Senin, 14 November 2011

Peluang Menipis di Mix Pair, Blindfold dan ASEAN Chess

Kalah Lagi Lawan Malaysia

Pada hari ketiga Selasa (14/11) tim Indonesia jumpa Malaysia yang di atas kertas juga dapat dikalahkan dengan mudah. Tapi lawan GM Susanto Megaranto, MI Lim Yee-Weng bermain ulet dan terus memberikan perlawanan walau dalam posisi kalah satu bidak. Dan malapetaka itu datang. Susanto yang berkali-kali gagal menemukan langkah menang, menjadi panas, pilihan langkahnya sudah antara “hidup atau mati”, sederhananya antara menang atau kalah!

Dan di catur, siapa yang memaksakan menang dalam posisi yang tidak mendukung biasanya justru menjadi orang yang kalah. Itulah yang terjadi pada Susanto, langkah Me3 adalah kesalahan fatal. Harusnya Mf4 dan dia bisa berupaya lagi pada langkah-langkah selanjutnya.

Pasangannya GMW Irine Kharisma Sukandar, kembali terpengaruh secara psikologis. Posisinya lebih baik, tapi tidak semudah seperti ketika melawan Perena. “Kalau dia kreatif dan banyak ide, Bb8 cukup untuk menang,” jelas GM Ruslan Scherbakov, sang pelatih Indonesia asal dari Rusia tersebut. Tapi lawannya, MFW Nur Najiha Hisham yang merasa underdog, memang pasang posisi bertahan remis sejak awal. Strategi Najiha berhasil karena Irinenya juga tidak tampil top form. Remis.

Jadi tim Indonesia kalah lagi 0,5-1,5 dari Malaysia. Hasil ini sekaligus memastikan medali emas yang ditargetkan melayang. Bahkan perungu pun jadi sulit.

Blinfold dan ASEAN Chess

Dua pecatur Indonesia di nomor ini, MI Tirta Chandra Purnama dan MI Dede Liu cuma berhasil menambah setengah angka saja hasil remis di babak kelima dan kalah di babak keenam. Hasil tersebut membuat Tirta yang sehari sebelumnya memimpin kini terlempar ke posisi keempat dengan 3,5 angka. Dede dengan 2,5 angka berada di peringkat enam. Masih tiga babak tersisa di nomor ini.

Yang memimpin di nomor blindfold adalah GM John Paul Gomez dari Filipina dengan 5 angka.

MI Taufik Halay yang turun di nomor ASEAN Chess harus menyerah dari MI Wynn Zaw Htun dari Myanmar. Hasil tersebut membuat Taufik berada di posisi juru kunci dengan 0,5 angka. Tapi Taufik masih menyisakan dua babak lagi karena ia sekali mendapat bye.

Yang memimpin di nomor ASEAN Chess adalah Kongsee Uaychai dari Thailand dengan 2 angka.

Teks foto:

Ruang pertandingan catur di Ball Room Sriwijaya di Hotel Swarna Dwipa pada hari ketiga. Di depan tim mix pair Indonesia vs Malaysia. (Photo by Kristianus Liem)

Tidak ada komentar: