Sabtu, 28 November 2009

Catatan Catur Kejurnas Palangka Raya 2009












Catatan Catur Kejurnas Palangka Raya 2009
Grandmaster Susanto Megaranto Bangkit

Menjelang dua babak terakhir nomor utama catur standar senior putra, GM Susanto Megaranto mampu bangkit dan memimpin klasemen sementara bersama-sama MI Nasib Ginting dengan 9 angka. Ini untuk pertama kalinya Susanto maupun Nasib memimpin klasemen.

Susanto yang difavoritkan mudah mempertahankan gelarnya ini terseok-seok setelah pada babak ketiga, kelima dan keenam berturut-turut ditahan remis oleh Efan Effendi (Kalbar), MF Syarif Mahmud (DKI) dan MF Nurdin Askali (Kaltim). Pada babak kesembilan, Susanto sempat sekali lagi ditahan remis, juga oleh pecatur Kaltim MI Tirto.

Namun pada babak kesepuluh ia menumbangkan pimpinan klasemen sementara MN Aris Tumpak Sinurat (Jabar), dan pada babak kesebelas sekali lagi ia menumbangkan pimpinan klasemen sementara yang juga rekan sedaerahnya MF Anjas Novita.

Pecatur lainnya yang dikalahkan Susanto adalah Andryan (Babel), MN Uyun Musa (Gorontalo), MN Zulkhairi NAD), MN Hans Pusung (Sulut), dan MN Budiman HS (Sulsel). Berikut ini analisis satu partai kemenangan Susanto yang memperlihatkan gaya main khasnya yang tidak terduga dan penuh taktik.

GM Susanto Megaranto – MN Aris Tumpak Sinurat
Pertahanan Sisilia [B40]
Palangka Raya (10.3), 21.11.2009

1.e4 e6 2.d4 c5 3.Kf3 cxd4 4.Kxd4 Kf6 5.Gd3
Dari ancang-ancang pertahanan Prancis, yang timbul sekarang pertahanan Sisilia.
5...d5 6.exd5 Kxd5 7.0–0 Ge7 8.Kd2 0–0 9.K2f3 Kd7 10.c3 a6 11.Me2 K7f6 12.Gg5
h6 13.Gd2 Mc7 14.Ke5 b5 15.a4! bxa4 16.Bxa4
Cara aktivasi Benteng yang tidak lumrah. Benteng ini mau membantu serangan ke sayap-raja lawan!
16...Gb7 17.Kdf3 Gd6 18.Bh4 Ke7
Lihat diagram 1.

19.Gxh6!?
Pengorbanan Gajah yang menarik dan masuk akal. Ada empat hingga lima perwira Putih yang sudah mengepung sayap-raja Hitam sementara perwira Hitam yang berada di daerah pertahanannya hanya tiga.
19...gxh6
Jawaban Hitam terlalu polos. Seharusnya ia berupaya mengurangi perwira penyerang Putih dengan melakukan pertukaran berupa langkah perantara 19...Gxf3! 20.Kxf3 gxh6 21.Md2 (untuk 21.Me3 Kg6 22.Gxg6 fxg6 23.Mxh6 Mg7 24.Me3 Bae8 Hitam berhasil konsolidasi, dan Gajah Putih yang ditukar dua bidak rasanya tidak cukup sebagai kompensasi) 21...Kg6 22.Bc4 (untuk 22.Gxg6 fxg6 23.Be1 Bad8 24.Mxh6 Mg7 juga hanya menghasilkan keseimbangan) 22...Md7 23.Bd1 Kd5 24.Gxg6 fxg6 25.Mxh6 Mg7 26.Mxg7+ Rxg7 27.Bc6 Gf4 28.Bxe6 Bf6 Hitam mampu bertahan.
20.Me3 Kg6?
Langkah yang lemah karena kurang memberikan perlawanan. Lebih baik mempertahankan bidak h6 dengan 20...h5 untuk menyulitkan ruang gerak Benteng Putih. Mungkin Hitam takut dengan lanjutan 21.Mg5+ yang sepertinya kuat tetapi setelah jawaban 21...Kg6 22.Bc4 Me7 23.Gxg6 fxg6 24.Kxg6 Mg7 25.Kxf8 Bxf8 juga menghasilkan keseimbangan.
21.Gxg6?!
Lebih kuat 21.Bxh6! Kg4 22.Kxg4 Gf4 karena ada langkah taktis 23.Bxg6+! fxg6 24.Mxe6+ Mf7 25.Kd4 Perwira yang dikorbankan Putih sudah kembali dan kini ia unggul dua bidak, praktis kemenangan sudah terbayang.
21...fxg6 22.Bxh6 Gxf3 23.Bxg6+ Rh8 24.Kxf3 Gf4 25.Mxe6 Kh7
Setelah serangkaian langkah paksaan, sebetulnya strategi terbaik Hitam adalah mengajak pertukaran perwira Putih yang menyerang untuk mengurangi tekanan, misalnya dengan 25...Mf7 26.Mf5 Kh7 27.Md3 Bad8 28.Mxa6 Kf6 29.Kh4 Bd6.
26.g3 Bfe8 27.Md5 Bed8 28.Me4 1–0
Lihat diagram 2.

Hitam menyerah di sini karena ia tidak bisa lagi menyelamatkan Gajahnya. Contohnya 28...Gd6 29.Md4+ Ge5 30.Mxe5+ Mxe5 31.Kxe5 atau 28...Be8 29.Mxf4 Mxf4 30.gxf4 Kf8 31.Bg4.
NB: Naskah ini sudah dipublikasikan di koran lokal Tabengan edisi 23 November 2009.

Tidak ada komentar: