Minggu, 24 Agustus 2008

Irene Kharisma Best Woman Malaysia Open


Pecatur putri Indonesia MIW Irene Kharisma Sukandar (rating 2262) memberikan kado manis untuk HUT kemerdekaan RI ke-63 dengan memberikan gelar The Best Woman Player Malaysia Open setelah pada babak terakhir mencetak kemenangan lagi atas MF Igor Goldenberg (2386) dari Australia pada turnamen catur Malaysia Open di Cititel Hotel, Mid Valley, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (24/8) .
“Sempurna. Sempurna sudah,” komentar Ketua Harian PB Percasi Eka Putra Wirya yang menyaksikan permainan Irene dari pinggir lapangan.
Hasil tersebut bukan cuma menggenapkan norma GMW-nya menjadi 11 babak, tetapi 7,5 angka yang diraih Irene setengah angka melampaui persyaratan karena rating rata-rata lawannya yang 2327 hanya membutuhkan tujuh angka saja.
Lebih dari itu, angka tujuh setengah itu juga menjadikan Irene sebagai Best Woman pada Malaysia Open 2008 membawahi tiga pecatur bergelar GMW yang ikut ambil bagian, yaitu GMW Li Ruofan (2425, Singapura), GMW Gu Xiaobing (2286, Cina) dan GMW Eesha Karavade (2297, India). Dua nama pertama merebut 6,5 angka, sedang nama terakhir 6 angka. Irene merebut hadiah Best Woman sebesar US$500.
Sementara gelar juara Malaysia Open tak terbendung jatuh pada GM Li Chao (2590, Cina) yang mencetak 9 angka dan merebut hadiah utama 4 ribu dolar AS. Ranking dua ditempati GM Zhang Zhong (2632, Singapura) 8,5 angka. Ranking tiga hingga tujuh sama 8 angka, tetapi setelah diurut berdasarkan nilai Solkoff, maka urutannya menjadi GM Marat Dzhumaev (2549, Uzbekistan), GM Susanto Megaranto (2532, Indonesia), GM Laylo Darwin (2504, Filipina), GM Drazen Sermek (2509, Kroasia), MI Ashot Nadanian (2436, Armenia).
Susanto hanya merebut hadiah keempat US$1,500 setelah dalam perhitungan tie-break, kalah tipis dibandingkan dengan Dzhumaev, yaitu 81 banding 81,5! Pada babak terakhir Susanto saat unggul posisi dan waktu pikir mengambil keputusan tidak bijaksana dengan melepas tekanan dengan harapan waktu pikir GM Li Shilong (2511, Cina) akan habis. Ternyata setiap waktu pikirnya tinggal empat detik Li selalu menemukan jawaban yang bagus sehingga Susanto terpaksa melancarkan skak abadi dan remis.
Dalam ranking keseluruhan Irene menduduki posisi delapan hingga dua belas dengan sama 7,5 angka bersama-sama GM Li Shilong (2511, Cina), Yap Kim Stevan (2321, Filipina), MI Ronald Dableo (2444, Filipina), dan Zhang Ziyang (2421, Cina), tetapi urutan berdasarkan nilai Solkoff menempatkan Irene di peringkat dua belas.
Lima pecatur Indonesia lainnya yang peringkatnya cukup baik adalah MF Awam Wahoo (6,5 angka peringkat 24), lalu empat pemain lainnya dengan 6 angka adalah MI Irwanto Sadikin (peringkat 35 setelah tie-break), MF Sebastian Simanjuntak (40), MF Anjas Novita (45) dan Sayani Hendrik (48). Total seluruh peserta 112 pecatur.
Kristianus LiemHumas PB Percasi
Laporan langsung dari Kuala Lumpur. Hp saya di Malaysia 60149214623.
Teks foto: MIW Irene Kharisma Sukandar dengan medali Best Female Malaysia Open dan amplop hadiah uangnya foto bersama Ketua Harian PB Percasi Eka Putra Wirya yang sengaja hadir di Kuala Lumpur (Foto oleh Kristianus Liem)

Partai Hidup Mati Iren Vs Awam


Partai ini -- di babak sepuluh Malaysia Open -- adalah partai untuk memperebutkan norma gelar! Norma GMW bagi Irene Kharisma Sukandar atau norma MI bagi Awam Wahono! Keduanya adalah pecatur yang turun membela Jabar pada PON XVII lalu, tapi kali ini adalah masalah pribadi!
Bagi orang yang selalu berpikiran negatif, bisa saja mencurigai partai ini akan diatur sedemikian rupa untuk kepentingan salah satu pihak! Tapi dengan menyajikan partai ini langkah demi langkah mungkin pembaca dapat merasakan aroma pertarungan yang menegangkan, seperti yang saya -- dan beberapa penonton lain setelah saya jelaskan soal peluang norma gelar tersebut -- rasakan saat itu. Partai ini juga berlangsung sekitar empat jam, yang pasti masih berlangsung saat Susanto sudah menang dari Yap Kim Steven dari Filipina. Sehingga saya sempat minta komentarnya untuk menenangkan pikiran saya sendiri, “Itu sih Irene pasti menang, orang sudah menang kualitas,” begitu komentar Susanto dengan enteng. Tapi, saat itu hati saya masih berdebar-debar keras. Bukankah ketika melawan GMW Li Ruofan pada babak kelima Irene juga sudah mendapatkan berbagai posisi menang, tapi membuat blunder fatal saat krisis waktu?!
Kondisi itu tampaknya juga disadari oleh Awam terlihat dari langkah-langkahnya yang dipercepat dengan mencuri waktu pikir Irene. Awam langsung melangkah begitu Irene melangkah! Saat itu waktu pikir Irene sembilan menit lebih sedangkan Awam masih empat puluh delapan menit lebih!
“Irene pasti bisa menyelesaikannya jadi kemenangan, karena posisinya sudah sederhana. Perhatikan, Irene mengembalikan kualitas dan sekarang unggul dua bidak. Itu strategi yang tepat dan bijaksana,” tutur Ketua Harian PB Percasi Eka Putra Wirya yang sengaja datang ke Kuala Lumpur hari Sabtu itu untuk memberikan dorongan moral sekaligus untuk menonton langsung partai tersebut tanpa disadari oleh Irene atau pecatur Indonesia lainnya.
Notasi ini saya harapkan juga dapat melepas dahaga pembaca Indochess dan masyarakat catur lainnya yang mengharapkan saya selalu menampilkan notasi seperti biasanya saat membuat laporan langsung. Tetapi, mohon maaf baru ini yang dapat saya lakukan karena laptop saya mengalami masalah serius sehingga praktis tidak bisa digunakan lagi (walau tetap saya bawa-bawa dengan harapan masih dapat digunakan). Jadi setiap laporan, saya buat diberbagai tempat, misalnya di business center hotel, warnet atau meminjam laptop pecatur yang sedang tidak digunakan. Kiranya kondisi itu cukup menjelaskan kenapa laporan saya tidak selengkap dan sedetail seperti yang saya lakukan saat di Subic, Filipina, beberapa waktu lalu (laporan lengkap tsb ada di www.potretcatur.blogspot.com).
MIW Irene Kharisma Sukandar (2262) - MF Awam Wahono (2387)
Pertahanan Nimzovich [B00]
Kuala Lumpur, Malaysia Open (10), 23.08.2008
1.e4 Kc6 2.Kf3 d6 3.d4 Gg4 4.Ge3 Kf6 5.Kc3 a6 6.h3 Gh5 7.a3 e6 8.Gd3 Ge7 9.Md2 d5 10.e5 Kd7 11.Ke2 Ka7 12.Kg3 Gg6 13.0–0 c5 14.c3 Kc6 15.Ke1 Ka5 16.Bd1 Mb6 17.b4 Kb3 18.Mb2 c4 19.Gc2 Gxc2 20.Mxc2 g6 21.a4 Mc6 22.Ma2 Kb6 23.a5 Kc8 24.Kc2 b6 25.axb6 Kxb6 26.Ka1 a5 27.Kxb3 cxb3 28.Mxb3 a4 29.Mb2 0–0 30.Mc1 Bfc8 31.Gg5 Md7 32.Gxe7 Mxe7 33.Bd3 a3 34.Mh6 Rh8 35.Ba1 Kc4 36.Kf1 g5 37.Ke3 Kb2 38.Bd2 Bg8 39.Mh5 Mc7 40.Bc2 Ba7 41.Kg4 Mc4 42.Mh6
Lihat diagram. Dalam posisi ini, waktu pikir Awam masih 48 menit lebih sementara Irene sudah tinggal 9 menit lebih. Di sini Awam membalas langkah Irene secara cepat seperti refleks saja ...
42...Md3?
Kesalahan pertama Awam yang membuat posisi Putih jadi lebih unggul. Seharusnya di sini 42...Bg6 43.Mf8+ Bg8 44.Mc5 Mxc5 45.bxc5; atau 42...Mb3 43.Mf6+ Bg7 44.Bcc1 Kc4 45.Bab1 Ma4 46.Kh6, dalam kedua variasi terse but posisi Putih hanya sedikit lebih baik.
43.Mf6+ Bg7 44.Md8+?
Giliran Irene yang membuat kesalahan. Seharusnya di sini 44.Bxb2 dan Putih unggul satu Kuda. Hitam memang bisa punya dua Menteri, tetapi Rajanya bakal kena skakmat setelah 44...axb2 (satu-satunya cara menghindari skakmat adalah 44...h5 tetapi setelah 45.Bd2! Mg6 (45...Mxd2 46.Mh6+ Rg8 47.Kf6+ Rf8 48.Mh8+ Bg8 (48...Re7 49.Me8#) 49.Mxg8+ Re7 50.Me8#) 46.Mxg6 Bxg6 47.Kf6 Putih tetap menang juga.) 45.Bxa7 b1M+ 46.Rh2 h5 47.Ba8+ Rh7 48.Mh6# mat.
44...Bg8 45.Mf6+ Bg7 46.Kh6
Atau kembali ke variasi 46.Bxb2.
46...Mg6 47.Md8+
Langkah teks lebih pasti dan aman daripada 47.Bxb2.
47...Bg8 48.Kxg8 Mxg8 49.Mxg8+ Rxg8 50.Rf1 Rf8 51.Re2 Re7 52.Ba2 Kc4 53.Rd3 Rd7 54.Bc1 Rc6 55.Rc2 Rb5 56.Rb3 Ba8 57.Bca1 Bg8 58.Bxa3
Irene mengembalikan kualitas dan unggul dua bidak, cara ini disebut Eka Putra Wirya sebagai jalan menang yang bijaksana karena Hitam praktis tidak punya serangan balik lagi.
58...Kxa3 59.Bxa3 Rb6 60.c4 dxc4+ 61.Rxc4 Bc8+ 62.Rd3 Bc7 63.Ba8 Bc1 64.Bb8+ Ra6 65.b5+ Ra5 66.b6 Ra6 67.Bf8 Bd1+ 68.Re3 Rxb6 69.Bxf7 Rc6 70.Bxh7 Be1+ 71.Rf3 Bd1 72.Be7 1–0

Sabtu, 23 Agustus 2008

Irene Kharisma Raih Norma Grandmaster


Pecatur putri Indonesia MIW Irene Kharisma Sukandar akhirnya meraih norma Grandmaster Wanita (GMW) yang keduanya setelah pada babak kesembilan dan dan sepuluh turnamen catur bergengsi Malaysia Open yang berlangsung di Mid Valley Cititel Hotel, Kuala Lumpur, Sabtu (23/8) berhasil menambah dua angka penuh.

Irene berturut-turut menang atas pecatur Cina Shen Siyuan (2316) dan kemudian menundukkan rekan senegara MF Awam Wahono (2387) sehingga membukukan 6,5 angka dari sepuluh babak atau 65% angka kemenangan sehingga memenuhi persyaratan meraih norma GMW yang keduanya. Sebelumnya, di Jakarta Irene sudah meraih norma GMW pertamanya sebanyak sepuluh babak pula.

Dalam sepuluh babak pertama Malaysia Open, Irene berhasil mencetak enam kemenangan, sekali remis dan tiga kali kalah. Dua kemenangan Irene sebelumnya antara lain dicetak atas pecatur kuat Filipina MI Richard Bitoon (2439) dan pecatur kuat Cina Wang Li (2392).

Hasil Irene tersebut ternyata menjadi kado buat Ketua Harian PB Percasi Eka Putra Wirya yang sengaja datang ke Kuala Lumpur pada Sabtu siang untuk memberikan dorongan moral kepada pecatur putri terbaik Indonesia tersebut. “Teknik permainan Irene sudah terus meningkat, jadi menjadi Grandmaster Wanita pertama di Indonesia soal masalah waktu saja,” kata Eka yang menyeponsori keberangkatan Irene ke Malaysia Open ini.

Grandmaster Susanto Megaranto yang berhasil menambah satu setengah angka kini balik ke peringkat dua menjelang babak terakhir. Susanto bermain remis lawan GM Drazen Sermek (2509) dari Kroasia dan menang atas Yap Kim Steven (2321) dari Filipina, sehingga angkanya kini menjadi 7,5 poin. Pimpinan klasemen sementara kini diambil alih oleh GM Li Chao (2590) dari Cina dengan 8,5 angka. Li Chao pada babak keenam sebelumnya sempat dikalahkan Susanto.

Tercatat ada empat belas pecatur Indonesia yang ambil bagian pada turnamen catur terberat di Malaysia itu, dua di antaranya main di Kelompok Challenger yang dilaksanakan pada waktu dan tempat yang sama. Kelompok ini diikuti pemain dengan rating rendah atau sama sekali belum punya rating.

Total peserta Malaysia Open 112 pemain di mana terdapat sembilan pemain bergelar GM, 10 MI, 3 GMW, 5 MIW, 10 MF, 1 MFW dari 16 negara. Di Kelompok Challenger tercatat 53 peserta. Malaysia Open berlangsung dari 18 Agustus hingga 24 Agustus 2008.

Teks foto: MIW Irene Kharisma Sukandar di samping banner Malaysia Open (Foto oleh Kristianus Liem)

Susanto Tumbang, Irene Tambah Satu Angka


Grandmaster Susanto Megaranto akhirnya tumbang pada babak kedelapan turnamen catur bergengsi Malaysia Open yang berlangsung di Mid Valley Cititel Hotel, Kuala Lumpur, Jumat (22/8) malam. Susanto dikalahkan GM Marat Dhumaev (2549) dari Uzbekistan setelah sehari sebelumnya secara mendadak diserang sakit gigi.


Susanto yang bermain tajam dengan mengorbankan Kuda dan Benteng saying melakukan blunder. “Seharusnya saya mainkan 20.dxe6 dan menang, tapi yang saya jalankan 20. Mh4 karena saya pikir jalan apa saja sudah menang,” tutur Susanto sambil bersungut-sungut.

“Sebetulnya gigi saya sakit sekali sehingga saya mainnya mau buru-buru menang saja,” jelas Susanto sambil menunjukkan rahang kirinya yang membengkak.

Pagi harinya Susanto berhasil menahan remis GM Zhang Zhong (2632) dari Singapura melalui pertarungan panjang 81 langkah, sehingga posisinya merosot ke peringkat dua dengan 6 angka. Pimpinan klasemen sementara kini diambil alih Dhumaev dengan 7 poin.

Sementara pecatur putri Indonesia MIW Irene Kharisma Sukandar hanya berhasil menambah satu angka hasil menang atas Udani Ian dari Filipina pada babak ketujuh dan malam harinya ditundukkan pecatur putra Cina Yulie (2377) setelah keliru mengantisipasi varian aneh pertahanan Prancis yang dikembangkan lawannya.

Namun demikian, dengan 4,5 angka dari delapan babak yang berarti masih di atas 50%, Irene tetap memelihara peluang untuk meraih norma GMW keduanya. Tentu saja dengan catatan pada tiga babak berikutnya ia menambah angka dari lawan yang seluruhnya harus sudah memiliki rating yang cukup tinggi.

Pecatur Indonesia lainnya, MI Irwanto Sadikin juga hanya berhasil menambah setengah angka saja hasil remis lawan Yulie dan kalah pada babak kedelapan dari MI Chito Garma (2346, Filipina). Jumlah angka yang sudah diraih Irwanto menjadi 4,5 poin.

Tercatat ada empat belas pecatur Indonesia yang ambil bagian pada turnamen catur terberat di Malaysia itu, dua di antaranya main di Kelompok Challenger yang dilaksanakan pada waktu dan tempat yang sama. Kelompok ini diikuti pemain dengan rating rendah atau sama sekali belum punya rating.

Total peserta Malaysia Open 112 pemain di mana terdapat sembilan pemain bergelar GM, 10 MI, 3 GMW, 5 MIW, 10 MF, 1 MFW dari 16 negara. Di Kelompok Challenger tercatat 53 peserta. Malaysia Open berlangsung dari 18 Agustus hingga 24 Agustus 2008.

Teks foto: Dato Tan Chin Nam sang sponsor Malaysia Open sejak lima tahun lalu! Mungkinkah tahun depan Malaysia Open masih ada? (Foto oleh Kristianus Liem)

Rabu, 20 Agustus 2008

Susanto Taklukkan Juara Bertahan danMimpin Sendirian, Irene Pertahankan Peluang


Tampil cemerlang Grandmaster Susanto Megaranto kini mimpin sendirian turnamen catur bergengsi Malaysia Open yang tengah berlangsung di Mid Valley Cititel Hotel, Kuala Lumpur, Rabu (20/8). Susanto berhasil menambah satu setengah angka dan kini berada di puncak klasemen sementara dengan 5,5 poin.


Pada babak kelima Susanto bermain remis lawan GM Saidali Iuldachev (2520) dari Uzbekistan dan pada babak keenam malam harinya menaklukkan juara bertahan GM Li Chao (2590) dari Cina melalui pertarungan yang alot dan menegangkan.


Saat berita ini dibuat ada empat pemain menempel ketat dengan 5 poin, yaitu GM Saidali Iuldachev, GM Marat Dhumaev (2549 Uzbekistan), GM Li Shilong (2511 Cina) dan GM Laylo Darwin (2504 Filipina).


Sementara pecatur putri Indonesia MIW Irene Kharisma Sukandar hanya berhasil menambah setengah angka saja hasil remis lawan MF Mok Tze Meng (2308) dari Malaysia. Pagi harinya Irene dikalahkan GMW Li Ruofan (2425) dari Singapura karena membuat blunder fatal dalam posisi unggul tetapi krisis waktu.


Namun demikian, dengan 3,5 angka dari enam babak yang berarti di atas 50%, Irene tetap memelihara peluang untuk meraih norma GMW keduanya. Persyaratan gelar maupun negara pemain lawan yang sudah dihadapi bahkan sudah melebihi persyaratan, yaitu dua MI putra, satu GMW dan satu MF dari lima negara. Masalahnya tinggal pada berapa jumlah poin nanti yang terkumpul.


Pecatur Indonesia lainnya, MI Irwanto Sadikin juga hanya berhasil menambah setengah angka saja hasil remis lawan rekan senegara MF Awam Wahono pada babak keenam. Pada babak kelima Irwanto dikalahkan juara bertahan GM Li Chao (2590) dari Cina. Jumlah angka yang sudah diraih Irwanto menjadi 4 poin.


Tercatat ada empat belas pecatur Indonesia yang ambil bagian pada turnamen catur terberat di Malaysia itu, dua di antaranya main di Kelompok Challenger yang dilaksanakan pada waktu dan tempat yang sama. Kelompok ini diikuti pemain dengan rating rendah atau sama sekali belum punya rating.


Total peserta Malaysia Open 112 pemain di mana terdapat sembilan pemain bergelar GM, 10 MI, 3 GMW, 5 MIW, 10 MF, 1 MFW dari 16 negara. Di Kelompok Challenger tercatat 53 peserta. Malaysia Open berlangsung dari 18 Agustus hingga 24 Agustus 2008.


Teks foto: GM Susanto Megaranto (kiri) vs GM Li Chao dari Cina ditonton pecatur cilik tuan rumah pada babak keenam Malaysia Open. Li Chao adalah sang juara bertahan. (Foto oleh Kristianus Liem)

Selasa, 19 Agustus 2008

Susanto Mimpin, Irene Buat Kejutan Lagi

Grandmaster Susanto Megaranto masih belum tertahankan dengan mencetak dua kemenangan lagi pada babak ketiga dan keempat Malaysia Open yang berlangsung di Mid Valley Cititel Hotel, Kuala Lumpur, Selasa (19/8).

Pada babak ketiga yang berlangsung pagi hari, Susanto menaklukkan Wang Li (rating 2392) dari Cina, dan sore harinya menundukkan MI Julio Catalino Sadorra (2470) dari Filipina sehingga Susanto berhasil mengumpulkan empat angka penuh dari empat babak.

Sementara pecatur putri Indonesia MIW Irene Kharisma Sukandar yang bertukar lawan dengan Susanto, dikalahkan Sadorra pada babak ketiga dan secara mengejutkan bangkit dengan menaklukkan Wang Li sore harinya melalui partai keras yang memikat. Sehingga Irene sudah membukukan 3 angka dari empat babak dan membuka peluang untuk meraih norma GMW keduanya di Kuala Lumpur ini.

Selain dua pecatur muda tersebut, pecatur Indonesia lainnya, MI Irwanto Sadikin juga tampil bagus membukukan 3,5 angka. Pada babak ketiga Irwanto bermain remis lawan MF Lim Yee Weng (2367, Malaysia) dan pada babak keempat menang dari Kojima Shinya (2253) dari Jepang.

Tercatat ada empat belas pecatur Indonesia yang ambil bagian pada turnamen catur terberat di Malaysia itu, dua di antaranya main di Kelompok Challenger yang dilaksanakan pada waktu dan tempat yang sama. Total peserta Malaysia Open 112 pemain di mana terdapat sembilan pemain bergelar GM, 10 MI, 3 GMW, 5 MIW, 10 MF, 1 MFW dari 16 negara. Di Kelompok Challenger tercatat 53 peserta. Malaysia Open akan berlangsung 18 Agustus hingga 24 Agustus 2008.


Teks foto: GM Susanto Megaranto (kanan) vs. MI Julio Catalino Sadorra dari Filipina pada babak keempat Malaysia Open (Foto oleh Kristianus Liem)

Susanto dan Irene Sukses Mengawali Dua Babak Pertama


Dua pecatur muda terbaik Indonesia saat ini, GM Susanto Megaranto dan MIW Irene Kharisma Sukandar, mengawali dua babak pertama Malaysia Open yang berlangsung di Mid Valley Cititel Hotel, Kuala Lumpur, Senin (18/8) dengan lancar.


Susanto berturut-turut menaklukkan Ilic Ilija dari Australia dan Shen Siyuan dari Cina. Sementara Irene membuat kejutan besar dengan menundukkan pecatur Filipina MI Richard Bitoon pada babak kedua, dan pada pagi harinya mengalahkan rekan senegaranya Juniel Hutapea.

Selain dua pecatur muda tersebut, MI Irwanto Sadikin yang pada PON XVII lalu merebut emas catur kilat juga sukses mencetak dua angka penuh. Pada babak pertama Irwanto mengalahkan Robert Gibbon dari Selandia Baru dan babak kedua menundukkan Phadke Sohan dari India.

Tercatat ada dua belas pecatur Indonesia yang ambil bagian pada turnamen catur terberat di Malaysia itu. Total peserta 112 pemain di mana terdapat sembilan pemain bergelar GM, 10 MI, 3 GMW, 5 MIW, 10 MF, 1 MFW. Malaysia Open akin berlangsung 18 Agustus hingga 24 Agustus 2008.

Teks foto: MIW Irene Kharisma Sukandar (kanan) sukses mengawali babak pertama turnamen catur Malaysia Open 2008 dengan mengalahkan rekan senegaranya Juniel Hutapea (Foto oleh Kristianus Liem)