Minggu, 09 September 2012

Laporan Urry Kartopati Humas PB percasi


TIM PUTRI INDONESIA MEMBUAT SEJARAH BARU

Putri Indonesia vs Yunani, di luar dugaan menang
telak 3-1. Photo by Kristianus Liem
Di babak akhir, tim catur putri  Indonesia kembali memetik kemenangan. Medina dan rekan—rekannya berhasil membuat Greece yang berada di seeded 18 dunia tak berkutik.

Meski sejak awal terus mendapat tekanan dari IM Yelena Dembo (2457),  WFM Medina Warda Aulia (2218) dengan tenang meladeni pemain Yunani yang selama bertanding di arena Olimpiade ini tercatat tak pernah kalah. Dan, di luar dugaan Medina berhasil menggunguli Yelena dengan langkah-langkah yang sulit diduga.
Begitu juga dengan pemain papan 2 WIM Chelsie Monica Sihite (2162) yang tak mau kalah, bermain dengan cemerlang untuk mengalahkan WGM Anna Maria Botsari (2336).

Partai yang cukup menegangkan adalah saat WFM  Dewi AA Citra (2143) yang sudah dalam posisi unggul terus mendapat perlawanan dari WIM Ekaterini Fakhiridou (2215), sehingga pertandinmgan pun berjalan alot. Namun akhirnya gadis manis ini berhasil menyumbangkan 1poin kemenangan lagi bagi Indonesia.
Satu-satunya partai yang terlepas adalah saat  Ummi Fisabilillah kalah dari pemain berelo rating 2237 Ekaterini  Pavlidou yang memang di atas kertas kemampuannya jauh di atas Ummi.

Meski begitu, dengan hasil kemenangan 3 : 1 melawan Yunani ini, Indonesia berhak , bisa dipastikan menyandang gelar juara Group C dan menaikan posisi dari urutan 54 seeded dunia menjadi  di bawah 30 besar dunia! (saat berita ini dikirim, beberapa pertandingan masih berlangsung), benar-benar sebuah kejutan manis yang tak terduga mengingat tim putri Indonesia kali ini turun dengan para pemain muda di bawah usia 18 tahun.

1 komentar:

indah mengatakan...

Selamat untuk tim oliempade catur Indonesia khususnya tim Puteri yang meraih prestasi luar biasa. Ada dua prestasi yang ditorehkan tim puteri. Pertama bercokol di posisi 24 klasemen akhir. Sebagai unggulan 54, sungguh ini prestasi luar biasa gemilang. Kedua, pecatur papan 1 dan 2 meraih norma WIM (Medina) dan WGM (Chelsie Monica).

Om Liem mohon penjelasan lebih lanjut, untuk gelar WGM Chelsie, apakah itu masih norm ataukah sudah paten. Seandainya sudah paten, sungguh prestasi luar biasa tidak saja bagi Chelsie tapi juga pembinaan catur di Indonesia yang telah berhasil menghasilkan 2 orang Grandmaster Wanita: Irene dan Chelsie.

Salam Gens Una Sumus,
Afriadi Ajo (pecinta catur, mantan anggota Jayakarta Muda Chess Club)