Kamis, 10 Mei 2012

Mungkinkah Irene Kharisma Menciptakan Sejarah?


MI Batkhuyag Munguntuul vs GMW Irene Kharisma Sukandar
(Photo by Kristianus Liem)

Kejuaraan Catur Asia di Ho Chi Minh City, Vietnam, sudah memasuki dua pertiga dari rencana sembilan babak sistem Swiss. Pecatur putri andalan Indonesia GMW Irene Kharisma Sukandar (rating 2288) tampil luar biasa selama enam babak pertama dengan membukukan 5,5 angka hasil dari lima kali menang dan sekali seri dari unggulan pertama GM Zhao Xue (rating 2549) dari Cina.

Dalam klasemen sementara hingga Jumat (11/5) sore, Irene berada di puncak dengan perbedaan satu angka dari peringkat kedua hingga kelima, yaitu GMW Nguyen Thi Thanh An (VIE 2301), GM Zhao Xue (CHN 2549), GMW Mary Ann Gomes (IND 2378) dan GMW Ding Yixin (CHN 2353). Nama terakhir ini menjadi lawan Irene di babak ke-7 yang berlangsung Jumat (11/5) mulai pukul 14.30 waktu Vietnam (tidak ada perbedaan waktu dengan Indonesia bagian Barat).

Hasil yang dicapai Irene ini memang sangat luar biasa, yang membuka peluang baginya untuk menciptakan sejarah menjadi putri pertama Indonesia yang mampu lolos ke Kejuaraan Dunia Wanita 2015. Sejauh ini hanya dua pecatur putra Indonesia yang mampu lolos ke Piala Dunia Catur FIDE, yaitu GM Utut Adianto (lima kali) dan GM Susanto Megaranto (dua kali).

Dari tiga babak tersisa, Irene membutuhkan dua angka (cukup menang sekali dan remis dua kali) untuk memastikan gelar juara. Sebab GM Zhao Xue yang tertinggal satu angka dari Irene, memiliki kapasitas untuk memenangkan tiga babak tersisa. Kalau misalnya itu terjadi, maka Irene unggul dalam perhitungan tie-break kedua yang menggunakan perhitungan rating rata-rata lawan. Perhitungan tie-break pertama adalah head to head di antara mereka berdua, di mana Irene vs Zhao berakhir remis.

Irene sejauh ini memperlihatkan dalam kondisi top form terlihat dari gaya main (lihat lampiran notasi Irene vs Munguntuul) maupun hasil pertandingannya. Pada empat babak awal berturut-turut Irene menundukkan lawan: Pham Thi Thu Hoai (VIE 1956), Wang Jue (CHN 2361), GMW Tan Zhongyi (CHN 2430), dan GMW Batchimeg Tuvshintugs (MGL 2363). Lalu remis dari GM Zhao Xue (CHN 2549). Dan terakhir di babak enam Irene menaklukkan MI Batkhuyag Munguntuul (MGL 2451).

Kalau Irene tidak menjadi over convindent atau takabur, peluangnya sangat besar untuk menciptakan sejarah menjadi perempuan pertama yang lolos ke Kejuaraan Dunia Catur Wanita 2015. Kita Bangsa Indonesia tentu ikut berdoa untuk keberhasilan tersebut.
Berikut ini notasi babak ke-6 antara GMW Irene Kharisma Sukandar (2288) vs MI Batkhuyag Munguntuul (2451) dari Mongolia.

Munguntuul, Batkhuyag - Sukandar, Irene Kharisma
Ho Chi Minh (6), 10.05.2012
Pertahanan Sisilia Scheveningen [B82]
Posisi terakhir saat Munguntuul menyerah.

