Entri yang Diunggulkan

Kejuaraan Catur Asia U18 Mixed Doubles Team 2023

  Tim Indonesia Memimpin,  5 Kali Menang, 1 Seri   Tim catur Indonesia yang terdiri dari FM Aditya Bagus Arfan dan Laysa Latifah memim...

Minggu, 15 September 2013

World Junior Chess Championship 2013

Medina dan Chelsie Melaju

Dua pecatur putri Indonesia, WIM Medina Warda Aulia (2301), 16, dan WIM Chelsie Monica Sihite (2282), 18, masih melangkah mulus pada babak kedua Kejuaraan Catur Junior Dunia (World Junior Chess Championship) yang berlangsung Sabtu (14/9) mulai pukul 15.00 waktu Turki (pukul 19.00 WIB) di hotel The Ness, Kocaeli, Turki. Keduanya yang pada dua babak pertama selalu mendapat meja yang bersebelahan, berhasil membukukan kemenangan.
Chelsie Monica Sihite (kiri) vs WFM Maria Gevorgyan dari Armenia pada babak kedua. Di sebelah Chelsie berbaju biru adalah WIM Ivana Maria Furtado dari India yang dikalahkan Medina. Meja Chelsie dan Medina di dua babak pertama ini selalu bersebelahan. (Foto oleh Kristianus Liem)

Meski bertarung alot Medina akhirnya memenangkan partainya melawan Juara Junior Asia 2012 WIM Ivana Maria Furtado (2134) dari India. Medina menang pada langkah ke-33 pertahanan Caro-Kann. Ivana yang pernah dua kali juara dunia KU8 tahun ini, awalnya berhasil mengecoh di tahap pembukaan dengan mainkan pertahanan Caro-Kann untuk pertama kali sepanjang karirnya. Biasanya ia selalu mainkan pertahanan Prancis dalam menjawab langkah e4.

Medina sempat goyah dengan langkah kurang akurat (7.Kh3), namun berhasil memperbaiki keadaan dengan melakukan penyederhanaan dan memukul mundur para perwira lawan. Bahkan mulai langkah ke-23, Medina sudah berhasil mengambil-alih keadaan. Pada posisi terakhir lawannya tidak dapat menghindari kehilangan Menteri untuk ditukar dengan Benteng.

Partai Chelsie vs WFM Maria Gevorgyan (2143) dari Armenia juga tidak kalah menegangkan. Maria yang juara catur cepat Eropa KU18 2012 ini sempat unggul satu bidak pada langkah ke-21. Bahkan bidak Chelsie di e4 juga terus di bawah ancaman. Cuma, hebatnya Chelsie, dia membuat posisi selalu penuh komplikasi. Kalaupun bidak e4-nya terambil, setidaknya ia mendapat kompensasi serangan.

Pada langkah ke-30 memang benar bidak e4 Chelsie jatuh, namun sebagai kompensasi Kudanya sempat bermanuver ke petak f4 yang kuat, menekan sayap-raja Putih. Maria dua kali berurutan membuat langkah lemah (31.Be1 dan 32.Ga1) sehingga Chelsie mendapat peluang melancarkan serangan balik melalui lajur-d terbuka. Dalam krisis waktu Maria membuat blunder pada langkah ke-39 (39.Bxd3). Selangkah kemudian Chelsie mengorbankan Benteng yang kalau diambil datang mat dalam dua langkah. Karena itu Maria langsung menyerah. Chelsie menang pada langkah ke-40 pertahanan Spanyol.


Sabtu, 14 September 2013

World Junior Chess Championship 2013

Notasi Luthfi vs Ter-Sahakyan

Berikut ini notasi jalannya pertandingan antara Luthfi Ali vs GM Ter-Sahakyan. Buat Luthfi ini sejarah karena untuk pertama kalinya berhasil mengalahkan Grandmaster dari luar negeri. Semoga nantinya semakin banyak GM yang dapat ia kalahkan.

Muhammad Luthfi Ali (2277) - GM Samvel Ter-Sahakyan (2575)
Pertahanan Sisilia Najdorf
Kocaeli (1.5), 13.09.2013

 1.e4 c5 2.Kf3 d6 3.d4 cxd4 4.Kxd4 Kf6 5.Kc3 a6 6.Ge3 e5 7.Kb3 Ge7 8.f3 Ge6 9.Md2 0–0 10.0–0–0 a5 11.Me1 Mc8 12.a4 Ka6 13.Rb1 Kb4 14.g4 d5 15.g5 Ke8 16.exd5 Gf5 17.Bd2 Kc7 18.Ka1 Bd8 19.Md1 Md7 20.Gc4 b5 21.axb5 Ke8 22.Ka4 Kd6 23.Kb6 Mc7 24.Ge2 Bab8 25.Mg1 Bb7 26.Gc5 Bdb8 27.Gxd6 Gxd6 28.Ka4 Bc8 29.Md1 Mb8 30.Kc3 a4 31.Ke4 a3 32.bxa3 Ka6 33.Kb3 Gxe4 34.fxe4 Kc7 35.c4 Gxa3 36.Ba2 Gb4 37.Ba4 Gd6 38.Ka5 (lihat diagram) Kxb5 39.cxb5 Bxb5+ 40.Gxb5 Mxb5+ 41.Mb3 Me2 42.Bc1 Bxc1+ 43.Rxc1 g6 44.Mc2 Me3+ 45.Md2 Mc5+ 46.Bc4 Mb5 47.Mc3 1–0

World Junior Chess Championship 2013

Luthfi Taklukkan Unggulan Lima GM Samvel Ter-Sahakyan

Awal manis tim Indonesia. Babak pertama World Junior Chess Championship Jumat (13/9) pukul 15.00 waktu Turki (pukul 19.00 WIB) merupakan awal yang manis buat para pecatur junior Indonesia. Dari empat pecatur yang dikirim, tiga memetik kemenangan, dan satu remis. Yang paling menggembirakan adalah ketika Muhammad Luthfi Ali (rating 2277) menaklukkan unggulan kelima GM Samvel Ter-Sahakyan (2575) dari Armenia setelah bertanding hampir empat jam!
Muhammad Luthfi Ali (kaos hitam kanan) vs GM Samvel Ter-Sahakyan (kaos coklat muda kiri) pada babak pertama kejuaraan catur junior dunia. Luthfi buat kejutan dengan menundukkan lawannya yang unggulan kelima! (Foto oleh Kristianus Liem)

Ini merupakan sejarah buat Luthfi, karena inilah prestasi pertamanya mampu menaklukkan seorang Grandmaster asing. "Iya ini kemenangan pertama saya melawan Grandmaster luar negeri. Kalau yang GM dalam negeri sih sudah pernah sebelumnya," tutur Luthfi yang cuma unggulan ke-64 dalam kejuaraan dunia bergengsi ini.

Luthfi menang pada langkah ke-47 melalui pertahanan Najdorf yang tajam dan kompleks. Kemenangan ini juga berkat tepatnya antisipasi varian pembukaan yang disodorkan oleh pelatih GM Ruslan Scherbakov. "Itu varian yang unclear, tapi layak dimainkan," jelas Scherbakov.

Sayangnya pecatur Indonesia lainnya, IM Farid Firman Syah (2433) yang disedeed di urutan ke-28 tidak berhasil mengalahkan lawannya Buyukasik Diyap (2046). Pecatur tuan rumah Turki itu menahan remis Farid dalam 31 langkah pertahanan Hindia Raja. Walau pegang buah putih, Farid praktis tidak mendapat keunggulan berarti selepas pembukaan. Posisi terus berimbang karena bangunan yang dibentuk berpola simetris.

Sementara dua pecatur putri Indonesia WIM Medina Warda Aulia (2301), 16, dan WIM Chelsie Monica Sihite (2282), 18, berturut-turut menundukkan lawan-lawannya Ani Krumova (1993) dari Bulgaria dan WFM Riya Savant (1960) dari India.

Chelsie menang lebih dulu lawan Savant pada langkah ke-30 pertahanan Sisilia Naga. Medina menyusul dua puluh menit kemudian setelah memporak-porandakan pertahanan sayap-raja lawannya. Krumova menyerah pada langkah ke-33 pertahanan Prancis setelah melihat bakal kena mat dalam satu langkah.

Pembukaan

World Junior Chess Championship dibuka oleh Presiden Federasi Catur Turki Gulkiz Tulay dan Walikota Kota Metropolitan Kocaeli Ibrahim Karaosmanoglu lima belas menit sebelum pertandingan dimulai di hotel bintang lima The Ness, Kocaeli, Turki, yang juga menjadi arena pertandingan sekaligus penginapan seluruh peserta. Seluruh pertandingan disiarkan langsung melalui internet http://wjcc2013.tsf.org.tr/en/live-games.



Jumat, 13 September 2013

World Junior Chess Championship 2013

Luthfi Jumpa Unggulan Kelima GM Ter-Sahakyan

Babak pertama World Junior Chess Championship akan dimulai Jumat (13/9) pukul 15.00 waktu Turki (pukul 19.00 WIB) setelah didahului acara pembukaan yang rencananya dimulai pukul 14.00 di hotel bintang lima The Ness, Kocaeli, Turki, yang juga menjadi arena pertandingan sekaligus penginapan seluruh peserta. Seluruh pertandingan akan disiarkan langsung melalui situs internet http://wjcc2013.tsf.org.tr/en/live-games.
(Foto oleh Kristianus Liem)

Pecatur junior Indonesia berusia 16 tahun Muhammad Luthfi Ali (2277) yang dalam sedeed berada di urutan ke-64 langsung berhadapan dengan unggulan kelima GM Samvel Ter-Sahakyan (2575) dari Armenia.

Sedang pecatur Indonesia lainnya, IM Farid Firman Syah yang ratingnya terus meningkat hingga 2433 (urutan ketiga terbaik Indonesia di bawah GM Utut Adianto 2556 dan GM Susanto Megaranto 2528) pada awal September 2013, akan berhadapan lawan yang relatif lebih ringan, yaitu Buyukasik Diyap (2046) dari Turki. Dalam sedeed Farid berada di urutan ke-28.

Sementara pecatur putri Indonesia WIM Medina Warda Aulia (2301), 16, dan WIM Chelsie Monica Sihite (2282), 18, yang berturut-turut berada di unggulan ke-11 dan ke-12, relatif bertemu lawan yang lebih ringan pada babak pertama ini, yaitu Ani Krumova (1993) dari Bulgaria dan WFM Riya Savant (1960) dari India.

Pertandingan menggunakan sistem Swiss sebanyak 13 babak. Setiap harinya cuma ada satu pertandingan yang dimulai pukul 15.00 waktu setempat (pukul 19 WIB) hingga 26 September 2013. Kecuali babak terakhir yang dimulai pukul 10.00 (14.00 WIB). Dan ada libur satu hari pada tanggal 20 September.




Kamis, 12 September 2013

World Junior Chess Championship Kocaeli 2013

PB Percasi Mengikutkan Empat Pecatur Junior Terbaiknya

Empat pecatur junior terbaik Indonesia yang dikirim oleh PB Percasi untuk mengikuti World Junior Chess Championship sudah tiba di Kocaeli, Turki, Kamis (12/9) siang setelah menempuh perjalanan panjang sekitar sembilan belas jam. Enam belas jam dengan pesawat terbang Jakarta-Singapura-Istanbul dan dengan jalan darat menggunakan bus dari Istanbul menuju Kocaeli.

