulai pukul 15.00 waktu setempat atau pukul 21.00 WIB. Berikut susunan pemain lengkapnya:

Bo.
36
Switzerland (SUI)
Rtg
-
69
Indonesia (INA)
Rtg
0 : 0
20.1
GM
Korchnoi Viktor
2584
-
GM
Megaranto Susanto
2536
20.2
GM
Pelletier Yannick
2557
-
IM
Irwanto Sadikin
2441
20.3
GM
Gallagher Joseph G
2480
-
Yohannes Simbolon
0
20.4
IM
Hug Werner
2448
-
Farid Firmansyah
2154

Sedangkan tim putri Indonesia akan jumpa tim Bangladesh. Berikutnya dengan susunan pemain lengkapnya:

Bo.
61
Bangladesh (BAN)
Rtg
-
67
Indonesia (INA)
Rtg
0 : 0
32.1
WIM
Hamid Rani
2132
-
WIM
Sukandar Irine Kharisma
2303
32.2
Khan Nazrana
1987
-
Lindiawati Evi
2121
32.3
WFM
Parveen Seyda Shabana
2079
-
Rachmawati Desi
0
32.4
WFM
Parveen Tanima
2066
-
Kadek Iin Dwijayanti
1859


Laporan langsung Kristianus Liem dari Dresden

Teks foto:
Suasana adanya pertandingan olimpiade catur terasa sekali di Dresden, antara lain seperti deretan lukisan yang digantung di Gedung Ratkeller.
(Foto-foto oleh Kristianus Liem)

1 komentar:

Ilham mengatakan...

Selamat untuk Irene Kharisma Sukandar yang sudah meraih norma WGM 20 game di olimpiade catur di Dresden, dan memenuhi persyaratan untuk menjadi WGM ^_^

Rating rata-rata (batas bawah rating lawan mengikuti 1.46c) = 2242
Poin = 6.5
TPR = 2438