Kamis, 14 Mei 2009

Irene dan Anjas Mulus, Irwanto dan Awam Tertahan, Susanto Tersandung




Hasil beragam dibuat para pecatur Indonesia pada babak pertama Kejuaraan Catur Asia ke-8 di Subic Exhibition and Convention Center, Olongapo City, Filipina, Rabu (13/5) malam. GMW Irene Kharisma Sukandar (2300) yang tertekan sejak pembukaan berhasil membalik keadaan dan menang atas pecatur tuan rumah MIW Beverly Mendoza (2045) pada langkah ke-40 pembukaan Gajah.

Sebaliknya yang dialami GM Susanto Megaranto (2553) di bagian putra. Unggul sejak pembukaan, Susanto membuat blunder fatal memberikan Kudanya secara cuma-cuma pada langkah ke-59 dan langsung menyerah dari pecatur India MI Jayaram Ashwin (2413). Saat kejadian itu berlangsung, posisi Susanto dan lawannya masing-masing tinggal satu bidak dan satu Kuda yang mutlak harus berakhir remis.

“Seumur hidup belum pernah saya melakukan kesalahan fatal seperti itu, bahkan waktu saya masih kecil sekali pun,” tukas Susanto kecewa sekali dan untuk beberapa saat senyumnya hilang.

Pelatih GM Lasha Janjagava langsung berupaya menghibur dengan menepuk-nepuk pundak Susanto sambil berkata, “Jangan terlalu dirisaukan, kesalahan seperti itu dapat saja terjadi pada siapa saja. Pertandingan juga masih ada sepuluh babak lagi, apapun masih dapat terjadi,” ujar pelatih asal Georgia tersebut.

Hasil para pecatur Indonesia lainnya: MI Irwanto Sadikin (2447) - GM Ehsan Ghaem Maghami (Iran, 2593) 0,5-0,5; MF Awam Wahono (2391) - GM Antonio Rogelio Jr (Filipina, 2518) 0,5-0,5; MF Anjas Novita (2345) – MI Mohamed Al Sayed (Qatar, 2496) 0,5-0,5. Hasil yang diraih ketiga pecatur Indonesia di atas tergolong baik karena semuanya menghadapi lawan yang memiliki gelar dan rating cukup jauh di atas mereka.

Peserta kejuaraan catur perorangan Asia ini bertambah setelah hadirnya lima pecatur putra Uzbekistan menjadi 85 peserta di bagian putra dan 45 peserta di bagian putri yang datang dari 17 negara di Asia. Mereka akan bertanding sebelas babak menggunakan sistem Swiss hingga 23 Mei 2009 untuk memperebutkan total hadiah US$50,000 dan sepuluh tiket ke Piala Dunia Catur 2010 di bagian putra, dan total hadiah US$15,000 serta tiga tiket Piala Dunia Catur 2010 di bagian putri.

Pecatur Uzbekistan main mulai babak kedua karena mereka mengalami masalah dalam pengurusan visa masuk Filipina. Pada babak kedua pun mereka dipertemukan di antara sesama pecatur Uzbekistan karena wasit tidak mau ambil risiko terhadap kemungkinan batalnya kehadiran mereka yang akan mengacaukan pairing yang sudah berjalan. Pecatur Uzbekistan tiba di hotel resmi panitia, Subic International Hotel, hanya dua jam sebelum pertandingan dimulai.

Walau terjadi penambahan pemain, ternyata daftar unggulan kedua pecatur andalan Indonesia tidak berubah. Di bagian putri peringkat unggulan Irene tetap berada di posisi keenam belas. Unggulan pertamanya adalah mantan juara dunia asal Cina GM Zhu Chen (2491) yang kini bermain membela Qatar, negara suaminya GM Mohamed Al Modiahki (2585) yang juga turut ambil bagian di putra.

Di bagian putra Susanto Megaranto juga tetap berada pada peringkat unggulan kedelapan belas. Unggulan pertamanya adalah GM Krishnan Sasikiran (2682) dari India. Di bagian putra ini tercatat ada dua pecatur putri yang ikut serta, yaitu runner-up dunia 2008 GM Hou Yifan (2590) dari Cina yang masih berusia 14 tahun dan MI Harika Dronavalli (2474) dari India yang pernah beberapa kali menjadi juara dunia junior.

Pairing Babak 2:

Pertandingan babak kedua dilangsungkan Kamis (14/5) mulai pukul 15.00 waktu setempat. Irene bertemu unggulan ketiga GMW Batkhuyag Munguntuul dari Mongolia. Berikut pairing lengkap para pecatur Indonesia.

MF Anjas Novita- GM Ziau Rahman (Bangladesh)
GM Nguyen Ngoc Truong Son (Vietnam)-MI Irwanto Sadikin
MF Awam Wahono-GM Mark Paragua (Filipina)
Yang Kaiqi (Cina)-GM Susanto Megaranto
GMW Irene Kharisma-GMW Batkhuyag Munguntuul (Mongolia)

Notasi Partai:

Berikut ini dua notasi pecatur utama Indonesia Susanto vs Ashwin dan Mendoza vs Irene.

Megaranto, Susanto (2553) - Ashwin, Jayaram (2413) [D00]
Subic, Asian Championship (1.17), 13.05.2009

1.d4 d5 2.Nf3 c6 3.Bg5 h6 4.Bh4 Bf5 5.e3 Qb6 6.b3 e6 7.Bd3 Nd7 8.0–0 Be7 9.Bxf5 exf5 10.c4 Bxh4 11.Nxh4 Ne7 12.Nc3 Nf6 13.cxd5 cxd5 14.Qd3 g6 15.Qb5+ Qxb5 16.Nxb5 Kd7 17.Nf3 Rhc8 18.Ne5+ Ke6 19.Rac1 Nc6 20.Nd3 a6 21.Nf4+ Kd7 22.Nc3 Kd6 23.Na4 Nb4 24.a3 Rxc1 25.Rxc1 Nc6 26.Nb6 Rd8 27.Rc5 Ne7 28.Nd3 Nd7 29.Nxd7 Kxd7 30.g4 Kd6 31.Ne5 Rf8 32.h3 f6 33.Nd3 fxg4 34.hxg4 Rc8 35.Rxc8 Nxc8 36.f3 Ne7 37.Kf2 f5 38.gxf5 Nxf5 39.Nf4 g5 40.Ne2 Ke6 41.a4 b5 42.axb5 axb5 43.Nc3 Nd6 44.b4 h5 45.e4 dxe4 46.fxe4 g4 47.Ke3 g3 48.Ne2 Nc4+ 49.Kf4 h4 50.Kg4 Nd2 51.Nf4+ Kd7 52.e5 g2 53.Nxg2 h3 54.Kxh3 Nf3 55.Kg4 Nxd4 56.Nf4 Nc6 57.Kf5 Nxb4 58.e6+ Ke8 59.Nd5 Nxd5 0–1


Mendoza, Beverly (2045) - Sukandar, Irene Kharisma (2300) [C24]
Subic, Asian Championship (1.16), 13.05.2009

1.e4 e5 2.Bc4 Nf6 3.d3 c6 4.Nf3 d5 5.Bb3 Bd6 6.Nc3 d4 7.Ne2 h6 8.0–0 Nbd7 9.c3 c5 10.Ng3 g6 11.Nd2 Bf8 12.a4 Bg7 13.Nc4 0–0 14.f4 Qe7 15.Qf3 Kh7 16.h3 dxc3 17.bxc3 exf4 18.Bxf4 Ne8 19.Rac1 Nb6 20.Ne3 Be6 21.Nd5 Qd7 22.a5 Nc8 23.Qf2 b6 24.Ra1 Qc6 25.axb6 axb6 26.Qd2 Rxa1 27.Rxa1 b5 28.Ra5 c4 29.dxc4 Bxd5 30.Rxb5 Bxc4 31.Bxc4 Qxc4 32.Rb7 Qc5+ 33.Kh1 Ned6 34.Rd7 Nc4 35.Qc2 N8b6 36.Rc7 Qa5 37.Ne2 Ne5 38.Nd4 Nbc4 39.Rb7 Nd6 40.Nb3 Qa6 0–1


Teks foto:
1) Irene vs MIW Beverly Mendoza dari Filipina di babak pertama (Foto oleh Kristianus Liem)
2) Irwanto vs GM Ehsan Ghaem Maghami dari Iran pada babak pertama (Foto oleh Kristianus Liem)


Laporan langsung Humas PB Percasi Kristianus Liem dari Subic, Olongapo City, Filipina.
Hp saya di Filipina: +639272836231

2 komentar:

yullian bei mengatakan...

thanks for your report for this event has little information on internet. Salam catur!

red-white-chess.blogspot.com

Heri Darmanto mengatakan...

Selamat berjuang para master catur Indonesia di Kejuaraan Asia 2009. Buat Susanto jangan putus harapan, setiap pecatur pernah mengalami 'buta catur' seperti anda sehingga memberikan perwira gratis kepada lawan tanpa kompensasi. Peluru masih banyak, berjuang terus... Buat Anjas, semoga sukses di turnamen ini dan bisa meningkatkan gelarnya ke yang lebih tinggi. Buat Irene, Irwanto, Awam Sukses selalu...