Jumat, 31 Agustus 2012

Laporan Humas PB Percasi Urry Kartopati


TIM PUTRA MENGALAHKAN ECUADOR, PUTRI TERHADANG CUBA

Tim putra Indonesia dan wartawan Kompas Nic
Photo by Kristianus Liem
Istambul, 30 Agustus 2012,  memasuki ronde ke 3, tim catur Indonesia mulai menghadapi lawan-lawan yang tangguh. Tim putri selama dua hari berturut-turut bertemu para pemain papan atas, setelah Bulgaria, giliran Cuba yang berada di urutan 15  seeded dunia menjadi lawan mereka.

Sementara tim putra bertemu dengan Ecuador, yang rangkingnya sembilan tingkat di atas tim Indonesia. Meski begitu Susanto Megaranto dan rekan-rekannya tak begitu saja gentar, terbukti dengan kemenangan yang mereka peroleh dengan perjuangan yang cukup ketat.

Di kelompok putra, kemenangan dibuka oleh CM Farid Firmansyah (2318) yang berhasil menundukkan Bryan Marcias Murillo (2364), disusul kemudian dengan keberhasilan GM Susanto Megaranto (2529) menahan remis GM Carlos Matamoros (2548), sebelum akhirnya ditutup dengan kemenangan IM Tirta Chandra Purnama (2384)  dari  FM Lenin Guerra Tulcan (2424).

 Satu-satunya kekalahan tim putra saat CM Muhammad Lutfi Ali (2078) berhasil ditundukkan oleh Daniel Mieles Palau (2370).  Hasil  akhir2½ : 1½  ini membuat tim putra bergerak terus mau, meski butuh perjuangan yang tak mudah langkah demi langkah.

Farid Firmansyah , yang selama dua babak terus membukukan kemengangan atas lawan-lawannya yang terbilang cukup berat hanya berkomentar pendek,”melawan pemain kuat biasanya jadi jauh lebih tertantang.” Pemain muda Indonesia ini memang dikenal kalem namun memiliki potensi juang yang cukup bagus.

Kubu tim putri Indonesia kali ini harus mengakui keunggulan Cuba yang turun dengan pemain terbaiknya. Mereka tampak lebih menguasai pertandingan, sementara Medina dan rekan-rekannya harus berjuang keras untuk mencuri angka. Cuba yang dimotori oleh Lisandra Ordaz Valdes akhirnya membukukan kemenangan 3:1.

Pemain papan 4, Aay Aisyah Anisa (1818) kandas di tangan Lisandra Llaudy Pupo (2264), disusul kemudian dengan kekalahan WFM Dewi AA Citra (2143) dari WGM Maritza Arribas Robaina (2296 ).

WFM Medina Warda Aulia (2218) yang semula diharapkan dapat mencuri angka, tumbang juga setelah bertarung alot dengan WGM Lisandra Ordaz Valdes (2344). Satu-satunya kemengan WIM Chelsie Monica Sihite  (2162) atas WGM Sulenis Pina Vega (2345).

Partai yang diaminkan di papan 2 ini boleh dibilang sangat menarik, karena sejak awal Chelsie sudah diprediksi akan tumbang. Namun di luar dugaan ia mampu membalikkan semua prediksi. “Langkah-langkah yang dimainkan Chelsie di luar dugaan berhasil membuat lawan menyerah,” ujar Ruslan Shcherbakov, pelatih Indonesia.

Berikut ini hasil lengkap para pecatur Indonesia pada babak ketiga :

Bo.     59      Ecuador                        Rtg      -   68      Indonesia                         Rtg      1½:2½
34.1   GM   Matamoros, Carlos        2548    -   GM   Megaranto, Susanto          2529   ½ - ½
34.2   FM   Guerra Tulcan, Lenin     2424    -   IM    Purnama, Tirta Chandra    2384   0 - 1
34.3   IM    Macias Murillo, Bryan   2365    -   CM   Firmansyah, Farid             2318   0 - 1
34.4   IM    Mieles Palau, Daniel     2370    -   CM   Muhammad, Luthfi Ali        2078   1 - 0

Bo.     15          Cuba                                  Rtg      -   54         Indonesia                     Rtg      3 : 1
15.1   WGM   Ordaz Valdes, Lisandra       2344   -   WFM   Medina, Warda Aulia      2218    1 - 0
15.2   WGM   Pina Vega, Sulennis            2345   -   WIM    Sihite, Chelsie Monica    2162    0 - 1
15.3   WGM   Arribas Robaina, Maritza    2296   -   WFM   Citra, Dewi                     2143    1 - 0
15.4   WIM    Llaudy Pupo, Lisandra        2264   -              Aay, Aisyah Anisa          1818    1 - 0

Informasi lengkap dapat diakses ke situs resmi olimpiade:

Hasil lengkap dapat diakses di situs resmi olimpiade:

Pertandingan babak ketiga dimulai pukul 15:00 waktu Istanbul atau pukul 19:00 WIB. Pertandingan dapat ditonton live di http://www.chessolympiadistanbul.com/livegames/

Kamis, 30 Agustus 2012

Laporan Humas PB Percasi Urry Kartopati


Menahan Bulgaria, Tim Putri Indonesia Hadapi Kuba

Medina mengalahkan GMW Iva Videnova
Photo by Kristianus Liem
Istambul, 29 Agustus 2012, hasil menggembirakan kembali dicatat oleh tim catur putri Indonesia, mereka berhasil menahan tim kuat Bulgaria, yang tercatat menduduki seeded 13 dunia. Sementara tim putra harus mengakui keunggulan Chile, meski awalnya tampil cukup berimbang.

Di hari kedua ini,  para pecatur andalan Indonesia memang harus bekerja keras untuk menghadapi lawan-lawan mereka. Di bagian putri, Chelsie Monica Sihite  (2162) dan WFM Dewi AA Citra (2143) yang berada di papan 2 dan 3, meski bertanding alot akhirnya berbagai angka dengan kedua lawan mereka WGM Adriana Nikolova (2281) dan WGM Margarita Volska (2281).

Sementara Ummi  Fisabilillah yang belum memiliki elo rating dan menyandang  gelar harus mengakui keunggulan WIM Elitsa Raeva (2313). Satu-satunya pemain putri yang  berhasil memetik kemenangan adalah, WFM Medina Warda Aulia (2218)  yang mengalahkan WGM Iva Videnova (2317).

Keberhasilan Medina ini memang luar biasa, karena ia mampu  bermain cemerlang tanpa terpengaruh tekanan lawan. “Sejak awal saya sudah merasa bisa mengimbanginya, jadi tidak terlalu sulit untuk membaca langkah-langkahnya,” ujarnya kalem. Medi, panggilan akrab gadis berusia 15 tahun ini memang kian hari kian menunjukkan kematangan emosinya.

Tim Bulgaria yang menurunkan 3 pemain bergelar WGM dan 1 pemain dengan gelar WIM ini ternyata cukup kerepotan menghadapi perlawanan para srikandi muda Indonesia. Hasil akhir 2-2 ini adalah prestasi yang menggembirakan.

Tim Putra Kandas dari Chile

Di bagian putra, perlawanan GM Susanto Megaranto dan rekan-rekannya memang harus terhambat. Meski pada awalnya kedudukan dua tim terlihat berimbang, namun perlahan kubu Chile mulai mengoyahkan pertahanan tim putra Indonesia yang memang masih kalah kualitas ini.
 
Pemain papan 1 Indonesia, GM Susanto Megaranto (2529) mampu menahan imbang GM Merovic Fernandes (2575).  Sementara IM Tirta Chandra Purnama (2384) kandas di tangan GM Rodrigo Vasques Schroeder (2533). Begitu juga dengan IM Taufik Halay (2361) yang akhirnya tumbang oleh GM Mauricio Flores Rios (2498). Padahal, semula ia diprediksi bisa remis  

Satu poin berhasil dicuri dari Chile oleh CM Farid Firmansyah (2318) yang mengalahkan pecatur FM Patio Salinas Herrera (2417). Farid yang sudah dua kali ikut membela Indoensia dalam ajang olimpiade ini mengaku tak mengalami kesulitan untuk menundukkan lawannya.

Dengan hasil akhir 1½ - 2½ , tim putra tampaknya harus bekerja cukup keras untuk bisa bertanding dengan lawan-lawan tangguh. Sementara tim putri pastinya akan tetap mendapat lawan tangguh di babak 3.

Berikut ini hasil lengkap para pecatur Indonesia pada babak kedua:

Bo.    68     Indonesia                     Rtg    -  46     Chile                                   Rtg    1½:2½
24.1  GM  Megaranto, Susanto       2529  -  GM  Morovic Fernandez, Ivan       2575  ½ - ½
24.2  IM   Purnama, Tirta Chandra  2384  -  GM  Vasquez Schroeder, Rodrigo 2533  0 - 1
24.3  IM   Halay, Taufik                  2361  -  GM  Flores Rios, Mauricio              2498  0 - 1
24.4  CM  Firmansyah, Farid            2318  -  FM   Salinas Herrera, Pablo           2417  1 - 0

Bo.  54        Indonesia                  Rtg    -  13        Bulgaria              Rtg    2 : 2
7.1  WFM  Medina, Warda Aulia   2218  -  WGM  Videnova, Iva        2317  1 - 0
7.2  WIM  Sihite, Chelsie Monica  2162  -  WGM  Nikolova, Adriana  2299  ½ - ½
7.3  WFM  Citra, Dewi                  2143  -  WGM  Voiska, Margarita  2281  ½ - ½
7.4            Fisabilillah, Ummi         0        -  WIM   Raeva, Elitsa         2313  0 - 1

Informasi lengkap dapat diakses ke situs resmi olimpiade:

Hasil lengkap dapat diakses di situs resmi olimpiade:

Pertandingan babak ketiga dimulai pukul 15:00 waktu Istanbul atau pukul 19:00 WIB. Pertandingan dapat ditonton live di http://www.chessolympiadistanbul.com/livegames/

Rabu, 29 Agustus 2012

Serba-serbi di atas Papan Catur Olimpiade Istanbul


Salah sedikit peluang menang pun lenyap

Farid vs Altaye dari Ethiopia di babak pertama
(Photo by Kristianus Liem)
Main catur itu gampang-gampang susah. Tapi kalau mainnya di arena setinggi olimpiade lebih banyak susahnya. Walau menghadapi tim yang relatif agak lemah, toh kekeliruan sedikit saja sudah mampu membalikkan keadaan. Hal itu dialami oleh dua kali juara dunia pelajar Farid Firman Syah, 20 tahun, yang dimainkan di papan empat pada Olimpiade Catur Istanbul ke-40 2012 ketika menghadapi tim Ethiopia.

Lihat diagram. Permainan sudah memasuki tahap ending bidak tanpa perwira. Artinya tempo menjadi sesuatu yang genting. Bidak kalau sudah maju tidak boleh mundur lagi. Jadi hati-hati dalam permainan jenis ini.

Altaye Girum Teklewold - Farid Firman Syah
Pertahanan Sisilia Naga 
Serangan Yugoslavia B76]
40th Olympiad Open Istanbul TUR (1.4), 28.08.2012

1.e4 c5 2.Kf3 d6 3.d4 cxd4 4.Kxd4 Kf6 5.Kc3 g6 6.Ge3 Gg7 7.f3 Kc6 8.Md2 0–0 9.0–0–0 Ge6 10.Rb1 Kxd4 11.Gxd4 Mc7 12.g4 Bfc8 13.h4 Ma5 14.Kd5 Mxd2 15.Kxf6+ Gxf6 16.Bxd2 Gxd4 17.Bxd4 Bc5 18.c3 Rg7 19.g5 Bh8 20.Gh3 h6 21.Gxe6 fxe6 22.gxh6+ Bxh6 23.Bd2 Bch5 24.Bdh2 Rf6 25.Rc2 Re5 26.Bg2 Rf4 27.Bh3 Bxh4 28.Bxh4+ Bxh4 29.Bxg6 Rxf3 30.e5 Bh2+ 31.Rd3 dxe5 32.Bxe6 e4+ 33.Bxe4 Bd2+ 34.Rxd2 Rxe4 35.a4 e5?

Seharusnya di sini 35...a5!, misalnya 36.b4 (atau 36.Re2 e6 ini yang namanya langkah tempo 37.Rd2 Rf3 38.b4 e5 39.b5 e4 40.Re1 (atau 40.c4 Rf2 41.c5 e3+ 42.Rd3 e2 43.c6 bxc6 44.bxc6 e1M Hitam menang) 40...Re3 41.c4 Rd4 Hitam menang) 36...axb4 37.cxb4 Rd4 Hitam menang.

36.a5 Rf3 37.c4 e4 38.Re1 a6 39.b4 Re3 40.b5 Rd4 41.bxa6 bxa6 42.Re2 Rxc4 43.Re3 Rd5 44.Re2 Rd4 45.Rd2 e3+ 46.Re1 Re4 47.Re2 Rd4 48.Re1 Re5 ½–½

Laporan Humas PB Percasi Urry Kartopati dari Istanbul


Tim Indonesia Berjaya di Babak Pertama

Tim putri INA vs Fiji (Photo by Kristianus Liem)
Olimpiade Catur yang berlangsung di Istanbul Expo Center, Istambul,Turki, (28/08) dibuka dengan manis oleh tim putri maupun tim putra Indonesia yang masing-masing berhasil mengandaskan lawan-lawannya. Tim putri lebih dahulu menang telak 4 : 0 melawan Fiji, tim putra menyusul menekuk Ethiopia dengan angka 3½ : ½ .

Kemampuan kedua lawan Indonesia di babak pertama ini memang di atas kertas masih jauh dari tim merah putih, namun bagi pelatih Ruslan Shcherbakov kemenangan di babak awal ini harus segera diwaspadai. “Hasil ini akan membuat tim Indonesia berhadapan langsung dengan tim tangguh di babak kedua,” ujarnya.

Itu sebabnya pelatih asal Rusia ini terus memberlakukan aturan ketat terhadap para anak didiknya. Mereka tak hanya harus istirahat cukup, tapi juga diisolasi sementara dari kegiatan social media. “Saya rasa mereka sudah mulai merasakan manfaat tidur yang cukup untuk kesegaran pikiran,” tandasnya.

Ummi Pembuka Kemengan

Kemenangan Indonesia di hari pertama dibuka oleh Ummi  Fisabilillah yang bermain di papan 4 mengalahkan pecatur putri Fiji,  Cydel Terubea. Ummi hanya butuh waktu 45 menit untuk menyelesaikan partainya. Meski keduanya masih belum memiliki elo rating, namun kemampuan Ummi patut diacungi jempol. 

Pemain berusia 12 tahun ini mengaku tak ada beban saat bertanding, sehingga ia tak terbendung untuk membukukan kemenangan sejak awal.    

Sementara tiga pemain lainnya, WFM Medina Warda Aulia (2218) yang bermain di papan 1 juga tak mengalami kesulitan untuk menundukkan WFM Kieran Lyons (1825), begitu juga pemain papan 2 dan 3, WIM Chelsie Monica Sihite  (2162) dan WFM Dewi AA Citra (2143) tak mendapat perlawanan berarti dari Gloria Sukhu (1528) dan Hilda Vukikomoala.

Begitu juga tim putra Indonesia yang menurunkan GM Susanto Megaranto (2529), menang mudah dari pemain unggulan Ethiopia di papan 1 Leykun Mesfin Sisay (2115). Begitu juga IM Taufik Halay (2361) yang berada di papan 3 pun berhasil membukukan kemenangan atas Estube Hailesealassie Tadese.

Perjuangan cukup berat dialami IM Tirta Chandra Purnama (2384) yang berada di papan 2, meski akhirnya bisa menghentikan perlawanan Desalegn Fekadu Jimma (2149), namun awalnya sempat kerepotan menghadapi tekanan dari pemain tanpa gelar dari Ethiopia ini.

Sementara CM Farid Firmansyah (2318) meski awalnya terlihat tak terlampau sulit menghadapi pemain papan 4,  Girum Teklewold Altaye, namun akhirnya ia harus sepakat dengan hasil remis. 

Hasil lengkap tim Indonesia:


Bo.    54        Indonesia                  Rtg    -  117      Fiji                         Rtg    4 : 0
52.1  WFM  Medina, Warda Aulia   2218  -  WFM  Lyons, Kieran            1825  1 - 0
52.2  WIM  Sihite, Chelsie Monica  2162  -            Sukhu, Gloria           1528  1 - 0
52.3  WFM  Citra, Dewi                  2143  -            Vukikomoala, Hilda   0        1 - 0
52.4            Fisabilillah, Ummi        0        -            Terubea, Cydel          0        1 - 0

Bo.    68     Indonesia                     Rtg    -  145    Ethiopia                               Rtg    3½: ½
66.1  GM  Megaranto, Susanto       2529  -          Mesfin Sisay, Leykun             2115  1 - 0
66.2  IM   Purnama, Tirta Chandra  2384  -          Fekadu Jimma, Desalegn        2149  1 - 0
66.3  IM   Halay, Taufik                   2361  -          Haileselassie Tadese, Estube  0        1 - 0
66.4  CM  Firmansyah, Farid            2318  -          Teklewold Altaye, Girum         0        ½ - ½

Sabtu, 25 Agustus 2012

Di Satka, Pegunungan Ural, Rusia


Medina Warda Aulia Raih Norma GMW Kedua!

Medina saat terima diploma dan hadiah dari wasit
Alexander Vatlin dan direktur turnamen
Amir Gilyazov (Photo by Kristianus Liem)
Berada jauh dari keluarga di hari-hari libur panjang lebaran sudah pasti menyedihkan. Apalagi harus berada di Pegunungan Ural, di Rusia Utara, yang saat musim panas seperti sekarang ini temperaturnya kisaran 17 derajat Celcius. Malah terkadang suhu udara masih dapat tiba-tiba merosot lagi hingga di bawah angka 10 derajat Celcius.

Senyum Medina bersama diplomanya. 
(Photo by Kristianus Liem) 
Namun menyaksikan pecatur cilik Indonesia Medina Warda Aulia, 14 tahun, yang permainan caturnya terus semakin meningkat hari demi hari, dingin dan sepinya kota Satka yang berpenduduk cuma sekitar 50 ribu orang ini, terasa tidak terlalu lama meski ternyata sudah sepuluh hari – tiba 16 Agustus 2012 dari Athena, Yunani – kami berada di kota pertambangan magnesit ini.

Medina menarik perhatian TV Satka.
(Photo by Kristianus Liem)
Kami berempat, Kristianus Liem, Medina Warda Aulia, Chelsie Monica Sihite, dan pelatih Ruslan Scherbakov, meninggalkan Jakarta 31 Juli 2012, untuk keliling tiga negara Eropa, Yunani, Rusia dan Turki, dalam misi PB Percasi untuk mencetak sejarah lagi, yaitu menjadikan Medina sebagai Grandmaster Wanita kedua Indonesia. Dengan catatan mencetak rekor baru, yaitu dalam usia lebih muda dari yang dicetak oleh Irene Kharisma Sukandar tahun 2008 dalam usia 16 tahun.

Di Athena, Yunani, dalam Kejuaraan Catur Junior Dunia Usia 20 tahun ke bawah (1-15 Agustus 2012), Medina tampil cemerlang dengan membukukan 9,5 poin dari 13 babak. Jumlah poin yang dicetak Medina itu sama dengan angka yang diraih sang juara GMW Guo Qi dari Cina. Tapi nilai tie-break menempatkan Medina di posisi keempat. Angka spektakuler yang dicetak Medina, ternyata juga masih kurang setengah poin dari persyaratan mendapatkan Norma GMW. Persyaratan menjadi GMW memang berat!

Dari Yunani, malam itu juga (pukul 00:55) kami terbang ke Moskow, dilanjutkan ke Chelyabinsk, dan ditambah jalan darat ke kota Satka untuk mengikuti Satka IM Invitation Tournament yang diikuti tiga negara, Kazakhstan, Indonesia dan tuan rumah Rusia. Pesertanya 10 orang, yang terdiri dari 2 GM, 2 MIW, 2 MFW, dan 4 nongelar. Untuk mendapatkan Norma GMW dibutuhkan 6,5 poin dari 9 babak.

Cuma sempat istirahat di pesawat dan semalam di hotel, Medina dan Chelsie sudah harus bertanding lagi, 17 Agustus 2012. Empat babak pertama diawali Medina dengan hasil remis, yaitu lawan Maxim Vaseptsov (Rusia 2209), Pavel Tsvetkov (Rusia 2141), GM Rustam Khusnutdinov (Kazakhstan 2503) dan rekannya sendiri MIW Chelsie Monica Sihite (2162). Dari empat partai tersebut memang tidak ada satu pun posisi yang mencukupi untuk mencapai kemenangan. Mungkin masih lelah, tapi untungnya pertandingan cuma satu babak per harinya.

Sementara peluang Chelsie untuk meraih Norma GMW sudah pudar pada lima hari pertama. Setelah menang atas MFW Alexandra Makarenko (Rusia 2128) dan remis dari GM Ruslan Scherbakov (Rusia 2507), Chelsie kalah dari Maxim Vaseptsov (Rusia 2209). Lalu setelah remis dari rekan senegaranya MFW Medina Warda Aulia (2218), Chelsie kalah lagi dari Pavel Tsvetkov (Rusia 2141).

Walau sempat menang dari Alfia Nasybullina (Rusia 2073), Chelsie harus takluk lagi dari GM Rustam Khusnutdinov (Kazakhstan 2503). Merasa tidak ada peluang lagi, Chelsie bermain remis singkat pada dua babak tersisa melawan Albert Baigildin (Rusia 2170) dan MIW Dinara Sadvakassova (Kazakhstan 2216). Ini memang untuk menghemat tenaga karena pada Senin 27 Agustus 2012 kami sudah harus terbang lagi ke Istanbul, Turki, untuk mengikuti Olimpiade Catur ke-40.

Bagaimana dengan Medina? Inilah yang membuat saya tidak merasakan betapa “gersang” kota Satka yang terletak di lembah yang dikelilingi bukti bergunung-gunung, yang sebagian sudah gundul akibat pertambangan tersebut. Sebab empat babak berikutnya Medina mencetak kemenangan demi kemenangan atas Alfia Nasybullina (Rusia 2073), Albert Baigildin (Rusia 2170), MIW Dinara Sadvakassova (Kazakhstan 2216) dan juara dunia pelajar U13 2008 MFW Alexandra Makarenko (Rusia 2128).

Sehingga menjelang satu babak terakhir Medina sudah membukukan 6 angka atau butuh setengah poin lagi untuk meraih Norma GMW keduanya. Tapi lawan terakhirnya bergelar GM! Mampukah ia mencuri setengah angka saja dari Grandmaster yang mengatakan membutuhkan satu angka penuh agar keluar sebagai runner-up dan ratingnya tidak turun itu?

Ternyata Medina mampu. Atau lebih tepatnya karena sang Grandmaster tidak tega menghancurkan impian muridnya sendiri itu. Remis pun disepakati! Anda betul, sang GM itu adalah pelatih Medina saat ini, Ruslan Scherbakov. Terima kasih coach! Medina meraih Norma GMW keduanya!

Jadi sejarah dan rekor itu sudah semakin dekat. Medina meraih Norma GMW pertamanya pada akhir tahun 2011 ketika menjuarai Kejuaraan Catur Wanita ASEAN ke-2 di Singapura. Ia butuh satu Norma GMW lagi dan rating 2300 untuk menyandang gelar tertinggi di kalangan pecatur wanita tersebut. Mungkinkah ia menggenapinya di Olimpiade Istanbul? Semoga.

Ranking Akhir

Pertandingan berlangsung di Klub Catur Vertikal, Satka, 17-25 Agustus 2012. Berikut ranking akhirnya: 1. GM Khusnutdinov 7 poin; 2. MFW Medina 6,5; 3. GM Scherbakov 6; 4. MIW Sadvakassova 5; 5-6. Nasybullina, Vaseptsov 4,5; 7. MIW Chelsie 4; 8. Baigildin 3,5; 9. Tsvetkov 2,5; 10. Makarenko 1,5 poin.

Notasi Medina vs Sadvakassova

Dalam turnamen ini, dua favorit yang mungkin meraih norma GMW adalah MIW Dinara Sadvakassova (2216) dari Kazakhstan dan Medina sendiri. Saat mereka berdua berjumpa di babak 7, keduanya sama mengumpulkan 4 poin. Jadi partai mereka berdua sangat menentukan, yang kalah otomatis tersingkir. Medina sempat kalah kualitas lebih dulu, namun ia mampu membalikkan keadaan. Inilah notasi partai menarik tersebut.

MIW Medina Warda Aulia (2218) – MIW Dinara Sadvakassova (2216)
Pembukaan Italia [C54]
Satka IM (7), 23.08.2012

1.e4 e5 2.Kf3 Kc6 3.Gc4 Gc5 4.c3 Kf6 5.d3 0–0 6.Gb3 h6 7.0–0 d5 8.Me2 dxe4 9.dxe4 Me7 10.h3 Ge6 11.Kbd2 Kh5 12.Kc4 Kg3 13.Mc2 Kxf1 14.Rxf1 Bad8 15.Ke3 Gxe3 16.Gxe3 Md6 17.Gxe6 Mxe6 18.b3 Md6 19.Re2 Ke7 20.Kh4 Bd7 21.g4 Ma6+ 22.c4 Kg6 23.Kf5 Kf4+ 24.Rf3 Mf6 25.h4 Ke6 26.Rg3 Kd4 27.Gxd4 exd4 28.Md3 Be8 29.f4 Ma6 30.a4 Ma5 31.Bd1 Mc3 32.Rf3 Mxd3+ 33.Bxd3 c5 34.e5 b6 35.h5 Be6 36.Kh4 a6 37.Re4 f6 38.Kg6 Be8 39.Rf5 fxe5 40.fxe5 Bf7+ 41.Re4 Bf1 42.a5 Be1+ 43.Rd5 Be3 44.Bd1 bxa5 45.Rxc5 d3 46.Rd6 Bb8 47.Rc7 Be8 48.c5 Bf3 49.Rd7 Bb8 50.e6 d2 51.Bxd2 Bbxb3 52.e7 Bfd3+ 53.Bxd3 Bxd3+ 54.Re6 Be3+ 55.Ke5 1–0

Rabu, 15 Agustus 2012

Pecatur Indonesia pada Babak 12


Medina Luar Biasa! Taklukkan Juara Bertahan Cori!

Medina (kanan) vs GMW Desy Cori dari Peru pada
babak ke-12 yang dimenangkan Medina.
(Photo by Kristianus Liem)
Medina luar biasa! Di belakang buah Hitam, ia menaklukkan pimpinan klasemen sementara yang juga juara bertahan GMW Deysi Cori T (2413) dari Peru pada babak keduabelas World Junior Chess Championship U20 yang berlangsung di Hotel Titania, Athena, Yunani, Selasa (14/8) malam atau Rabu (15/8) dinihari WIB.

Pujian banyak datang dari mereka yang menonton live via internet dengan link: http://www.chessdom.com/world-junior-chess-live-2/
Salah satunya datang dari anggota penasehat PB Percasi Eka Putra Wirya, “Cara ambil-ambilannya caem! Dia akan jadi pemain hebat nantinya,” kata pemilik Sekolah Catur Utut Adianto, di mana Medina dididik itu.

Walau pegang Hitam, MFW Medina Warda Aulia (2218) yang Cuma unggulan ke-15, melayani setiap langkah unggulan ke-2 GMW Deysi dalam memperebutkan penguasaan sentrum. Pada langkah ke-20, setelah pertukaran perwira ringan, posisi Medina yang menggunakan pertahanan Hindia Menteri mulai unggul karena memiliki pasangan Gajah yang aktif menguasai diagonal-diagonal penting. Pada langkah ke-23 Deysi mengorbankan kualitas (Benteng ditukar Gajah) untuk mengurangi dominasi Hitam.

Dua langkah kemudian giliran Medina yang balik mengorbankan kualitas (Benteng ditukar Gajah) karena tidak ingin inisiatifnya lepas. Lewat langkah-langkah taktis yang cantik Medina bukan saja memukul mundur Menteri Putih hingga tersudut ke petak g2, tapi juga unggul satu bidak pada langkah ke-27.

Namun Deysi menemukan manuver Mg2-h3-h5-e5 dan tiba-tiba saja Menterinya sangat aktif di sentrum. Medina tidak kalah cemerlangnya, manuver Mc4-d3-d6 kembali membatasi ruang gerak Menteri lawan kalau tidak mau ditukar. Merasa posisinya makin terdesak, Deysi mengorbankan Gajah ditukar dua bidak dengan harapan dapat melancarkan skak abadi.

Tapi langkah-langkah Medina yang presisi dalam membawa Rajanya berpindah dari sayap-raja ke sayap-menteri, kemudian penempatan perwira yang harmonis antara Gajah, Benteng dan Menteri untuk menekan petak f2 lawan, membuat Deysi menghentikan perlawanannya pada langkah ke-44. Bravo Medina! Notasi lengkap terlampir.

Hasil tersebut membuat Medina mengumpulkan 8,5 poin dan peringkat sementaranya naik ke urutan 2-6 bersama-sama GMW Nastassia Ziaziulkina (Belorusia 2342), MI Anastasia Bodnaruk (Rusia 2414), MIW Irina Bulmaga (Rumania 2380), dan GMW Deysi Cori (Peru 2413). Pimpinan klasemen diambil alih GMW Guo Qi (2358) dari Cina dengan 9 poin setelah menang atas GMW Jovana Vojinovic (2337) dari Montenegro.

Hasil Lengkap

Berikut hasil lengkap pecatur Indonesia pada babak ke-12, Selasa (14/8):

GMW Deysi Cori T (Peru 2413)-MFW Medina Warda Aulia (2218) 0-1
MIW Chelsie Monica Sihite (2162)-MIW Klara Varga (Hungaria 2181) 0,5-0,5
Farid Firman Syah (2318)-Miragha Aghayev (Italia 2187) 1-0
Muhammad Lutfi Ali (2078)-MF Giuseppe Leiva (Peru 2283) 0,5-0,5

Chelsie sementara di ranking 11 dengan 7,5 poin. Putri diikuti 67 peserta dari 41 negara. Farid di ranking 58 dengan 6,5 poin. Lutfi di ranking 92 dengan 5 poin. Putra diikuti 130 peserta dari 56 negara.

Notasi Deysi vs Medina

Berikut ini notasi partai GMW Deysi Cori vs MFW Medina Warda Aulia yang berlangsung di babak ke-12, Selasa (14/8) pukul 17.00 waktu setempat atau pukul 21.00 WIB.

Cori,T  Deysi (2413) - Medina,Warda Aulia (2218) [E15]
WGCC Athens (12.1), 14.08.2012

1.d4 e6 2.c4 Kf6 3.Kf3 b6 4.g3 Gb4+ 5.Kbd2 Ga6 6.Mc2 0–0 7.Gg2 d5 8.0–0 c5 9.dxc5 Gxc5 10.a3 Kbd7 11.Ma4 Gb7 12.cxd5 Gxd5 13.b4 Ge7 14.Gb2 a5 15.b5 Kc5 16.Md1 Kfe4 17.Kxe4 Gxe4 18.Gd4 Md5 19.Gxc5 Mxc5 20.Ma4 Gc2 21.Mf4 Gf6 22.Bac1 Gb2 23.Bxc2 Mxc2 24.Kg5 h6 25.Gxa8 hxg5 26.Mf3 g4 27.Mg2 Gxa3 28.e3 Bd8 29.Ge4 Me2 30.h3 Gc5 31.hxg4 Mxg4 32.Gf3 Mc4 33.Mh3 Bd2 34.Mh5 a4 35.Me5 Md3 36.Ge4 Md6 37.Mh5 g6 38.Gxg6 fxg6 39.Mxg6+ Rf8 40.Mh6+ Re8 41.Mg6+ Rd7 42.e4 Mf8 43.Mh7+ Rc8 44.Mh3 Rb8 0–1


Selasa, 14 Agustus 2012

Pecatur Indonesia pada Babak 11


Setelah Taklukkan Zhansaya, Medina Tantang Juara Bertahan Cori 

Medina (kaos kuning kiri) ketika mengalahkan Zhansaya
pada babak ke-11. (Photo by Kristianus Liem)
Hari ini, Selasa (14/8) pukul 21.00 WIB atau pukul 17.00 waktu Yunani, suatu kehormatan besar diperoleh pecatur putri Indonesia unggulan ke-15 MFW Medina Warda Aulia (rating 2218) untuk bertanding di meja satu pada babak keduabelas World Junior Chess Championship U20 yang berlangsung di Hotel Titania, Athena, Yunani. Medina akan berhadapan melawan pimpinan klasemen sementara yang juga merupakan juara bertahan GMW Cori T Deysi (2413) dari Peru.

Pertandingan tersebut dapat ditonton live via internet dengan link: http://www.chessdom.com/world-junior-chess-live-2/

Medina, 14 tahun, mendapat kehormatan tersebut setelah menang meyakinkan pada babak ke-11 atas bocah ajaib Kazakhstan MIW Zhansaya Abdumalik (2193) Senin (13/8) malam atau Selasa pagi WIB. Konon Zhansaya, 12 tahun, sudah mengantongi gelar GMW dan hanya menunggu ratingnya mencapai angka 2300 baru dapat menyandang gelar tersebut di depan namanya.

Partai yang dapat ditonton live tersebut memperlihatkan strategi yang
dipersiapan pada malam sebelumnya berjalan dengan mulus. Medina untuk pertama kalinya menggunakan Variasi Ikatan Maroczy dalam menjawab pertahanan Sisilia Kan yang digunakan Zhansaya. Pada langkah ke-9 Medina mengorbankan satu bidak di e4. Dengan bidak tumpuk di lajur-c dan kehilangan bidak sentrum e4 sepertinya Putih salah jalan. Namun sesungguhnya itu perangkap!

Pada langkah ke-14 inisiatif sudah dikuasai Medina. Setelah pertukaran Menteri di langkah ke-17, Putih menguasai lapangan dengan pasangan Gajah dan pasangan Benteng yang aktif, sementara Benteng dan Gajah Zhansaya masih di petak asalnya. Pada langkah ke-19 Zhansaya memutuskan mengembalikan kelebihan bidaknya untuk melepaskan diri dari tekanan.

Upaya Zhansaya tidak sepenuhnya berhasil. Pada langkah ke-25 Medina mendapatkan bidak bebas terjaga yang sudah mencapai petak d6! Pada langkah ke-28 bidak d6 sepertinya bakal jatuh, tapi kalau itu diambil maka Hitam akan kalah satu Benteng atau mat pada baris terakhir. Setelah bidak d6 Medina didukung penuh bidak-c yang mencapai petak c5, cengkeraman Putih semakin kuat. Zhansaya menyerah pada langkah ke-40 setelah korban Bentengnya tidak mampu mengurangi cengkeraman Medina. Notasi lengkap terlampir.

Hasil tersebut membuat Medina mengumpulkan 7,5 poin dan peringkat sementaranya naik ke urutan 5-9. Pimpinan klasemen diduduki sendirian oleh GMW Cori T Deysi (2413) dari Peru dengan 8,5 poin. Peringkat 2-4 dengan 8 poin diduduki bersama oleh GMW Nastassia Ziaziulkina (2342) dari Belorusia, GMW Guo Qi (2358) dari Cina, dan MI Anastasia Bodnaruk (2414) dari Rusia.

Hasil Lengkap

Berikut hasil lengkap pecatur Indonesia pada babak ke-11, Senin (13/8):

MIW Chelsie Monica Sihite (2162)-MI Anastasia Bodnaruk ( Rusia 2414) 0-1
MFW Medina Warda Aulia (2218)-MIW Abdumalik Zhansaya (Kazakhstan 2193) 1-0
JonathanEdwards (Skotlandia 2170)-Farid Firman Syah (2318) 0-1
Michelakos Panagiotis (Yunani 2185)-Muhammad Lutfi Ali (2078) 0,5-0,5

Notasi Medina vs Zhansaya

Berikut ini notasi partai MFW Medina Warda Aulia vs MIW Zhansaya Abdumalik yang berlangsung di babak ke-11, Senin (13/8) pukul 17.00 waktu setempat atau pukul 21.00 WIB.

 Medina,Warda Aulia (2218) - Abdumalik,Zhansaya (2193) [B41]
WGCC Athens (11.7), 13.08.2012

1.e4 c5 2.Kf3 e6 3.d4 cxd4 4.Kxd4 a6 5.c4 Kf6 6.Kc3 Mc7 7.Ge2 Gb4 8.0–0 Gxc3 9.bxc3 Kxe4 10.Gf3 Kc5 11.Kb3 0–0 12.Kxc5 Mxc5 13.Mb3 d6 14.Ga3 Mc7 15.Bfd1 Bd8 16.Bab1 Kc6 17.Mb6 Mxb6 18.Bxb6 d5 19.h4 Gd7 20.cxd5 Ke5 21.Ge7 Ga4 22.Bd4 Bd7 23.Bxa4 Kxf3+ 24.gxf3 Bxe7 25.d6 Bd7 26.Bc4 e5 27.Bc7 Bad8 28.c4 g5 29.c5 Rg7 30.Bbxb7 Bxc7 31.Bxc7 gxh4 32.d7 Rf6 33.c6 Bg8+ 34.Rh2 Re7 35.Bc8 Bd8 36.Rh3 f6 37.Rxh4 h5 38.Rxh5 Bxd7 39.cxd7 Rxd7 40.Ba8 1–0

Senin, 13 Agustus 2012

Pecatur Indonesia pada Babak 10


Chelsie Taklukkan GMW Aleksandra Goryachkina dari Rusia

Chelsie Monica Sihite (lengan panjang biru) ketika
menundukkan GMW Aleksandra Goryachkina dari Rusia
di babak ke-10. (Photo by Kristianus Liem)
Pecatur putri Indonesia unggulan ke-23 MIW Chelsie Monica Sihite (rating Elo 2162), secara gemilang menundukkan unggulan ke-6 GMW Aleksandra Goryachkina (2361) dari Rusia pada babak kesepuluh World Junior Chess Championship U20 yang berlansung di Hotel Titania, Athena, Yunani, pada Minggu (12/8) malam atau Senin (13/8) dinihari WIB. Pertandingan menggunakan sistem Swiss 13 babak hingga 15 Agustus 2012.

Chelsie di belakang buah hitam memainkan pertahanan Hindia Nimzo. Aleksandra yang tak mau terkecoh persiapan lawan memainkan variasi Rubinstein 4.e3 yang kokoh. Pada langkah ke-19 Chelsie memancing korban satu bidak yang diambil Aleksandra dua langkah kemudian. Chelsie mendapat kompensasi berupa sepasang Gajah.

Permainan pun berkembang liar dengan berbagai kemungkinan taktis yang rumit. Aleksandra menolak korban kualitas yang ditawarkan Chelsie. Ia berusaha mempertahankan kelebihan satu bidaknya di petak e6. Hal itu dimanfaatkan Chelsie dengan mengembangkan kedua Bentengnya menguasai lajur-b dan lajur-d terbuka serta baris keempat. Aleksandra yang tidak ingin Kudanya off-side di a5, memilih petak d4 yang justru menyebabkan kalah kualitas (Kuda dan Gajahnya ditukar oleh Benteng Chelsie) pada langkah ke-38.

Setelah itu Chelsie main dengan sabar dan akurasi tinggi membuat usaha Aleksandra untuk mempromosikan bidak bebasnya tidak kesampaian. Setelah konsolidasi memperbaiki pertahanan sayap-rajanya, Chelsie pada langkah ke-49 mulai melancarkan serangan balik berupa mempromosikan bidak bebasnya pada lajur-a. Aleksandra menyerah pada langkah ke-64 setelah melihat ia harus mengorbankan Kudanya untuk mencegah bidak tersebut promosi. Pertarungan menegangkan yang bisa ditonton live via internet ini berlangsung lima jam lebih. Notasi lengkap terlampir.

Hasil tersebut membuat Chelsie mengumpulkan 7 poin dan sementara berada di peringkat 4-7, berbeda setengah poin dari pimpinan klasemen sementara yang ditempati tiga pecatur, GMW Guo Qi (2358) dari Cina, sang juara bertahanan GMW Cori T Deysi (2413) dari Peru, dan MIW Meri Arabidze (2379) dari Georgia.

Notasi Chelsie vs Aleksandra

Berikut ini notasi partai GMW Aleksandra Goryachkina vs MIW Chelsie Monica Sihite yang berlangsung di babak ke-10, Minggu mulai pukul 17.00 waktu setempat atau pukul 21.00 WIB.

Goryachkina,Aleksandra (2361) - Sihite,Chelsie Monica (2162) [E40]
WGCC Athens (10.6), 12.08.2012

1.d4 Kf6 2.c4 e6 3.Kc3 Gb4 4.e3 c6 5.Gd3 d5 6.a3 Ga5 7.b4 Gc7 8.Kf3 Kbd7 9.Gb2 0–0 10.0–0 Me7 11.e4 dxc4 12.Gxc4 e5 13.dxe5 Kg4 14.e6 fxe6 15.g3 b5 16.Gb3 Gb6 17.Kb1 c5 18.h3 Kgf6 19.e5 Ke4 20.Gd5 exd5 21.Mxd5+ Rh8 22.Mxe4 Bb8 23.Kbd2 Gb7 24.Mh4 Gd8 25.Mxe7 Gxe7 26.e6 Kb6 27.bxc5 Ka4 28.c6 Gxc6 29.Ke5 Gd5 30.Gd4 Bb7 31.Bfe1 Rg8 32.Kd3 Bd8 33.Kf4 Gc6 34.Kb3 Ge8 35.Ge5 g5 36.Kg2 b4 37.axb4 Bxb4 38.Kd4 Bdxd4 39.Gxd4 Bxd4 40.Bec1 a6 41.Ke3 Gf6 42.Bc8 Bd8 43.Bac1 Kb6 44.B8c5 Bd6 45.Kg4 Ge7 46.Kh6+ Rf8 47.Kf5 Bd5 48.Bxd5 Kxd5 49.Bc8 a5 50.Ba8 Gb4 51.Ba7 Kf6 52.Ba8 a4 53.h4 gxh4 54.gxh4 h5 55.Rf1 Kd5 56.Ba7 Ke7 57.Kg3 Rg7 58.Bb7 a3 59.Kf5+ Rf6 60.Kd4 Gd6 61.Kc2 Gg6 62.Ka1 Ge5 63.Kb3 Gc2 64.f4 Gb2 0–1


Hasil lengkap kelompok putri dapat dilihat di link: http://www.chess-results.com/tnr76325.aspx?art=0&lan=1&turdet=YES&flag=30
Hasil lengkap kelompok putra dapat dilihat di link: http://www.chess-results.com/tnr76324.aspx?art=0&lan=1&turdet=YES&flag=30
Siaran langsung dapat dilihat di link: http://www.chessdom.com/world-junior-chess-live-2/

Kamis, 02 Agustus 2012

Peserta Terbanyak dari Yunani dan India


Yunani menurunkan 20 orang, India 11 dan Rusia 9 orang

Pertandingan berlangsung di Hotel Titania, Athena, Yunani.
Di bagian putri ada 67 peserta yang datang dari 41 negara. Tercatat 7 peserta bergelar GMW, 1 MI, 12 MIW dan 9 MFW. Peserta terbanyak adalah tuan rumah Yunani dengan 8 orang. Lalu Rusia 5 orang, tiga di antaranya bergelar GMW. India dan Rumania 3 orang. Ada 10 negara yang mengirimkan dua orang wakilnya, seperti Cina, Inggris, Jerman, Ukraina, Georgia dan termasuk Indonesia.

Di bagian putri ini ada satu orang yang bergelar MI putra, yaitu Anastasia Bodnaruk dari Rusia. Ratingnya juga di atas 2400, persisnya 2414! Sedang dari tujuh yang bergelar GMW, satu di antaranya juga memiliki rating di atas 2400, yaitu juara bertahan Deysi Cori (2413) dari Peru.

Di bagian putra ada 130 peserta yang datang dari 56 negara. Tercatat 12 peserta bergelar GM, 32 MI, dan 23 MF. Peserta terbanyak adalah tuan rumah Yunani dengan 22 orang. Lalu India 8 orang. Turki, Italia, Inggris dan Belgia masing-masing mengirim 5 orang. Rusia dan Cina 4 orang. Ukraina, Norwegia, Jerman, Kolumbia dan Armenia masing-masing 3 orang. Ada 10 negara yang mengirimkan dua orang wakilnya, seperti Brasil, Australia, Swiss, Afrika Selatan dan termasuk Indonesia.

Di bagian putra ini ada enam orang yang bergelar GM dan ratingnya di atas 2600. Dua dari Cina, yaitu Ding Liren (2695) dan Yu Yangyi (2635). Yaroslav Zherebukh (2629) dari Ukraina, dan Richard Rapport (2605) dari Hungaria. Nama yang disebut terakhir ini menyandang gelar GM saat berusia 13 tahun 11 bulan 15 hari!


Rabu, 01 Agustus 2012

Setelah 20 Tahun


Pecatur Indonesia Muncul Kembali di Kejuaraan Dunia Junior

Lutfi Ali, Ruslan Scherbakov, Chelsie Monica, Medina Aulia,
 dan Farid Firman dengan latar belakang kota Athena.
 (Photo by Kristianus Liem)
PB Percasi mengirimkan dua pecatur putri dan dua pecatur putra pada ajang paling bergengsi untuk kejuaraan dunia junior di bawah usia 20 tahun, yaitu World Junior Chess Championship yang berlangsung di Athena, Yunani, 1-16 Agustus 2012. Mereka adalah MIW Chelsie Monica Sihie, MFW Medina Warda Aulia, serta Farid Firman Syah dan Muhammad Lutfi Ali di bagian putra. Sudah dua puluh tahun PB Percasi tidak pernah mengirimkan pecaturnya pada event ini karena hasil yang dicapai umumnya peringkat tengah ke bawah.

Ide untuk kembali mengirimkan pecatur ke World Junior Chess Championship U20 ini datang dari Wakil Ketua Umum PB Percasi Utut Adianto. “Kita perlu tahu di mana posisi pecatur junior terbaik Indonesia di peta dunia,” kata Utut yang juga Wakil Ketua Komisi X DPR RI itu.

Event bergengsi ini sudah diselenggarakan sejak tahun 1951 dan empat juara turnamen ini pernah menjadi juara dunia sejati, yaitu Boris Spassky, Anatoly Karpov, Garry Kasparov (ketiganya dari Rusia) dan juara dunia saat ini Viswanathan Anand dari India.

Untuk kelompok putri, event ini baru dimulai pada tahun 1982. Juara turnamen ini yang kemudian menjadi juara dunia adalah GM Zhu Chen dari Cina (saat ini warga negara Qatar). Sementara yang menjadi pecatur top dunia antara lain GM Koneru Humpy (India), GM Zhao Xue (Cina) dll.