Senin, 2009 Juni 29

Minister Andrei Fursenko: high result of Kalmykia in UNE in mathematics is due to a good chess school


The Minister of Education and Science of the of Russia Andrei Fursenko told the State Duma speaking within the "government hour" about the screen set for the textbooks of poor quality and that in the course of moving to a new system of remuneration the teachers' salary exceeded the average wage in the industry.
Minister Andrei Fursenko said that the experiment of eight years showed the effectiveness of UNE, for its introduction to the standard treatment all necessary conditions are created and the Minister is persuaded of the full legitimacy of UNE.
He also noted that UNE questions are easy, there are nothing complex issues, but some teachers claim that they do not want to change anything in their work and they are afraid of an objective assessment. As the Minister considers, the myths about UNE are based on unfair distortion of facts.
The excess of UNE average score in mathematics in Kalmykia, Fursenko explained by the general passion for chess in this Republic. "We should strictly follow the chosen path", - the Minister considers.

Rabu, 2009 Juni 24

Tirta Pertahankan Gelar, Kadek Iin Juara Putri




MI Tirta Chandra Purnama mempertahankan gelar juara mahasiswa 2009 setelah mengukir angka sempurna 9 poin dari sembilan babak Kejuaraan Nasional Catur Mahasiswa ke-2 di Auditorium Gedung Depdiknas, Senayan Jakarta. Pada dua babak terakhir Rabu (24/6) Tirta berturut-turut mengalahkan Bharata Surya Dharma (UMRAH) dan Suharto Joyo (UGM). Tirta memboyong Piala Tetap Mendiknas dan hadiah uang 7,5 juta rupiah.

Keluar sebagai runner-up di nomor perorangan putra ini MN Ricky Rismanto (STAI Yapata Bogor) 7,5 poin dan meraup hadiah 4 juta; urutan tiga hingga enam sama-sama merebut 7 poin adalah MN Iwan Prihastomo (Widya Mataram Yogya) yang mendapat hadiah uang 3 juta; MN Aris Hariyanto (Wiralodra Indramayu) dan Roy Charles Marpaung keduanya sama memperoleh hadiah uang 2 juta; lalu Ekanata Dharma (Udayana Bali) mendapat hadiah 1 juta rupiah.

Di nomor perorangan putri MNW Kadek Iin Dwijayanti (Udayana Bali) keluar sebagai juara dengan 8,5 poin dan merebut hadiah 7,5 juta rupiah. MNW Norasya Verdiana (Universitas Pancasila) merebut posisi runner-up dengan 8 poin dan meraih 4 juta rupiah. Juara tiga diambil MNW Evi Lindiawati (STIE Indonesia Rawamangun) dengan 6,5 poin dan mendapat 3 juta. Peringkat empat dan lima diduduki bersama oleh Indah Claudia Mumek (Universitas Kristen Petra Surabaya) dan Amiria Shofi (IPB Bogor), keduanya merebut 6 poin dan hadiah 2 juta.

Pada nomor beregu putra, di luar dugaan STMIK Cilegon A merebut gelar juara setelah pada dua babak terakhir menaklukkan saingan-saingan utama mereka STIE Indonesia dan Mikroskill Medan dengan skor berturut-turut 2,5-0,5 dan 2-1. STMIK Cilegon berhasil membukukan 15 MP 22 VP, menyamakan skor kemenangan regu (MP) STIE Indonesia dan unggul satu setengah poin dalam nilai kemenangan per papan (VP).

STMIK Cilegon membawa pulang hadiah 15 juta rupiah sementara STIE Indonesia dapat 7,5 juta. STMIK Mikroskill Medan yang sebelumnya memimpin klasemen dan kalah pada dua babak terakhir jatuh ke peringkat tiga dengan 14 MP 21,5 VP dan mendapat hadiah 5 juta rupiah.

Pada nomor beregu putri, tim Universitas Sudirman Purwokerto yang diperkuat dua bersaudara MNW Sulung Wahyuningsih dan MNW Dwi Kurnia juara dengan angka penuh 18 MP 25,5 VP dan meraih hadiah 15 juta. Peringkat kedua Universitas Negeri Yogyakarta dengan 13 MP 18,5 VP dan mendapat 7,5 juta. Peringkat ketiga IAIN Banten dengan 12 MP 19 VP dan mendapat 5 juta rupiah.

Hasil lengkap Kejurnas Mahasiswa dapat dilihat di http://www.chess-results.com/tnr22951.aspx?lan=1 .

Teks foto:
1. Kadek Iin Dwijayanti juara mahasiswi 2009 (foto oleh Kristianus Liem)
2. Tirta Chandra Purnama juara mahasiswa 2009 (foto oleh Kristianus Liem)

Selasa, 2009 Juni 23

Irene Diskualifikasi, Tim Gunadarma Mundur


Sayang sekali konflik kepentingan dalam Kejuaraan Nasional Catur Mahasiswa ke-2 di Auditorium Gedung D Lantai 2, DITJEN DIKTI, Depdiknas Jl. Jend. Soedirman Pintu I, Senayan Jakarta, harus berakhir dengan didiskualifikasikannya GMW Irene Kharisma Sukandar dan tiga pecatur putri asal Universitas Gunadarma lainnya, Gerhana Kartika, Megasari Chaniago dan Ajeng Nuraida.

Mereka berempat dianggap belum berstatus mahasiswi karena baru lulus SMA walau secara nyata mereka sudah mendaftar, lulus tes dan diterima, tetapi mereka tidak bisa membuktikan statusnya melalui kartu mahasiswa (KTM) resmi seperti yang dituntut oleh panitia penyelenggara setelah setiap hari diprotes oleh mahasiswa/I dari Universitas Pancasila, STIE Indonesia Rawamangun dan Udayana Bali.

Buntut dari surat diskualifikasi yang ditandatangani oleh sekretaris panitia penyelenggara Sebastian Simanjuntak itu, seluruh pecatur yang turun atas nama Universitas Gunadarma ramai-ramai menarik diri beberapa saat setelah babak keenam dimulai Selasa (23/6). Di antara dua puluhan pecatur tersebut terdapat GM Susanto Megaranto yang sedang memimpin klasemen dan berpeluang besar untuk keluar sebagai juara.

Dengan WO-nya Susanto, kini tinggal dua pecatur di posisi teratas kalsemen sementara dengan 6 poin, yaitu juara bertahan MI Tirta Chandra Purnama (STIE Indonesia Rawamangun) dan MN Ricky Rismanto (STAI Yapata).

Di nomor perorangan putri terjadi perubahan klasemen yang drastis karena lima pecatur yang dikalahkan Irene sebelumnya berbalik dianggap yang menang dan memperoleh gratis satu angka tambahan.

Kini yang memimpin klasemen sementara adalah MNW Kadek Iin Dwijayanti (Udayana Bali) dengan 6 poin, disusul MNW Evi Lindiawati (STIE Indonesia Rawamangun) 5,5 angka dan berikutnya ada dua pecatur dengan 5 angka, yaitu MNW Norasa Verdiana (Universitas Pancasila) dan Sisviana Dewi (Universitas Negeri Malang). Nama yang disebut terakhir ini bisa dibilang suatu kejutan karena baru muncul dan mampu bersaing dengan sejumlah nama yang sudah tidak asing lagi di kancah percaturan nasional.

Pada nomor beregu putra, jalan runner-up tahun lalu STMIK Mikroskill Medan ke tangga juara terbuka lebar setelah mundurnya tim Gunadarma A. Mikroskill kini menjadi satu-satunya tim yang telah memenangkan seluruh enam babak yang telah dimainkan dan bertengger di puncak klasemen sementara dengan 12 MP 16,5 VP. Di bawahnya membuntuti STIE Indonesia Rawamangun 11 MP 15,5 VP, lalu STMIK Cilegon A 9 MP 14,5 VP.

Pada nomor beregu putri, dengan mundurnya tim juara bertahan Universitas Gunadarma A, maka tim Universitas Sudirman Purwokerto kini bercokol di puncak dengan 12 MP 16,5 VP. Di bawahnya Universitas Negeri Yogyakarta dengan 10 MP 15 VP, lalu IAIN Banten dengan 8 MP 14 VP.

Hasil lengkap Kejurnas Mahasiswa dapat dilihat di http://www.chess-results.com/tnr22951.aspx?lan=1 .

Teks foto:
Regu STIE Indonesia Rawamangun vs STMIK Cilegon A bertarung dengan latar belakang display papan elektronik GM Susanto Megaranto vs MI Tirta Chandra Purnama yang tidak jadi dimainkan sehingga posisi buah catur tampak seperti susunan awalnya dan tidak ada langkah yang digerakkan. (foto oleh Kristianus Liem)

Senin, 2009 Juni 22

Enam Master Masih Melaju


Enam Master Nasional yang mengikuti Kejuaraan Nasional Catur Mahasiswa ke-2 di Auditorium Gedung D Lantai 2, DITJEN DIKTI, Depdiknas Jl. Jend. Soedirman Pintu I, Senayan Jakarta, masih terus melaju hingga babak keempat Senin (22/6) dengan membukukan kemenangan keempatkalinya. Mereka adalah GM Susanto Megaranto (Universitas Gunadarma), MN Ricky Rismanto (STAI Yapata), MN Iwan Prihastomo (Wydia Mataram), MI Tirta Chandra Purnama (STIE Indonesia Rawamangun), MN Sutrisno (STIE Mulya Pratama) dan MN Aris Hariyanto (Universitas Wiralodra).

Keenamnya berturut-turut menang dari Mashuri (AA YKPN Yogya), Asep Kusnandar (Unpad), Suharto Joyo (UGM), Bambang Christiansen (UKI), Nopriyadi (UGM) dan Bharata Surya Darma (UMRAH).

Para Master tersebut baru saling berjumpa di babak kelima. Misalnya Susanto jumpa Aris Hariyanto, Tirta Chandra ketemu Iwan Prihastomo, dan Ricky ketemu Sutrisno.

Di nomor perorangan putri, tinggal dua nama saja yang masih membukukan empat angka penuh, yaitu GMW Irene Kharisma Sukandar (Universitas Gunadarma) yang menang dari MNW Evie Lindiawati (STIE Indonesia Rawamangun), dan MNW Kadek Iin Dwijayanti (Udayana Bali) yang menang dari rekan sekampusnya Ulfa Agustiningrum. Irene dan Iin pun saling jumpa di babak kelima.

Pada nomor beregu putra, tinggal dua perguruan tinggi saja yang masih mencetak empat kemenangan berturut-turut, yaitu STMIK Mikroskill Medan (8 MP 11 VP) dan STMIK Cilegon B (8 MP 9,5 VP). Mikroskill menang 2-1 dari Universitas Gunadarma B, sedang STMIK Cilegon menang 2,5-0,5 dari Universitas Negeri Yogyakarta B. Kedua kampus di luar Jawa itu saling ketemu di babak lima.

Pada nomor beregu putri, dua tim favorit juara Universitas Gunadarma A dan Universitas Sudirman Purwokerto bersaing ketat dengan sama-sama telah mencetak tiga kemenangan dan ketika saling jumpa bermain seri 1,5-1,5 sehingga keduanya kini memimpin klasemen sementara dengan skor sama pula, yaitu 7 MP 10,5 VP.

Hasil lengkap Kejurnas Mahasiswa dapat dilihat di http://www.chess-results.com/tnr22951.aspx?lan=1 .

Teks foto:
Partai Bambang Christiansen (UKI) vs Tirta Chandra (STIE Indonesia Rawamangun) pada babak keempat berlangsung seru dan ketat sehingga paling ramai ditonton. (foto oleh Kristianus Liem)

Minggu, 2009 Juni 21

Para Unggulan Belum Terbendung


Memasuki babak ketiga Kejuaraan Nasional Catur Mahasiswa ke-2 di Auditorium Gedung D Lantai 2, DITJEN DIKTI, Depdiknas Jl. Jend. Soedirman Pintu I, Senayan Jakarta, Minggu (21/6) malam, para unggulan di perorangan maupun beregu belum menemui hambatan berarti.

Unggulan satu dan dua di nomor perorangan putra, GM Susanto Megaranto (Universitas Gunadarma) dan juara bertahan MI Tirta Chandra Purnama (STIE Indonesia Rawamangun) masih melaju dengan tiga angka bersih. Demikian pula di nomor perorangan putri, GMW Irene Kharisma Sukandar (Universitas Gunadarma) juga menyapu bersih tiga angka.

Susanto berturut-turut menang dari Iwan Purnomo (Universitas Kajuruan), Erikson T (STBA Lia), Roy Charles Marpaung (STMIK Mikroskill Medan). Tirta tiga kali menang dari Iwan Wardiman (LP3I Tomang),Gery Herbudi (ABFI Perbanas), Budiman (IPB Bogor). Sedang Irene yang mendapat WO di babak pertama kemudian menang berturut-turut dari Sisviana Dewi (Universitas Negeri Malang) dan MNW Norasa Verdiana (Universitas Pancasila). Mereka akan bertanding sembilan babak hingga 24 Juni 2009.

Pada nomor beregu putra, tiga perguruan tinggi yang memimpin klasemen sementara adalah STMIK Mikroskill Medan (6 MP 9 VP), Universitas Negeri Yogyakarta B (6 MP 8,5 VP) dan Universitas Gunadarma B (6 MP 8 VP).

Pada nomor beregu putri, dua tim Universitas Gunadarma berada di tempat pertama dan kedua, tim Gunadarma B di tempat teratas dengan 6 MP 9 VP, sedang Gunadarma A 5 MP 7,5 VP sama seperti yang direbut Universitas Sudirman Purwokerto.

Untuk nomor beregu ini tiap tim terdiri dari tiga pemain. Setiap kemenangan regu (Match Point) mendapat dua angka, untuk seri masing-masing regu mendapat 1 poin dan yang kalah tidak mendapat angka.

Hasil lengkap Kejurnas Mahasiswa dapat dilihat di http://www.chess-results.com/tnr22951.aspx?lan=1 .

Teks foto:
Suasana panggung babak ketiga, dari kiri Norasa Verdiana vs Irene Kharisma dan Roy Charles Marpaung vs Susanto Megaranto (foto oleh Kristianus Liem)

Sabtu, 2009 Juni 20

Mendiknas Prof Dr Bambang Sudibyo MBA Membuka Resmi


Kejuaraan Nasional Catur Mahasiswa ke-2 di Auditorium Gedung D Lantai 2, DITJEN DIKTI, Depdiknas Jl. Jend. Soedirman Pintu I, Senayan Jakarta, diresmikan oleh Mendiknas Prof Dr Bambang Sudibyo MBA, Sabtu (20/6) pagi lewat pemukulan gong dan menjalankan langkah pertama di meja GM Susanto Megaranto vs MI Tirta Chandra Purnama didampingi Ketua Umum PB Percasi Eddie Widiono dan wakilnya Utut Adianto serta Ditjen Dikti Hendarman.

Kedua favorit juara tersebut kemudian melanjutkan langkah e2-e4 yang dijalankan Mendiknas (lihat foto terlampir) dalam partai blitz lima menit yang kemudian berakhir remis. Acara pembukaan dipandu oleh artis Rieke "Oneng" Dyah Pitaloka.

Juara bertahan nomor perorangan putra MI Tirta Chandra dari Universitas STIE Indonesia Rawamangun tampaknya kali ini tidak akan mudah mempertahankan gelarnya dengan turunnya GM Susanto Megaranto dari Universitas Gunadarma. Pada Kejurnas Mahasiswa ke-1 tahun 2008 Susanto tidak ikut ambil bagian.

Tercatat 294 mahasiswa/I ikut ambil bagian dalam empat nomor pertandingan, yaitu perorangan putra dan putri serta beregu putra dan putri. Mereka datang dari 55 perguruan tinggi yang tersebar di 16 propinsi.

Kehadiran GMW Irene Kharisma Sukandar yang turun di nomor perorangan putri sempat diprotes oleh para pecatur dari Universitas Pancasila karena dianggap belum berstatus mahasiswi. Tapi setelah kapten tim Gunadarma MN Eko Supriyono dapat menunjukkan kwitansi pembayaran kuliah Irene melalui bank DKI maka wasit ketua WI Herman Kurniadi membolehkan Irene ikut bertanding. Irene menang WO di babak pertama.

Pada pertandingan babak pertama yang dimulai pukul 14.00 para pecatur nasional favorit juara seperti GM Susanto Megaranto dan MI Tirta Chandra Purnama tidak mendapat perlawanan berarti. Dalam nomor beregu, juara bertahan putra dan putri Universitas Gunadarma juga melangkah dengan mulus. Gunadarma tercatat yang paling banyak menurunkan tim caturnya hingga mencapai 35 orang.

Dalam sambutannya Bambang Sudibyo menyebut mengenai dukungan Diknas terhadap empat pilar pendidikan yang meliputi olah hati, olah pikir, olah rasa dan olah raga. “Diknas mendukung semua minat siswa atau mahasiswa dalam upaya mengembangkan kemampuan dirinya,” sebut Bambang Sudibyo.

Teks foto:
Mendiknas Bambang Sudibyo menjalankan langkah pertama di meja GM Susanto Megaranto vs MI Tirta Chandra Purnama disaksikan dari kiri Ditjen Dikti Hendarman, Wakil Ketum PB Percasi GM Utut Adianto, Ketum PB Percasi Eddie Widiono dan paling kanan wasit ketua FA Herman Kurniadi (foto oleh Kristianus Liem)
Hasil lengkap dapat diakses di http://www.chess-results.com/tnr22951.aspx?lan=1 .

Rabu, 2009 Juni 17

Kejuaraan Nasional Catur Mahasiswa 2009




GMW Irene Kharisma dan MI Tirta Chandra Favorit

Kejuaraan Nasional Catur Mahasiswa sebentar lagi digelar di Auditorium Gedung D Lantai 2, DITJEN DIKTI, Depdiknas Jl. Jend. Soedirman Pintu I, Senayan Jakarta, 20-24 Juni 2009. Sudah lebih dari 200an mahasiswa/i dari lebih lima puluh perguruan tinggi dari ujung Sumatera Utara sana hingga kota Makassar di sebelah Timur Indonesia telah mendaftarkan diri.

Para pecatur terbaik Indonesia seperti GMW Irene Kharisma Sukandar yang baru lulus SMA dan masuk Universitas Gunadarma (Jakarta) sudah menyatakan diri ambil bagian. Juara bertahan di perorangan putra MI Tirta Chandra Purnama dari STIE Indonesia (Jakarta) juga memastikan diri akan mempertahankan gelarnya. Bahkan dalam acara konperensi pers hari ini Rabu 17 Juni 2009 Tirta Chandra mau melakukan eksebisi catur buta (main tanpa melihat papan) melawan wartawan penggemar catur yang hadir!

Yang paling menggembirakan tentu saja semakin meluasnya jumlah kampus yang berpartisipasi dibandingkan tahun lalu. Saat ini saja sudah lebih dari dua kalinya. Bukan cuma nama-nama kampus yang terkenal sebagai gudangnya pecatur seperti Gunadarma (Jakarta), STIE Indonesia (Jakarta), Universitas Gajah Mada (Yogya), Mikroskill (Medan), ITB, Universitas Padjajaran (Bandung), Unsoed (Semarang), tapi juga bermunculan nama-nama kampus baru seperti LP3KI Banda Aceh, Universitas Muh. Raja Ali HJ (Kepri) dan banyak lainnya yang dapat dilihat dalam lampiran.

Ramainya peserta tentu saja tidak terlepas dari mulai rutinnya kejuaraan catur antarmahasiswa ini yang sejak tahun lalu dilaksanakan langsung oleh PB Percasi bekerja sama dengan Depdiknas (sebelumnya diselenggarakan bergantian dari satu kampus ke kampus lainnya yang ternyata terbengkalai di tengah jalan). “Kami menyambut baik kerja sama ini karena catur sangat erat kaitannya dengan dunia pendidikan,” seperti pernah dituturkan oleh Dirjen Dikti Fasli Jalal.

Perhatian besar Depdiknas tentu saja tak terlepas dari suksesnya setiap kejuaraan catur yang diselenggarakan oleh PB Percasi dan terus mencuatnya prestasi para pecatur Indonesia di manca negara. Kejurnas mahasiswa yang akan dimulai Sabtu tgl 20 Juni 2009 pukul 09:00 ini juga akan langsung dibuka oleh Mendiknas Bp. Prof. Dr. Bambang Sudibyo MBA.

Pendaftaran peserta paling akhir diterima sehari sebelum pembukaan atau pada hari Jumat 19 Juni 2009. Peserta wajib hadir sebelum acara pembukaan pukul 08.00 untuk pendaftaran ulang dan pengambilan kaos gratis.


Teks foto:

MI Tirta Chandra Purnama bermain tanpa melihat papan (blindfold chess) melawan wartawan senior harian sore Suara Pembaruan Mike Wangge dalam eksebisi seusai konperensi pers 17 Juni 2009. Partai dimenangkan Tirta setelah Raja sang wartawan digiring ke petak kematian di a4! Lihat foto kedua yang diambil dari layar lebar penonton. (Foto2 oleh Kristianus Liem)