Rabu, 13 Mei 2009

Susanto dan Irene di Kejuaraan Asia 2009




Kejuaraan Catur Asia ke-8 di Subic Exhibition and Convention Center, Olongapo City, Filipina, dimulai Rabu (13/5) pukul 15.30 tanpa acara pembukaan karena Presiden Federasi Catur Filipina Prospero Pichay tidak bisa hadir. Direncanakan acara pembukaan baru akan dilakukan Kamis (14/5) sebelum babak kedua dimulai.

Tidak adanya acara pembukaan di hari pertama adalah sedikit dari sejumlah kelemahan panitia penyelenggara. Sebelumnya, acara temu teknik dan penjemputan peserta ke arena pertandingan juga molor tanpa pemberitahuan yang jelas. Pairing beberapa kali diganti. Acara pertandingan molor setengah jam pun tidak didahului dengan pengumuman atau permintaan maaf.

Tercatat 80 peserta di bagian putra dan 40 peserta di bagian putri yang datang dari 16 negara di Asia. Mereka akan bertanding sebelas babak menggunakan sistem Swiss hingga 23 mei 2009 untuk memperebutkan total hadiah US$50,000 dan sepuluh tiket ke Piala Dunia Catur 2010 di bagian putra, dan total hadiah US$15,000 serta tiga tiket Piala Dunia Catur 2010 di bagian putri.

PB Percasi mengirimkan dua pecatur muda terbaiknya, yaitu GM Susanto Megaranto (2553) dan GMW Irene Kharisma Sukandar (2300). Selain mereka juga ikut bertanding tiga pecatur putra lainnya, yaitu MI Irwanto Sadikin (2447), MF Awam Wahono (2391) dan MF Anjas Novita (2345).

Pada babak pertama Susanto jumpa pecatur India MI Jayaram Ashwin (2413), Irwanto lawan GM Ehsan Ghaem Maghami (2593) dari Iran, Awam lawan GM Antonio Rogelio Jr (2518) dari Filipina, Anjas lawan Mohamed Al Sayed (2480) dari Qatar, serta Irene yang bertemu pecatur tuan rumah MIW Beverly Mendoza (2045).

PB Percasi menargetkan kedua pecatur andalan Indonesia tersebut dapat lolos menuju Piala Dunia dengan menyertakan pelatih asingnya GM Lasha Janjagava yang juga akan bertindak sebagai sekondan. Tapi menurut pelatih asal Georgia tersebut tidaklah mudah untuk mencapai target tersebut setelah melihat para peserta yang hadir.

“Terutama di bagian putri, dengan hanya ada tiga tiket (bukan enam seperti yang beberapa kali sudah dipublikasikan) yang tersedia, bahkan tiga unggulan pertama pun tidak ada jaminan bakal lolos,” tutur Lasha pada saat pertemuan teknik berlangsung. “Unsur keberuntungan menjadi penting di sini,” tambah pelatih yang pada usia sembilan belas tahun telah menjadi sekondan Anatoly Karpov itu.

Di bagian putri peringkat unggulan Irene berada di posisi keenam belas. Unggulan pertamanya adalah mantan juara dunia asal Cina GM Zhu Chen (2491) yang kini bermain membela Qatar, negara suaminya GM Mohamed Al Modiahki (2585) yang juga turut ambil bagian di putra.

Di bagian putra Susanto Megaranto berada pada peringkat unggulan kedelapan belas. Unggulan pertamanya adalah GM Krishnan Sasikiran (2682) dari India. Di bagian putra ini tercatat ada dua pecatur putri yang ikut serta, yaitu runner-up dunia 2008 GM Hou Yifan (2590) dari Cina yang masih berusia 14 tahun dan MI Harika Dronavalli (2474) dari India yang pernah beberapa kali menjadi juara dunia junior.

Teks foto:
1) Hou Yifan, gadis ajaib Cina yang bermain di kelompok putra (Foto oleh Kristianus Liem)
2) Susanto Megaranto (kiri) vs Jayaram Ashwin dari India (Foto oleh Kristianus Liem)

Tidak ada komentar: