Sabtu, 24 April 2010

Santo Menolak Remis


Tolak Remis

Susanto yang dalam seeded berada pada posisi unggulan ke-19, sudah mau menuruti instruksi untuk bermain solid dan sabar, tidak memaksakan diri untuk menyerang atau mencari kemenangan dengan segera. Ia terus mempertahankan keseimbangan hingga Sasikiran tidak sabar dan mulai memajukan bidaknya hingga ke petak c6. Ternyata kemudian bidak tersebutlah yang kelak menjadi awal mula kekalahannya!

Bidak tersebut jatuh pada langkah ke-29, lalu setelah menyadari kalah satu bidak pada langkah ke-34, Sasikiran menawarkan remis. Santo, demikian pemuda Indonesia yang meraih gelar Grandmaster pada usia 17 tahun itu, tanpa menjawab langsung menjalankan langkah berikutnya, itu pertanda bahwa ia menolak tawaran remis tersebut.

“Sasikiran minta remis dalam posisi kalah satu bidak, saya lihat posisi saya tidak ada kalahnya, jadi jelas saya pilih main terus,” jelas Santo kemudian.

Dalam permainan akhir Kuda vs Gajah, lima bidak vs empat bidak, Santo yang memiliki buah favoritnya, Kuda, tampil percaya diri walau lawannya memiliki rating 150 poin lebih di atasnya! Luar biasanya Sasikiran terus berupaya mencari remis dengan teknik pat (stalemate), tapi apa yang terjadi sungguh menarik: Santo mematikan Raja Putih dengan Kuda! Pembaca dapat menyaksikan partai tersebut dalam notasi terlampir.

Kekalahan Irene terjadi lebih karena ia membuat kesalahan posisional secara mendasar dalam tahap pembukaan. Pada langkah ke-13 ia dapat memukul balik Kuda lawan di petak d5 dengan Gajah atau dengan bidak. Pecatur elit dunia yang pemahaman posisionalnya sudah bagus, biasanya tanpa berpikir panjang akan langsung memukul dengan Gajah. Irene yang terlalu banyak menghitung justru memilih memukul dengan bidak.

Yang terjadi Gajah petak terang Irene di petak a2 tidak memiliki ruang gerak yang menjadi kekuatannya. Dalam permainan selanjutnya terasa benar Irene kesulitan membangun dan mengembangkan para perwiranya untuk dapat menduduki posisi strategis. Malah bidak d5-nya kemudian menjadi sasaran serangan jangka panjang Wang Yu.

Kemenangan Citra juga dapat menjadi contoh pemain yang tidak sabar, menyerang penuh ambisi tanpa didukung persiapan yang baik, justru malah akan mendatangkan kekalahan. Muminova yang memiliki gelar dan rating lebih tinggi dari Citra, pada langkah ke-25 menyerang Kuda Putih di f4 dengan menggunakan bidak pelindung Rajanya, g7-g5. Citra memanfaatkan situasi tersebut dengan membawa Menterinya menguasai diagonal a1-h8.

Setelah melalui berbagai maneuver dan pertukaran, Citra berhasil unggul satu bidak. Keunggulan itulah yang secara tepat dan akurat dimanfaatkan Citra hingga permainan akhir Benteng dengan Citra masih memiliki satu bidak.

Notasi

Berikut ini notasi partai kemenangan Susanto dan Citra maupun partai kekalahan Irene pada babak ketiga.

Sasikiran,Krishnan (2686) - Megaranto,Susanto (2527)
Pertahanan Hindia Bogo [E11]
Subic (3), 23.04.2010

1.d4 Kf6 2.c4 e6 3.Kf3 Gb4+ 4.Kbd2 b6 5.a3 Gxd2+ 6.Gxd2 Gb7 7.Gg5 d6 8.e3 Kbd7 9.Gd3 0–0 10.Kd2 Mc8 11.0–0 c5 12.Bc1 Mc6 13.f3 d5 14.dxc5 Mxc5 15.b4 Md6 16.Gb1 Bac8 17.Ke4 Kxe4 18.fxe4 f6 19.Gf4 Ke5 20.Ga2 Rh8 21.Md4 Mc7 22.exd5 exd5 23.c5 Bfd8 24.c6 Ga6 25.Bfd1 Ge2 26.Bd2 Gc4 27.b5 Gxb5 28.Gxd5 Md6 29.a4 Gxc6 30.Gxc6 Bxc6 31.Bxc6 Mxd4 32.exd4 Kxc6 33.d5 Ke7 34.d6 Kg6 35.Gg3 Rg8 36.Bc2 Bd7 37.Bc7 Bxc7 38.dxc7 Ke7 39.Rf2 Rf7 40.Gd6 Kc8 41.Ga3 Re6 42.Gf8 Rf7 43.Ga3 Re8 44.Rf3 Rd7 45.Gf8 g6 46.Gg7 Rxc7 47.Gxf6 Rd6 48.Rf4 Re6 49.Gc3 Kd6 50.Gb4 a5 51.Ge1 h6 52.h4 Kb7 53.g4 Kc5 54.Gc3 Kxa4 55.Gg7 h5 56.gxh5 gxh5 57.Rg5 b5 58.Rxh5 Rf7 59.Rh6 b4 60.h5 b3 61.Rh7 b2 62.Gxb2 Kxb2 63.h6 Kd3 64.Rh8 Ke5 65.h7 Kg6# 0–1

Sukandar,Irene Kharisma (2316) - Wang Yu (2335)
Pertahanan Dua Kuda [C55]
Subic (3), 23.04.2010

1.e4 e5 2.Kf3 Kc6 3.Gc4 Kf6 4.d3 Ge7 5.0–0 0–0 6.Be1 d6 7.a4 Ka5 8.Ga2 c5 9.Gd2 Kc6 10.Kc3 h6 11.h3 Be8 12.Kd5 Kxd5 13.exd5 Kb8 14.b4 cxb4 15.Gxb4 Ka6 16.Ga3 Gf5 17.Gc4 Kc7 18.Bb1 Bb8 19.Md2 b6 20.Mb4 Gf8 21.Be3 a6 22.Gb3 Rh8 23.Bbe1 Gh7 24.a5 b5 25.Kd2 f5 26.f4 Gg8 27.fxe5 Kxd5 28.Gxd5 dxe5 29.Mb2 Gxa3 30.Mxa3 Mxd5 31.Kf3 e4 32.Mb4 Gh7 33.dxe4 Bxe4 34.Bxe4 fxe4 35.Kd4 Be8 36.Be3 Gg6 37.c3 Mg5 38.Be1 Mg3 39.Bf1 Rh7 40.Mc5 e3 41.Ke2 Mh4 42.Mc6 Mc4 43.Mxc4 bxc4 44.Kd4 Gd3 45.Be1 Be5 46.Ba1 Bg5 47.Ba2 h5 48.Ba1 Rg6 49.Ba2 Rf6 50.Ba1 g6 51.Ba2 Be5 52.Ba1 g5 53.g3 g4 54.hxg4 hxg4 55.Be1 Rg5 56.Ba1 Rg6 57.Be1 Rg7 58.Kc6 Be8 59.Kd4 Rg6 60.Kc6 e2 61.Kd4 Be5 62.Rf2 Bxa5 63.Re3 Be5+ 64.Rd2 a5 65.Ba1 a4 66.Re1 Ba5 67.Rd2 a3 68.Kxe2 Gxe2 69.Rxe2 Rf5 70.Re3 Re5 71.Bh1 Ba4 72.Bh5+ Rf6 73.Bh6+ Rg5 74.Bh1 Rf5 75.Bh5+ Rf6 76.Bh6+ Rg5 77.Bh1 a2 78.Ba1 Rf5 79.Rd4 Ba8 80.Bf1+ Re6 81.Ba1 Ba4 82.Rc5 Re5 83.Rb5 Ba8 84.Rxc4 Re4 85.Rb5 Rd3 86.c4 Rc3 87.c5 Rb2 0–1

Citra,Dewi AA - Muminova,Nafisa
Pertahanan Prancis Variasi Tarrasch [C06]
Subic (3), 23.04.2010

1.e4 e6 2.d4 d5 3.Kd2 Kf6 4.e5 Kfd7 5.c3 c5 6.Gd3 Kc6 7.Ke2 cxd4 8.cxd4 f6 9.exf6 Kxf6 10.Kf3 Gd6 11.0–0 Mc7 12.Gg5 0–0 13.Gh4 Gd7 14.Gg3 e5 15.dxe5 Kxe5 16.Kxe5 Gxe5 17.Bc1 Md6 18.Mb3 Gxg3 19.hxg3 Kg4 20.f3 Kf6 21.Kf4 Gc6 22.Bfd1 Rh8 23.Mc3 Bae8 24.Md4 Be5 25.Mxa7 g5 26.Ke2 Bfe8 27.Kd4 g4 28.Mc5 Mb8 29.f4 B5e7 30.Kf5 Be6 31.Md4 Ma8 32.Kh6 Ma4 33.Mxa4 Gxa4 34.b3 Gc6 35.Kf7+ Rg7 36.Ke5 Ba8 37.a4 Bf8 38.Gf5 Bd6 39.Gxg4 Kxg4 40.Kxg4 Bg6 41.Ke5 Bxg3 42.Kxc6 bxc6 43.Bxc6 Bxb3 44.Bc7+ Bf7 45.Bxf7+ Rxf7 46.Bxd5 Bb4 47.Bd7+ Rg6 48.a5 Ba4 49.f5+ Rxf5 50.Bxh7 Rg4 51.Bg7+ Rf4 52.g3+ Rf5 53.Bf7+ Rg5 54.Ba7 Rg4 55.Rf2 Ba2+ 56.Re3 Rxg3 57.a6 Ba3+ 58.Re4 Ba5 59.Ba8 Rf2 60.a7 Re2 61.Rd4 Rd2 62.Rc4 Rc2 63.Rb4 1–0

Teks foto: GMW Irene Kharisma Sukandar vs MI Wang Yu (Cina) di babak ketiga yang dimenangkan pecatur Cina (Foto oleh Kristianus Liem)

Tidak ada komentar: