Kamis, 31 Juli 2008

Medina & Chelsie Juara Dunia Pelajar




Indonesia kembali melahirkan juara dunia catur pelajar pada 4th World Schools Chess Championships 2008 yang berlangsung di Singapura, 22-30 Juli 2008. Dan tidak tanggung-tanggung, kali ini langsung dua orang juara dunia lahir! Mereka adalah Medina Warda Aulia di KU11 tahun dan Chelsie Monica Sihite di KU13 tahun, keduanya di kelompok putri.

Yang lebih menghebohkan, Medina sudah memastikan gelar juara dunia satu babak sebelum turnamen berakhir. Saat itu Medina mencetak angka sempurna 8 poin dari 8 babak meninggalkan saingan terdekatnya Anna Styazhkina dari Rusia dengan perbedaan dua angka, yng berarti kalau pun pada babak terakhir Medina kalah, tetap saja angkanya tidak bisa dikejar oleh Anna.

Pada babak terakhir Medina bermain remis singkat dengan rekan senegaranya Fransiska Fortunata, sementara Anna menang dari Monika Manuela Hengki dari Indonesia juga. Sehingga ranking akhirnya Medina 8,5 angka, Anna 7 angka. Medali perungu juga direbut pecatur Indonesia Yuni Veronika 6 angka.

Medina Warda Aulia adalah “produk” terbaru Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA) Bekasi yang sejak tiga tahun lalu sudah dipersiapkan sebagai pelapis Irene Kharisma Sukandar. Prestasi Medina mulai mencuat setahun lalu antara lain menjadi juara nasional KU10 2007 dan merebut medali emas APPSO ASEAN 2007.

Medali emas yang direbut Chelsie Monica Sihite lebih dramatis. Chelsie yang pada babak keenam sempat kalah WO karena keteledoran manajer tim yang tidak tahu jadwal pertandingan, untung pada tiga babak berikutnya menang terus.

Pada babak terakhir Chelsie menang dari MFW Adriana Pachon dari Kolumbia, sementara pimpinan klasemen Anjana Khrisna dari India dikalahkan MFW Danielle Ho En Huei dari Singapura sehingga poinnya disamakan oleh Chelsie, yaitu 7 angka, dan dalam perhitungan nilai tie-break ternyata Chelsie unggul, yaitu 51 angka berbanding 48 milik Anjana sehingga Chelsie yang berasal dari Balipapan tersebut dinyatakan sebagai perebut medali emas!

“Tentu saja PB Percasi bangga dan gembira sekali karena ini berarti tradisi juara dunia pada World School Chess Championship tetap terpelihara,” komentara Ketua Harian PB Percasi Eka Putra Wirya.

Memang pada tiga World Schools Chess Championships sebelumnya yang dilangsungkan di Yunani, Indonesia selalu berhasil menelorkan satu juara dunia, yaitu Aston Taminsyah (tahun 2005 dan 2006), dan Farid Firmansyah tahun 2007. Satu hal yang perlu dicatat, kedua juara dunia pelajar tersebut juga hasil produksi Sekolah Catur Utut Adianto yang menegaskan bahwa jika pembinaan dilakukan secara ilmiah dan sistematis serta berkesinambungan maka Indonesia mampu bersaing di tingkat dunia!

Bedanya kalau selama dilangsungkan di Yunani pecatur yang dikirim jumlahnya sangat sedikit, maka yang di Singapura ini, tidak kurang ada 39 pecatur Indonesia yang ambil bagian seperti dijelaskan Wakil Sekjen PB Percasi Sebastian Simanjuntak yang sempat mengantar dan mendampingi para pemain selama tiga hari di Singapura. Oleh karena itu selain dua medali emas, ada beberapa pecatur Indonesia lainnya yang meraih medali perak dan perunggu.

Info mengenai Kejuaraan Catur Pelajar 2008 ini dapat diakses di
www.fide.com atau www.worldschools2008.blogspot.com.

Kristianus Liem
Humas PB Percasi

Teks foto:
Medina Warda Aulia (Foto oleh Kristianus Liem)
Chelsie Monica Sihite (Foto oleh Kristianus Liem)

Tidak ada komentar: