Rabu, 15 Juni 2011

Empat Emas dari Blitz Perorangan


Setelah ASEAN+ Age Group Chess Championship menyelesaikan satu nomor pertandingan, yaitu nomor blitz lima menit, terlihat bahwa dominasi Vietnam tampaknya sulit digeser. Hal tersebut tercermin jelas dari jumlah medali perorangan yang tersebar.

Vietnam berada di peringkat teratas dengan 8 emas 3 perak dan 11 perungu; disusul Filipina dengan 5 emas 5 perak 3 perungu; kemudian Indonesia 4 emas 1 perak 2 perungu; lalu Malaysia 1 emas 1 perak. Jika nomor blitz senior di atas 50 tahun juga dihitung, maka Singapura mendapat 1 emas atas nama Ignatius Leong, Indonesia ketambahan 1 perak atas nama Mus Santoso yang merupakan ayah dari Dewi AA Citra, dan Vietnam tambah 1 perungu.

Selain nomor perorangan, sebetulnya juga ada nomor beregu, tetapi nomor beregu tidaklah dipertandingkan, melainkan angkanya diambil dari jumlah tiga pecatur terbaik setiap negara di nomor perorangan.

Empat medali emas Indonesia diperoleh dari nama-nama yang tidak terlalu asing, yaitu Dita Karenza di KU12 putri; Medina Warda Aulia di KU20 putri; Constantius Leonardo Pratama di KU10 putra dan Baskara Fiodas di KU16 putra. Dita yang menjadi cover bulletin edisi ketiga ini adalah perebut tiga medali emas pada AAG tahun lalu di Subic, Filipina.

Tesk foto: Dita Karenza (Photo by Stefani Dian Cheri)

Tidak ada komentar: