Selasa, 08 Juli 2008

Persaingan Sengit Senior dan Junior di Putra


Persaingan sengit di antara pecatur senior dan junior terjadi di nomor catur klasik (waktu pikir 90 menit plus 30 detik per langkahnya) putra PON XVII setelah menyelesaikan babak kelima Selasa (8/7) di Hotel Tarakan Plaza, Tarakan.

GM Ardiansyah (Jateng) yang berturut-turut menang atas GM Susanto Megaranto dan MF Anjas Novita (keduanya dari Jabar), ternyata harus bertekuk lutut pada pecatur muda lainnya, MI Tirta Chandra Purnama (DKI) di babak kelima.

Sehingga posisi teratas sementara ini diduduki enam pecatur dengan empat angka. Menariknya, separuhnya pecatur muda (eks Dream Team) seperti Susanto Megaranto, Tirta Chandra Purnama dan Andrean Susilodinata (DKI), dan tiga pecatur lainnya mewakili golongan senior seperti Ardiansyah, Yohanes Simbolon (Sumut), dan Nasib Ginting (Kaltim).

Namun tidak demikian di bagian putri. Empat pemimpin klasemen sementara hingga babak kelima seluruhnya di bawah usia 23 tahun. Mereka adalah MIW Irene Kharisma Sukandar (Jabar), Dewi Andhiani Anastasia Citra (Kaltim), Kadek Iin Dwijayanti (bali) dan Evi Lindiawati (DKI). Keempatnya sudah membukukan 4 angka pula.

Pada babak kelima Selasa (8/7) pagi, Irene menaklukkan Felica Trenseno (DKI), Evi menundukkan Ina Titik (Jatim), dan Kadek mengalahkan Tuty Rahayu (Sumut), serta Citra menundukkan Norasya Verdiana (Kalsel).

Kelompok putra diikuti 44 pemain dan kelompok putri diikuti 38 pemain. Pertandingan akan berlangsung 9 babak sistem Swiss hingga 10 Juli 2008. Tersedia dua medali emas PON XVII untuk nomor ini.

Kristianus Liem
Humas PB Percasi

Teks foto: Dua pecatur muda yang memimpin di kelompk putri, dari kanan Dewi Andhiani Anastasia Citra (Kaltim) dan Kadek Iin Dwijayanti (Bali)

Tidak ada komentar: