Jumat, 15 Oktober 2010

Pelatihan Pelatih & Penataran Wasit


Satu lagi kerja besar yang dilakukan PB percasi pada setiap Kejurnas selain Rakernas adalah Pelatihan Pelatih & Penataran Wasit. Di Kejurnas Manado ini kedua hal tersebut juga tidak ketinggalan, dan dilaksanakan di gedung PLN mulai Senin (11/10) hingga Rabu (13/10).

Materi yang disajikan selain hal-hal rutin seperti yang sudah dilakukan beberapa tahun lalu, satu yang menarik dan menjadi kelebihan sendiri di Manado ini adalah ikut terlibatnya pelatih asing GM Ruslan Scherbakov sebagai salah seorang pengajar.

Sebagai pelatih yang sukses dan banyak pengalamannya, Scherbakov yang mendapat jatah dua sesi banyak memberikan tip-tip dan masukkan yang sangat berarti bagi para calon pelatih.

Salah satu tip yang penting adalah ketika mengajar, sang pelatih harus selalu memberikan pemahaman demi pemahaman, bukan hafalan, apalagi bagi pecatur pemula yang cara berpikirnya belum sistematis. “Jangan bosan untuk selalu bertanya, apa tujuan kamu menjalankan langkah ini dan apa maksud lawan menjalankan langkah itu,” tutur Scherbakov.

“Pertanyaan-pertanyaan kecil itu harus sering dilontarkan agar cara berpikir si anak nantinya menjadi suatu kebiasaan rutin dalam pola berpikirnya,” tambah pelatih asal Rusia tersebut. “Perbedaan antara pecatur kuat dan pecatur lemah adalah pecatur kuat selalu mempertanyakan maksud dan tujuan langkah yang dijalankan lawannya,” lanjut pelatih tim catur Asian Games Indonesia tersebut.

Satu tip penting lainnya, pelatih jangan menjawabkan setiap soal atau pertanyaan yang sudah diajukan ke siswa. Biarkan si siswa yang menjawabnya walau untuk itu siswa harus berpikir selama beberapa jam bahkan beberapa hari. Kalau mau bantu paling pelatih memberikan pancingan-pancingan yang agak mirip atau sejenis untuk memicu pola berpikir si siswa. “Sebab kalau kita jawabkan, maka kita sudah memusnahkan peluang si siswa untuk naik satu tingkat lagi dalam pola berpikirnya,” tegas Scherbakov!

Teks foto:
Peserta pelatihan foto bersama GM Ruslan Scherbakov (foto oleh Kristianus Liem)

Sampai Hari Ke-3: Mereka yang Sempurna!


Memasuki hari ketiga pertandingan Kejurnas, Selasa (12/10), di kelompok terbuka atau senior putra dan senior putri yang sudah memainkan enam babak, tercatat ada tiga pecatur yang masih sempurna mencetak 6 poin dari enam babak! Di putra tercatat GM Susanto Megaranto dan MF Awam Wahono, keduanya dari Jabar! Di putri hanya MFW Dewi AA Citra dari Tarakan Kaltim yang belum kehilangan setengah angka sekalipun!

Di babak keenam, Citra mengalahkan salah satu saingan terberatnya pula, MNW Baiq Vina Lestari yang sudah beberapa kali menjadi runner-up Kejurnas hanya di bawah Irene. Irene sendiri sudah kehilangan satu angka akibat pada babak keempat dikalahkan oleh Citra.

Sedang Susanto mengalahkan rekan Dream Teamnya dulu, MI Taufik Halay yang sekarang membela Sumsel. Awam mengalahkan rekan sedaerahnya MF Anjas Novita. Keempatnya sampai babak kelima tercatat juga mencetak angka sempurna 5 poin!

Menyaksikan jalannya pertarungan Susanto vs Taufik cukup mengasyikan karena berjalan ramai dan seru. Keduanya sempat memperoleh peluang menang, tapi lagi-lagi yang lebih akurat, yang lebih sabar tidak mau menang dengan cepat saja yang akhirnya malah jadi pemenang. Pembaca dapat menyaksikannya berikut ini …

Halay,Taufik - Megaranto,Susanto [D15]
Manado (6.1), 12.10.2010

1.d4 d5 2.c4 c6 3.Nc3 Nf6 4.e3 a6 5.Nf3 Bf5 6.Qb3 b5 7.cxd5 cxd5 8.a4 b4 9.Ne2 e6 10.Ng3 Bg6 11.a5 Bd6 12.Bd2 0–0 13.Be2 Nc6 14.Qa4 Qd7 15.0–0 h6 16.Rfc1 Rfc8 17.Be1 Qb7 18.Nf1 Rc7 19.N1d2 Rac8 20.Nb3 Nd7 21.Nc5 Bxc5 22.dxc5 Bh5 23.Bf1 Bxf3 24.gxf3 Rb8 25.Be2 Qa7 26.Qd1

Menurut Susanto jika ia menerima korban bidak di c5 maka dalam lanjutan partai ia akan kesulitan membangun serangan karena Putih yang memiliki pasangan Gajah akan bergerak lebih leluasa melakukan berbagai manuver. 26...Rd8 27.Qc2 d4 28.f4 e5 29.Qc4 Ndb8 30.Rd1 Rcd7 31.Bg4 Rd5 32.Bxb4 exf4 33.exf4 Nxb4 34.Qxb4 Rxc5 35.Rd3 Nc6 36.Qd2 Qc7 37.Bf3 Nxa5 38.b4 Nc4 39.Qc2 Rb5 40.Rxa6 Re8

41.Rc6? Langkah tesk terlalu cepat selangkah, seharusnya lebih dulu 41.Kf1! Gunanya langkah tempo Raja ini adalah untuk menghindari skak dari lajur-g atau dari baris kesatu seperti yang terjadi dalam lanjutan partai yang sebenarnya. langkah yang dimainkan Taufik bisa ditunda dulu toh Kuda Hitam di c4 sedang kena pin, jadi tidak mungkin lari. Untuk menang dalam catur perlu akurasi dan kesabaran! 41...Rxb4 42.Rc6 Qxf4 43.Rxc4 Putih unggul satu perwira ringan dengan kompensasi dua sampai tiga bidak tapi yang lebih penting Putih menguasai inisiatif! 41...Qxf4! 42.Rxc4 Re1+ 43.Kg2 Rg5+ 44.Bg4

44...Qe4+! Langkah skak ini yang menurut Taufik tidak sempat masuk dalam hitungannya. Langkah perantara tersebut membuat Benteng Putih tidak sempat dan tidak bisa dipindahkan ke lajur-g. 45.f3 Rxg4+ 0–1

Teks foto:
Clash of the Dream Team, duel dua anggota Dream Team Indonesia
terjadi pada babak keenam Kejurnas setelah keduanya berturut-turut membukukan lima kali kemenangan dari lima babak. (foto oleh Kristianus Liem)

Kamis, 14 Oktober 2010

Sumsel Tuan Rumah Kejurnas 2010


Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PB Percasi ke-34 yang dilaksanakan di Ruang Maengket Hotel Sahid Kawanua pada Sabtu 9 Oktober 2010, yang dipimpin oleh Waketum PB Percasi Rusdi Taher didampingi Ketum PB Percasi Hasyim Djojohadikusumo dan Ketum Pengprov Percasi Sulut Stefanus Vreeke Runtu, antara lain memutuskan mengenai tuan rumah Kejurnas Catur ke-42 pada tahun 2011. Dari 24 Pengprov Percasi yang hadir, tercatat tiga Pengprov tampil mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah, yaitu Kalbar, Sulsel dan Sumsel.

Setelah diberi kesempatan wakil dari ketiga Pengprov tersebut untuk “berkampanye” mempromosikan kesiapan dan janji fasilitas untuk menarik kepercayaan dan minat Pengprov untuk memilih, digelarlah cara pemilihan berdasarkan Voting tersebut.

Melalui kejar-kejaran angka yang cukup seru antara Sulsel dan Sumsel, akhirnya terpilih Sumsel sebagai tuan rumah Kejurnas tahun depan. Sumsel berhasil mengumpulkan 11 suara, hanya selisih satu suara saja dari Sulsel. Sedang Kalbar yang terlihat paling siap dari sisi administrasi, ternyata hanya mendapat dukungan 3 suara saja.

Terpilihnya Sumsel tak terlepas dari janji-janji berani sang juru kampanye untuk memberikan gratis akomodasi dan transportasi, serta gratis uang pendaftaran pula? Bisakah janji itu dipegang? Bagaimana kalau janji kemudian diingkari lagi?

Teks foto:
Dari kiri: Ketum Percasi Sulut Stefanus Vreeke Runtu; Ketua Umum PB Percasi Hasyim Djojohadikusumo; Wakum PB Percasi Rusdi Taher; Wasekjen PB Percasi Henry Hendratno; Komisi Peraturan PB Percasi Herman Kurniadi. (foto oleh Kristianus Liem)

Rabu, 13 Oktober 2010

Kejutan: Dewi Citra Taklukkan Irene Kharisma!


Hari kedua pertandingan Kejurnas, Senin (11/10), terjadi kejutan besar di kelompok senior putri dengan tumbangnya unggulan utama GMW Irene Kharisma Sukandar. Namun yang menggembirakan, yang menumbangkan Irene adalah juniornya yang dua tahun lebih muda, yaitu MFW Dewi AA Citra! Irene 18 tahun, Citra 16 tahun!

Disebut menggembirakan karena kekalahan Irene yang di atas kertas masih dua tingkat di atas juniornya tersebut, tentunya akan membuat Irene lebih waspada untuk terus berlatih keras kalau tidak mau tiba-tiba disalip juniornya. Sementara buat Citra, kemenangan tersebut tentu baik untuk motivasi dan kepercayaan dirinya yang sering goyah manakala menderita kekalahan.
Artinya, catur Indonesia yang diuntungkan kalau Irene jadi rajin berlatih meski tanpa pelatih misalnya. Sedangkan Citra yang sering gamang kalau membayangkan kerasnya persaingan di tingkat dunia, bisa lebih yakin kalau mau bekerja keras tentunya ia punya peluang untuk ikut meramaikan turnamen-turnamen di tingkat internasional, seperti fakta yang terjadi pada babak keempat kelompok senior putri tersebut.

Jalannya Partai

Jalannya pertandingan Citra vs Irene itu sendiri berlangsung seru dengan kedua belah pihak sempat melakukan berbagai kesalahan. Irene menggunakan variasi Schliemann/Jaenisch dari pembukaan Ruy Lopez yang belum pernah saya saksikan sebelumnya. Akibatnya Irene sudah membuat kesalahan pada langkah ke-6 atau ke-7 sehingga harus menyerahkan satu bidak.

Citra mulai bermain api pada langkah ke-19 dengan mengorbankan Kuda untuk beberapa bidak dan inisiatif. Langkah ke-24 gantian Irene yang buat kesalahan karena ingin materinya segera kembali. Langkah ke-27 giliran Citra yang buat kesalahan sehingga peluang menangnya pudar. Selangkah kemudian Irene yang berturut-turut membuat langkah lemah. Hingga langkah ke-42, walau unggul Gajah tapi Hitam sulit menang kalau Putih berhasil membangun tembok pertahanan yang sulit ditembus.

Tapi Citra bukan tipe bertahan, ia lebih suka bidak-bidaknya terus bergerak maju. Ditolong oleh dua kali Irene membuat kesalahan fatal pada langkah ke-46 dan 49, Citra kembali mendapatkan posisi menang, dan berhasil menyelesaikan dengan baik karena waktu pikir Irene yang tinggal di bawah satu menit membuatnya tidak mampu berpikir banyak.

Inilah langkah-langkahnya dengan sedikit komentar:

Citra,Dewi AA - Sukandar,Irene Kharisma [C63]
Manado (4.1), 11.10.2010

1.e4 e5 2.Nf3 Nc6 3.Bb5 f5 Untuk memberi efek kejutan, Irene mainkan variasi Schliemann dan Jaenisch dari pembukaan Ruy Lopez. Saya tidak pernah melihat Irene memainkan variasi ini sebelumnya. 4.0–0 fxe4 5.Bxc6 dxc6 6.Nxe5 Qf6?! [6...Nf6; 6...Qd4; 6...Qh4] 7.d4 Bf5 [7...exd3 8.Re1!] 8.f3 e3 Hitam terpaksa buang satu bidak. 9.Bxe3 0–0–0 10.Nd2 Bd6 11.Ne4 Qe7 12.Bg5 Nf6 13.Nxd6+ Rxd6 14.Re1 Re8 15.c3 h6 16.Bh4 Re6 17.Qa4 a6 18.Qa5 g5

19.Nxc6!?
Citra punya kecenderungan suka bermain liar di mana timbul berbagai kemungkinan langkah taktis. Pertanyaannya apakah perlu mengingat ia dalam posisi unggul satu bidak dan Kudanya di pos depan e5 yang sangat strategis? Pilihan sederhana yang bisa dimainkan adalah [19.Bg3 Nd5] 19...bxc6 20.Qxa6+ Kd7 21.Bg3 Nd5 22.Be5 Nf4 23.Qb7 Rc8 [23...Qd8] 24.Rad1

24...Nd3? Irene terpancing untuk merebut kembali materinya. Seharusnya [24...g4! dengan tujuan membongkar sayap-raja Putih.] 25.Re3! Jawaban Citra yang bagus. Jika [25.Re2 Hitam punya jawaban bagus 25...Rd8 26.Qxc7+ (tentu saja tidak bisa 26.Bxc7 Rxe2 27.Bxd8+ Kxd8) 26...Ke8 27.Qxe7+ Kxe7 kelebihan perwira Hitam akan menentukan akhir permainan.] 25...Rxe5 26.dxe5 Qc5 27.Rdxd3+? Seharusnya lebih dulu langkah selipan [27.e6+! Ke7 28.Rdxd3 Bxd3 29.Kf2 Rf8 30.Qxc7+ Kf6 31.e7! Re8 32.Qd7 Bg6 (32...Rxe7 33.Qxd3 Putih menang) 33.Qe6+ Kg7 34.b4 walau kalah satu perwira tapi dengan kompensasi empat bidak, di mana bidak e7 terjaga dengan baik dan sebentar lagi bidak bebas lajur-a akan segera bermain, maka Putih unggul.] 27...Bxd3 28.Kf2 Re8? [28...Bc4] 29.Qb4! Qd5? [29...Qa7=] 30.Qg4+= [30.c4! Bxc4 (30...Qxc4 31.Qd2 Kc8 32.Qxd3+-) 31.Re4 Rxe5 (31...Bxa2 32.Rd4 Rxe5 33.Rxd5+ Bxd5+-) 32.Qxc4+-] 30...Re6 31.Qd4 Qxd4 32.cxd4 Bc4 33.b3 Bd5 34.Kg3 Re8 35.h4 Ke6 36.hxg5 hxg5 37.Kg4 Kf7 38.Rc3 Kg6 39.Kg3 Ra8 40.Rc2 Kf5 41.Kf2 Kf4 42.Rb2 Rh8 43.a4? Yang benar [43.Re2 mencoba membangun perbentengan untuk bertahan remis.] 43...Bxf3 44.a5 Bd5 45.b4 Rb8 46.a6 Ke4? Hitam tetap menang dengan [46...Ra8 atau; 46...Rb6] 47.Re2+ Kxd4 48.a7 Rf8+ 49.Kg3 Be6? [49...c5 50.bxc5 Be6–+] 50.Rc2= Kxe5 51.Rxc6 Rc8 [51...Ra8 52.Rxc7 Kd6 53.Rg7 Bd7 54.b5 Rxa7 55.Rg6+ Be6 56.Rxg5 Ra4=] 52.Rxc7 Rd8 53.b5+- Rd3+ 54.Kf2 Bd5 55.Rc5 Ra3 56.b6 Ra2+ 57.Ke3 Ra3+ 58.Kd2 Ra2+ 59.Kc1 Kd6 60.Rxd5+ Kc6 1–0

Teks foto:
Kejutan dibuat oleh MFW Dewi AA Citra pada pertandingan hari kedua Kejurnas dengan menundukkan unggulan utama GMW Irene Kharisma Sukandar. Foto diambil sehari sebelumnya (10-10-2010) ketika Citra berpartisipasi memberi simultan dalam acara peresmian SCUA Manado di Manado Town Square. (foto oleh Kristianus Liem)

SCUA Manado Resmi Diluncurkan 10-10-2010


Diramaikan simultan tiga juara dunia pelajar putri, Sekolah Catur UTUT ADIANTO (SCUA) cabang Manado secara resmi dibuka pada tanggal yang mudah diingat, Minggu 10-10-2010. SCUA Manado adalah cabang ke-31.

Mengambil tempat di MANTOS (Manado Town Square), tiga Juara Dunia Catur Pelajar yaitu MFW Chelsie Monica Sihite (Juara Dunia Catur Pelajar KU 13 tahun di Singapura 2008), MFW Medina Warda Aulia (Juara Dunia Catur Pelajar KU 11 tahun di Singapura 2008), MFW Dewi AA Citra (Juara 3 Dunia Pelajar KU 15 tahun di Yunani 2009) bertanding simultan melawan 48 peserta.

Simultan yang dilaksanakan disela-sela hari libur Kejurnas Catur ke-41 yang juga berlangsung di Manado itu, dimanfaatkan para pecatur cilik dari berbagai daerah untuk ikut ambil bagian sehingga terjadi pertarungan yang ketat.

“Kalau memperhatikan langkah-langkahnya, mereka yang ikut simultan itu sudah mengerti teori pembukaan catur,” ujar GM Ruslan Scherbakov yang ikut berada di mall yang ramai itu. “Pasti pertarungan akan berjalan lama dan ketat,” tambah pelatih Timnas asal Rusia tersebut.

Walau cara yang digunakan adalah tandem, ternyata ada enam pecatur yang mampu mencetak kemenangan dan lima yang mampu bermain remis. Mereka adalah …

Peserta yang menang sbb:
1. Ridwan Mokoginta, asal Kotamobagu, 12 tahun
2. Resky Chandra, asal Minahasa, 15 tahun
3. Linarti Paputungan, asal Kotamobagu, 13 tahun
4. Denis Manapode, asal Manado, 10 tahun
5. Radharani, asal Bali, 13 tahun
6. Maya Audia, asal Bali, 14 tahun

Peserta yang Remis sbb:
1. Aldy Lumangkun, asal Manado, 10 tahun
2. Panji Saikat, asal Manado, 13 tahun
3. Feisal Pomalango, asal Manado, 10 tahun
4. Ariansyah Maga, asal Kotamobagu, 15 tahun
5. Iksan Mookoagow, asal Kotamobagu, 12 tahun

Selamat kepada yang berhasil mencetak prestasi, semoga bisa mengharumkan nama daerah dan kelak nama bangsa dan negara Indonesia. Buat yang ingin bergabung di SCUA Manado dapat menghubungi bapak Nixon Tanos pada nomor telepon 0431-3300-696 atau 0812-4300099.

Teks foto:
Suasana pertandingan simultan peresmian SCUA Manado melawan tiga juara dunia pelajar di Manado Town Square (foto oleh Kristianus Liem)

Senin, 11 Oktober 2010

Tarian Gadis Cantik Manado Mengawali Kejurnas Catur


Pembukaan Kejurnas Catur ke-41 secara resmi dilakukan di Ball Room Swiss-Belhotel Maleosan, Manado, Jumat (8/10) malam. Peresmian dilakukan Kadispora Drs Roy Mewoh yang mewakili Gubernur Sulut SH Sarundajang yang berhalangan hadir.

Acara dimulai tepat pukul 20.00 malam oleh Sekretaris Panitia Keis Kainde yang melaporkan bahwa Kejurnas Catur ke-41 yang dibarengi dengan Rakernas ke-34 ini diikuti oleh 714 peserta yang datang dari 30 propinsi di Indonesia. “Tiga propinsi lainnya baru bisa datang besok,” ujar Keis yang juga Wakil Ketua Umum Pengprov Percasi Sulut tersebut.

Diselingi oleh tarian khas Manado Maengket yang menampilkan delapan gadis cantik khas Manado yang berkulit bersih putih menyentak bergerak lincah berputar-putar seputar panggung acara membuat sekitar seribu hadirin terpesona. Cerita dari mulut ke mulut mengenai kecantikkan gadis-gadis Manado terbukti di sini.

Grup Tari Kesenian Waraney Wulan Minahasa yang dibina langsung oleh Bupati Minahasa Stefanus Vreeke Runtu itu masih dua kali lagi menyihir para hadirin yang sebagian besar para pecatur junior itu. Namun sebelum dua tarian berikutnya, Tumetenden dan Katrili yang juga melibatkan hadirin, Ketua Umum PB Percasi Hasyim Djojohadikusumo, Wakil KONI Pusat dan Ketua Umum Pengprov Percasi Sulut Stefanus Vreeke Runtu, juga memberikan sambutannya.

“Manado terkenal dengan 3B-nya, yaitu Bunaken, Bubur Manado dan ‘Bibir Manado’ dalam artian senyuman khas warga Manado yang selalu menyambut para tamu luar daerah dengan penuh rasa persaudaraan,” tutur Stefanus Vreeke yang berjanji akan berbuat semaksimal mungkin agar Kejurnas Manado berjalan baik dan dikenang pesertanya.

Kejurnas yang mempertandingkan pecatur putra maupun putri junior dari usia 8 hingga 20 tahun, kelompok senior dan juga veteran itu, akan berlangsung hingga 16 Oktober 2010 di Haha Café Mega Mall Manado.


Teks foto:

Tarian Maengket, tarian khas Sulawesi Utara dengan gadis-gadis cantiknya (foto oleh Kristianus Liem)

Senin, 04 Oktober 2010

Irene Raih Gelar MI


Yang menggembirakan selama olimpiade berlangsung adalah stabilnya penampilan dua pecatur Indonesia yang dipersiapkan untuk Asian Games, yaitu GM Susanto Megaranto dan GMW Irene Kharisma Sukandar. Keduanya yang diturunkan di papan pertama selama 11 babak penuh mampu mencetak 8 angka (72,2%)! Ini kabar bagus karena dengan semakin dekat Asian Games, kedua pecatur andalan Indonesia itu semakin menuju ke top formnya!

Bahkan rating rata-rata lawan Irene selama 11 babak yang mencapai 2318, di mana dua di antaranya bergelar GM putra dan dua lainnya MI putra, membuatnya mencapai Norma MI untuk ketiga kalinya, sehingga Irene sudah menggenapi persyaratan 27 babak yang dibutuhkan.
Irene hanya perlu menaikkan ratingnya hingga mencapai angka 2400 untuk dapat menyandang gelar MI di depan namanya! Dua norma MI sebelumnya diraih Irene di Brunei Internasional pada Juli-Agustus 2010.

Yang menggembirakan dari Susanto adalah kemampuannya untuk bermain stabil tanpa pernah terkalahkan! Selama ini itu adalah titik lemah Susanto. Susanto mencetak 5 kemenangan dan 6 kali remis. Padahal tujuh lawan Susanto adalah pecatur bergelar GM di mana dua di antaranya masuk kategori GM Super. Ini bekal yang sangat bagus untuk Asian Games Guangzhou pada November 2010.

Teks foto:
Irene Kharisma Sukandar raih Norma MI terakhirnya. (foto oleh Kristianus Liem)

Ukraina dan Rusia1 Juara


Tidak terjadi kejutan yang berarti pada babak terakhir Olimpiade Catur ke-39 di Khanty-Mansiysk, Rusia, Minggu (3/10). Ukraina keluar sebagai juara setelah bermain imbang 2-2 melawan Israel yang sebelumnya juga sempat ditahan seri oleh putra Indonesia. Ukraina mengumpulkan 19 MP.

Rusia1 yang berpeluang mengejar Ukraina ternyata hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Spanyol sehingga posisinya tetap tertinggal satu angka. Rusia1 merebut perak dengan 18 MP.

Israel merebut perunggu dengan 17 MP. Hungaria sebetulnya berhasil menyamai angka yang direbut Israel setelah menundukkan Poalndia 2,5-1,5 tetapi nilai tie-breaknya tetap masih di bawah Israel.

Putra Indonesia tetap bertahan di peringkat 67 dengan 11 MP setelah hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Mongolia. Total peserta di bagian putra adalah 149 regu dari 142 negara.

Di bagian putri tim Rusia1 memperkokoh posisinya sebagai yang tak terkalahkan dengan menundukkan rekan senegaranya Rusia2 2,5-1,5. Rusia1 mengantongi angka bersih 22 MP!

Cina merebut perak setelah memukul Ukraina 3-1. Cina kokoh di peringkat kedua dengan 18 MP. Perunggu direbut Georgia dengan 16 MP, unggul tie-break dari Kuba, AS, Polandia, Azerbaijan dan Bulgaria yang membukukan MP yang sama.

Posisi putri Indonesia akhirnya jatuh ke peringkat 43 dengan tetap 12 MP. Angka kemenangan regu yang dicapai putri Indonesia ini sama seperti perolehan dua tahun lalu di Olimpiade Dresden 2008. Sayangnya putri Indonesia yang masuk Grup C yang terdiri dari 23 negara harus kehilangan gelar juara karena angka kemenangan regunya disamai oleh Turki dan Swedia, yang nilai tie-breaknya ternyata lebih baik dari putri Indonesia. Berikut ini ranking 10 besar Grup C:

Group C
Rk. SNo flag Team Team TB1 TB2 TB3 TB4
1 48 TUR Turkey 12,0 264,0 27,0 121,0
2 55 SWE Sweden 12,0 244,5 25,0 126,0
3 50 INA Indonesia 12,0 236,0 23,0 128,0
4 52 PHI Philippines 12,0 234,5 25,5 120,0
5 57 DEN Denmark 12,0 200,5 24,5 107,0
6 53 AUS Australia 12,0 198,5 23,0 119,0
7 54 VEN Venezuela 12,0 191,0 22,0 117,0
8 60 BAN Bangladesh 12,0 178,0 21,0 119,0
9 49 EST Estonia 11,0 203,5 21,5 121,0
10 69 ISL Iceland 11,0 201,0 22,0 118,0

Di bagian putri tercatat total peserta adalah 115 regu dari 110 negara. Dalam daftar seeded, putra Indonesia berada di peringkat 67 sedangkan putri Indonesia di peringkat 50. Pada Olimpiade Dresden, ranking akhir tim putra Indonesia peringkat 52 dan putri peringkat 42.

Teks foto:
Alexandra Kosteniuk, salah satu bintang di tim Rusia1 yang terlalu perkasa bagi lawan-lawannya (foto oleh Kristianus Liem)

INDONESIA MENAHAN MONGGOLIA DAN KALAH TIPIS DARI LITHUANIA, DIAKHIR BABAK OLIMPIADE CATUR ke-39


Laporan Humas PB Percasi Urry Kartopati:

Dalam udara dingin (sekitar 2 derajat Celcius), babak akhir olimpiade catur ke-39 digelar. Tim putra berhasil menahan imbang Monggolia, sementara tim putri kalah tipis dari Lithuania.

Kekalahan tim putri ini mengandaskan impian untuk membawa pulang piala grup. Karena di ronde terakhir Turki berhasil menyodok dan menjadi juara grup C, dengan mengalahkan Estonia. Dan, tim putri Indonesia pun harus puas di urutan 3 Grup C, atau secara keseluruhan urutan 43 dari 115 regu yang berlaga.

Sementara tim putra yang menahan imbang Mongolia 2:2, memang masih jauh untuk menjadi unggulan di grup. Kekalahan di babak 8 dan 9 atas Meksiko dan Jordania, tak dapat menyelamatkan posisi mereka meski sebelumnya sempat memetik kemenangan atas lawan-lawannya. Sehingga ranking akhir yang didapat adalah 67 dari 149 peserta.

Bermain di meja 34, FM Anjas Novita (2356) ditundukkan FM Namkhai Battulga (2421) setelah permainannya tak dapat berkembang. Tak lama berselang, IM Irwanto Sadikin (2419) menahan remis GM Bazar Khatanbaatar (2392). Dan pemain papan 1 Indonesia, GM Susanto Megaranto (2516) akhirnya mampu menyamakan kedudukan sementara dengan mengalahkan GM Bayarsaikhan Gundavaa (2460).

Partai yang dimainkan IM Taufik Halay (2358) dan Ganzorig Erdene (2330) semula diprediksi akan dimenangkan Taufik. Namun setelah berjalan hingga empat jam, perlawanan yang dilakukan Ganzorig membuat partai ini harus berakhir remis.

Di bagian putri, Baiq Vina Lestari (2177) yang sejak awal memang posisinya sudah tak nyaman, kandas di tangan WIM Simona Limontaite (2187). Namun akhirnya kondisi ini bisa dinetralisir oleh kemenangan WGM Irine Kharisma Sukandar (2372) terhadap WGM Deimante Daulyte (2307).

Suasana pun semakin menegangkan saat partai antara WFM Medina Warda Aulia (2011) dan Vesta Kalvyte (2097) berakhir remis. Satu-satunya harapan Indonesia untuk memperoleh kemenangan tinggal berada di tangan WFM Dewi AA Citra (1987) yang bermain melawan WIM Zivile Sarakauskiene (2171). Namun sejak awal posisi Citra sudah sulit, sehingga akhirnya ia pun menyerah di tangan Zivile.

Berikut hasil lengkap pecatur Indonesia di hari ke 11:

Indonesia (INA) vs Mongolia (MGL) 2 : 2
1. GM Megaranto Susanto 2516 - Gundavaa Bayarsaikhan 2460 1 - 0
2. FM Novita Anjas 2356 - FM Battulga Namkhai 2421 0 - 1
3. IM Halay Taufik 2358 - Erdene Ganzorig 2330 ½ - ½
4. IM Irwanto Sadikin 2419 - GM Khatanbaatar Bazar 2392 ½ - ½

Indonesia (INA) vs Lithuania (LTU) 1½:2½
1. WGM Sukandar Irine Kharisma 2372 - WGM Daulyte Deimante 2307 1 - 0
2. Lestari Baiq Vina 2177 - WIM Limontaite Simona 2187 0 - 1
3. WFM Dewi AA Citra 1987 - WIM Sarakauskiene Zivile 2171 0 - 1
4. WFM Medina Warda Aulia 2011 - Kalvyte Vesta 2097 ½ - ½

Kegiatan lain:

Seperti juga saat awal turnamen, di ronde terakhir ini, Gubernur Ugra, Natalya Komarova hadir saat kegiatan berlangsung. Selain melihat kondisi para pemain yang berlaga di arena, ia pun memberikan hadiah kepada para peserta termuda (berusia 10 tahunan) dalam turnamen ini, seperti Jivon Park (Korea), Danitza Vazquez (Puerto Rico), Gabriella Johnson (Trinidad and Tobago) and Men-Wei Ho (Chinese Taipei). Mereka mendapat memorabilia berupa boneka mammoth yang menjadi simbol dari daerah Khanty-Mansiysk ini.

Penutupan olimpiade catur ke-39, dimulai pukul 20.00 waktu setempat, dibuka dengan tampilan para penari ice skate, dan disusul berbagai pertunjukan menarik lainnya. Sebelum akhirnya acara yang dinanti-nantikan,yaitu pengumuman pada pemenang, pembagian medali, dan piala. Acara penutupan ini diakhiri dengan sambutan chess president dari Turki yang akan menjadi tuan rumah Olimpiade Catur ke 40 di Istanbul.

Selepas acara penutupan, seluruh peserta dalam Olimpiade kali ini diundang dalam Guvernor Reception, untuk sebuah pesta perpisahan dengan acara utama makan malam bersama.

Teks foto:
GM Susanto Megaranto menjadi top skor dan semakin menuju puncak penampilannya. (foto oleh Kristianus Liem)

Sabtu, 02 Oktober 2010

INDONESIA KEMBALI MENGUNGGULI LAWAN-LAWANNYA

Khanty-Mansiysk, 1 Oktober 2010,

Putri Indonesia saat ini memimpin klasemen sementara Grup C yang terdiri dari 23 negara. Jika berhasil memenangkan babak terakhir maka putri Indonesia tak tercegah juara dan membawa pulang piala juara grup! Sebab pada saat yang sama juga ada tim Australia yang sama membukukan 12 MP seperti Indonesia tetapi kalah jauh dalam nilai tie-break, yaitu 189 poin banding 160,5 poin. Di bagian putri tercatat total peserta adalah 115 regu dari 110 negara.


Menjelang babak akhir, tim catur Indonesia kembali memetik kemenangan. Tim putra berhasil membuat Luxembourg tak berkutik, sementara tim putri pun dapat menghentikan perlawanan Filipina.


Bermain di meja 45, IM Tirta Chandra Purnama (2400) lebih dulu membuka kemenangan dengan mengalahkan Philippe Linster (2264 ) . Disusul kemudian pemain papan 4, IM Taufik Halay (2358) yang tak terlampau kesulitan pula mengalahkan FM Hubert Mossong (2184).


Sementara GM Susanto Megaranto (2516) yang sejak awal terus bermain imbang, akhirnya remis melawan IM Michael Wiedenkeller (2431). Sebelum akhirnya FM Anjas Novita (2356) menutup kemenangan regu Indonesia dengan berbagi angka sama dengan Christian Jeitz (2235). “ Tak ada pilihan lain, memang harus berakhir remis,” ujar Anjas.


Perjuangan Santo dan rekan-rekannya ini berhasil membukukan angka 3 : 1 untuk kemenangan Indoensia. Sementara tim putri kali ini pun memperoleh kemenangan dari para pemain muda Filipina, yang kemungkinan akan menjadi lawan tim Indonesia di SEA Games 2011.


Bermain di meja 26, Baiq Vina Lestari (2177) sejak awal memang sudah tampak akan memenangkan partai yang dihadapinya dengan WFM Catherine Perena (2103).” Dia kelihatan belum cukup pengalaman, sehingga permainannya bisa terbaca,” ungap Vina yang tak butuh waktu lama untuk mengandaskan lawannya tersebut.


Sementara WFM Chelsie Monica Sihite (2014) yang semula sudah dalam posisi lebih unggul, salah langkah sehingga partainya berakhir remis dengan Jedara Docena (2033).


Dua partai yang tersisa tampaknya tak mau di sia-siakan tim Filipina , mereka terus berusaha hingga titik darah penghabisan untuk memperoleh kemenangan. Namun ternyata tak membuahkan hasil. Tawaran remis yang semula mereka tolak, mau tak mau harus mereka terima sebagai hasil akhir.


Partai WGM Irine Kharisma Sukandar (2372) dan WFM Chardine Cheradee Camacho (2186) berakhir remis, begitu juga dengan permainan WFM Dewi AA Citra (1987) dan Rulp Ylem Jose (2039). Sehingga angka yang diraih tim putri Indonesia adalah 2 ½ : 1 ½..


Berikut hasil lengkap pecatur Indonesia di hari ke 10:


Indonesia (INA) vs Luxembourg (LUX) 3 : 1

1. GM Megaranto Susanto 2516-IM Wiedenkeller Michael 2431 ½ - ½

2. IM Purnama Tirta Chandra 2400-Linster Philippe 2264 1 - 0

3. FM Novita Anjas 2356-Jeitz Christian 2235 ½ - ½

4. IM Halay Taufik 2358-FM Mossong Hubert 2184 1 - 0


Philippines (PHI) vs Indonesia (INA) 1½:2½

1. WFM Camacho Chardine Cheradee 2186-WGM Sukandar Irine Kharisma 2372 ½ - ½

2. WFM Perena Catherine 2103-Lestari Baiq Vina 2177 0 - 1

3. Jose Rulp Ylem 2039-WFM Dewi AA Citra 1987 ½ - ½

4. Docena Jedara 2033-WFM Sihite Chelsie Monica 2014 ½ - ½


Kegiatan lain:

Selepas partai ke 10 ini, seluruh pemain mendapat libur satu hari untuk melepaskan kepenatan. Biasanya kegiatan ini digunakan para pemain untuk rileks, jalan-jalan, atau banyak pula yang memilih waktu untuk beristirahat dan tidur yang cukup guna persiapan hari berikutnya.


Pairing Babak ke-11

Babak terakhir atau babak kesebelas, Minggu (3/10), tim putra Indonesia akan main di meja 34 melawan tim Mongolia. Inilah pairing lengkapnya:


Indonesia (INA) vs Mongolia (MGL)

1. GM Megaranto Susanto 2516-Gundavaa Bayarsaikhan 2460

2. FM Novita Anjas 2356-FM Battulga Namkhai 2421

3. IM Halay Taufik 2358-Erdene Ganzorig 2330

4. IM Irwanto Sadikin 2419-GM Khatanbaatar Bazar 2392


Sementara tim putri Indonesia bermain di meja 17 melawan tim Lithuania yang merupakan unggulan ke-31.


Berikut ini susunan pairing lengkapnya:


Indonesia (INA) vs Lithuania (LTU)

1. WGM Sukandar Irine Kharisma 2372-WGM Daulyte Deimante 2307

2. Lestari Baiq Vina 2177-WIM Limontaite Simona 2187

3. WFM Dewi AA Citra 1987-WIM Sarakauskiene Zivile 2171

4. WFM Medina Warda Aulia 2011-Kalvyte Vesta 2097


Ranking Sementara:

Sampai babak kesembilan, Ukraina tetap memimpin sendirian klasemen sementara putra setelah menghancurkan tim Prancis 3,5-0,5. Ukraina sudah membukukan 18 MP. Kini tinggal satu negara saja yang membuntuti dengan 17 MP, yaitu Rusia1 yang menang tipis 2,5-1,5 atas tim Cina. Kemudian tim Israel yang sempat ditahan seri oleh putra Indonesia kini menyodok ke urutan tiga sendirian dengan 16 MP setelah menaklukkan tim AS 3-1.


Putra Indonesia sementara naik kembali ke peringkat 67 dengan 10 MP. Total peserta di bagian putra adalah 149 regu dari 142 negara.


Di bagian putri sudah dipastikan juara adalah tim Rusia1 yang menghancurkan Bulgaria 4-0 sehingga membukukan angka bersih 20 MP atau memenangkan seluruh sepuluh match. Di peringkat dua Cina sendirian dengan 16 MP setelah menang telak 3-1 atas India.


Kemudian ada empat negara dengan 15 MP, yaitu Ukraina dan Georgia yang bermain seri 2-2, kemudian Rusia2 yang menundukkan Serbia 3-1, dan Polandia yang sempat ditahan seri oleh putri Indonesia berhasil menang 3-1 lawan Armenia.


Posisi putri Indonesia kembali meroket ke peringkat 35 dengan 12 MP. Angka kemenangan regu yang dicapai putri Indonesia ini sudah menyamai perolehan dua tahun lalu di Olimpiade Dresden 2008. Jadi pada babak terakhir merupakan “bonus” untuk adanya perbaikan prestasi.


Putri Indonesia saat ini memimpin klasemen sementara Grup C yang terdiri dari 23 negara. Jika berhasil memenangkan babak terakhir maka putri Indonesia tak tercegah juara dan membawa pulang piala juara grup! Sebab pada saat yang sama juga ada tim Australia yang sama membukukan 12 MP seperti Indonesia tetapi kalah jauh dalam nilai tie-break, yaitu 189 poin banding 160,5 poin. Di bagian putri tercatat total peserta adalah 115 regu dari 110 negara.


Dalam daftar seeded, putra Indonesia berada di peringkat 67 sedangkan putri Indonesia di peringkat 50. Pada Olimpiade Dresden, ranking akhir tim putra Indonesia peringkat 52 dan putri peringkat 42.


Target yang mau dicapai dalam Olimpiade Khanty-Mansiysk ini, selain memperbaiki peringkat di tingkat dunia, juga salah satu regu diharapkan mampu menjuarai grup mereka dan naik panggung! Kedua tim Indonesia sama berada di Grup C yang terdiri dari 29 negara di bagian putra dan 23 negara di bagian putri.


Teks foto:

1. Tim putri Indonesia vs Filipina, kiri adalah Baiq Vina Lestari yang mengalahkan MFW Catherine Perena di papan dua. (foto oleh Kristianus Liem)