Empat pecatur junior Indonesia tampak masih kelelahan ketika tiba di hotel The Ness, dari kiri Chelsie Monica, Medina Warda, pelatih GM Ruslan Scherbakov, Farid Firman dan Luthfi Ali (Foto oleh Kristianus Liem)
Empat pecatur junior yang dikirim karena paling stabil prestasinya sepanjang tahun 2013 itu adalah IM Farid Firman Syah (rating 2433), 20, dan Muhammad Luthfi Ali (2277), 16, di bagian putra; serta WIM Medina Warda Aulia (2301), 16, dan WIM Chelsie Monica Sihite (2282), 18, di bagian putri.

Menurut informasi dari panitia, sudah tercatat 210 peserta yang datang dari 53 negara! Tercatat peserta yang bergelar GM ada 10 orang, IM 27 orang, FM 19 orang, WGM 8 orang, WIM 19 orang, WFM 15 orang. Unggulan pertama di bagian putra adalah GM Yu Yangyi (rating 2662) dari Cina yang bukan lain adalah juara Indonesia Open 2012! Unggulan pertama di bagian putri adalah WGM Alina Kashlinskaya (rating 2434) dari Rusia.

Kejuaraan Catur Junior Dunia (World Junior Chess Championship) adalah kejuaraan catur untuk pecatur muda yang berusia 20 tahun ke bawah. Ini adalah kejuaraan untuk pecatur junior yang paling bergengsi di dunia. Para juaranya umumnya kemudian menjadi pecatur top dunia dan bahkan menjadi juara dunia seperti juara dunia saat ini Viswanathan Anand (juara tahun 1987), dan tiga mantan juara dunia lainnya, Garry Kasparov (juara tahun 1980), Anatoly Karpov (juara tahun 1969), Boris Spassky (juara tahun 1955). Kejuaraan Catur Junior Dunia ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 1951 di Birmingham, Inggris, dengan juara pertamanya GM Borislav Ivkov dari Yugoslavia.

Tempat pertandingan yang juga menjadi tepat tinggal seluruh peserta adalah hotel berbintang lima The Ness di kota Basiskele, propinsi Kocaeli, Turki.

Minggu, 08 September 2013

Photos & Report by WGM Anastasia Karlovich

FIDE Women’s World Chess Championship
starts on 10th of September 2013
Defending Women World Champion GM Anna Ushenina from Ukraine


Women’s World Chess Championship Match 2013 between the current World Champion Anna Ushenina of Ukraine and her challenger, Hou Yifan of China (former World Champion 2010-2012), is scheduled to start on 101h of September in the Taizhou Hotel (Taizhou, China).

The drawing of colours will be conducted during the opening ceremony which will take place at 3 p.m. on 10th of October in the Taizhou Hotel, and the colours reversed after game four (the player getting the white colour in game one plays game five with the black pieces). The time control is: 90 minutes for the first 40 moves, followed by 30 minutes for the rest of the game, with an increment of 30 seconds per move starting from move one.
The challenger GM Hou Yifan from China. She is former Women World Champion 2010-2012

The winner of the ten-game match is the first player to reach 5.5 points or more. If the scores are level after the regular ten games, after a new drawing of colours, four tie-break games will be played, with 25 minutes for each player and an increment of ten seconds after each move.

If the scores are level after the four rapid games, then, after a new drawing of colours, a match of two games will be played with a time control of five minutes plus three seconds' increment after each move. In case of a level score, another two-game match will be played to determine a winner. If there is still no winner after five such matches (i.e. after ten games), one sudden-death game will be played. This involves a drawing of lots, the winner being able to choose the colour. The player with the white pieces receives five minutes, the player with the black pieces four minutes, with an increment of three seconds per move from move 61 on. In case of a draw, the player with the black pieces is declared the winner.

The prize fund for this match is 200,000 Euros and will be split between the players as follows: 60% for the winner and 40% to the loser if the match ends within the 10 regular games. In case the winner is decided by tie-break games, she will receive 55% and loser 45%.

Anna Ushenina is holding the title after 2012 Women World Championship in Khanty-Mansiysk while Hou Yifan had a right to challenge her after she became first in the Grand Prix Series 2011-2012. 
First round match will start on 10th September 2013

Anna Ushenina and Hou Yifan played their first game in 2006 during World Chess Olympiad  (Turin, Italy) and the game ended in a draw. In 2007 another peace was signed during Russian team championship. Hou Yifan took the lead in their encounter in 2007-2008 when she won three games in a raw. However, in the end of 2008 Anna Ushenina managed to outplay Chinese prodigy during the European Club Cup. Another draw in 2009 and the players stopped meeting over the board for the next 4 years, till 2013! Anna Ushenina defeated Hou Yifan with black pieces in their last encounter during Geneva Grand Prix.

Games between these two have been consistently hard-fought. Hou Yifan is one point ahead according to overall results. For her part, hoverer, Anna Ushenina played 7 out of 8 games with Black and has victory in their last game at Geneva GP in 2013. 

According to FIDE rating Hou Yifan (2609) holds the second position among women after Judit Polgar. Anna Ushenina (2500) is on 17th place.

The last game in Geneva GP:
The official hotel and playing venue: http://www.chunlanhotel.com/

The official website: taizhou2013.fide.com

Minggu, 04 Agustus 2013

Swiss, Biel dan Catur

46 Tahun Tanpa Henti Menyelenggarakan Turnamen Catur
Biel Dua Kali Menyelenggarakan Turnamen Interzonal
Swiss Dua Kali Tuan Rumah Olimpiade Catur
Ketua Panitia Peter Bohnenblust (Photo by Kristianus Liem)

Biel atau Bienne adalah kota kecil Swiss yang terletak dekat perbatasan dengan Prancis dan Jerman serta Belgia. inilah kota di mana sebagian warganya berbahasa Prancis dan sebagian lagi berbahasa Jerman. Penduduknya cuma 51 ribu orang, dan luas kota Biel cuma 21 kilo meter persegi.

Direktur Turnamen Peter Burri (Photo by Kristianus Liem)
Tapi dari segi konsistensi menyelenggarakan festival turnamen catur, Biel sangat patut dipuji! Sejak diselenggarakan pada tahun 1968, Biel Chess Festival tidak pernah absen hingga sekarang, atau sudah yang ke-46 kalinya diselenggarakan secara berturut-turut setiap tahun!

Para juaranya termasuk mantan juara dunia Anatoly Karpov dan Viswanathan Anand. Nama pecatur Indonesia Utut Adianto juga terpatri di sana sebagai juara pada tahun 1994. Lihat http://www.bielchessfestival.ch/en/previous-winners/. Sementara pecatur asli Swiss tidak pernah ada yang juara. Kalaupun ada, mereka adalah pecatur Rusia yang pindah ke Swiss seperti Viktor Gavrikov, Viktor Korchnoi dan Vadim Milov.

Ternyata bagi panitia penyelenggara itu bukan persoalan penting. "Penyelenggaraan turnamen catur Biel lebih bertujuan meningkatkan kualitas hidup manusia, menjaga tradisi, persahabatan, dan pergaulan antarbangsa," tutur Ketua Panitia Biel Chess Festival Peter Bohnenblust.

Swiss bahkan tidak pernah berhasil mencetak putra aslinya menjadi GM Super, tapi mereka tidak pernah berhenti menyelenggarakan turnamen catur. Turnamen-turnamen catur besar yang tercatat abadi pernah di selenggarakan di Swiss antara lain Turnamen Kandidat Zurich 1953 yang sampai sekarang pun masih dianggap yang terkuat.

Biel juga dua kali tercatat menyelenggarakan turnamen tingkat interzonal, yaitu tahun 1976 dan 1985. Sedang kota lain di Swiss yang terkenal dengan tradisi turnamen caturnya adalah Lugano. Lugano juga pernah menjadi tuan rumah olimpiade catur, yaitu Olimpiade Catur ke-18 pada tahun 1968 Sementara kota di Swiss lainnya yang pernah menjadi tuan rumah Olimpiade Catur ke-25 adalah Luzern pada tahun 1982.


Walau catur bukan olahraga utama warga Swiss, dan mereka juga tidak pernah mencetak GM Super, tapi mereka tidak akan pernah berhenti menyelenggarakan turnamen catur, karena lewat permainan otak ini mereka merasakan harkat seorang manusia sebagai mahluk berpikir akan terus berkembang.

Sabtu, 03 Agustus 2013

Nadya Anggraini Juara Tiga Kelompok Utama

Biel Chess Festival 2013
Utut Adianto Peringkat Enam, Susanto Megaranto Tujuh
Medina Aulia Juara Dua Wanita

Nadya Anggraini tersenyum bahagia dengan juara tiganya di Kelompok Utama Biel (Photo by Kristianus Liem)
Para pecatur Indonesia kembali mencetak prestasi mengkilat pada nomor catur klasik Biel Chess Festival yang berakhir Jumat (2/8) atau Sabtu (3/8) WIB di Biel, Swiss. GM Utut Adianto yang kembali menguji coba kemampuannya berhasil bertengger diperingkat enam dengan 7,5 poin dari 13 babak. GM Susanto Megaranto di peringkat tujuh dengan poin yang sama tapi kalah tie-break Bucholz.

Juara nomor catur klasik ini direbut GM Pentala Harikrishna (rating 2680) dari India dengan 8,5 poin. Disusul GM Mateusz Bartel (2619) dari Polandia dan GM Dragan Solak (2598) dari Turki yang masing-masing merebut 8 poin. Ranking selengkapnya dapat dilihat di http://www.bielchessfestival.ch/en/master-tournament/standings/.

Pecatur putri Indonesia WIM Medina Warda Aulia (2286) keluar sebagai juara kedua di bagian putri dengan membukukan 6,5 poin. Patut disayangkan bahwa nilai tersebut hanya kurang setengah poin untuk mencapai Norma WGM terakhirnya. Juara wanita direbut GM Zhao Xue (2553) dari Cina yang meraih 7 poin. Peringkat tiga wanita juga diduduki pecatur Cina lainnya WGM Huang Qian (2448) dengan 6 poin.

Untuk turnamen kategori di bawah rating 2000 (Kelompok Utama), pecatur putri Indonesia WFM Nadya Anggraini merebut juara tiga dengan 7 poin dari sembilan babak. Juara Kelompok Utama ini direbut Edvard Sayadyan dari Armenia dengan 8,5 poin disusul pecatur Polandia Ireneusz Lada dari Polandia dengan 7,5 poin. Ranking selengkapnya dapat dilihat di http://www.bielchessfestival.ch/en/main-tournament/standings/.


Senin, 29 Juli 2013

Biel Chess Festival 2013

Farid Ranking 7, Chelsie Juara Catur Kilat
Farid menerima hadiah ranking 7 (Photo by Kristianus Liem)

Nomor catur kilat (3 menit plus 2 detik per langkah) Biel Chess Festival dimainkan di Gedung Palais des Congres Bienne, Swiss, seharian pada hari Minggu (28/7) sebanyak 13 babak. Pecatur Indonesia IM Farid Firman Syah (rating 2396), 20 tahun, meraih posisi ketujuh dengan 9,5 poin dari 13 pertandingan. Poin yang direbut Farid sama dengan peringkat lima hingga sembilan, cuma berbeda dalam nilai tie-break.

Juaranya GM Richard Rapport (Hungaria, 2693) hanya berbeda setengah poin dari Farid atau membukukan 10 poin. Peringkat dua hingga empat juga sama mengumpulkan 10 angka, mereka adalah GM Boris Grachev (Rusia, 2683), GM Igor Kurnosov (Rusia, 2657) dan GM Ognjen Cvitan (Kroasia, 2562). Ranking selengkapnya dapat diakses di http://www.bielchessfestival.ch/en/blitz-tournament/.
 
Chelsie raih hadiah best women (Photo by Kristianus Liem)
WIM Chelsie Monica Sihite (2285), 18 tahun, keluar sebagai juara putri (Best Women) setelah membukukan 8 poin dengan nilai tie-break Buchholzatau Solkoff 92 poin. Pecatur putri Indonesia lainnya, WIM Medina Warda Aulia (2286) di peringkat kedua dengan sama membukukan 8 poin tapi tie-break Buchholznya 89,5 poin. Peringkat tiga wanita juga 8 poin ditempati WFM Cecile Haussernot (2135) dari Prancis dengan tie-break 81,5 poin.

Pecatur utama Indonesia GM Susanto Megaranto yang membukukan 8,5 poin berada di peringkat ke-20. Sementara GM Utut Adianto yang rencananya juga terjun di nomor ini membatalkan keikutsertaannya karena merasa terlalu lelah setelah bertanding di tiga nomor: random, rapid dan juga classical.

Pecatur putri Indonesia lainnya, WMF Dita Karenza (rating 1915), 13 tahun, keluar sebagai the best players di bawah rating 2000. Dita yang secara keseluruhan berada di peringkat 43 membukukan 7,5 poin! Nomor catur kilat atau blitz ini diikuti 141 peserta yang berasal dari 23 negara.

Hari Senin (29/7) mulai pukul 14 waktu setempat atau pukul 19.00 WIB akan dimainkan babak ke-7 untuk kelompok Master dan babak ke-5 kelompok Utama.


Biel Chess Festival 2013

Dita Karenza dan Nadya Anggraini Memimpin Kelompok Utama

Dita Karenza (kiri) menghadapi Marc Tillmanndari Swiss pada babak keempat (Photo by Kristianus Liem)

Dua pecatur putri Indonesia, WMF Dita Karenza (rating 1915), 13 tahun, dan WFM Nadya Anggraini Mukmin (rating 1947), 17 tahun, memimpin Kelompok Utama turnamen catur Biel Chess Festival, Swiss, yang sudah menyelesaikan empat dari rencana sembilan babak yang dipertandingkan.

Kelompok Utama dimaksudkan untuk para pecatur yang memiliki rating di bawah angka 2000. Dita dan Nadya yang masuk tim Pelatnas Catur SEA Games Myanmar 2013 bermain di kelompok tersebut karena rating mereka yang masih rendah. Kelompok ini diikuti 143 peserta yang datang dari 12 negara.

Namun di kelompok tersebut Dita dan Nadya menunjukkan giginya dengan mencetak angka sempurna empat poin dari empat babak yang dipertandingkan sehingga memimpin klasemen bersama dua pecatur lainnya, yaitu Ireneusz Lada (1940) dari Polandia dan Edvard Sayadyan (1992) dari Armenia.

Dita dan Nadya harus saling berhadapan pada babak kelima yang akan berlangsung Senin (29/7) mulai pukul 14 waktu setempat atau pukul 19.00 WIB. Hari Minggu (28/7) akan diisi pertandingan catur kilat sebanyak 13 babak juga mulai pukul 14.00. Pertandingan berlangsung di Gedung Palais des Congres Bienne, Swiss.

Pada babak keempat Sabtu (27/7), Dita dan Nadya masing-masing memenangkan partainya melawan pecatur Swiss Marc Tillmann (1993) dan Erik Lang (1880). Partai Dita menghadapi Tillmann yang main di meja pertama ramai dan menarik sehingga paling dirubung penonton. Berikut ini notasi partai menarik tersebut.

Marc Tillmann (1993) - Dita Karenza (1915)
Pembukaan Serangan Torre [D03]
Biel ATO (4.1), 27.07.2013

1.d4 Nf6 2.Nf3 e6 3.Bg5 d5 4.e3 c5 5.c3 h6 6.Bh4 g5N
            Langkah 6...g5 yang dimainkan Dita ini, menurut online database dari Chessbase di Jerman merupakan langkah Novelty atau penemuan baru! Lanjutan yang pernah dimainkan di sini adalah 6...Nbd7 7.Nbd2 Be7 8.Be2 0–0 9.0–0 b6 10.a3 Bb7 11.b4 cxd4 12.cxd4 Ne4 13.Bxe7 ½–½ (13) Jovanic,O (2538)-Saric,A (2533) Zadar 2012.
7.Bg3 Ne4 8.Bd3 Nxg3 9.hxg3 c4 10.Bc2 Bd6 11.Nbd2 g4 12.Nh4 Qg5
            Dita main sangat aktif dan berani sekali. Ia langsung membangun serangan dari sayap-raja yang biasanya merupakan daerah perlindungan yang aman buat  Rajanya.
13.e4 Nc6 14.Qe2 Ne7 15.0–0 0–0 16.e5 Bc7 17.f3
            Strategi Putih tampaknya adalah menyerang dari sayap-raja pula dengan menjadikan bidak g4 Hitam yang mengganggu tapi sekaligus juga lemah karena sudah terlalu jauh maju. Selanjutnya pembaca akan melihat bagaimana Dita menggunakan langkah-langkah taktis untuk mempertahankan bidak g4 yang mengganggu perkembangan para perwira Putih.
17...Nf5 18.Nxf5 exf5 19.fxg4 fxg4 20.Rf4 a5
            Cara anak muda memecahkan persoalan sering radikal dan tak terduka. Dita bermaksud memindahkan Bentengnya yang belum bekerja di petak a8 di bawa ke sayap-raja membantu bertahan dan menyerang melalui baris keenam!
            Cara bertahan yang konvensional adalah 20...Be6 21.Nf1 h5 22.Ne3 disusul 23.Ra-f1, Putih leluasa membangun serangan sementara Hitam menjadi pihak yang terus menerus bertahan.
            Cara Dita sebetulnya punya kelemahan, yaitu bidak-bidak sentrumnya yang lemah, yang sebetulnya bisa dijadikan sasaran gempuran serangan juga. Seorang Grandmaster biasanya menciptakan titik lemah kedua, ketiga dan seterusnya di pihak lawan agar ada gempuran dari berbagai lini yang menjamin serangan akan berhasil. Dalam hal ini yang dapat dilakukan adalah 21.b3! b5 (Terpaksa. Jika 21...cxb3 22.Bxb3 Be6?? 23.Bxd5 Bxd5 24.Rxg4 dan Menteri Hitam lenyap) 22.a4! b4 23.cxb4 c3 24.Qd3 Qg7 25.Qxc3 Putih unggul dua bidak!
21.Raf1
            Tillmann menjalankan ide dan strategi awalnya, yaitu memusatkan para perwiranya membangun serangan dari sayap-raja.
21...Ra6 22.Bf5
            Putih terus menjalankan strategi awalnya. Tujuan langkah teks adalah melenyapkan salah satu penjaga bidak g4. Di sini Putih tidak melihat ada langkah taktis korban Kuda yang menarik 22.Nxc4! dxc4 23.Qxc4 serangan langsung terhadap dua titik lemah Gajah di c7 dan bidak di petak f7 23...Qe7 24.Qd3 memanfaatkan petak lemah lainnya di h7 akibat bidak-bidak sayap-raja Hitam di lajur-h dan lajur-g yang sudah pada maju semua 24...f6 terpaksa 25.exf6 Raxf6 26.Rxf6 Rxf6 27.Rxf6 Qxf6 28.Qh7+ Kf8 29.Qxc7 Putih unggul dua bidak.
22...Bxf5 23.Rxf5 Qg7 24.R1f4 Rg6
            Cara bertahan yang lebih solid adalah 24...Bd8 25.Rxg4 Bg5 korban bidak Hitam menempatkan Gajahnya di petak yang kuat dimana Putih tidak bisa mainkan 26.Nf3 karena 26...Be3+ 27.Qxe3 Qxg4 dengan keseimbangan.
25.Nf1 Bd8 26.Nh2??
            Blunder! Ini bisa terjadi lantaran Putih sejak awal hanya terfokus pada serangan terhadap bidak g4! Seharusnya 26.Ne3! bahkan di e3 ini Kuda tersebut juga tetap menyerang g4 dan sekaligus juga menyerang bidak d5 yang tampaknya bahkan tidak bisa dijaga!]
26...Bg5 27.Rf1 h5
            Rangkaian langkah yang pas dari Dita dan kesalahan dari Tillmann membuat posisi kini menyenangkan Hitam karena lebih mudah dalam membangun serangan akibat Kuda Putih yang terdampar di h2, dan bidak g4 Hitam terjaga yang mengganggu pergerakan perwira Putih.
28.Re1 Qh6 29.Qc2
            Tentu saja lebih baik 29.Nf1!
29...Be3+ 30.Kh1



            Lihat diagram.
30...h4!
            Langkah cantik Dita. Kini Hitam ambil alih inisiatif.
31.gxh4 Qxh4 32.g3
            Atau 32.Rxe3 g3 33.Rxg3 Qxg3 34.Nf1 Qe1 dengan keseimbangan.
32...Qxg3 33.Qe2??
            Langkah yang sepertinya kuat ini justru suatu kesalahan yang tak termaafkan. Satu-satunya harapan adalah 33.Ref1 Rh6 34.Rf6.
33...Rh6 34.Ref1 Qh3 35.Qg2 g3
            Setelah langkah yang menjamin kemenangan satu Kuda ini, praktis Dita sudah menang.
36.Qxh3 Rxh3 37.Kg2 Rxh2+ 38.Kxg3 Rh6 39.Re1 Rg6+ 40.Kf3 Bg5 41.Rg1 Be7 42.Rh1 Kg7 43.Rfh5 Rg8 44.Rh7+ Kf8 45.R1h2 b5 46.R7h6 b4 47.Rxg6 fxg6 48.Re2 Kf7 0–1

Hasil lengkap empat babak awal Dita dan Nadya yang main di kelompok Utama (kelompok ini bertanding 9 babak) adalah sebagai berikut.

Babak ke-4:
Tillmann,Marc
(3)
-
Karenza,Dita
(3)
0 - 1

Nadia,Anggraeni 
(3)
-
Lang,Erik
(3)
1 - 0


Babak ke-3:
Karenza,Dita            (2)  -  Roessinger,Jean- (2)     1 - 0           
Eigenmann,Christ   (2)  -  Nadia,Anggraeni (2)     0 - 1           

Babak ke-2:
Nadia,Anggraeni    (1)  -  Feller,Christian   (1)  1 - 0   
Overney,Luca         (1)  -  Karenza,Dita       (1)  0 - 1   

Babak ke-1:
Karenza,Dita  (0)  -  Scheidegger,Clau   (0)  1 - 0   
Hofer,Heinz    (0)  -  Nadia,Anggraeni    (0)  0 - 1   


Jumat, 26 Juli 2013

Biel Chess Festival 2013

Medina Taklukkan GM Alexander Cherniaev dari Rusia

GM Alexander Cherniaev vs WIM Medina Warda Aulia, round 4 Biel Master 25 July 2013 (Photo by Kristianus Liem)
Para pecatur Indonesia mencetak hasil sensasional pada babak keempat Biel Chess Festival yang berlangsung di Gedung Palais de Congres, Biel, Kamis(25/7). Dari dua belas pecatur termasuk GM Utut Adianto, yang ambil bagian dalam rangka ujicoba persiapan SEA Games Myanmar 2013 ini, sepuluh di antaranya membukukan kemenangan. Hanya satu yang kalah, dan satu lainnya remis.

Yang paling sensasional adalah kemenangan pecatur putri Indonesia WIM Medina Warda Aulia, 16 tahun, yang menaklukkan GM Alexander Cherniaev (rating 2447) dari Rusia. Medina di belakang buah hitam menang pada langkah ke-47 pembukaan Inggris.

Awalnya Cherniaev yang membuka dengan bidak c4 berhasil membangun posisi yang lebih menguntungkan, karena Medina bermain terlalu aktif meski memegang buah hitam. Medina sudah langsung melancarkan serangan sejak langkah ke-4. Serangan tersebut terlalu dini karena pasukannya belum dipersiapkan dengan baik.

Untungnya langkah salah Medina 25...a5 tidak terdeteksi oleh Cherniaev sehingga pertarungan berlangsung liar penuh berbagai jebakan. Pada langkah ke-31 Cherniaev mengorbankan satu bidak di e5 dengan maksud menjebak Menteri Hitam. Empat langkah kemudian Menteri Hitam sepertinya bakal terperangkap. Namun Medina balik mengorbankan satu Gajah untuk menyelamatkan Menterinya.

Pertarungan taktik pun memenuhi seluruh papan catur! Ternyata yang muda lebih jeli. Pada langkah ke-39 berupa skak di petak c2 membuat Medina berhasil merebut perwiranya kembali dengan keunggulan dua bidak. Cherniaev, 44 tahun, yang berusaha merebut satu bidak di petak d5 pada langkah ke-43, justru menjadi bumerang karena korban Benteng yang dilancarkan Medina bukan saja tidak bisa diambil tanpa kerugian besar. Malah serangkaian skak dapat membuat Raja Putih kena mat. Oleh karena itu Cherniaev menyerah pada langkah ke-47, sebab ada serangan mat dalam empat langkah!

Berikut ini notasi partai menarik tersebut.

GM Alexander Cherniaev (2447) - WIM Medina Warda Aulia (2286)
Pembukaan Inggris [A23]
Biel MTO (4.20), 25.07.2013

1.c4 e5 2.Nc3 Nf6 3.g3 c6 4.Nf3 e4 5.Nd4 d5 6.cxd5 cxd5 7.d3 exd3 8.Qxd3 Nc6 9.Bg2 Be7 10.0–0 0–0 11.Be3 Ne5 12.Qb5 a6 13.Qb3 Nc4 14.Bf4 Na5 15.Qc2 Be6 16.Rad1 Rc8 17.e4 Bg4 18.Nde2 b5 19.e5 Nd7 20.h3 Be6 21.Qb1 Nb6 22.Nd4 b4 23.Nce2 Nac4 24.b3 Na3 25.Qd3 a5? 26.Bc1?
            Langkah lemah Medina dibalas Alexander dengan langkah lemah pula. Seharusnya di sini 26.Nxe6 fxe6 27.Nd4 Qd7 28.Qa6 Rb8 29.Nxe6! Qxe6 30.Bxd5 dan Menteri Hitam lenyap.
26...Bc5 27.Bb2 Qe7 28.Kh2 Bd7 29.f4 Qe8 30.Rfe1 Nb5 31.f5 Qxe5 32.Nf4         Jika 32.Nxb5 Qxb2 33.Nbd4 Bxd4 34.Nxd4 Qc3 Hitam mempertahankan keunggulan satu bidaknya.
32...Qf6 33.Nh5 Qh6 34.Bc1 Qxh5 35.Bf3
            Menteri Hitam terperangkap, tetapi Medina punya jawaban yang membuat permainan terus berkembang liar lewat pengorbanan perwira berikut ini...
35...Bxf5! 36.Nxf5 Qg6 37.Be3 Qf6 38.Qxb5 Qxf5 39.Bxc5 Qc2+!
            Jangan 39...Qxf3 karena 40.Rf1 Rxc5 41.Qxc5 Qe2+ 42.Qf2 Qb5 Putih unggul karena seluruh perwira beratnya aktif menguasai jalur-jalur terbuka.
40.Re2 Qxc5 41.Qd3 Rfe8 42.Rxe8+ Rxe8

 Lihat diagram. Hitam unggul dua bidak, yang tentunya mencukupi untuk menang dalam permainan akhir. Karena itu di sini Putih berpikir selagi sempat untuk merebut satu bidaknya dengan...
43.Bxd5??
            Ternyata ini adalah suatu kesalahan fatal, sebab setelah ...
43...Nxd5 44.Qxd5
            Datang langkah selipan...
44...Re2+ 45.Kh1 Re1+ 46.Kg2
            Jika 46.Rxe1 Qxd5+ Mungkin langkah memukul Menteri sambil skak ini yang meleset dalam hitungan sang GM. Putih tidak sempat melancarkan skakmat di baris terakhir.
46...Qg1+ 47.Kf3 Re3+! 0–1
            Tentu saja tidak 47...Rxd1 48.Qa8+ dan Hitam kena mat dalam satu langkah. Putih menyerah di sini karena melihat akan kena mat dalam empat langkah setelah 48.Kf4 [atau 48.Kg4 Qxg3+ 49.Kh5 g6+ 50.Kh6 Qf4+ 51.Qg5 Rxh3#] 48...Qxg3+ 49.Kf5 g6+ 50.Kf6 Qf4+ 51.Qf5 Qxf5#

Bagi Medina ini adalah sejarah karena merupakan kemenangan pertamanya terhadap seorang GM (bukan WGM yang sudah sering ia kalahkan) putra di nomor catur klasik.

