Senin, 28 Desember 2009

Putra Indonesia Ranking Empat Asia


Kejuaraan Catur Beregu Asia 2009
Putra Indonesia Ranking Empat Asia
Anjas Novita Raih Norma MI


Regu catur putra Indonesia akhirnya memastikan diri bertengger di peringkat empat Kejuaraan Catur Beregu Asia ke-14 di Kolkata, India, setelah pada babak terakhir hari Senin (28/12) mengalahkan tim Yaman dengan skor 3,5-0,5. Kemenangan tersebut membuat tim putra Indonesia mengumpulkan 8 MP, sama seperti tim India B, tetapi Indonesia unggul jauh dalam nilai tie-break.

Kemenangan tim Indonesia dipersembahkan oleh MI Tirta Chandra Purnama yang mengalahkan Abdullah Sonbul di papan pertama, kemudian MF Anjas Novita atas MF Fouad Mofleh di papan dua, remis Farid Firman Syah dengan Al-Aqrabi Saleh di papan empat, dan kemenangan Kaisar Jenius Hakiki atas MF Yahya Faray di papan tiga yang selesainya paling akhir dari semua pertandingan.

Juara Asia direbut tim India A dengan skor meyakinkan 14 MP hasil memenangkan seluruh tujuh pertandingan. Berikut ini ranking akhir kelompok putra: 1. India A 14 MP; 2-3. Vietnam, Iran 11 MP; 4-6. Indonesia, India B, Bangladesh 8 MP; 7. Singapura 4 MP; 8. Srilangka 3 MP; 9. Yaman 2 MP; 10. Nepal 1 MP.

Vietnam Juara Putri

Di bagian putri, pada babak terakhir regu Indonesia kembali takluk 1,5-2,5 dari Singapura. Kekalahan tragis dialami Baiq Vina Lestari di papan dua yang dalam permainan tengah menguasai keadaan sepenuhnya melawan MFW Liu Yang. Namun keasyikan berpikir Baiq kehabisan waktu saat pertandingan memasuki langkah ke-38. “Ketika saya pencet jam saya ternyata waktu saya pas jadi nol,” jelas Baiq dengan wajah murung.

Kekalahan satunya lagi dialami Dewi AA Citra dari MFW Victoria Chan Wei Yi. Sementara yang menang Irene Kharisma Sukandar atas MFW Jeslin Tay Li Jin. Chelsie Monica Sihite di papan empat yang sudah memperoleh posisi menang hanya mampu bermain remis lawan Christabel Neo Xiuwen.

Hasil tersebut membuat posisi putri Indonesia melorot ke peringkat tujuh dengan tetap 4 MP. Juara Asia di kelompok putri ini direbut tim Vietnam dengan skor meyakinkan pula, 13 MP, hasil enam kali menang dan sekali seri melawan favorit juara India A. Berikut ini ranking lengkapnya: 1. Vietnam 13 MP; 2. India A 10 MP; 3-4. Iran, India B 9 MP; 5 Singapura 8 MP; 6. Bangladesh 6 MP; 7. Indonesia 4 MP; 8. Srilanka 3 MP; 9. Nepal 1 MP.

Anjas Novita Raih Norma MI

Satu-satunya pecatur Indonesia yang tampil bagus adalah MF Anjas Novita yang merebut 5 poin dari tujuh babak. Anjas menang empat kali dari Sajan Pandey (Nepal), Mohammed Jamal Uddin (2150, Bangladesh), Edirisinghe Dulan (2137, Srilanka) dan MF Fouad Mofleh (2199, Yaman); remis dua kali dari GM Surya Shekhar Ganguly (2654, India) dan GM Majoob Morteza (2510, Iran); dan sekali kalah dari GM Bui Vinh (2488, Vietnam).

Dengan rating rata-rata lawannya yang mencapai 2334, Anjas memenuhi persyaratan rating antara 2292-2347 dan jumlah poin lima angka. Ini adalah norma MI yang kedua bagi Anjas. Norma MI pertama diraihnya pada Dubai Open 2004. Jadi Anjas sudah mengumpulkan dua kali norma MI dengan jumlah partai 16. Ia perlu norma MI satu kali lagi dengan jumlah partai sebelas game.

Seluruh kontingen Indonesia akan kembali ke Tanah Air menggunakan Thai Air pada Selasa 29 Desember malam hari dan baru tiba di Jakarta Rabu 30 Desember pukul 11.00 siang.

Teks foto: Anjas Novita meraih norma MI yang kedua kalinya (Foto oleh Kristianus Liem).

Minggu, 27 Desember 2009

Vietnam Taklukkan Indonesia



Hasil lengkap tim Indonesia putra maupun putri yang pada babak keenam keduanya menghadapi regu yang sama yaitu tim Vietnam. Hasil kalah telak 0-4 dan 0,5-3,5 ini bisa menjadi bahan evaluasi bahwa catur Indonesia yang memang sudah tertinggal dari Vietnam sejak lima tahun lalu, kini semakin terlihat nyata.
Tentu kita belum lupa pada SEA Filipina 2005 Vietnam memborong seluruh delapan medali emas yang disediakan!

Bo. 2 VIETNAM Rtg - 5 INDONESIA Rtg 4 : 0
2.1 GM Le Quang Liem 2624 - GM Megaranto Susanto 2522 1 - 0
2.2 GM Nguyen Ngoc Truong Son 2616 - IM Purnama Tirta Chandra 2417 1 - 0
2.3 GM Bui Vinh 2488 - FM Novita Anjas 2340 1 - 0
2.4 GM Nguyen Anh Dung 2447 - CM Farid Firman Syah 2249 1 - 0

Bo. 3 VIETNAM Rtg - 5 INDONESIA Rtg 3½: ½
1.1 WGM Le Thanh Tu 2344 - WGM Sukandar Irine Kharisma 2304 ½ - ½
1.2 WIM Pham Le Thao Nguyen 2295 - Lestari Baiq Vina 2170 1 - 0
1.3 WGM Nguyen Thi Thanh An 2334 - WFM Dewi Aa Citra 1938 1 - 0
1.4 WFM Nguyen Thi Mai Hung 2244 - WCM Sihite Chelsie Monica 1971 1 - 0


Teks foto: Putri Indonesia di babak keenam ditundukkan Vietnam 0,5-3,5. Paling depan Chelsie Monica Sihite vs Nguyen Thi Mai Hung (Foto oleh Kristianus Liem)

Putra Indonesia Cukur Srilanka 4-0


Regu catur putra Indonesia mencukur Srilanka 4-0 pada babak kelima Kejuaraan Catur Beregu Asia ke-14 di Kolkata, India, Sabtu (25/12) malam. Kemenangan tersebut membuat Indonesia kini membukukan 6 MP, namun tidak mampu mendongkrak posisi tim Indonesia dalam ranking sementara yang tetap berada di peringkat empat bersama-sama tim India B. Pertandingan akan berlangsung tujuh babak hingga 28 Desember 2009.

Menghadapi Srilanka praktis para pecatur Indonesia tidak mengalami kesulitan yang berarti.
GM Susanto Megaranto (2522) di papan satu sempat melancarkan kombinasi kecil pengorbanan Menteri hingga unggul dua bidak. Susanto menang lawan HLM Hapuarachchi (2019) pada langkah ke-40 pertahanan Pirc.

MF Anjas Novita (2340) yang dinaikkan ke papan dua melancarkan korban Kuda pada langkah ke-34 dengan kompensasi dua bidak bebasnya mendesak ke petak promosi. Lawannya Dulan Edirisinghe (2137) akhirnya menyerah pada langkah ke-43 pembukaan Bidak Menteri. Hasil tersebut membuat Anjas telah mengoleksi 4 angka dari lima babak.

Anjas menjadi satu-satunya pecatur putra Indonesia yang belum pernah kalah. Ia sudah mencetak tiga kemenangan dan dua kali remis. Dua lawan Anjas juga bergelar Grandmaster, jadi sangat besar peluang Anjas untuk meraih norma MI atau bahkan norma GM untuk tujuh babak!

Kaisar Jenius Hakiki (2227) di papan tiga melayani permainan tajam lawannya RS Kalugampitiya (2115) sejak langkah ke-15 melalui “jual beli pukulan” berupa saling memburu perwira lawan tanpa mempedulikan perwiranya sendiri yang terancam. Namun setelah saling pukul mereda, Kaisar keluar sebagai pemenang dengan keunggulan tiga bidak! Kaisar menang pada langkah ke-30 pertahanan Hindia Raja.

Farid Firman Syah (2249) di papan empat juga bermain tajam ketika pada langkah ke-19 mengorbankan satu bidak di petak c5, namun setelah terobosan bidak d4, Farid memperoleh inisiatif serangan dan mulai berbalik unggul satu bidak pada langkah ke-25. Dibombardir terus menerus, pecatur Srilanka yang penuh pengalaman seperti Luxman Wijesuriya (2089) pun akhirnya membuat blunder satu perwira ringan Kuda pada langkah ke-33 dan langsung menyerah.

Ranking sementara kelompok putra hingga babak lima: 1. India A 10 MP; 2-3. Iran, Vietnam 7 MP; 4-5. Indonesia, India B 6 MP; 6-7. Bangladesh, Singapura 4 MP; 8. Srilangka 3 MP; 9. Yaman 2 MP; 10. Nepal 1 MP.

Putri Indonesia Dikalahkan India B

Di bagian putri, regu Indonesia kembali takluk 0,5-3,5. Satu-satunya remis dibuat GMW Irene Kharisma Sukandar (2304) di papan satu melawan GMW Mary Ann Gomez (2384) langkah 34 pertahanan Sisilia Najdorf.

Baiq Vina Lestari (2170) di papan dua sudah terdesak sejak pembukaan hingga pada langkah ke-30 lawannya GMW Nisha Mohota (2351) mengorbankan kualitas Benteng ditukar Kuda, namun mendapat kompensasi bidak bebas pada lajur-b. Baiq menyerah langkah 41 pembukaan Gambit Menteri Ditolak.

MFW Dewi AA Citra (1938) di papan tiga kembali tampil meyakinkan dan sempat unggul satu bidak pada langkah ke-34 pertahanan Sisilia Najdorf. Sayangnya setelah itu ia membuat banyak langkah mubasir membuang-buang tempo sehingga lawannya MIW Padmini Rout (2334) berhasil konsolidasi dan lebih dulu memanfaatkan bidak bebasnya. Citra membuat blunder pada langkah ke-57 dalam posisi seimbang. Seharusnya ia mainkan 54.b4, bukan 54.Gxd4. Citra menyerah langkah ke-62.

Ranking sementara hingga babak kelima: 1. Vietnam 9 MP; 2-3. India A, India B 7 MP; 4-5. Iran, Singapura 5 MP; 6-7. Indonesia, Bangladesh 4 MP; 8. Srilanka 3 MP; 9. Nepal 1 MP.

Hasil Lengkap:

Berikut hasil lengkap babak kelima:

Putra:
1 INDIA A IRAN 3½ : ½
2 BANGLADESH VIETNAM 0 : 4
3 INDONESIA SRILANKA 4 : 0
4 NEPAL INDIA B 0 : 4
5 SINGAPORE YEMEN 4 : 0


Putri:
1 SINGAPORE VIETNAM ½ : 3½
2 INDONESIA INDIA B ½ : 3½
3 SRILANKA INDIA A 0 : 4
4 NEPAL BANGLADESH 0 : 4
5 IRAN bye 2 : 0


Notasi Citra vs Rout:

Berikut ini notasi jalannya pertandingan tragis antara Citra vs Rout yang berakhir untuk kemenangan pecatur India.

MFW Dewi AA Citra (1938) – MIW Padmini Rout (2334)
Asian Team Chess Championshi Kolkata India (5), 26.12.2009

1.e4 c5 2.Kf3 d6 3.d4 cxd4 4.Kxd4 Kf6 5.Kc3 a6 6.f3 e5 7.Kb3 Ge7 8.Ge3 Ge6 9.Md2 0–0 10.0–0–0 a5 11.Rb1 a4 12.Kc1 a3 13.b3 Ba5 14.g4 d5 15.g5 Kxe4 16.Kxe4 dxe4 17.Mxd8 Gxd8 18.fxe4 Kc6 19.h4 Ge7 20.Ge2 Bc8 21.c3 Baa8 22.Kd3 Ka7 23.c4 Kc6 24.Kc5 Gxc5 25.Gxc5 Ka5 26.Gd6 Kc6 27.Gc5 Ka5 28.Ge3 Rf8 29.h5 g6 30.hxg6 hxg6 31.Bh8+ Rg7 32.Bxc8 Bxc8 33.Gc1 Kc6 34.Gxa3 Kd4 35.Gd3 Be8 36.Gd6 Gg4 37.Bg1 Gf3 38.Bg3 Ge2 39.Gxe2 Kxe2 40.Bf3 Kf4 41.a4 f6 42.gxf6+ Rxf6 43.Rc2 g5 44.Gb4 g4 45.Bg3 Rg5 46.Gd2 Bh8 47.c5 Bh3 48.Bg1 g3 49.a5 Rg4 50.c6 bxc6 51.a6 Bh8 52.a7 Ba8 53.Ge3 Rf3 54.Gb6 g2 55.Bd1 Ke2 56.Rd3 Kd4 57.Gxd4 [seharusnya 57.b4 Rf2 58.Bd2+ Rg3 59.Bd1 Rh2 60.Re3!=] 57...exd4 58.Ba1 c5 59.e5 Rf4 60.Bg1 Rg3 61.Ba1 Rh2 62.Ba2 Rh1 0–1

Teks foto: Tim putri Indonesia vs India B, paling depan Irene Kharisma Sukandar vs Mary Ann Gomez (Foto oleh Kristianus Liem)

Sabtu, 26 Desember 2009

Walau Kalah Tim Indonesia Masih Peringkat Empat


Regu catur putra Indonesia menderita kalah 1-3 dari Iran pada babak keempat Kejuaraan Catur Beregu Asia ke-14 di Kolkata, India, Jumat (25/12) malam. Namun hasil tersebut tidak mempengaruhi posisi tim Indonesia dalam ranking sementara yang berada di peringkat empat. Pertandingan akan berlangsung tujuh babak hingga 28 Desember 2009.

GM Susanto Megaranto (2522) di papan satu bermain remis lawan GM Ehsan Ghaem Maghami (2603) pada langkah ke-31 pertahanan Sisilia Scheveningen. Susanto unggul satu bidak hingga permainan disepakati remis, tetapi posisinya tertekan. Hasil ini memperpanjang rekor sepuluh kali remis di antara keduanya, dengan masing-masing pernah sekali menang.

Sayang MI Tirta Chandra Purnama (2417) di papan dua terlalu cepat kalah dari GM Elshan Moradiabadi (2560). Tirta sempat menang kualitas tetapi ketinggalan sampai tiga bidak sehingga posisinya justru menjadi pihak yang terus bertahan. Tirta menyerah pada langkah ke-53 pertahanan Hindia Raja.

Farid Firman Syah (2249) yang untuk pertama kalinya dimainkan di papan empat, sempat memperoleh posisi menang lawan MI Toufighi Homayoon (2454). Namun krisis waktu yang melanda membuat ia beberapa kali melakukan langkah lemah. Misalnya pada langkah ke-28 seharusnya ia mainkan bidak a5, bukan bidak b4. Jika itu ia lakukan maka ia akan memperoleh bidak bebas terjaga yang kuat di petak e2. Farid menyerah langkah ke-48 pertahanan Sisilia variasi Moskow.

MF Anjas Novita (2340) di papan tiga bertarung keras melawan GM Mahjoob Morteza (2510) yang menggunakan pertahanan Sisilia variasi Kan. Anjas sempat ketinggalan satu bidak, namun ia berusaha merebut inisiatif serangan dengan membongkar sayap-raja dan menyusupkan Menterinya hingga ke baris terakhir. Mahjoob tampaknya tidak mau memaksakan diri dan menawarkan remis pada langkah ke-43 yang diterima oleh Anjas.

Anjas menjadi satu-satunya pecatur putra Indonesia yang belum pernah kalah. Ia sudah mencetak dua kemenangan dan dua kali remis. Dua lawan Anjas juga bergelar Grandmaster, jadi sangat besar peluang Anjas untuk meraih norma MI atau bahkan norma GM!

Ranking sementara hingga babak empat: 1. India A 8 MP; 2. Iran 7 MP; 3. Vietnam 5 MP; 4-6. Indonesia, Bangladesh, India B 4 MP; 7. Srilangka 3 MP; 8-9. Singapura, Yaman 2 MP; 10. Nepal 1 MP.

Putri Indonesia Bye

Di bagian putri, regu Indonesia mendapat bye sehingga memperoleh tambahan 1 MP, namun kondisi tersebut membuat ranking sementara regu putri Indonesia merosot ke peringkat enam. Di kelompok putri memang tujuh dari sembilan regu akan mendapat bye karena jumlah peserta yang ganjil.

Ranking sementara hingga babak keempat: 1. Vietnam 7 MP; 2-4. India A, India B, Singapura 5 MP; 5-6. Iran, Indonesia 4 MP; 7. Srilanka 3 MP; 8.Bangladesh 2 MP; 10. Nepal 1 MP.

Hasil Lengkap:

Berikut hasil lengkap babak keempat:

Putra:
1 VIETNAM - INDIA A 1½ : 2½
2 INDONESIA - IRAN 1 : 3
3 SRILANKA - BANGLADESH 1 : 3
4 SINGAPORE - INDIA B 1½ : 2½
5 YEMEN - NEPAL 2 : 2

Putri:
1 VIETNAM IRAN 2½ : 1½
2 INDIA A INDIA B 1½ : 2½
3 BANGLADESH SINGAPORE 0 : 4
4 SRILANKA NEPAL 4 : 0
5 INDONESIA bye 2 : 0

Notasi Farid vs Homayoon:

Berikut ini notasi jalannya pertandingan tragis antara Farid vs Homayoon yang berakhir untuk kemenangan pecatur Iran.

MI Toufighi Homayoon (2454) - Farid Firman Syah (2249)
Asian Team Chess Championshi Kolkata India (4), 25.12.2009

1.e4 c5 2.Kf3 d6 3.Gb5+ Kd7 4.0–0 Kgf6 5.Be1 a6 6.Gf1 e6 7.c3 Ge7 8.d4 cxd4 9.cxd4 0–0 10.Kc3 b5 11.e5 Kd5 12.Kxd5 exd5 13.Gf4 dxe5 14.dxe5 Kc5 15.Kd4 Ge6 16.Kc6 Md7 17.Kxe7+ Mxe7 18.Mh5 g6 19.Mh6 f5 20.exf6 Mxf6 21.Gd6 Mxf2+ 22.Rh1 Ke4 23.Gxf8 Bxf8 24.Gd3 Mxb2 25.Gxe4 dxe4 26.Bf1 Be8 27.Me3 Gxa2 28.Bfe1 b4 [harusnya 28...a5!] 29.Bac1 Mg7 30.Mb6 b3= 31.Mxa6 Me5 32.Be2 Me6 33.Ma4 e3 34.Bce1 Me4 35.Ma7 Be7 36.Mc5 Me5 37.Ma3 Be8 38.h3 Md4 39.Mc1 Rh8 40.Bd1 Me5 41.Bde1 Md4 42.Mc6 Bb8 [remis jika 42...Be4! 43.Mb7 g5 44.Mf7 Bf4 45.Me8+ Rg7 46.Me7+ Rg6 47.Me6+ Mf6 48.Mg8+ Rh6 49.Rg1=] 43.Mc7 Be8 44.Mf7 Bg8 45.Bxe3 Mg7 46.Mc4 g5 47.Be8 h6 48.B1e7 1–0


Teks foto:Tim putra Indonesia vs Iran, dari sebelah kanan Farid, Anjas, Tirta dan Susanto (Foto oleh Kristianus Liem).

Jumat, 25 Desember 2009

Ranking Indonesia Sementara Peringkat Empat


Kejuaraan Catur Beregu Asia 2009
Ranking Indonesia Sementara di Peringkat Empat


Regu catur putra dan putri Indonesia sementara berada di peringkat empat pada Kejuaraan Catur Beregu Asia ke-14 di Kolkata, India, setelah menyelesaikan tiga babak hingga Kamis (24/12) malam. Pertandingan akan berlangsung tujuh babak hingga 28 Desember 2009.

Pada babak ketiga regu putra Indonesia takluk 0,5-3,5 dari favorit juara tim India A. GM Susanto Megaranto (2522) di papan satu bermain terlalu terburu-buru karena sudah unggul waktu sampai 30 menit hingga suatu kali membuat langkah. GM Pentala Harikrishna (2672) langsung memanfaatkan kondisi tersebut dengan mengorbankan bidak, lalu para perwira beratnya menyerbu bagai air bah. Susanto menyerah pada langkah ke-37 pertahanan Hindia Nimzo.

MF Anjas Novita (2340) di papan tiga menyelesaikan tugas dengan baik menahan remis GM Surya Shekhar Ganguly (2654) pada langkah ke-41 pertahanan Sisilia Scheveningen. Partai ini juga berjalan keras dengan Ganguly sempat mengorbankan Kuda.

MI Tirta Chandra Purnama (2417) di papan dua yang juga ditugaskan menahan GM Khrisnan Sasikiran (2664) gagal menjalankan misinya karena terpancing mengambil korban kualitas semu yang ditawarkan Sasikiran. Akibatnya serangan pecatur nomor tiga India setelah juara dunia Viswanathan Anand itu datang beruntun hingga Tirta menyerah pada langkah ke-65 pertahanan Grunfeld.

Kaisar Jenius Hakiki (2227) di papan empat yang main bagus di babak tengah hingga unggul posisi lalu unggul materi setelah lawannya GM Deepan Chakhravarthy (2518) terpaksa melepas menterinya untuk ditukar benteng, kuda dan satu bidak. Namun sayang setelah itu Kaisar membuat banyak langkah lemah. Kalau saja pada langkah ke-37 ia mainkan menterinya ke petak sentral d5 maka lawannya tidak dapat menyerang balik dan ia leluasa memetik bidak lawan satu demi satu. Kaisar menyerah pada langkah ke-58 pertahanan Sisilia Scheveningen.

Ranking sementara hingga babak tiga: 1. India A 6 MP; 2-3. Vietnam dan Iran 5 MP; 4. Indonesia 4 MP; 5. Srilangka 3 MP; 6-8. Bangladesh, India B, Singapura 2 MP; 9. Yaman 1 MP; 10. Nepal 0 MP.

Putri Seri 2-2 Lawan Bangladesh

Di bagian putri, regu Indonesia hanya berhasil bermain imbang 2-2 melawan Bangladesh setelah pecatur andalan Indonesia GMW Irene Kharisma Sukandar (2304) di papan satu menyerah dari Khan Nazrana (1985) pada langkah ke-57 pembukaan Gambit Menteri Ditolak. Terlalu memaksakan diri menyerang walau posisi tidak memungkinkan, Irene sempat kehilangan Kuda pada langkah ke-35.

Medina Warda Aulia (1959) di papan empat sempat kecolongan satu bidak di pembukaan Sisilia variasi Kan. Namun ia membuat permainan menjadi liar dan bertahan ketat sampai pada suatu kesempatan ia melancarkan skak abadi. MIW Rani Hamid (2051) terpaksa menerima remis pada langkah ke-42 sebab kalau ia memilih langkah lain malah bisa kalah.

MFW Dewi AA Citra (1938) di papan tiga tampil paling meyakinkan. Menggunakan pertahanan Hindia Raja, Citra berhasil membangun serangan balik dan mengendalikan situasi hingga lawannya Begum Masuda (1872) menyerah pada langkah ke-66.

Partai paling tegang dan paling belakangan selesainya terjadi di papan dua, Baiq Vina Lestari (2170) bergantian mendapatkan posisi menang dan kalah melawan Zultana Zakia (1971). Namun keduanya gagal menemukan langkah menangnya sehingga remis melalui repetition terjadi pada langkah ke-79 pertahanan Prancis.

Ranking sementara hingga babak ketiga: 1-2. India A dan Vietnam 5 MP; 3. Iran 4 MP; 4-6. Indonesia, India B, Singapura 3 MP; 7. Bangladesh 2 MP; 8-9. Srilanka dan Nepal 1 MP.

Hasil Lengkap:

Berikut hasil lengkap babak ketiga:

Putra:
1 INDIA A - INDONESIA 3½ : ½
2 INDIA B - VIETNAM 1 : 3
3 IRAN - SINGAPORE 3½ : ½
4 BANGLADESH - YAMAN 4 : 0
5 SRILANKA - NEPAL 2½ : 1½

Putri:
1 INDIA A - VIETNAM 2 : 2
2 SINGAPORE - IRAN 0 : 4
3 BANGLADESH - INDONESIA 2 : 2
4 INDIA B - NEPAL 4 : 0
5 SRILANKA - bye 2 : 0

Notasi Kaisar vs Deepan:

Berikut ini notasi jalannya pertandingan tragis antara Kaisar vs Deepan yang berakhir untuk kemenangan pecatur India.

Kaisar Jenius Hakiki (2227) - Deepan Chakkravarthy (2518)
Pertahanan Sisilia Scheveningen
Asian Team Chess Championshi Kolkata India (3), 24.12.2009

1.e4 c5 2.Kf3 d6 3.d4 cxd4 4.Kxd4 Kf6 5.Kc3 a6 6.Ge2 e6 7.a4 Ge7 8.f4 0–0 9.0–0 Kc6 10.Ge3 Gd7 11.Me1 Kxd4 12.Gxd4 Gc6 13.Gd3 Kd7 14.Bd1 e5 15.Ge3 exf4 16.Gxf4 Ke5 17.Rh1 Gf6 18.Mg3 g6 19.Ge2 Gg7 20.Bd2 Mc7 21.Bfd1 Bad8 22.b4 Rh8 23.b5 axb5 24.axb5 Ge8 25.Kd5 Mb8 26.c4 f6 27.Ma3 g5 28.Gg3 Gg6 29.Kc3 Mc8 30.Mb3 f5 31.exf5 Mxf5 32.c5 h5 33.Kd5 dxc5 34.Ke7 Bxd2 35.Kxf5 Bxd1+ 36.Mxd1 Gxf5 37.Gxh5 [seharusnya 37.Md5!] 37...Kd3 38.h4 gxh4 39.Gxh4 c4 40.Gg4 Gh7 41.Ge2 Ba8 42.Rh2 Bg8 43.g4 Ba8 44.Gg3 Ba2 45.Rh3 Ba1 46.Md2 c3 47.Me3 Bh1+ 48.Rg2 c2 49.Rxh1 c1M+ 50.Mxc1 Ge4+ 51.Rh2 Kxc1 52.Gc4 Kd3 53.Gxd3 Gxd3 54.b6 Gd4 55.Gc7 Ge4 56.Rg3 Ge3 57.Gd8 Rg7 58.Gc7 Rf7 0–1

Pairing Babak Keempat:

Di babak keempat ini tim putri Indonesia mendapat bye walaupun sebetulnya tim Singapura rankingnya di bawah Indonesia, tetapi karena tujuh dari sembilan tim peserta pasti terkena bye, situasi tersebut membuat pairing menjadi agak sulit, dan putri Indonesia mendapat giliran tepat di hari Natal ini.

Berikut ini pairing lengkap babak keempat tim putra Indonesia:

Bo. 5 INDONESIA Rtg - 3 IRAN Rtg 0 : 0
2.1 GM Megaranto Susanto 2522 - GM Ghaem Maghami Ehsan 2603
2.2 IM Purnama Tirta Chandra 2417 - GM Moradiabadi Elshan 2560
2.3 FM Novita Anjas 2340 - GM Mahjoob Morteza 2510
2.4 CM Farid Firman Syah 2249 - IM Toufighi Homayoon 2454

Teks foto: Tim putra Indonesia vs India A, sebelah kiri pecatur papan empat Indonesia Kaisar Jenius Hakiki (kiri) vs GM Deepan Chakhravarthy (Foto oleh Kristianus Liem).

Kamis, 24 Desember 2009

Hasil Tragis Tim Indonesia


Kebalikan dari hasil babak kedua, pada babak ketiga secara tragis tim putra Indonesia dikalahkan tim India A dengan skor 0,5-3,5. Hasilnya harusnya tidak seperti skor yang terlihat. Di tahap pembukaan Susanto sempat unggul waktu hampir setengah jam. Sayang setelah itu Susanto justru menjadi terburu-buru dan buat kekeliruan yang tentu saja terbaca oleh Harikrishna.


Tirta Chandra sempat menang kualitas lebih dulu, tetapi sepak-terjang pasangan Gajah Sasikiran tak mampu diredam Tirta. Cuma Anjas yang mampu menahan Ganguly.

Yang paling tragis partai Kaisar vs Deepan. Kaisar sudah menang Menteri yang hanya ditukar dengan Benteng, Kuda dan satu bidak. Kaisar hanya perlu meletakkan Menterinya di petak sentrum d5 pada langkah ke-37 untuk kemudian menang. Tapi yang terjadi adalah langkah lemah demi langkah sampai akhirnya ambruk!


Berikut ini hasil lengkap tim Indonesia pada babak ketiga:

Round 3 on 2009/12/24 at 1400 hrs
Bo. 1 INDIA A Rtg - 5 INDONESIA Rtg 3½: ½
1.1 GM Harikrishna P 2672 - GM Megaranto Susanto 2522 1 - 0
1.2 GM Sasikiran Krishnan 2664 - IM Purnama Tirta Chandra 2417 1 - 0
1.3 GM Ganguly Surya Shekhar 2654 - FM Novita Anjas 2340 ½ - ½
1.4 GM Deepan Chakkravarthy J 2518 - Kaisar Jenius Hakiki 2227 1 - 0

Bo. 7 BANGLADESH Rtg - 5 INDONESIA Rtg 2 : 2
3.1 Khan Nazrana 1985 - WGM Sukandar Irine Kharisma 2304 1 - 0
3.2 WFM Sultana Zakia 1971 - Lestari Baiq Vina 2170 ½ - ½
3.3 Begum Masuda 1872 - WFM Dewi Aa Citra 1938 0 - 1
3.4 WIM Hamid Rani 2051 - WCM Medina Warda Ulia 1959 ½ - ½
Tesk foto: Tim putri Indonesia vs Bangladesh berakhir imbang 2-2 dengan andalan Indonesia Irene Kharisma ditumbangkan pecatur yang ratingnya 1900-an (Foto oleh Kristianus Liem)

Partai GM Ziaur Rahman vs GM Susanto Megaranto


Pecatur Indonesia banyak menciptakan partai menarik pada babak kedua Asian Team Chess Championship yang saat ini tengah berlangsung di "City of Joy" Kolkata, India. Salah satunya partai GM Susanto Megaranto vs GM Ziaur Rahman kemarin di papan satu yang dapat pembaca nikmati di bawah ini dengan analisis ringan.
Keempat pecatur Indonesia memang tampil bagus pada babak kedua kemarin sehingga kita mampu menggulung Bangladesh dengan skor yang sangat meyakinkan, 3,5-0,5. Hasil tersebut diluar perkiraan umu sehingga menjadi bahan perbincangan di antara peserta kejuaraan catur beregu Asia yang sudah berlangsung sebanyak 14 kali itu.

GM Ziaur Rahman (2545) – GM Susanto Megaranto (2522)
Pertahanan Alekhine [B04]
Tata Steel Asian Team Chess Championship Kolkata India (2), 23.12.2009


1.e4 Kf6 2.e5 Kd5 3.d4 d6 4.Kf3 Kb6 5.Ge2 g6 6.0–0 Gg7 7.exd6 cxd6 8.a4 0–0 9.a5 K6d7 10.Kbd2 Kc6 11.Kb3 Kf6 12.Gg5 h6 13.Gxf6 Gxf6 14.Md2 e5 15.dxe5 dxe5 16.Mxd8 Bxd8 17.c3 Ge7 18.Gb5 f6 19.a6 Bb8 20.Kfd2 Gd7 21.Ke4 b6 22.c4 Bbc8 23.Bfd1 Ge6 24.Bxd8+ Kxd8 25.Kbd2 f5 26.Kc3 Gb4 27.Kf3 Gxc3 28.bxc3 Kf7 29.Be1 Gxc4 30.Gxc4 Bxc4 31.Kxe5 Kxe5 32.Bxe5
Lihat diagram.
32...Be4!!
Langkah yang memperlihatkan kematangan Susanto dalam pemahaman permainan akhir bidak. Ia akan menggunakan teknik zugzwang memanfaatkan kelemahan struktur bidak Putih yang terdiri dari tiga pulau. Hitam memang bisa unggul satu bidak dengan 32...Bxc3 33.g4 Ba3 (jika 33...fxg4 34.Be7 Ba3 35.Bxa7 Rf8 36.Rf1 h5 37.Re2 Re8 38.Bg7 Bxa6 39.Bxg6 Ba2+ 40.Rf1 b5 41.Bg5 b4 42.Bb5 dan Hitam sulit untuk bisa menang) 34.gxf5 gxf5 35.Bxf5 Bxa6 namun setelah 36.Bd5 walau bisa menang juga, namun pekerjaan Hitam menjadi jauh lebih sulit.
33.Bxe4 fxe4 34.Rf1 Rf7 35.Re2 Re6 36.c4 Rd6 37.Rd2 Rc5 38.Rc3 b5!
Susanto bermaksud menciptakan bidak bebas terjauh.
39.cxb5 Rxb5 40.Rd4 Rxa6 41.Rxe4 Rb5 42.Rd3
Untuk 42.f4 a5 43.Rd3 (jika 43.g4 Rc5 44.f5 gxf5+ 45.gxf5 Rd6! Hitam menang) 43...h5 44.Rc3 Rc5 45.g3 Rd5 Hitam menang.
42...Rb4 43.g4 Rc5 44.Re4 a5 45.f4 a4 46.Rd3 Rd5 47.h4 h5 0–1

Putra Indonesia Memimpin Bersama India


Regu putra Indonesia hingga babak kedua memimpin klasemen sementara bersama-sama tim India A dengan 4 angka kemenangan regu. Hanya dua tim inilah yang sama-sama mencetak dua kemenangan berturut-turut.

Berikut ini ranking sementara hingga babak kedua:

Rk. SNo Team Games + = - TB1 TB2 TB3
1 5 INDONESIA 2 2 0 0 7,5 4 0
2 1 INDIA A 2 2 0 0 6,0 4 0
3 3 IRAN 2 1 1 0 6,0 3 0
4 2 VIETNAM 2 1 1 0 5,5 3 0
5 4 INDIA B 2 1 0 1 4,5 2 0
6 7 SINGAPORE 2 1 0 1 4,5 2 0
7 9 SRILANKA 2 0 1 1 2,0 1 1
8 8 YEMEN 2 0 1 1 2,0 1 1
9 6 BANGLADESH 2 0 0 2 2,0 0 0
10 10 NEPAL 2 0 0 2 0,0 0 0

Di bagian putri India A dan Vietnam yang memimpin dengan 4 MP pula. Berikut ini ranking lengkapnya:

Rk. SNo Team Games + = - TB1 TB2 TB3
1 1 INDIA A 2 2 0 0 4 6,0 5,5
2 3 VIETNAM 2 2 0 0 4 3,0 3,0
3 6 SINGAPORE 2 1 1 0 3 4,0 3,0
4 5 INDONESIA 2 1 0 1 2 6,0 5,5
5 4 IRAN 2 1 0 1 2 4,0 5,5
6 2 INDIA B 2 0 1 1 1 4,0 6,0
7 7 BANGLADESH 2 0 1 1 1 4,0 0,0
8 9 NEPAL 2 0 1 1 1 0,0 0,0
9 8 SRILANKA 2 0 0 2 0 0,0 5,5
Teks foto: Dari kiri: Kaisar Jenius, Anjas Novita, Tirta Chandra dan Susanto Megaranto (Foto oleh Kristianus Liem)

Rabu, 23 Desember 2009

Pairing Babak 3 Tim Indonesia

Berikut ini pairing lengkap tim Indonesia pada Asian Team Chess Championship 2009:

Round 3 on 2009/12/24 at 1400 hrs
Bo. 1 INDIA A Rtg - 5 INDONESIA Rtg 0 : 0
1.1 GM Harikrishna P 2672 - GM Megaranto Susanto 2522
1.2 GM Sasikiran Krishnan 2664 - IM Purnama Tirta Chandra 2417
1.3 GM Ganguly Surya Shekhar 2654 - FM Novita Anjas 2340
1.4 GM Deepan Chakkravarthy J 2518 - Kaisar Jenius Hakiki 2227

Bo. 7 BANGLADESH Rtg - 5 INDONESIA Rtg 0 : 0
3.1 Khan Nazrana 1985 - WGM Sukandar Irine Kharisma 2304
3.2 WFM Sultana Zakia 1971 - Lestari Baiq Vina 2170
3.3 Begum Masuda 1872 - WFM Dewi Aa Citra 1938
3.4 WIM Hamid Rani 2051 - WCM Medina Warda Ulia 1959

Hasil Babak 2 Tim Indonesia


Hasil Lengkap Babak Kedua:
Hasil mengejutkan dibuat tim putra Indonesia yang mampu menang telak 3,5-0,5 atas tim Bangladesh yang diperkuat dua Grandmaster kawakan Ziaur Rahman dan Niaz Murshed. Padahal pada babak pertama saja unggulan utama India A hanya menang tipis 2,5-1,5 atas Bangladesh. Mudah-mudahan ini pertanda baik bagi catur Indonesia.

Berikut ini hasil lengkap babak kedua tim putra Indonesia:

Bo. 6 BANGLADESH Rtg - 5 INDONESIA Rtg ½ :3½
3.1 GM Rahman Ziaur 2545 - GM Megaranto Susanto 2522 0 - 1
3.2 GM Murshed Niaz 2409 - IM Purnama Tirta Chandra 2417 ½ - ½
3.3 Md Jamal Uddin 2150 - FM Novita Anjas 2340 0 - 1
3.4 FM Mohammed Ab Ul Malek 2290 - Kaisar Jenius Hakiki 2227 0 - 1

Berikut ini hasil lengkap babak kedua tim putri Indonesia:

Bo. 5 INDONESIA Rtg - 8 SRILANKA Rtg 4 : 0
4.1 WGM Sukandar Irine Kharisma 2304 - Ranasinghe S D 1839 1-0
4.2 Lestari Baiq Vina 2170 - Premanath Dinushki 1819 1-0
4.3 WFM Dewi Aa Ci Ra 1938 - WFM Thilakawardana Supeshala 1809 1-0
4.4 WCM Medina Warda Ulia 1959 - WCM Walallawita Lihini 1797 1-0

Notasi Baiq Vina vs Eesha Karavade


Notasi Baiq:

Berikut ini notasi jalannya pertandingan mengejutkan antara Baiq Vina vs Eesha Karavade yang berakhir untuk kemenangan pecatur Indonesia tersebut.

Lestari Baiq Vina - Karavade Eesha [B85]
Asian Team Chess Championship (1), 22.12.2009

1.e4 c5 2.Kf3 d6 3.d4 cxd4 4.Kxd4 Kf6 5.Kc3 a6 6.Ge2 e6 7.0–0 Ge7 8.f4 Kc6 9.Rh1 Gd7 10.Ge3 0–0 11.Me1 b5 12.a3 Mb8 13.Gf3 Kxd4 14.Gxd4 e5 15.Ge3 Gc6 16.Mg3 Be8 17.fxe5 dxe5 18.Gh6 Gf8 19.Gg5 Kd7 20.Gh5 g6 21.Bf2 Mb7 22.Gg4 Kc5 23.Baf1 h6 24.Bxf7 Mxf7 25.Bxf7 Rxf7 26.Mf2+ Rg8 27.Mf6 Rh7 28.Mxc6 hxg5 29.b4 Ka4 30.Kd5 Bed8 31.Mc7+ Gg7 32.Mc6 Bf8 33.h3 Ba7 34.Gd7 Baa8 35.Kc7 Ba7 36.Kd5 Baa8 37.Rh2 Bab8 38.Mxa6 Bf2 39.Me6 Bff8 40.c4 Kb2 41.c5 Kd3 42.c6 Ke1 43.c7 Ba8 44.c8M Baxc8 45.Gxc8 Bf2 46.Mg4 1–0

Baiq Vina Lestari (kanan) yang membuat kejutan pada babak pertama dengan menaklukkan GMW Eesha Karavade dari India (Foto oleh Kristianus Liem).

Hasil Lengkap Babak Pertama


Hasil Lengkap:

Berikut hasil lengkap pada babak pertama:

Putra:

1 INDIA A BANGLADESH 2½ : 1½
2 SINGAPUR VIETNAM ½ : 3½
3 IRAN YAMAN 4 : 0
4 SRILANKA INDIA B 0 : 4
5 INDONESIA NEPAL 4 : 0

Putri:

1 INDIA A INDONESIA 2½ : 1½
2 SINGAPUR INDIA B 2 : 2
3 VIETNAM BANGLADESH 3 : 1
4 SRILANKA IRAN 0 : 4
5 NEPAL Bye 2 : 0

Teks foto: Iran menyapu Yaman 4-0. Depan kiri adalah GM Ehsan Ghaem Maghami dari Iran. (Foto oleh Kristianus Liem)

Putra Indonesia Bantai Nepal 4-0, Putri Kalah Tipis 1,5-2,5 dari India A


Kejuaraan Catur Beregu Asia 2009
Putra Indonesia Bantai Nepal 4-0, Putri Kalah Tipis 1,5-2,5 dari India A

Regu catur putra Indonesia tampil sempurna pada babak pertama Kejuaraan Catur Beregu Asia ke-14 yang berlangsung di Kolkata, India, Selasa (22/12) dengan mencukur regu Nepal 4-0. Kaisar Jenius Hakiki (rating 2227) di papan empat mengawali kemenangan Indonesia dengan menundukkan Shrestha Rajendra Prasad (1982) pada langkah ke-23 pertahanan Sisilia variasi Scheveningen.

MF Anjas Novita (234) di papan tiga menambah skor dengan menundukkan Pandey Sajan pada langkah ke-44 pertahanan Sisilia Najdorf. Lalu GM Susanto Megaranto (2522) di papan satu memastikan kemenangan Indonesia dengan menaklukkan Mahato Rajkishor (1994) pada langkah ke-61 pembukaan Gambit Menteri Ditolak.


Sementara MI Tirta Chandra Purnama di papan dua menggenapkan kemenangan Indonesia menjadi 4-0 setelah mengalahkan Karmacharya Punya Man (2015) pada langkah ke-36 pertahanan Ruy Lopez variasi Tukar.

Baiq Buat Kejutan:

Di bagian putri, regu Indonesia tampil percaya diri walau menghadapi unggulan pertama India A yang seluruh pemainnya bergelar GMW. Perlawanan keras diberikan para pecatur muda Indonesia itu di semua empat papan.

Namun pengalaman mulai berbicara ketika Chelsie Monica Sihite (1971) di papan tiga tidak berhasil menemukan langkah menang bidak 24.Kc6 dalam posisi liar. Dua langkah kemudian ia baru mengambil bidak d5 tersebut yang ternyata justru suatu kesalahan besar. GMW Nadiq Kruttika (2255) dengan jeli langsung menghukumnya. Chelsie baru menyerah pada langkah ke-32 pertahanan Sisilia Najdorf.

Indonesia langsung menyamakan skor 1-1 ketika Baiq Vina Lestari (2170) di papan dua membuat kejutan dengan menundukkan GMW Eesha Karavade (2413) pada langkah ke-46 pertahanan Sisilia Scheveningen.

Ini jelas suatu langkah awal yang bagus buat Baiq untuk dapat langsung meraih norma GMW pertamanya. Baiq menghukum dengan tepat ketika Eesha membuat kesalahan pada langkah ke-23 dengan menukar dua bentengnya untuk menteri lawan. Namun setelah itu ia mengunci posisi lawan hingga menyerah. Notasi partai tersebut dapat dilihat di bawah ini.

Posisi Indonesia ketinggalan 1-2 ketika GMW Irene Kharisma Sukandar (2304) di papan satu menyerah dari GMW Harika Dronavalli (2467). Irene yang memasang pertahanan “double cover” tak berdaya ketika pada langkah ke-25 Harika mengorbankan kudanya di petak f7 yang menghancurkan pertahanannya. Irene menyerah pada langkah ke-35 pembukaan Catalan.

Sayangnya, MFW Dewi AA Citra (1938) yang berhasil mengacak-acak posisi juara dunia junior 20 tahun 2009 GMW Soumya Swaminathan (2303) tidak berhasil menemukan langkah terbaik ketika waktunya tinggal dua menit lebih. “Saya gugup waktu tinggal dua menit. Seharusnya saya bisa mematkan rajanya,” cerita Citra dengan gemas.

Soumya berhasil melakukan konsolidasi dan menyeimbangkan posisi dan kemudian menawarkan remis pada langkah ke-46 pertahanan Sisilia Scheveningen setelah berkonsultasi dengan kaptennya. Posisi terakhir menunjukkan Soumya memiliki benteng dan gajah sedangkan Citra benteng dan kuda dengan masing-masing memiliki empat bidak pada sayap-raja. Namun pelatih Indonesia MI Irwanto Sadikin kecewa dengan keputusan Citra menerima remis yang tanpa konsultasi lebih dulu. “Seharusnya main terus saja, karena kalah 1,5-2,5 sama saja dengan kalah 1-3,” keluh Irwanto yang merasa peluang emas telah hilang.

Teks foto: Tirta Chandra Purnama, Anjas Novita dan Kaisar Jenius Hakiki ketiga jumpa regu Nepal pada babak pertama Kejuaaan Catur Beregu Asia 2009. (Foto oleh Kristianus Liem)

Selasa, 22 Desember 2009

Putra Indonesia Jumpa Nepal, Putri Lawan India A




Kejuaraan Catur Beregu Asia 2009
Putra Indonesia Jumpa Nepal, Putri Lawan India A

Regu putri Indonesia sudah harus bertemu unggulan utama pada babak pertama Kejuaraan Catur Beregu Asia ke-14 yang berlangsung di Kolkata, India, Selasa (22/12). Pairing ini dapat terjadi karena tim India A yang seluruh pemainnya bergelar GMW merupakan unggulan pertama sedang tim putri Indonesia berada pada posisi unggulan kelima dan total peserta terdiri dari sembilan regu.

Berikut ini pairing lengkapnya:

Round 1 on 2009/12/22 at 1400 hrs
Bo. 1 INDIA A Rtg - 5 INDONESIA Rtg 0 : 0
1.1 IM Harika Dronavalli 2467 - WGM Sukandar Irine Kharisma 2304
1.2 WGM Karavade Eesha 2413 - Lestari Baiq Vina 2170
1.3 WGM Soumya Swaminathan 2303 - WFM Dewi AA Citra 1938
1.4 WGM Nadig Kruttika 2255 - WCM Sihite Chelsie Monica 1971

Di bagian putra, regu Indonesia yang juga berada di seeded kelima mendapat lawan ringan dari Nepal yang merupakan tim unggulan terakhir dari sepuluh tim yang berasal dari sembilan negara. Pecatur Nepal seluruhnya belum memiliki gelar internasional.
Unggulan utama di bagian putra juga tim India A yang rata-rata rating empat pemain intinya mencapai angka 2643 dan seluruh pecaturnya bergelar Grandmaster. Mereka adalah GM Pentala Harikrishna (2672), GM Krishnan Sasikiran (2664), GM Surya Shekhar Ganguly (2654), GM Negi Parimarjan (2620), GM Deepan Chakkravarthy (2518).
Berikut pairing lengkap tim putra Indonesia:

Bo. 5 INDONESIA Rtg - 10 NEPAL Rtg 0 : 0
5.1 GM Megaranto Susanto 2522 - Mahato Rajkishor 1994
5.2 IM Purnama Tirta Chandra 2417 - Karmacharya Punya Man 2015
5.3 FM Novita Anjas 2340 - Pandey Sajan 0
5.4 Kaisar Jenius Hakiki 2227 - Shrestha Rajendra Prasad 1982

Sembilan Negara:
Kejuaraan Catur Beregu Asia ke-14 yang berlangsung di Kolkata, India, 20-29 Desember 2009 diikuti sembilan negara, yaitu Vietnam, India, Iran, Indonesia, Bangladesh, Singapur, Yaman, Sri Lanka, Nepal dan tuan rumah India. Mongolia yang sudah terdaftar pada saat-saat terakhir mengundurkan diri.

Tuan rumah diperbolehkan menurunkan dua regu pada setiap kelompoknya. Di bagian putri dua regu tuan rumah menjadi unggulan pertama dan kedua. Di bagian putra, tim India A juga unggulan pertama sedang tim India B menjadi unggulan keempat di bawah Vietnam dan Iran.
Total seluruh pecatur yang ikut serta mencapai 93 pemain. Di bagian putra ada 49 pecatur di mana 19 di antaranya bergelar GM. Di bagian putri ada 44 pecatur di mana sepuluh di antaranya bergelar Grandmaster Wanita.

Pertandingan menggunakan sistem Swiss 7 babak. Setiap harinya dimulai pukul 14.00 waktu setempat atau pukul 15.30 WIB. Kecuali pada babak terakhir yang dimulai pukul 10.00 atau 11.30 WIB. Juara Asia akan mewakili benua Asia pada Kejuaraan Catur Beregu Dunia tahun 2011.

Tim Indonesia terdiri dari Kristianus Liem (Ketua Delegasi), Rikardo (Manajer), MI Irwanto Sadikin (Pelatih) dan sepuluh pecatur muda usia, sbb.:

Putra:
1 GM Susanto Megaranto (2522), 22 tahun
2 MI Tirta Chandra Purnama (2417), 23 tahun
3 MF Anjas Novita (2340), 29 tahun
4 Kaisar Jenius Hakiki (2227), 19 tahun
5 CM Farid Firman Syah (2249), 17 tahun

Putri:
1 GMW Irine Kharisma Sukandar (2304), 17 tahun
2 Baiq Vina Lestari (2170), 23 tahun
3 MFW Dewi AA Citra (1938), 15 tahun
4 WCM Chelsie Monica Sihite (1971), 14 tahun
5 WCM Medina Warda Aulia (1959), 12 tahun

Teks foto:
1) Dari kiri: Irwanto sadikin, Rikardo, Tirta Chandra, Kaisar Jenius, Anjas Novita, Farid Firman Syah, Susanto Megaranto dan Kristianus Liem.
2) Dari kiri: Irene Kharisma, Medina Warda, Chelsie Monica, Baiq Vina, Dewi Citra dan Kristianus Liem.

Rabu, 09 Desember 2009

Sebelas Pecatur Indonesia Ramaikan Singapura

Sebelas pecatur Indonesia pagi ini berangkat untuk mengikuti Singapore Chess Festival yang akan berlangsung hingga 15 Desember 2009. Mereka adalah Luthfi Nurul Huda, Monica Putri Wigustira, Aay Aisyah Anisa, Muhammad Firmansyah Pratama, Yesaya Joel Augusto, Azarya Jodi Setyaki, Yuliana Santosa, Rezon Yanuar, Kadek IIn Dwijayanti, Mukmin Panggabean, Tromphin Sitorus dan Muhammad Syamsul Bachri. Mereka didampingi empat ofisial, yaitu Safarudin, Sunarno, Lisa Lumongdong dan Bunawan Bong.

Namun karena tahun ini tidak ada Singapore Open, dan pecatur Indonesia tidak dapat turun di kelas Commonwealth Open, maka para pecatur Indonesia tersebut akan turun di kelas Challengger.

Pesta Simultan Catur JAPFA di Medan




Kota Medan akan kebanjiran jagoan catur Indonesia! Ini sungguhan. Dan waktunya tidak lama lagi, yaitu Minggu 13 Desember 2009. Tempatnya di Lapangan Merdeka, Medan. Dan para jagoan catur yang hadir sebanyak 11 (sebelas) orang dan tidak tanggung-tanggung dipimpin langsung oleh GM UTUT ADIANTO sendiri.

Jagoan catur lainnya yang juga para bintang catur Indonesia adalah GM SUSANTO MEGARANTO, MI TIRTA CHANDRA PURNAMA, MN SURYA WAHYUDI, MN JUNAID PAMUNGKAS, MN FARID FIRMANSYAH, MN MASRURI RAHMAN.

Di bagian putri ada GMW IRENE KHARISMA SUKANDAR, WFM DEWI AA CITRA, MNW CHELSIE MONICA SIHITE dan WFM MEDINA WARDA AULIA. Perlu dicatat empat cewek yang tergabung dalam Dream Girls Indonesia ini adalah para juara nasional di kelompoknya pada Kejurnas Catur ke-40 di Palangka Raya, Kalteng, pada bulan November yang baru lalu.

Mereka semua akan memberikan catur simultan kepada para pelajar SD dan SMP di Medan dan sekitarnya. Caranya mudah, tukarkan 2 (dua) bungkus Sozzis produk JAPFA sebagai syarat pendaftaran. Silahkan mendaftar pada MN Charles Manik (081397339830) atau MN Rajo Nasution (06168787779).

Selain simultan catur juga diadakan lomba makan sosis dan lomba minum susu bantal Real Good. Acara ini memang disponsori oleh SOSIS SO NICE & SUSU BANTAL REAL GOOD produksi PT JAPFA COMFEED INDONESIA Tbk yang sudah terkenal sebagai sponsor utama catur Indonesia.

TUJUAN UTAMA acara ini adalah UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN Masyarakat Indonesia LEWAT MAKANAN YANG BERGIZI. Luar biasanya lagi, acara ini juga menyediakan hadiah yang menggiurkan, yaitu BERHADIAH LAPTOP UNTUK PESERTA SIMULTAN YANG BERHASIL MENGALAHKAN SANG JAGOAN CATUR INDONESIA TERSEBUT DI ATAS.

Ayo buruan, jangan sampai ketinggalan! Jangan sampai menyesal!

Selasa, 08 Desember 2009

Masruri Rahman Juara KU16 Putra


Masruri Rahman (DKI) menjuarai nomor KU16 tahun putra dengan hanya selisih satu poin nilai tie-break dari Muhamad Satibi (Jabar). Keduanya sama-sama membukukan 7,5 angka. Peringkat ketiga ditempati Julius Solihin (Banten) dengan 6,5 angka.


Ketiga remaja ini adalah para pecatur berbakat Indonesia yang kelak bakal mampu menggantikan para seniornya bila saatnya sudah tiba. Namun ada satu hal yang harus selalu diingat, bahwa bakat saja tanpa pengembangan lebih lanjut, maka kemajuan bakal lambat diperoleh. Malah kalau lengah, para pecatur junior yang lebih muda akan sanggup menyalip...

Final Ranking
Rank SNo. Name Rtg PROVINSI Pts. BH.
1 1 NM MASRURI RAHMAN 2139 DKI 49
2 2 MUHAMAD SATIBI 2104 JABAR 48
3 4 JULIUS SOLIHIN 1995 BANTEN 49
4 9 HARIOMURTI TRI K 1812 DIY 6 49
5 7 OLRENZO DIARI JOHAN 1865 DKI 5½ 48½
6 6 RIDWAN KURNIA 1866 DKI 5½ 45½
7 11 YOPI KURNIAWAN SUHENDRA 1765 JATIM 5½ 43½
8 15 AINUR ROFIQ 1648 JATIM 5½ 41
9 3 ISHAK FILIUS 2039 JABAR 5 45½
10 24 M. ADITYA 0 KALTIM 5 40
11 25 MUHLIS 0 JATIM 5 36½
12 5 DERIH SUPRIADI 1949 JABAR 4½ 52
13 8 LUKMAN RAMADHAN 1853 JATENG 4½ 42½
14 16 ASHAR HARIS 1640 KALTENG 4½ 41½
15 18 ANDRIE FERDIANOOR 0 KALSEL 4½ 40½
16 17 AKHYARUDDIN 0 KALTIM 4½ 37½
17 27 REINALDY KAKELOME 0 SULUT 4 42
18 26 PETER 0 KALTIM 4 37
19 21 DONI WIJAYA 0 KALTIM 4 28
20 14 RIO FRANDIKA 1674 SUMSEL 3½ 40
21 23 I GUSTI PUTU MADIANA 0 BALI 3½ 37½
22 22 FUJI ANSARI 0 KALSEL 3½ 34
23 19 AULIA MUTAQIM ANSYARI 0 KALSEL 3½ 32
24 20 BAGASKARA R.O 0 KALTENG 3½ 29
25 10 JUSTUNUAH S.S 1788 KALTENG 2½ 39
26 12 RAUSHAN FIKRI 1709 KALBAR 0 41
27 13 RORI MULDIANTO 1684 JAMBI 0 34½
Teks foto: Masruri Rahman (kanan) dan Muhamad Satibi. Peringkat tiga Julius Solihin tidak hadir di panggung penyerahan medali (Foto oleh Kristianus Liem)

Senin, 07 Desember 2009

Duel Kaisar vs Farid di Palangka Raya



Naskah ini saya tulis buat koran lokal Tabengan, dan dimuat pada edisi 21 November 2009. Saya turunkan lagi di sini dengan harapan lebih banyak lagi pecinta catur yang dapat ikut menikmatinya. Dua jagoan yang akhirnya jadi juara dan runner-up dengan meninggalkan para saingannya dengan skor cukup jauh ini adalah jebolan SCUA Bekasi yang diharapkan masih akan terus berkiprah di arena nasional dan internasional.

Catatan Kejurnas Catur Palangka Raya 2009
Duel Dua Bintang Muda Indonesia

Dua favorit juara di Kelompok Umur 20 tahun (Junior A), MN Farid Firman Syah dan MN Kaisar Jenius Hakiki tak terhindarkan berjumpa pada babak keempat setelah keduanya membukukan kemenangan pada tiga babak pertama. Duel dua bintang muda Indonesia ini akan menentukan siapa yang bakal menjadi juara.

Pertarungan berjalan keras sampai suatu ketika posisi Farid terdesak sehingga ia mengorbankan Kudanya agar timbul permainan akhir Benteng melawan Benteng dan Gajah milik lawannya. Ini posisi yang sulit untuk dimenangkan tetapi sesungguhnya bisa dimenangkan menurut teori.

Mampukah Kaisar memenangkannya. Kini simak saja jalannya pertarungan tersebut.

MN Farid Firman Syah vs MN Kaisar Jenius Hakiki
Pertahanan Sisilia Scheveningen [B81]
Palangka Raya, Jun A (4), 18.11.2009

1.e4 c5 2.Kf3 d6 3.d4 cxd4 4.Kxd4 Kf6 5.Kc3 e6 6.g4 h6 7.h4 Kc6 8.Bg1 Kd7 9.g5 hxg5 10.Gxg5 Kf6 11.Kxc6 bxc6 12.Mf3 e5 13.Gc4 Ge6 14.Gxe6 fxe6 15.0–0–0 Me7 16.Bg3 d5 17.exd5 cxd5 18.Me2 Md7 19.Gxf6 gxf6 20.Ke4 Me7 21.Rb1 Bb8 22.Ma6 Rf7 23.Kc3 Mb7 24.Mxb7+ Bxb7 25.Bh3 Gc5 26.Bd2 Bb4 27.h5 Bf4 28.Kd1 Bh6 29.f3 e4 30.fxe4 Bxe4 31.c3 Be5 32.Bdh2 f5 33.b4 Gb6 34.Rc2 f4 35.a4 a6 36.Rd3 Bg5 37.c4 dxc4+ 38.Rxc4 Bd5 39.Kc3 Bd4+ 40.Rb3 a5 41.bxa5 Gxa5 42.Bc2 e5 43.Kb5 Bb4+ 44.Ra3 e4 45.Bc5 f3 46.Bf5+ Re6 47.Bf8 Bb1 48.Ra2 Bd1 49.Bh4 Be1 50.Kd4+ Rd5 51.Kxf3 Be2+ 52.Ra3 Be3+ 53.Ra2 Be2+ 54.Ra3 Be3+ 55.Ra2 exf3 56.Bf5+ Be5 57.Bxf3 Bhxh5 58.Bd3+ Rc5 59.Bxh5 Bxh5 60.Rb3 Bh4 61.Bg3 Gd2 62.Bg1 Bb4+ 63.Ra3 Bb8 64.Bg2 Gc3 65.Bg5+ Rc4 66.Bb5 Gb4+ 67.Rb2 Be8 68.Bb7 Be2+ 69.Rc1 Rb3 70.Bd7 Be1+ 71.Bd1 Be5 72.Bd3+ Gc3 73.Bd7 Be1+ 74.Bd1 Be4 75.Bd7 Bxa4
Lihat diagram 1. Kini pertarungan memasuki permainan akhir Benteng Gajah melawan Benteng sendirian yang teoritis dapat dimenangkan pihak yang unggul.
76.Bb7+ Gb4 77.Rb1 Ba5 78.Bb8 Bd5 79.Bc8 Bd1+ 80.Bc1 Bd2 81.Bc7 Bh2 82.Bc8 Bb2+ 83.Rc1 Be2 84.Rb1 Gd6 85.Bc6
Farid menemukan lanjutan yang tepat. Jangan 85.Bc1?? karena datang 85...Bb2+ 86.Ra1 Ba2+ 87.Rb1 Ge5! disusul mat pada langkah berikutnya 88...Ba1#.
85...Be1+ 86.Bc1 Be8 87.Bc6 Gb4 88.Bc7 Be5 89.Bc8 Gc5 90.Bb8+
Satu-satunya jalan, langkah lain Putih kalah!
90...Rc3 91.Bc8 Be1+ 92.Ra2 Be2+ 93.Rb1
Jika 93.Ra1? Rb3 94.Bb8+ Gb4 disusul 95...Be1 Hitam menang.
93...Bb2+ 94.Ra1 Bb5 95.Ra2??
Lihat diagram 2. Langkah terakhir yang dimainkan Putih suatu kesalahan. Yang benar adalah 95.Bg8 atau 95.Bh8 dengan ide melancarkan skak terus menerus dari baris samping. Akibat langkah terakhir Putih tadi, di sini Hitam dapat memenangkan permainan dengan …
95...Rc2
Ancamannya 96...Ba5#.
96.Ba8 Bb3
Atau 96...Gb4! 97.Ba7 Gc3 98.Ra3 Bb1 dan kalau Putih tidak mau merelakan Bentengnya, ia bakal kena mat pada langkah berikutnya dari petak a1.
97.Ba4 Gb4 98.Ba8 Gc3??
Sayang Kaisar membuat blunder. Seharusnya di sini 98...Bb2+ 99.Ra1 Bb1+ 100.Ra2 Gc3 dan Putih tidak bisa menghindari mat di a1!
99.Bg8
Farid kembali menemukan satu-satunya lanjutan penyelamatan!
99...Bb5 100.Bg2+
Kembali satu-satunya langkah penyelamatan.
100...Gd2 101.Bg3 Bb4 102.Bf3 Bb5 103.Bh3 Bg5 104.Bf3 Gf4 105.Ba3??
Farid yang sekarang buat blunder. Lanjutan yang benar adalah 105.Ra3 atau 105.Bb3 atau 105.Bf2+.
105...Bb5??
Kaisar kembali gagal menemukan jalur menangnya. Seharusnya 105...Gd6!! membangun kembali jaringan mat setelah 106.Ba6 Gb4 107.Ba7 Gc3 108.Ra3 Bg1 109.Ra4 Ba1+ Hitam menang karena Benteng Putih lenyap.
106.Bf3 Bh5 107.Bf2+ Gd2 108.Bf3 Bh8 109.Bg3 Gf4 110.Bf3 ½–½
Remis disepakati di sini. Partai yang sangat menegangkan!

Minggu, 06 Desember 2009

Virda Aulia Juara KU14 Putri


Virda Rizka Aulia (DKI) juara KU14 tahun putri karena unggul nilai Solkoff dari dua saingan utamanya. Yaitu 51 banding 48 dan 47 dari Dinda Ayu Swastika (Jabar) dan Via Lastiningtyas (Lampung). Ketiganya sama membukukan 7 angka.


Virda mencetak tujuh kemenangan dan dua kali kekalahan dari Dinda dan Via. Via kalah dari Dinda dan dua kali remis. Sedang Dinda kalah sekali dari Fitria Sari (Babel) di babak kedua dan dua kali remis salah satunya pada babak pertama.


Ini gelar juara nasional pertama buat Virda. Kakak dari Medina ini sebetulnya juga memiliki bakat yang sama besar seperti adiknya. Tapi ia termasuk terlambat saat bergabung di SCUA Bekasi karena usianya sudah di atas 10 tahun saat itu. Ketika permainannya sudah mulai bagus, ia sudah memasuki usia remaja. Perubahan dari masa kanak-kanak ke remaja itu, yang biasa disebut masa pancaroba, ternyata mempengaruhi konsentrasi caturnya. Maklum Virda anak yang cantik sehingga tentu banyak remaja pria yang menggodanya...


Via Lastiningtyas sejak pertengahan tahun 2009 ini pindah dari Lampung untuk ngekost tak jauh dari SCUA Bekasi. Keputusannya meninggalkan kampung halaman dan keluarga demi untuk belajar catur tentunya akan membuahkan prestasi. Ia punya kemauan, tekad, dan keberanian untuk mewujudkannya. Ranking tiga adalah awal prestasi besar yang bakal mengikuti karir caturnya...

Final Ranking
Rank SNo. Name Rtg PROVINSI Pts. BH.
1 2 Virda Rizka Aulia 1743 DKI 7 51
2 1 Dinda Ayu Swastika 1793 JABAR 7 48
3 3 Via Lastiningtyas 1724 LAMPUNG 7 47
4 37 Nadya Anggraini 2086 KALTIM 6½ 53½
5 4 Haeva Nurani 1715 JABAR 6 49
6 8 Rida Mutani 1689 JABAR 6 47½
7 19 Desy Nur Fitria 1520 JATIM 6 45½
8 5 Lintang Wulandari 1702 DIY 5½ 51
9 10 Ratna 1676 KALTIM 5½ 45
10 33 Riska Dwiastuti 0 BALI 5½ 39
11 36 Yeni Sagala 0 KALTIM 5½ 39
12 31 Novi Dwi Arifah 0 JATENG 5½ 38
13 6 Tammi Nasuha 1700 BANTEN 5 45
14 25 Laelatul Hasanah 0 JATIM 5 43½
15 28 Nabilah Tabriz 0 BANTEN 5 37
16 7 Lucky Chandini 1689 JATIM 4½ 49
17 12 FITRIASARI 1670 BABEL 4½ 44½
18 30 Norfatimah 0 KALTIM 4½ 42
19 20 Ajeng Sawitri 0 RIAU 4½ 40½
20 11 Mursidah 1675 KALSEL 4½ 37½
21 17 AFIFAH 1590 NAD 4½ 30
22 15 Margaretha 1626 KALTENG 4 43½
23 35 YOLA YOLANDA 0 SUMUT 4 40
24 14 Suci Puspaningtyas 1661 KALSEL 4 37
25 9 Desrivina Ramkas 1677 RIAU 4 36
26 22 FAYME GUNAWAN 0 KEPRI 3½ 36
27 34 Rusmita Tsafitri 0 KALTENG 3½ 33½
28 23 Hiu Liing 0 KALTENG 3½ 31
29 13 Neneng Novesa 1666 KALTENG 3 34½
30 24 Jamiatul Khairiah 0 KALSEL 3 33½
31 26 Lili Yunita 0 KALTENG 2½ 32
32 32 PIA SARI PITA OKA 0 KALBAR 1 40
33 29 Nada Suna 0 KALTENG 1 27½
34 21 Arfiani 0 SULTENG 0 37½
35 27 Lisyana S 0 KALTIM 0 35½
36 16 ROYAN PARADIBA 1598 BABEL 0 32½
37 18 Mira C. Sirait 1558 JAMBI 0 31½
Teks foto: Virda saat dikalungi medali oleh Ketua KONI Palangka Raya. Disebelahnya Dinda, Via tidak tampak dalam gambar (Foto oleh Kristianus Liem)

Sabtu, 05 Desember 2009

Erly Candra Juara KU14 Putra

Juara kelompok umur 14 ini, Erly Candra Kurniawan yang berasal dari Kabupaten Pamekasan, Madura ini, mengingatkan orang pada pecatur asal pulau penghasil garam terbesar Indonesia bernama Irwin Irnandi yang pernah tiba-tiba melejit dan menjadi juara dunia junior kelompok umur 10 tahun di Aguadilla, Puerto Rico, pada 1989.
Mudah-mudahan karir Erly masih terus bisa berkembang melebihi pendahulunya Irwin yang mentok dengan gelar Master FIDE saja.

Juara kedua Anugerah Setyo Pambudi yang berasal dari Kebumen pernah dibawa GM Utut Adianto ke World School Chess Championship 2009 di Yunani seusai kampanye Calegnya. Waktu itu pecatur cilik asal Desa Ambalresmi Kecamatan Ambal itu hanya berhasil menduduki peringkat 17.
Juara tiga Benhart Pasaribu adalah siswa SCUA Bekasi yang bakatnya juga sudah menonjol sejak ia berusia sembilan tahun. Tapi masalah psikologis "takut kalah" menghambatnya melejit lebih cepat. Mudah-mudahan gelar juara tiga ini dapat memacu kakak dari Julisa Pasaribu ini tampil berani dalam setiap bermain sehingga kemampuan hebat yang dimilikinya dapat keluar dan terwujud di atas papan catur...

Final Ranking
Rank SNo. Name Rtg PROVINSI Pts. BH.
1 4 ERLY CANDRA KURNIAWAN 1789 JATIM 51
2 12 ANUGERAH SETYO PAMBUDI 1692 JATENG 7 53
3 6 BENHART PASARIBU 1749 JABAR 52½
4 18 FIODIAS BASKARA 1658 RIAU 6½ 50½
5 5 RYAN RAMADANI 1784 DKI 6½ 50
6 1 GELAR SEGARA 1953 JABAR 6½ 49
7 20 YOGI DWI HAKIKI PUTRA 1615 JATIM 6 47½
8 11 ARIF RAHMAN SARAGIH 1701 SUMUT 6 44
9 9 BILAL DWI SAPUTRA 1731 JABAR 6 42½
10 35 DIMAS MAHARDIKA AHMAD 0 JATIM 5½ 48½
11 19 BINTANG LAZUARDI 1633 DIY 5½ 47½
12 28 ALEX HIDAYATULLOH 0 JATIM 5½ 45½
13 39 M. MIFTAHHUL HUDARI 0 KALSEL 5½ 45
14 10 EKO JUMADDIN 1710 KALTIM 5½ 43½
15 15 ROID ATTAKATSUR 1670 DIY 5½ 41½
16 8 ARIEF RAHMAN 1738 KALBAR 5½ 39½
17 38 JAMES MANAPODE 0 SULUT 5 45
18 52 YURANDA IRAWAN 0 BABEL 5 43½
19 17 RAKA ABDILLAH 1662 JABAR 5 43
20 24 RONALDO 1524 LAMPUNG 5 40½
21 44 RAHMAT SANGUN SEMAKA 0 JATIM 5 38½
22 40 M. WISNU SAPUTRA 0 KALTIM 5 35
23 41 MOHAMAD ISHAK RIANJAR 0 MALUKU 4½ 51
24 25 A.A GEDE RAI CAKRA NEGARA 0 BALI 4½ 44½
25 3 STEVEN WALANSENDOW 1836 KEPRI 4½ 43
26 51 WAHYU PRASTYA 0 BALI 4½ 41
27 22 RONI WALUYA 1586 KALSEL 4½ 38½
28 7 M YUDHA FADILLAH 1743 KALSEL 4½ 38
29 13 TAUFUN TRISETIAWAN M 1691 SULSEL 4½ 37
30 48 RIZAL HENDRA W 0 KALTENG 4½ 32
31 32 BOBBY FISHER 0 NAD 4 43
32 31 BERRY ALFIN 0 KALTIM 4 41
33 30 ANGGI MIFTAHUDIN 0 RIAU 4 38½
34 23 EGO PRAYOGA 1585 RIAU 4 35½
35 37 HULMAN JRM TUA SIMANULLANG 0 SUMUT 4 32
36 36 FENDI DWI JULIAN 0 KALTIM 3½ 42½
37 34 CUCU SUMARNA 0 KALTIM 3½ 38
38 49 RIZWAN FAHRONI 0 KALTIM 3½ 34½
39 2 BAKTI AMIRUL JABAR 1911 BANTEN 3½ 34
40 14 M. IQBAL 1672 BABEL 3½ 33
41 42 MUSA LAANA 0 KEPRI 3½ 33
42 47 RIDWAN ROOFI 0 RIAU 3 38
43 21 MOH ALDINO SAPUTRA 1586 SUMBAR 3 33½
44 33 CANDRA 0 KALTENG 3 33½
45 27 AHMADUN 0 KALTENG 3 30½
46 46 RIDO 0 KALTENG 2½ 34
47 43 PAMBUDI 0 KALTENG 1½ 36
48 16 ZAHIRWAN 1670 BABEL 0 39½
29 ANDI 0 KALTIM 0 39½
50 50 TOPAN 0 SULTENG 0 39
51 26 AGUNG ARIZKY 0 DKI 0 36
45 RAMADHAN AHMAD 0 JAMBI 0 36
Teks foto: Dari kanan, Erly Candra Kurniawan (Jatim), Anugerah Setyp Pambudi (Jateng) dan Benhart Pasaribu (Jabar). (Foto oleh Kristianus Liem)

Jumat, 04 Desember 2009

Anastasia Patricks Juara KU12 Putri


Anastasia Patricks yang menjuarai KU12 tahun putri termasuk salah satu bakat bagus yang dimiliki Indonesia. Ia sempat mengikuti beberapa kegiatan di SCUA Kelapa Gading, tetapi terlalu sebentar untuk dibilang ikut berperan. Ayahnyalah -- Ryan Patricks -- yang selama ini mendidiki sendiri putri tunggalnya tersebut. Ryan adalah kawan main catur saya semasa SMA. Buku caturnya segudang. Tapi menurut saya Anastasia akan berkembang jauh lebih pesat jika ia mempunyai lawan latih tanding yang beragam dan cukup banyak tentu saja. Tapi apakah itu mungkin mengingat sekolahnya di SD St. Theresia menyita waktu yang tidak sedikit pula ...


Julisa Pasaribu akhirnya dapat ranking dua, hanya berbeda setengah poin dari Anastasia. Julisa adalah siswa aktif SCUA Bekasi hingga kini. Bakatnya sudah terlihat ketika ia berusia tujuh tahun sehingga SCUA memberinya kesempatan bertanding di turnamen internasional ASEAN Age Group di Pataya, Thailand. Tapi prestasinya belum bersinar karena masalah nonteknis. Ah, Julisa akan malu kalau masalah tersebut diceritakan lagi di sini. Iya kan Lis?

Fransisca Fortunata juga jebolan SCUA Kelapa Gading. Enerji yang dimilikinya juga luar biasa besar. Tapi rumahnya di daerah Kota yang jauh dari SCUA, dan sekolahnya di SDK Penabur yang menuntut waktunya secara penuh, membuatnya lebih banyak berlatih menggunakan komputer dan buku-buku catur saja. Itu membuatnya belum juga menjadi nomor satu...

Final Ranking

Rank SNo. Name Rtg PROVINSI Pts. BH. SB. Fide vict
1 4 CM Anastasia Patricks 1751 DKI 7 50½ 39.25 39½ 5
2 8 Julisa Pasaribu 1692 JABAR 46½ 31.75 30½ 6
3 18 Fransisca Fortunata 1587 DKI 42½ 27.25 27½ 6
4 2 Aay Aisyah Anisah 1780 JATIM 6 51 33.00 32½ 4
5 5 Ayu Indriane T. 1727 JABAR 6 48 30.25 30 5
6 17 Nurul Indah Saffanah 1590 JATENG 5½ 48 27.50 29 5
7 6 Yuni Veronika 1703 RIAU 5½ 48 26.25 34 5
8 15 FATHU QAULAN T 1607 KALTIM 5½ 44½ 24.50 29½ 4
9 3 Arlisa Sepvita 1768 JABAR 5½ 44 24.00 24½ 5
10 11 Linarti Paputungan 1662 SULUT 5 48½ 24.00 29 4
11 12 Hera Apriyanti 1627 RIAU 5 42½ 20.50 25½ 4
12 25 Nadya Aulia Rahma 0 JATIM 5 34½ 13.25 16½ 3
13 10 Widya Tri Febriyanti 1664 JATIM 4½ 44 17.00 29 3
14 13 AGUSTIN MAYANGSARI 1626 BABEL 4½ 43½ 18.25 23½ 4
15 9 Nabila Syahvalensi 1670 KALTENG 4½ 39½ 12.75 20 3
16 28 Suci Arifani 0 KALTENG 4½ 38 18.25 20 4
17 19 Agrisinta Dwi Lestari 1554 KALBAR 4½ 37½ 13.25 21 4
18 16 JULIA 1607 KALTENG 4½ 37½ 12.25 19½ 3
19 23 Fadhilah Asasi 0 BANTEN 4½ 34 13.00 17½ 4
20 14 Nabila Dian Cahyanti Putri 1617 SULTENG 4 42 16.00 24 3
21 7 Auryn Naida 1693 KALTIM 4 36½ 15.50 19 4
22 20 LITA LIZARA 1513 BABEL 3½ 42½ 10.50 20½ 2
23 22 Elfiana Ibrahim 0 SULTENG 3½ 38 9.75 19 3
24 27 Siti Ridha 0 KALSEL 3½ 33½ 6.50 12½ 2
25 21 Dian Trinita M. 0 RIAU 3 35 10.75 16½ 2
26 24 Mawarni A. 0 KALTENG 2½ 37 7.75 13½ 2
27 26 Novi Aljuhra 0 RIAU 1½ 38 1.50 6½ 0
28 1 Elisabeth Diana KS 1854 DIY 0 40½ 0.00 0 0

Teks foto: Anastasia Patricks (kanan) dan Julisa Pasaribu. Fransisca yang juga sama cantiknya tidak muncul saat penyerahan medali (Foto oleh Kristianus Liem)

Kamis, 03 Desember 2009

Sean Winshand Juara KU12 Putra


Sean Winshand Cuhendi (DKI) mendominasi KU12 tahun atau yang biasa disebut juga Junior E ini. Ia hanya kehilangan setengah angka hasil remis dari peringkat ketiga M. Lutfi Ali (Jateng). Sean beda 1,5 poin dari peringkat kedua Kurniawan Dwi Saputra (DKI).

Menariknya, ketiga-tiganya berasal dari Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA). Sean adalah alumni SCUA Kelapa Gading semasa ditangani almarhum GM Edhi Handoko. Ia kini berlatih dengan guru privat setiap Sabtu dan Minggunya berlatih di Percaja Tanah Abang. Selebihnya ia berlatih sendiri menggunakan komputer dan buku-buku catur. Kondisi ini memperlihatkan bakatnya yang luar biasa. Apalagi ia juga bersekolah di SDK Penabur yang terkenal ketat pelajarannya. Kalau saja ia bisa lebih banyak latihan caturnya, prestasinya pasti akan berkembang lebih pesat lagi...


Hasil yang dicapai Kurniawan di Kejurnas ini termasuk luar biasa karena di bawahnya banyak nama-nama yang sudah lebih dulu menonjol di kancah catur nasional seperti Musa Kadzim (Kaltim) yang pernah menjadi juara nasional KU8 tahun 2005 dan Aditya Ghifari dari Jabar. Mungkin di Palangka Raya ia sudah bisa mengendalikan "penyakit" hiperaktifnya...

Lutfi Ali yang dibawa GM Utut Adianto dari daerah kampanyenya di Banjarnegara, dalam latihan di SCUA lebih sering berada di atas Kurniawan. tapi itulah pertandingan catur, siapa yang lebih siap, dialah yang bakal jadi pemenang...

Final Ranking
Rank SNo. Name Rtg PROVINSI Pts. BH. SB. Fide vict
1 1 SEAN WINSHAND C, 1815 DKI 47½ 44.50 43½ 8
2 7 KURNIAWAN DWI SAPUTRA 1660 DKI 7 49½ 35.25 38 6
3 31 M. LUTFI ALI 0 JATENG 6 51½ 33.50 33 3
4 29 LEONARDO SAGALA 0 KALTIM 6 46½ 28.50 30 6
5 5 AHMAD RIFAI 1698 KALTENG 6 42½ 26.00 24 6
6 8 SEFRIAN RIZKI BINTORO 1652 JABAR 6 41 24.75 27½ 5
7 3 RANU DIRJO DWIADI 1750 JATIM 5½ 54 30.25 33½ 4
8 2 MUSA KADZIM 1788 KALTIM 5½ 51½ 27.25 33 5
9 24 GHASSAN SYAQIQ AL-BALKH 0 DKI 5½ 49½ 29.75 28½ 5
10 4 ADITYA GHIFARI 1710 JABAR 5½ 46 24.00 29 5
11 9 TOPAN ANGGARA 1648 KALTENG 5½ 44 24.00 26½ 5
12 16 PT BAGUS PRADNYA PUTRA 1588 BALI 5½ 42½ 23.00 25½ 5
13 32 RENOLD 0 SULSEL 5½ 39½ 21.00 28 4
14 34 SUSANDI 0 KALTENG 5 51½ 26.00 29 5
15 23 GARIN RAMADHAN 0 JATIM 5 49 23.75 27½ 4
16 10 NAMA SYAHRUL RAMADHAN 1643 JABAR 5 40 21.25 24 4
17 6 JOVI FAGADIWA 1696 BABEL 5 40 19.00 23 5
18 33 SATRI JAYA 0 KALTENG 4½ 39 13.50 23 4
19 35 TORCHIS SIAHAAN 0 KALBAR 4½ 37 16.75 21½ 3
20 21 DERY PRANOTO 0 KALTIM 4½ 37 12.25 24 4
21 36 YASER AULIA 0 KALTIM 4 47 17.00 24 4
22 13 ERDI AHDIYAT 1602 KALSEL 4 44 18.25 22½ 3
23 19 ALFACHRYS 0 KALTIM 4 42 11.00 15 2
24 25 IBRAHIM 0 RIAU 4 41½ 12.25 18½ 2
25 12 FALAK TARA DINI 1613 RIAU 4 41½ 8.75 21½ 2
26 26 JONATHAN 0 KALTENG 4 37½ 12.75 17 3
27 18 BERNADUS PRASETYA UTAMA 1532 DKI 4 36½ 8.50 18 3
28 27 KARYO BASUKI 0 KALTENG 4 35½ 12.00 21 3
29 28 KENTJI SONGKILAWANG 0 SULUT 4 34 7.50 17 3
30 11 M. YULIANSYAH 1618 SUMSEL 3½ 37 13.00 17½ 3
31 22 EED WAHYUDI 0 KALTENG 3½ 34 5.50 17 1
32 17 AHMAD RUSDI 1555 KALTENG 3½ 32½ 6.75 13 1
33 30 M RIZKY MAULANA 0 KALSEL 3 39 6.00 19 2
34 20 DERRY 0 KALTENG 2½ 32 4.25 11 1
35 37 ZULKIFLI 0 KALTENG 1½ 36½ 1.25 10 0
36 15 AWANG PUTRA SEMBADA R 1598 DIY 0 40 0.00 0 0
37 14 SYAIFUL 1601 BABEL 0 38½ 0.00 0 0
Teks foto: Dari kanan, Sean Winshand, Kurniawan Saputra dan Lutfi Ali (Foto oleh Kristianus Liem)

Rabu, 02 Desember 2009

Nyimas Sonya Juara KU10 Putri


Nyimas Sonya Nafa (DKI) yang menjuarai KU10 putri adalah salah seorang produk mutakhir Sekolah Catur Utut Adianto yang diharapkan bakal terus berkembang prestasinya. Sonya tahun 2008 lalu sudah dikirim SCUA mengikuti turnamen internasional Kuala Lumpur Open, tetapi malang ibunya yang ikut serta kena jambret di negeri jiran tersebut (berita tersebut juga dapat ditemukan dalam blog ini) sehingga kondisi tersebut mempengaruhi penampilan Sonya.

Di Palangka Raya Sonya tampil stabil sekali dengan membukukan 8 kemenangan. Ia hanya menderita sekali kalah dari peringkat ketiga Dita Karenza (Kaltim), sebaliknya Dita kalah sekali dari peringkat kedua Dewi Fortuna (Jabar).

Kalau anda menonton saat Sonya bertanding, anda akan percaya gadis mungil yang cantik ini kelak akan menjadi pecatur besar Indonesia berikutnya. Sebab ketika berkonsentrasi, Sonya seperti tak tergoyahkan, ia bagai hanyut demikian dalam sekali...

Final Ranking
Rank SNo. Name Rtg PROVINSI Pts. BH. SB. Fide vict
1 9 NYIMAS SONYA NAFA 1594 DKI 8 49½ 43.00 42 8
2 2 Dewi Fortuna 1663 JABAR 47 36.25 37½ 7
3 1 Dita Karenza 1839 KALTIM 52 36.50 34 5
4 8 Vania Vindy C, 1600 JABAR 6 49 27.75 32½ 5
5 18 Angel Ruth Nugroho 0 JATENG 5½ 48 26.25 29 5
6 6 Sarah Khoirunisa 1607 KALTIM 5½ 45 23.75 28½ 5
7 25 Ria Agustina Putri 0 KALTENG 5½ 44 23.75 26½ 5
8 21 G. Catheline Sanger 0 KALTIM 5½ 41½ 25.50 22½ 4
9 3 Indira Nursyamsina H 1629 JATIM 5 48 23.00 27 5
10 5 Afifah Diah PL 1615 JATENG 5 46 24.25 25½ 4
11 10 Marieta Cristabel C 1566 JABAR 5 42 17.00 25 5
12 15 Elsa Febrianti 1530 KALTENG 5 38 13.00 18 4
13 4 Ghina Wintang Alfiana 1617 DIY 4½ 50 21.75 26 4
14 28 Titi Putri Rezki 0 SULSEL 4½ 47 21.50 26½ 3
15 19 Angela Arin Pratama 0 JATIM 4½ 38 17.25 22 4
16 27 Tasya Tawaang 0 SULUT 4½ 37½ 15.50 23½ 4
17 17 Alfa Zakiah 0 JATIM 4½ 36 15.75 19 4
18 22 Linda Aprilani 0 KALTENG 4 44 11.50 22 3
19 7 Ameliasih 1605 JATIM 4 43 18.00 21 3
20 13 Grace Melina Sianturi 1537 DKI 4 43 16.00 21 4
21 11 Aulia Rahmadina 1552 KALSEL 4 39 13.50 18 4
22 23 Maratun Khusnul Khotimah 0 JABAR 4 37 12.00 17 4
23 26 Shania Edeline 0 DKI 4 36½ 11.50 20 4
24 14 Eldora Fulvia 1535 KALTIM 4 34½ 13.50 18 4
25 29 MARIA C. SIRAIT 0 JAMBI 3½ 35½ 6.25 15 2
26 16 Tanaya Atyanta 1455 KEPRI 3 38½ 4.00 13 2
27 24 Nurul Hidayah 0 KALSEL 2 33½ 2.00 8 1
28 12 FATIA SELSEP 1539 JAMBI 2 33 2.00 11 1
29 20 Ardiana R. 0 KALTENG 2 33 2.00 9 1
Teks foto: Dari kiri, Nyimas Sonya, Dewi Fortuna dan Dita Karenza (Foto oleh Kristianus Liem)

Selasa, 01 Desember 2009

Ihsan Siregar Juara KU10 Putra


Propinsi Lampung boleh berbangga dengan pecatur cilik berusia 10 tahun ini, M. Ihsan Siregar. Karena satu-satunya medali emas yang direbut Lampung dalam Kejurnas ke-40 ini berasal dari kepiawaian pecatur bertubuh kecil ini. Ihsan meraih 7,5 poin.

Juara dua diduduki M. Guswan Azis dari Jateng dengan 7 poin. Sedang juara tiga direbut Arif Abdul Hafiz dari Jabar dengan 6,5 poin. Jagoan SCUA di kelompok ini yang membela DKI, Novendra Prihasmoro, sama merebut 6,5 poin tapi kalah dalam nilai tie-break sehingga hanya berada di peringkat kelima.


Final Ranking
Rank SNo. Name Rtg PROVINSI Pts. BH. SB. Fide vict
1 3 M. IHSAN SIREGAR 1646 LAMPUNG 48 39.00 34 7
2 1 M GUSWAN AZIS 1726 JATENG 7 54 40.00 41 6
3 5 ARIF ABDUL HAFIZ 1629 JABAR 53 37.00 33½ 6
4 18 ALVARO GEBRIN F 0 JATIM 6½ 51½ 35.25 35 5
5 31 NOVENDRA PRIHASMORO 0 DKI 6½ 47 30.75 34½ 6
6 36 ROZIE ADAM 0 KALTIM 6½ 45 29.25 31 6
7 39 YOGA PRADAFA 0 JATIM 6 52 27.00 35 4
8 7 LUTFI NURUL HUDA 1624 JABAR 5½ 51½ 27.50 30½ 5
9 9 ARIFA RIZKY 1596 JABAR 5½ 47½ 27.00 28 5
10 28 KURNIA ROBI F 0 JATIM 5½ 45 24.75 26 5
11 4 KADEK WIJAYANTARA 1632 BALI 5½ 43½ 25.25 26½ 5
12 37 SINGGIH SATRIA L 0 JATIM 5½ 40½ 21.25 23 5
13 2 M. FIRMANSYAH PRATAMA 1701 DKI 5 47½ 22.00 30 5
14 16 AHMAD FAUZI 0 KALSEL 5 47 25.50 28 3
15 20 AZMI NUR HABIBI 0 JATIM 5 46 22.50 24 4
16 19 ARDI RIZQIANSYAH 0 KALTENG 5 41 17.50 25 5
17 25 FRANSISKUS 0 KALTIM 4½ 44 18.00 23½ 4
18 24 FEBRIYANTO CHANDRA 0 KALTIM 4½ 42½ 18.75 21 3
19 23 ELIEZER NEOVAND 0 KALTIM 4½ 42 19.00 26½ 4
20 33 FATKUR RIZAL 0 KALTIM 4½ 41½ 17.50 22 4
21 11 ABDUL HAMID 1553 KALSEL 4½ 40½ 17.00 21 4
22 13 FISAL POMOLANGO 1544 SULUT 4½ 40½ 16.75 21½ 3
23 10 M. ARIF DARMAWAN 1559 KEPRI 4½ 36½ 13.75 25 4
24 6 MGS. NUR MUHAMMAD FAHMI 1625 SUMSEL 4 42 15.00 23 4
25 14 CHRISTOPHER 1507 BANTEN 4 40 11.00 16½ 2
26 26 GUNAWAN WIBISONO 0 KALTIM 4 37 8.00 17 3
27 15 MOHAMAD GERLAN TANTU 1455 GORONTALO 4 34½ 9.75 15 1
28 8 ARY JULIANSYAH 1616 BABEL 3½ 40 8.75 18½ 2
29 17 ALDO 0 SULSEL 3½ 36½ 9.75 19 3
30 29 M HANIF IHSAN 0 KALTIM 3½ 36 13.00 17½ 1
31 34 RIZAL YUNUS 0 GORONTALO 3½ 36 12.50 15 0
32 21 DENIS MANAPODE 0 PAPUA 3½ 34 12.25 16½ 2
33 35 RIZKA ILHAM AKBAR 0 KALTIM 3½ 34 10.25 15½ 1
34 12 DARWIN 1550 SULSEL 3½ 33 10.25 13 2
35 27 IBRA HAFISH 0 KALTENG 3½ 33 6.50 13½ 2
36 30 M. AGIL BUDISYAH 0 SULTENG 3½ 32½ 10.00 16 2
37 22 DWIKI ADTYA 0 KALTENG 3 39 7.25 13½ 0
38 32 OKIM KORINA P 0 JAMBI 3 38 7.00 17 2
39 38 SURYADI 0 SULTENG 1 35½ 0.00 8 0

Teks foto: Dari kiri Ihsan Siregar, Guswan Azis dan Arif Abdul Hafiz (Foto oleh Kristianus Liem)