Rabu, 09 Mei 2012

Irene Masih Tetap Memimpin

Laporan wartawan KOMPAS Khaerudin

Posisi terakhir ketika remis disepakati pada langkah ke-30.
Irene unggul satu bidak dalam posisi berimbang.
Ho Chi Minh City, Kompas - Pecatur putri terbaik Indonesia, Irene Kharisma Sukandar, terus memimpin pada kategori women standard chess hingga babak kelima Asian Continental Chess Championships di Ho Chi Minh City, Vietnam, Rabu (9/5). Meski bermain remis dengan pecatur asal China, Zhao Xue, perolehan poin Irene berada di atas pecatur lainnya. Irene memimpin klasemen sementara dengan 4,5 poin.
Hasil bagus yang diraih Irene tak diikuti pecatur putra terbaik Indonesia, Susanto Megaranto. Ia kalah dari pecatur India, Negi Parimarjan. Posisi Susanto, yang sehari sebelumnya berada di peringkat kelima klasemen pada kategori open standard chess, turun ke peringkat sembilan dengan 3,5 poin.
Hasil remis Irene sebenarnya cukup bagus mengingat kelas Zhao di atas rata-rata pecatur lain di kejuaraan ini. Zhao merupakan satu-satunya pecatur dengan gelar GM di kategori women standard chess. Dia juga menempati unggulan pertama karena memiliki elo rating tertinggi, 2.549. Zhao menempati peringkat ketiga pada Kejuaraan Dunia tahun 2010.
Memegang buah putih, Irene melakukan pembukaan Giuoco Piano alias permainan Italia. Pembukaan ini bertujuan merebut petak sentrum. Hingga langkah ke-27, Irene berusaha menukar kudanya dengan kuda lawan di petak d3 dan e5. Namun, Zhao menolak. Dia terus melakukan pengulangan langkah di petak c5 dan e4 untuk menghindari penukaran tersebut. Dengan tiga kali bangunan yang sama, akhirnya kedua pemain menyepakati remis.
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia Kristianus Liem mengatakan, hasil remis Irene ini tergolong bagus. Selain karena sosok lawannya, perolehan poin Irene juga masih memimpin. Irene membutuhkan tambahan 2,5 poin dari empat babak tersisa untuk dapat menjadi juara kejuaraan ini. Jika meraih gelar juara, ia mendapat tiket langsung lolos ke Kejuaraan Dunia catur putri pada 2015.
”Kalau dibandingkan Irene, Zhao bisa dibilang monster. Dia baru beberapa waktu lalu juara di grand prix catur yang kelasnya lumayan berat. Belum lagi dia pernah jadi peringkat ketiga Kejuaraan Dunia. Bisa saja Irene cukup satu kali menang dan tiga kali remis,” kata Kristianus kepada wartawan Kompas,Khaerudin, di Ho Chi Minh City.
Salah langkah
Sampai langkah ke-24, Susanto masih unggul. Pada langkah berikut, Susanto memainkan benteng lajur a ke e8.
Kelihatannya ini langkah normal untuk menguasai lajur. Namun, kata Kristianus, jika Susanto menggerakkan menteri, ia tetap bisa mempertahankan keunggulan posisinya dari Negi. Sebaliknya, Negi pada langkah ke- 26 menjalankan pion ke f3. Setelah langkah Negi ini, Susanto praktis tak bisa mengembangkan permainan. ”Susanto harus kerja keras untuk bisa menempati lima besar. Dia harus mencari kemenangan di empat babak terakhir,” katanya.
Untuk kategori open standard chess, lima besar kejuaraan lolos ke Piala Dunia 2014. (BIL)
Notasi Irene
Sukandar,Irine Kharisma (2288) - Zhao,Xue (2549) [C54]
Asian Women 2012 Ho Chi Minh (5.1), 09.05.2012

1.e4 e5 2.Kf3 Kc6 3.Gc4 Gc5 4.c3 Kf6 5.d3 0–0 6.Gb3 d5 7.Me2 a5 8.a4 Ge6 9.Gc2 h6 10.Kbd2 Be8 11.h3 Gb6 12.Kf1 Kd7 13.exd5 Gxd5 14.Ke3 Ge6 15.0–0 Kc5 16.Kc4 Gxc4 17.dxc4 e4 18.Ke1 f5 19.Ge3 Mf6 20.Bd1 Ke6 21.Gxb6 cxb6 22.f3 e3 23.f4 g6 24.Mxe3 Kc5 25.Mf3 Be7 26.Kd3 Ke4 27.Ke5 Kc5 28.Kd3 Ke4 29.Ke5 Kc5 30.Kd3 Ke4 ½–½

1 komentar:

Bintang Antik Sejahtera mengatakan...

Selamat dan sukses atas pembinaan Dunia Catur diIndonesia semoga kedepan bisa lebih berprestasi dikancah Internasional..

Salam Pengrajin catur Marmer
Tulungagung