Hasil lengkap pecatur Indonesia yang main di kelompok Master (kelompok ini bertanding 11 babak) , pada babak ke-4:

Muhammad,Lufti A  CM     (2)    -  Cvitan,Ognjen          GM      (2)     0 - 1     
Lang,Torsten           FM     (2)    -  Adianto,Utut            GM      (2)     0 - 1     
Megaranto,Susant   GM    (2)     -  Zuse,Klaus-Peter     FM      (2)     1 - 0     
Cherniaev,Alexan    GM     (1½)  -  Medina,Warda Aul  WIM    (1½)   0 - 1     
Sean,Winshand Cu           (1½)  -  Cebalo,Miso            GM     (1½)  ½ - ½   
Eidinger,Helmut                (1½)  -  Sukandar,Irene K    WGM  (1½)   0 - 1     
Masruri,Rahman               (1½)  -  Patuzzo,Fabrizio      FM      (1½)  1 - 0     
Heer,Stephan                   (1½)  -  Farid,Firman Sya      IM       (1)     0 - 1     
Sihite,Chelsie M     WIM   (1)     -  Khanabiev,Alexey                (1)     1 - 0     
Dewi,Aa Citra         WFM  (½)    -  Bischoff,Peter                     (½)    1 - 0     

Hasil lengkap pecatur Indonesia yang main di kelompok Utama (kelompok ini bertanding 9 babak), pada babak ke-2:

Nadia,Anggraeni  (1)  -  Feller,Christian (1)  1 - 0  
Overney,Luca      (1)  -  Karenza,Dita    (1)  0 - 1  



Sabtu, 02 Februari 2013

Naik Turun Rating MIW Medina Warda Aulia


Kurang Setengah Poin untuk Norma GMW di Tagaytay
Babak terakhir Zone 3.3 Asia di Tagaytay,
Medina vs MIW Nguyen Thi Mai Hung dari Vietnam
(Photo by Kristianus Liem)

 

MIW Medina Warda Aulia, 15, tampil sangat mengesankan selama tampil pada kelompok wanita Kejuaraan Catur Zonal 3.3 Asia di Tagaytay, Filipina. Hal tersebut dapat dilihat pada ranking 3 yang diraihnya dan tambahan rating yang diperolehnya, yaitu sebanyak 15,9 poin. Sumber: http://www.chess-results.com/tnr90535.aspx?art=9&lan=1&fedb=INA&fed=INA&wi=821&snr=5.

 

Tambahan rating tersebut membuat rating Medina akan menjadi 2324,9 pada daftar rating FIDE mendatang. Ini merupakan rekor rating tertinggi Medina karena rating tertinggi yang pernah dicapainya adalah 2313 pada bulan Desember 2012.

 

Medina sempat kehilangan rating yang cukup banyak ketika Tim DKI Jakarta membawanya pada 4th Penang Heritage City International Chess Open di Malaysia, 10-15 Desember 2012, yaitu 25,95 poin! Di Penang Medina meraih 5,5 poin dari 9 babak, tapi rendahnya rating lawan-lawannya membuat poin yang direbutnya itu tergolong jelek. Sumber: http://www.chess-results.com/tnr86999.aspx?art=1&rd=9&lan=1&wi=821.

 

Beruntung Medina cepat pulih dan kembali tampil luar biasa pada MAKITA Women Chess Match Indonesia vs France di Bekasi 16-22 Desember 2012 di mana dalam empat babak menghadapi MI Sophie Milliet (2405), GMW Nino Maisuradze (2315), MIW Natacha Benmesbah (2273) dan MIW Matilde Congiu (2223), Medina mampu mencetak 3,5 poin. Medina cuma remis lawan Sophie! Sumber: http://www.chess-results.com/tnr87844.aspx?art=2&lan=1&wi=821.

 

Setelah kedua hasil tersebut digabungkan maka pada 1 Januari 2013 rating Medina masih turun 4 poin menjadi 2309. Untunglah ada MAKITA, kalau tidak rating Medina akan di bawah 2300 lagi. Seperti sudah diketahui, saat seorang pecatur wanita berhasil menggenapkan Norma GMWnya, ia juga harus memiliki rating 2300 ke atas!

 

Selain tambahan rating yang cukup banyak, Medina sebetulnya hanya kurang setengah poin untuk menggenapkan Norma GMW terakhirnya di Tagaytay. Dengan rating rata-rata seluruh lawannya mencapai 2268, Medina membutuhkan 6,5 poin sesuai persyaratan tabel 1.49a FIDE, yaitu antara 2234-2274. Sedangkan angka yang dicapai Medina adalah 6 poin. Untuk enam poin tersebut, rating rata-rata lawan Medina harus mencapai antara 2275-2319. Sayang sekali.

 

Untuk seluruh notasi Kejuaraan Catur Zonal 3.3 Asia di Tagaytay dapat didownload di

http://www.chess-results.com/PartieSuche.aspx?id=50023&tnr=90535&art=3&lan=1 utnuk putri dan http://www.chess-results.com/PartieSuche.aspx?id=50023&tnr=90536&art=3&lan=1 untuk kelompok putra.