1.e4 c5 2.Kf3 e6 3.d4 cxd4 4.Kxd4 Kc6 5.Kc3 d6 6.Ge3 Kf6 7.f4 Gd7 8.Mf3 Kxd4 9.Gxd4 Ma5 10.e5 Kd5 11.f5 0–0–0 12.fxe6 Gxe6 13.0–0–0 dxe5 14.Gxe5 Gb4 15.Gc4 Kxc3 16.Gxc3 Gxc4 17.Mg4+ Rb8 18.Mxc4 Gxc3 19.bxc3 Bc8 20.Mb4 [untuk 20.Mxf7 Mxc3 21.Mb3 Ma1+ 22.Mb1 Bxc2+ 23.Rxc2 Bc8+ 24.Rd3 Mc3+ 25.Re2 Be8+ 26.Rf1 Mf6+ 27.Rg1 Be2 dan mat dalam tujuh langkah] 20...Mg5+ 21.Rb2 Bc6 22.Me4 Ma5 23.Bd3 Ba6 24.Md5 Ma3+ 25.Ra1 Bb6 26.Bb1 Bxb1+ 27.Rxb1 Be8 28.Md6+ Mxd6 29.Bxd6 Rc7 30.Bd2 f5 31.Rb2 Rc6 32.h4 Be4 33.g3 Bg4 34.Bd3 g6 35.Rb3 h5 36.Be3 Rd6 37.c4 f4 38.gxf4 Bxh4 39.c5+ Rxc5 40.f5 gxf5 41.Be5+ Rd4 42.Bxf5 Bh1 43.c3+ Re4 44.Bf7 Rd5 45.Rc2 Rc6 46.Bf6+ Rc5 47.Bf7 Rb6 48.Bh7 h4 49.Rb3 h3 50.Bh5 Rc6 51.a4 Rd6 52.Rc4 h2 53.Bh6+ Rc7 54.Rc5 b6+ 55.Rc4 a6 56.Bh7+ Rd8 57.Bh8+ Re7 58.Bh7+ Rf8 59.Bh8+ Rg7 60.Bh5 b5+ 61.axb5 axb5+ 62.Rc5 b4 63.cxb4 Bc1+ 64.Rd6 h1M 65.Bxh1 Bxh1 66.b5 Bb1 67.Rc6 Rf7 68.b6 Re7 69.Rc7 Bc1+ 70.Rb8 Rd7 71.b7 Bb1 0–1

Rabu, 09 Mei 2012

Irene Masih Tetap Memimpin

Laporan wartawan KOMPAS Khaerudin

Posisi terakhir ketika remis disepakati pada langkah ke-30.
Irene unggul satu bidak dalam posisi berimbang.
Ho Chi Minh City, Kompas - Pecatur putri terbaik Indonesia, Irene Kharisma Sukandar, terus memimpin pada kategori women standard chess hingga babak kelima Asian Continental Chess Championships di Ho Chi Minh City, Vietnam, Rabu (9/5). Meski bermain remis dengan pecatur asal China, Zhao Xue, perolehan poin Irene berada di atas pecatur lainnya. Irene memimpin klasemen sementara dengan 4,5 poin.
Hasil bagus yang diraih Irene tak diikuti pecatur putra terbaik Indonesia, Susanto Megaranto. Ia kalah dari pecatur India, Negi Parimarjan. Posisi Susanto, yang sehari sebelumnya berada di peringkat kelima klasemen pada kategori open standard chess, turun ke peringkat sembilan dengan 3,5 poin.
Hasil remis Irene sebenarnya cukup bagus mengingat kelas Zhao di atas rata-rata pecatur lain di kejuaraan ini. Zhao merupakan satu-satunya pecatur dengan gelar GM di kategori women standard chess. Dia juga menempati unggulan pertama karena memiliki elo rating tertinggi, 2.549. Zhao menempati peringkat ketiga pada Kejuaraan Dunia tahun 2010.
Memegang buah putih, Irene melakukan pembukaan Giuoco Piano alias permainan Italia. Pembukaan ini bertujuan merebut petak sentrum. Hingga langkah ke-27, Irene berusaha menukar kudanya dengan kuda lawan di petak d3 dan e5. Namun, Zhao menolak. Dia terus melakukan pengulangan langkah di petak c5 dan e4 untuk menghindari penukaran tersebut. Dengan tiga kali bangunan yang sama, akhirnya kedua pemain menyepakati remis.
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia Kristianus Liem mengatakan, hasil remis Irene ini tergolong bagus. Selain karena sosok lawannya, perolehan poin Irene juga masih memimpin. Irene membutuhkan tambahan 2,5 poin dari empat babak tersisa untuk dapat menjadi juara kejuaraan ini. Jika meraih gelar juara, ia mendapat tiket langsung lolos ke Kejuaraan Dunia catur putri pada 2015.
”Kalau dibandingkan Irene, Zhao bisa dibilang monster. Dia baru beberapa waktu lalu juara di grand prix catur yang kelasnya lumayan berat. Belum lagi dia pernah jadi peringkat ketiga Kejuaraan Dunia. Bisa saja Irene cukup satu kali menang dan tiga kali remis,” kata Kristianus kepada wartawan Kompas,Khaerudin, di Ho Chi Minh City.
Salah langkah
Sampai langkah ke-24, Susanto masih unggul. Pada langkah berikut, Susanto memainkan benteng lajur a ke e8.
Kelihatannya ini langkah normal untuk menguasai lajur. Namun, kata Kristianus, jika Susanto menggerakkan menteri, ia tetap bisa mempertahankan keunggulan posisinya dari Negi. Sebaliknya, Negi pada langkah ke- 26 menjalankan pion ke f3. Setelah langkah Negi ini, Susanto praktis tak bisa mengembangkan permainan. ”Susanto harus kerja keras untuk bisa menempati lima besar. Dia harus mencari kemenangan di empat babak terakhir,” katanya.
Untuk kategori open standard chess, lima besar kejuaraan lolos ke Piala Dunia 2014. (BIL)
Notasi Irene
Sukandar,Irine Kharisma (2288) - Zhao,Xue (2549) [C54]
Asian Women 2012 Ho Chi Minh (5.1), 09.05.2012

1.e4 e5 2.Kf3 Kc6 3.Gc4 Gc5 4.c3 Kf6 5.d3 0–0 6.Gb3 d5 7.Me2 a5 8.a4 Ge6 9.Gc2 h6 10.Kbd2 Be8 11.h3 Gb6 12.Kf1 Kd7 13.exd5 Gxd5 14.Ke3 Ge6 15.0–0 Kc5 16.Kc4 Gxc4 17.dxc4 e4 18.Ke1 f5 19.Ge3 Mf6 20.Bd1 Ke6 21.Gxb6 cxb6 22.f3 e3 23.f4 g6 24.Mxe3 Kc5 25.Mf3 Be7 26.Kd3 Ke4 27.Ke5 Kc5 28.Kd3 Ke4 29.Ke5 Kc5 30.Kd3 Ke4 ½–½

Peluang Irene Terbuka Lebar


Laporan Wartawan KOMPAS Khaerudin

Babak 5: GMW Irene vs GM Zhao Xue. (Photo by Kristianus Liem) 
HO CHI MINH CITY, KOMPAS.com — Peluag Irene Kharisma Sukandar untuk menjuarai Asian Continental Chess Championship di kategori women standard chess terbuka lebar jika dia mampu mengalahkan lawannya pada babak kelima, pecatur asal China, Zhao Xue. Pertarungan Irene dan Zhao akan berlangsung Rabu (9/5/2012) sore nanti di Ho Chi Minh City, Vietnam.

Selain menempati unggulan pertama, Zhao adalah satu-satunya pecatur putri di kejuaraan ini yang memegang gelar Grand Master. Pecatur putri lainnya hanya sebatas pemegang gelar Women Grand Master. Irene salah satunya. Irene merupakan satu-satunya pecatur putri Indonesia yang memegang gelar Women Grand Master.

Wartawan Kompas Khaerudin melaporkan dari Ho Chi Minh City, setelah di empat babak sebelumnya Irene mampu menyapu bersih semua kemenangan, kini dia menghadapi lawan yang benar-benar tangguh. Zhao pemegang elo rating tertinggi di kategori women standard chess, yakni 2549. Sementara itu rating Irine baru 2288.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB Percasi Kristianus Liem mengakui bahwa peluang untuk menjadi juara bagi Irine memang cukup berat. Babak-babak selanjutnya Irine bakal menghadapi pecatur yang lebih tangguh yang dia kalahkan di babak sebelumnya. Akan tetapi, kata Kristianus, bukan berarti Irene tak bisa jadi juara.

Dalam dua kali kejuaraan serupa, Irene bisa mencapai peringkat keempat dan kelima. "Artinya, itu sudah mendekati untuk jadi peringkat pertama," katanya.

Mengalahkan Zhao, kata Kristianus, akan semakin mendekatkan Irene ke tangga juara Asian Continental Chess Championship. Apalagi untuk kategori women standard chess, hanya juara yang langsung lolos ke Piala Dunia putri tahun 2015.


Sabtu, 05 Mei 2012

Putri Indonesia Tampil Luar Biasa!


Medina dan Virda Taklukkan GMW Cina dan India!

Menghadapi persaingan yang begitu ketat pada Asia Continental Chess Championship ke-11 yang dimulai Sabtu 5 Mei 2012 di First Hotel, Tan Binh, Ho Chi Minh City, Indonesia yang menurunkan enam pecatur putri terbaiknya langsung tampil menggebrak di babak pertama.

Depan adalah GMW Irene Kharisma vs Pham Thi Thu Hoai (VIE 1956)
dan Virda Rizka vs GMW Ghate Swathi (IND 2286)
Photo by Kristianus Liem
Kecuali GMW Irene Kharisma Sukandar (2288), praktis lima pecatur putri Indonesia lainnya menghadapi lawan yang di atas kertas jauh di atas mereka, namun kelimanya mampu memberikan perlawanan ketat dan bahkan membuat kejutan!

MIW Medina Warda Aulia (2172) yang sedang mengejar Norma GME keduanya, tertekan sejak pembukaan menghadapi GMW Guo Qi (2360) dari Cina, tapi tampil kreatif dan pantang menyerah Medi kemudian berhasil membalikkan keadaan dan menang pada angkah ke-76.

Sang kakak Virda Rizka Aula (1769) yang menghadapi GMW Ghate Swathi (2286) dari India tampil tanpa beban sehingga permainannya lepas! “Saat unggul satu posisi, aku main seperti biasa aja. Waktu unggul satu bidak aku juga main masih normal aja, tapi begitu unggul kualitas, aku malah grogi,” tutur Virda.

“Tanganku sampai gemetar waktu menjalankan bidak. Lawanku melihat jelas tanganku yang gemetar itu,” sambung kakak Medina ini. “Aku jadi malu dan berusaha menenangkan diri dengan bangun jalan ambil minum, lalu jalan ke toilet. Pokoknya berusaha menenangkan diri,” cerita Virda lebih lanjut. Ini memang pengalaman pertamanya menghadapi lawan bergelar GMW, dan menang lagi, padalangkah ke-34!

Hasil lengkap pecatur putri Indonesia:

Babak 1
GMW Irine Kharisma Sukandar (2288)-Pham Thi Thu Hoai (VIE 1956) 1-0
Wang Jue (CHN 23610)-MIW Chelsie Monica Sihite (2181) 1-0
GMW Guo Qi (CHN 2360)-MIW Medina Warda Aula (2172) 0-1
MFW Dwi AA Citra (2112)-MIW Nafisa Muminova (UZB 2338) 0,5-0,5
MIW Guliskhan Nakhbayeva (KAZ 2309)-MNW Jemi Jelsen (2007) 1-0
MNW Virda Rizka Aulia (1769)-GMW Ghate Swathi (IND 2286) 1-0

Hasil lengkap pecatur putra Indonesia:

Babak 1
MF Pitra Andika (2327)-GM Susanto Megaranto (2517) 0-1
MI Venkatesh MR (IND 2517)-MF Hamdani Rudin (2322) 1-0
MI Irwanto Sadiin (2419)-GM Rinat Jumabayev (KAZ 2556) 1-0
GM Adhiban B (IND 2555)-MI Awam Wahono (2405) 1-0
MF Deni Sonjaya (2321)–MI Gundavaa Bayarsaikhan (MGL 2516) 0-1
GM Do Thien Hai (VIE 2514)-MF Anjas Novita (2304) 0-1
GM Laylo Darwin (PHI 2502)-Farid Firman Syah (2285) 1-0