Minggu, 16 November 2008

Putri Indonesia Taklukkan Yunani, Putra Bantai Afghanistan


Tim catur putri Indonesia (unggulan ke-67) kembali membuat kejutan dengan menaklukkan tim tangguh unggulan ke-19 Yunani pada babak ketiga Olimpiade Catur ke-38 di Dresden, Jerman, Sabtu (15/11) waktu setempat atau Minggu (16/11) dinihari WIB. Hasil tersebut membuat ranking sementara putri Indonesia melesat ke peringkat 12 dari 114 regu yang berasal dari 112 negara, dan pada babak keempat jumpa unggulan pertama Rusia!

“Seumur-umur belum pernah tim Indonesia jumpa Rusia selama mengikuti olimpiade,” ujar dr Poeng Dwi Hatmisari yang berada dalam tim Indonesia sebagai utusan permanen Kongres FIDE ke-79 di tempat yang sama, Internasionales Kongresszentrum Dresden yang dijadwalkan 23-25 November 2008.

“Kalau bisa mengalahkan Rusia, saya berikan seribu dollar. Kalau menahan seri lima ratus dollar,” kata manajer tim Riskie Dharma Putra di sela-sela latihan persiapan menghadapi tim Rusia yang dikomandoi oleh pelatih asing GM Lasha Jangjagava dari Georgia seusai sarapan pagi.

Menurut Riskie yang punya sekolah catur di Surabaya, ia baru saja menerima sms dari Wakil Ketua Umum PB Percasi GM Utut Adianto bahwa Menegpora menjanjikan hadiah satu milyar rupiah kalau tim putri Indonesia bisa mengalahkan tim putri Rusia!

Sang Bintang Evi dan Kadek

Bintang Indonesia pada babak ketiga adalah Evi Lindiawati di papan dua dan pemain cadangan Kadek Iin Dwijayanti yang baru pertama kali diturunkan di papan empat menggantikan Desi Rachmawati yang diistirahatkan setelah mengalami kekalahan di babak kedua.

Evi (2121) yang main aman dan sederhana sejak awal pertahanan Sisilia variasi Kan, berhasil membuat kejutan dan mengalahkan GMW Anna Maria Botsari (2308) pada permainan akhir Gajah sewarna. Botsari yang merupakan pecatur berpengalaman melakukan kesalahan prinsipil pada langkah ke-43 ketika dalam posisi kalah satu bidak menolak pertukaran Gajah untuk masuk ke dalam permainan akhir Benteng yang peluang remisnya jauh lebih besar. Yang terjadi akhirnya permainan akhir Gajah sewarna dengan tiga bidak lawan empat bidak.

Disebut kesalahan prinsipil karena tiga dari empat bidak Botsari berada pada petak terang yang sewarna dengan Gajah Evi, dan sebaliknya lima bidak Evi justru berada di petak gelap atau tidak sewarna dengan Gajah Botsari sehingga tidak mungkin diambil! Akhirnya memang satu demi satu bidak Botsari “dipetik” Evi sehingga pecatur Yunani yang pernah ke Indonesia pada tahun 1993 itu menyerah pada langkah ke-56 setelah ketinggalan dua bidak.


Skor yang disumbangkan Evi langsung menyamakan kedudukan 1,5-1,5 setelah MIW Irene Kharisma Sukandar (2303) menahan remis papan satu Yunani yang sudah bergelar MI putra, GMW Yelena Dembo (2446) pada langkah ke-30, dan pahlawan hari sebelumnya Dewi Andhiani Anastasia Citra kalah dari GMW Marina Makropoulou (2265) pada langkah ke-43. Posisi Citra sebetulnya tidak ada kalahnya, tetapi kemenangan kemarin membuat dara berusia 14 tahun ini jadi terlalu percaya diri dan bermain terlalu agresif.

Kadek Iin (1859) yang paling akhir selesainya, membuat jantung kubu Indonesia empot-empotan karena dalam krisis waktu yang parah, Kadek sempat tinggal satu detik baru melangkah! Kalau saja gerakan tangannya sedikit kurang cepat ia bisa kalah waktu! Gugupnya Kadek ternyata justru membuat lawannya, MIW Alexandra Stiri (2171) ikut nervous dan beberapa kali mengalami blankspot misalnya tidak melihat Gajahnya diancam. Stiri menyerah pada langkah ke-47 dan mendapat omelan rekan-rekannya karena main seperti orang bodoh akibat tak tahan didera krisis waktu! Putri Indonesia menang 2,5-1,5!

Putra Taklukkan Afghanistan 3,5-0,5
Di bagian putra, seperti sehari sebelumnya, walau skor tim putra Indonesia vs Afghanistan telak 3,5-0,5, namun keadaan di atas papan tidaklah demikian. Lagi-lagi hanya Yohanes Simbolon di papan ketiga yang unggul sejak awal dan menang mini 18 langkah lawan Anit Tahah (1881).
Partai lainnya berjalan dengan para pecatur Indonesia lebih dulu tertekan. Namun seperti kemarin pula, GM Susanto Megaranto (2536) mampu membalikkan keadaan dan menang pada langkah ke-70 atas Habibullah Fedaee yang belum punya rating. MI Tirta Chandra Purnama (2417) di papan tiga, walau akhirnya menang pula pada langkah ke-63 atas Khaibar Farazi (2207), tetapi waktu dua puluh lima menit yang dia habiskan hanya pada tiga langkah pertama membuat tim manajer Riskie Dharma Putra berang!
“Ini pecatur kelas kampung apa pecatur tingkat internasional,” begitu Riskie mengeluarkan kekesalannya di luar arena pertandingan tentu saja. “Dua puluh lima menit untuk tiga langkah itu tidak masuk akal, apapun alasannya,” tambah Riskie, yang langsung meminta kapten tim GM Edhi Handoko agar Tirta tidak dimainkan pada babak keempat.
Pemain cadangan Farid Firmansyah yang baru diturunkan pada babak ketiga menggantikan MI Irwanto Sadikin yang kalah secara menyakitkan sehari sebelumnya, tidak mampu mencetak skor menghadapi Aziz Farazi di papan empat. Farid hanya menyumbang setengah angka setelah bermain remis pada langkah ke-70.
Notasi Evi Lindiwati
Berikut ini notasi jalannya partai kemenangan mengejutkan Evi Lindiawati atas GMW Anna Maria Botsari. Menurut Evi ini kemenangan pertamanya atas pecatur bergelar Grandmaster Wanita! Tentu saja sekaligus membuka peluangnya meraih norma GMW karena pada babak kedua ia juga menahan remis GMW Maria Sergeeva (2325).
Evi Lindiawati (2121) - Anna Maria Botsari (2308)
Dresden (Ol) (3.2), 15.11.2008

1.e4 c5 2.Nf3 e6 3.d4 cxd4 4.Nxd4 a6 5.Nc3 b5 6.a3 Bb7 7.Be2 Qc7 8.0–0 Nf6 9.Bf3 d6 10.Re1 Nbd7 11.g3 h5 12.Bg5 Be7 13.h4 Ne5 14.Bg2 Rc8 15.Na2 Nc4 16.Rb1 g6 17.c3 0–0 18.Nb4 Qb6 19.Nd3 Rfe8 20.Qe2 e5 21.Nc2 d5 22.exd5 e4 23.Nf4 Nxd5 24.Nxd5 Bxd5 25.Bxe7 Rxe7 26.Ne3 Bb7 27.Nxc4 Rxc4 28.Qe3 Qxe3 29.fxe3 a5 30.Rbd1 Rc5 31.Rd4 g5 32.Red1 gxh4 33.gxh4 Re6 34.Rd6 Ree5 35.Bh3 Rcd5 36.R1xd5 Bxd5 37.Bd7 Bc4 38.Kf2 Kf8 39.Kg3 Ke7 40.Rd4 Bd3 41.Kf4 Rc5 42.Bf5 Kf6 43.Bxe4 Bc4 44.Rd6+ Be6 45.Rc6 Rxc6 46.Bxc6 Bc4 47.a4 bxa4 48.Bxa4 Be2 49.b4 axb4 50.cxb4 Ke7 51.Bc6 Kd6 52.Bf3 Bc4 53.Bxh5 Kc6 54.Kf5 Kb5 55.Kf6 Kxb4 56.Bxf7 1–0

Pairing Babak 4
Putra Indonesia akan jumpa tim Costa Rica mulai pukul 15.00 waktu setempat atau pukul 21.00 WIB, dengan susunan pemain:

Bo.
66
Costa Rica (CRC)
Rtg
-
69
Indonesia (INA)
Rtg
0 : 0
32.1
GM
Ramirez Alejandro
2533
-
GM
Megaranto Susanto
2536
32.2
IM
Gonzalez Bernal
2432
-
IM
Irwanto Sadikin
2441
32.3
IM
Valdes Leonardo
2401
-
Yohannes Simbolon
0
32.4
IM
Hernandez Basante Francisco
2247
-
Farid Firmansyah


Putri Indonesia akan jumpa tim unggulan pertama Rusia. Rusia adalah pemegang medali perak Olimpiade Turin 2006, tetapi kali ini datang sebagai tim dengan rata-rata rating tertinggi dari semua tim yang ada. Berikut susunan pemainnya:

Bo.
67
Indonesia (INA)
Rtg
-
1
Russia (RUS)
Rtg
0 : 0
5.1
WIM
Sukandar Irine Kharisma
2303
-
IM
Kosintseva Tatiana
2513
5.2
Lindiawati Evi
2121
-
IM
Kosintseva Nadezhda
2468
5.3
Dewi Aa Citra
1802
-
IM
Korbut Ekaterina
2459
5.4
Kadek Iin Dwijayanti
1859
-
WGM
Pogonina Natalija

Laporan langsung Kristianus Liem dari Dresden

Teks foto:
Tim putri Indonesia berpose di tepi sungai Elbe yang terkenal karena kebersihan dan keindahannya. Dari kiri Irene, Kadek, Desi, Citra dan Evi.
Tim putri Indonesia vs Yunani pada babak ketiga
Tim putra Indonesia vs Afghanistan pada babak ketiga
(Foto-foto oleh Kristianus Liem)

NB: Kami tinggal di Hotel Ibis Brastei bersama sejumlah tim negara lainnya.
Hp saya di Dresden 01520 4724572
Bastian kapten tim01522 7594194
Rizki majaer tim Indonesia 01522 7594203

Situs resmi panitia http://www.dresden-2008.de/.
Atau di http://www.fide.com/, atau situs yang membuat liputan khusus di http://www.chessdom.com/

Tidak ada komentar: