Rabu, 13 Oktober 2010

Kejutan: Dewi Citra Taklukkan Irene Kharisma!


Hari kedua pertandingan Kejurnas, Senin (11/10), terjadi kejutan besar di kelompok senior putri dengan tumbangnya unggulan utama GMW Irene Kharisma Sukandar. Namun yang menggembirakan, yang menumbangkan Irene adalah juniornya yang dua tahun lebih muda, yaitu MFW Dewi AA Citra! Irene 18 tahun, Citra 16 tahun!

Disebut menggembirakan karena kekalahan Irene yang di atas kertas masih dua tingkat di atas juniornya tersebut, tentunya akan membuat Irene lebih waspada untuk terus berlatih keras kalau tidak mau tiba-tiba disalip juniornya. Sementara buat Citra, kemenangan tersebut tentu baik untuk motivasi dan kepercayaan dirinya yang sering goyah manakala menderita kekalahan.
Artinya, catur Indonesia yang diuntungkan kalau Irene jadi rajin berlatih meski tanpa pelatih misalnya. Sedangkan Citra yang sering gamang kalau membayangkan kerasnya persaingan di tingkat dunia, bisa lebih yakin kalau mau bekerja keras tentunya ia punya peluang untuk ikut meramaikan turnamen-turnamen di tingkat internasional, seperti fakta yang terjadi pada babak keempat kelompok senior putri tersebut.

Jalannya Partai

Jalannya pertandingan Citra vs Irene itu sendiri berlangsung seru dengan kedua belah pihak sempat melakukan berbagai kesalahan. Irene menggunakan variasi Schliemann/Jaenisch dari pembukaan Ruy Lopez yang belum pernah saya saksikan sebelumnya. Akibatnya Irene sudah membuat kesalahan pada langkah ke-6 atau ke-7 sehingga harus menyerahkan satu bidak.

Citra mulai bermain api pada langkah ke-19 dengan mengorbankan Kuda untuk beberapa bidak dan inisiatif. Langkah ke-24 gantian Irene yang buat kesalahan karena ingin materinya segera kembali. Langkah ke-27 giliran Citra yang buat kesalahan sehingga peluang menangnya pudar. Selangkah kemudian Irene yang berturut-turut membuat langkah lemah. Hingga langkah ke-42, walau unggul Gajah tapi Hitam sulit menang kalau Putih berhasil membangun tembok pertahanan yang sulit ditembus.

Tapi Citra bukan tipe bertahan, ia lebih suka bidak-bidaknya terus bergerak maju. Ditolong oleh dua kali Irene membuat kesalahan fatal pada langkah ke-46 dan 49, Citra kembali mendapatkan posisi menang, dan berhasil menyelesaikan dengan baik karena waktu pikir Irene yang tinggal di bawah satu menit membuatnya tidak mampu berpikir banyak.

Inilah langkah-langkahnya dengan sedikit komentar:

Citra,Dewi AA - Sukandar,Irene Kharisma [C63]
Manado (4.1), 11.10.2010

1.e4 e5 2.Nf3 Nc6 3.Bb5 f5 Untuk memberi efek kejutan, Irene mainkan variasi Schliemann dan Jaenisch dari pembukaan Ruy Lopez. Saya tidak pernah melihat Irene memainkan variasi ini sebelumnya. 4.0–0 fxe4 5.Bxc6 dxc6 6.Nxe5 Qf6?! [6...Nf6; 6...Qd4; 6...Qh4] 7.d4 Bf5 [7...exd3 8.Re1!] 8.f3 e3 Hitam terpaksa buang satu bidak. 9.Bxe3 0–0–0 10.Nd2 Bd6 11.Ne4 Qe7 12.Bg5 Nf6 13.Nxd6+ Rxd6 14.Re1 Re8 15.c3 h6 16.Bh4 Re6 17.Qa4 a6 18.Qa5 g5

19.Nxc6!?
Citra punya kecenderungan suka bermain liar di mana timbul berbagai kemungkinan langkah taktis. Pertanyaannya apakah perlu mengingat ia dalam posisi unggul satu bidak dan Kudanya di pos depan e5 yang sangat strategis? Pilihan sederhana yang bisa dimainkan adalah [19.Bg3 Nd5] 19...bxc6 20.Qxa6+ Kd7 21.Bg3 Nd5 22.Be5 Nf4 23.Qb7 Rc8 [23...Qd8] 24.Rad1

24...Nd3? Irene terpancing untuk merebut kembali materinya. Seharusnya [24...g4! dengan tujuan membongkar sayap-raja Putih.] 25.Re3! Jawaban Citra yang bagus. Jika [25.Re2 Hitam punya jawaban bagus 25...Rd8 26.Qxc7+ (tentu saja tidak bisa 26.Bxc7 Rxe2 27.Bxd8+ Kxd8) 26...Ke8 27.Qxe7+ Kxe7 kelebihan perwira Hitam akan menentukan akhir permainan.] 25...Rxe5 26.dxe5 Qc5 27.Rdxd3+? Seharusnya lebih dulu langkah selipan [27.e6+! Ke7 28.Rdxd3 Bxd3 29.Kf2 Rf8 30.Qxc7+ Kf6 31.e7! Re8 32.Qd7 Bg6 (32...Rxe7 33.Qxd3 Putih menang) 33.Qe6+ Kg7 34.b4 walau kalah satu perwira tapi dengan kompensasi empat bidak, di mana bidak e7 terjaga dengan baik dan sebentar lagi bidak bebas lajur-a akan segera bermain, maka Putih unggul.] 27...Bxd3 28.Kf2 Re8? [28...Bc4] 29.Qb4! Qd5? [29...Qa7=] 30.Qg4+= [30.c4! Bxc4 (30...Qxc4 31.Qd2 Kc8 32.Qxd3+-) 31.Re4 Rxe5 (31...Bxa2 32.Rd4 Rxe5 33.Rxd5+ Bxd5+-) 32.Qxc4+-] 30...Re6 31.Qd4 Qxd4 32.cxd4 Bc4 33.b3 Bd5 34.Kg3 Re8 35.h4 Ke6 36.hxg5 hxg5 37.Kg4 Kf7 38.Rc3 Kg6 39.Kg3 Ra8 40.Rc2 Kf5 41.Kf2 Kf4 42.Rb2 Rh8 43.a4? Yang benar [43.Re2 mencoba membangun perbentengan untuk bertahan remis.] 43...Bxf3 44.a5 Bd5 45.b4 Rb8 46.a6 Ke4? Hitam tetap menang dengan [46...Ra8 atau; 46...Rb6] 47.Re2+ Kxd4 48.a7 Rf8+ 49.Kg3 Be6? [49...c5 50.bxc5 Be6–+] 50.Rc2= Kxe5 51.Rxc6 Rc8 [51...Ra8 52.Rxc7 Kd6 53.Rg7 Bd7 54.b5 Rxa7 55.Rg6+ Be6 56.Rxg5 Ra4=] 52.Rxc7 Rd8 53.b5+- Rd3+ 54.Kf2 Bd5 55.Rc5 Ra3 56.b6 Ra2+ 57.Ke3 Ra3+ 58.Kd2 Ra2+ 59.Kc1 Kd6 60.Rxd5+ Kc6 1–0

Teks foto:
Kejutan dibuat oleh MFW Dewi AA Citra pada pertandingan hari kedua Kejurnas dengan menundukkan unggulan utama GMW Irene Kharisma Sukandar. Foto diambil sehari sebelumnya (10-10-2010) ketika Citra berpartisipasi memberi simultan dalam acara peresmian SCUA Manado di Manado Town Square. (foto oleh Kristianus Liem)

Tidak ada komentar: