Rabu, 17 Desember 2008

Akhirnya Irene GMW Pertama Indonesia!


Akhirnya kabar gembira itu tiba juga, Irene Kharisma Sukandar dipastikan menyandang gelar GMW (Grandmaster Wanita) setelah norma GMW ketiganya diumumkan telah diraih pada Olimpiade Dresden, Jerman, bulan November 2008 kemarin. Kepastian Irene meraih norma GMW ketiganya diketahui setelah Presiden Confederasi Catur ASEAN Ignatius Leong dari Singapura memberikan sertifikat norma GMW ketiga tersebut saat Irene tengah bertanding di Singapore Open, 9-14 Desember 2008.

Saat itu Sabtu sore 13 November 2008, Singapore Open sudah memasuki babak kedelapan. Irene yang gelisah karena tawaran remisnya ditolak oleh Yang Kaiqi (rating 2429) dari Cina, tengah berjalan menuju kamar kecil dan secara kebetulan berpapasan dengan Presiden Assosiasi Catur ASEAN Ignatius Leong yang langsung menahannya dan memberikan sertifikat yang diidam-idamkannya itu.

“Ah, yang benar, seriuskah ini,” kata itu yang langsung terlontar dari bibir Irene. “Sebab sudah dihitung tempo hari rata-rata ratingnya kurang sedikit dari persyaratan,” jelas Irene polos. “Kamu lihat saja sertifikat tersebut, siapa saja yang menandatanganinya? Perhatikan pula keaslian stempelnya. Kok bukannya senang malah meragukan?” ujar Leong heran.

Tentu saja Irene senang bukan main. Bahkan nyaris dia tidak dapat lagi mengendalikan gejolak dalam dadanya. Hatinya seperti meloncat-loncat hendak keluar dari tempatnya. Saat ia kembali ke kursinya dan duduk di hadapan Yang Kaiqi yang pekan sebelumnya menjuarai Korean Open, Irene masih belum bisa mengendalikan rasa gembiranya yang meletup-letup itu.

“Hati saya berdebar-debar terus, gimana gitu rasanya. Saya mau menawarkan remis lagi, tapi saya takut ditolak lagi, jadi saya main terus saja dengan memikirkan langkah yang simpel-simpel aja,” cerita Irene melalui sambungan telepon internasional Singapura-Malaysia (saya sedang berada di Kuala Lumpur membawa tiga pecatur cilik Sekolah Catur Utut Adianto mengikuti Kuala Lumpur Open). “Eh ternyata malah saya menang,” tutur Irene dengan perasaan yang masih berbunga-bunga.

Total Performance Rating

Kapten tim putri Indonesia untuk Olimpiade Dresden 2008 MF Sebastian Simanjuntak ketika dihubungi menyebutkan rating rata-rata lawan Irene masih kurang tujuh poin dari persyaratan minimal. “Tapi ketika saya tanyakan ke Leong, beliau bilang biarlah itu tanggung jawab para wasit yang menghitung. Yang penting tanda tangan dan stempelnya asli,” tutur Sebastian yang juga main pada Singapore Open maupun Kuala Lumpur Open.

“Sebagai wasit ketua Olimpiade Catur Dresden, tugas saya menandatangani seluruh sertifikat norma gelar yang disodorkan seluruh tim wasit yang bertugas di sana. Saya tidak merasa perlu mengecek ulang perhitungan maupun aturan mana yang mereka pergunakan. Saya percaya mereka semua memang sudah memiliki kualifikasi untuk itu,” jelas Ignatius Leong yang juga Sekjen FIDE itu ketika dihubungi.

Sewaktu di Dresden, setelah Irene mencapai angka 6,5 poin dari sembilan babak yang tergolong lumayan tinggi, sebetulnya saya sudah menghitung rata-rata rating lawan Irene pada sembilan babak pertama tersebut yang hanya 2002 karena lawan pertamanya Nicole Rio da Silva dari Makau tidak memiliki rating. Ketika saya umpamakan rating Nicole 2050 sesuai aturan FIDE yang membolehkannya, maka rating rata-ratanya menjadi 2230, tetap masih kurang lima poin untuk mencapai batas minimal persyaratan yang 2235-2275.

Yang tidak saya sangka, rating lawan babak ketujuh Irene, Wijesuriya GV dari Sri Lanka yang ratingnya sangat rendah, yaitu 1937, ternyata juga boleh dianggap 2050! Saat itu saya berpikir terlalu ke”gr”an dan sangat memaksakan diri menaikkan rating lawan yang jelas-jelas tertulis 1937! Kalau teori tersebut keliru, maka akan sangat memalukan jika sampai mempublikasikan berita yang keliru. Apalagi sejumlah rekan wasit internasional asing yang saya tanyakan selalu mengatakan selalu menjawab klise: “Nanti saya masukkan dulu data-data tersebut ke komputer biar komputer yang menghitung. Pasti jawabannya akurat.”

Kalau dua orang lawan Irene yang ratingnya terrendah tersebut dinaikkan menjadi 2050, maka hitungan rata-ratanya menjadi 2242. Artinya memenuhi persyaratan aturan norma GMW yang didasarkan pada aturaan konvensional seperti pada turnamen open. Maksud saya Irene mendapat norma GMW untuk 9 babak. Itu mencukupi karena pada dua norma GMW yang diraih Irene tahun ini pada JAPFA Chess Festival dan Malaysia Open, Irene sudah memainkan 20 babak atau hanya membutuhkan norma GMW ketiga yang jumlah babaknya cukup tujuh saja!

Namun kalau melihat sertifikat norma GMW yang diberikan ke Irene (terlampir dalam siaran pers ini), itu berdasarkan peraturan Total Perfomance Rating (TPR) yang dibuat Irene yang melampaui angka 2400, yang berarti mencapai norma GMW untuk 20 babak! TPR Irene pada sembilan babak pertama Olimpiade Dresden (setelah kedua rating terrendah lawannya diupgrade) mencapai 2409!

Di bawah ini data-data sembilan lawan pertama Irene pada Olimpiade Dresden 2008. Irene remis lawan Gulmira, Yelena dan Arianne. Kalah dari Tatiana, dan menang dari lima sisanya.

1. Nicole Rio da Silva Nicole (MAC) 0 (diupgrade jadi 2050)
2. MIW Gulmira Dauletova (KAZ) 2253
3. MI Yelena Dembo (GRE) 2446
4. MI Tatiana Kosintseva (RUS) 2513
5. MIW Monika Seps (SUI) 2203
6. MIW Arianne Caoili (AUS) 2170
7. CMW Wijesuriya G V (SRI) 1937 (diupgrade jadi 2050)
8. GMW Olga Zimina (ITA) 2368
9. MIW Rani Hamid (BAN) 2132

PB Percasi Puas

Kabar gembira ini tentu saja disambut dengan penuh suka cita oleh para pengurus PB Percasi. “Kami tentu saja senang sekali mendengar kabar ini karena setelah melihat begitu beratnya perjalanan Irene dalam upaya mencetak sejarah ini, kami pikir baru tahun depan Irene akan berhasil,” tutur Sekjen PB Percasi Harry Jaya Pahlawan yang dihubungi melalui telepon.

Teks foto : Irene Kharisma Sukandar waktu di kota tua Dresden (Foto oleh Kristianus Liem)

Selasa, 16 Desember 2008

Hasil Lengkap Babak 2 Kuala Lumpur Open


Round 2 on 2008/12/16 at 0900

Bo. SNo. Name Pts Res. Pts Name SNo.
1 16 IM Chiong Luis 1 0 - 1 1 GM Filippov Anton 1
2 2 GM Megaranto Susanto 1 1 - 0 1 FM Anam Khairul 17
3 19 IM Gokhale Chandrashekhar 1 1 - 0 1 GM Paragua Mark 3
4 4 GM Dao Thien Hai 1 1 - 0 1 Sutarno 23
5 20 Anasrullah 1 0 - 1 1 GM Nguyen Anh Dung 5
6 6 GM Panchanathan Magesh Chandran 1 1 - 0 1 WGM Ramaswamy Aarthie 25
7 22 Yu Ruiyuan 1 ½ - ½ 1 GM Villamayor Buenaventura 7
8 8 GM Zaw Win Lay 1 1 - 0 1 WIM Panneer Ramachandran Priya 27
9 24 FM Simanjuntak Sebastian 1 0 - 1 1 IM Irwanto Sadikin 9
10 10 IM Sadorra Julio Catalino 1 1 - 0 1 Jenius Kaiser 29
11 26 Howard Fernandez Daniel 1 0 - 1 1 Yang Kaiqi 11
12 12 CM Nguyen Van Huy 1 1 - 0 1 Suyud Hartoyo 31
13 28 Zakaria Fairin 1 0 - 1 1 IM Wang Rui 13
14 14 IM Tirto 1 1 - 0 1 Siew Mark 71
15 30 CM Neubronner Jarred 1 ½ - ½ 1 IM Sitanggang Salor 15
16 18 FM Khamparia Akshat ½ 1 - 0 ½ Lee Kai Jie Edward 65
17 66 Ong Jun Xue ½ ½ - ½ ½ Siregar Novian 21
18 32 WIM Meera Sai ½ ½ - ½ ½ Tan Ken Wei 51
19 54 S. Balendran ½ 0 - 1 ½ Koh Jonathan 33
20 34 Bao Khoa 0 1 - 0 0 Capel Evan Timothy 49
21 50 Wee Chu En Kelvin 0 0 - 1 0 Tan Khai Boon 35
22 36 Soh Han Loong Gerald 0 1 - 0 0 Low Jun Jian 52
23 56 Law Mark 0 ½ - ½ 0 Zhang Jing 37
24 38 Neubronner Shannon Scott 0 1 - 0 0 Mohd Noor Ahmad Eizran Ezra 53
25 58 WCM Ivana Maria Furtado 0 ½ - ½ 0 Setiawan Iwan 39
26 40 Yeap Eng Chiam 0 ½ - ½ 0 Lim Zhuo Ren 55
27 62 Ho Thi Minh Hien 0 0 - 1 0 Lee Kim Han Edward 41
28 42 FM Kapriaga Rian 0 1 - 0 0 Masters Christopher 57
29 64 Khairul Nazmi Zainol Ariffin 0 ½ - ½ 0 Soon Wai Cheong 43
30 44 Eng Andre-Jerome 0 ½ - ½ 0 Lee Kah Meng Elgin 59
31 69 Tay Kiat Boon 0 1 - 0 0 Ong Way Justin 45
32 46 Tan Weiliang 0 ½ - ½ 0 Jia Hui Rujok, Najwa 63
33 70 Wong Jianwen 0 1 - 0 0 Foo Benjamin 47
34 48 Subramaniam Sumant 0 0 - 1 0 Ow Jun Wai, Ryan 67
35 60 Syed Hussin Syed Iskandar Shah 0 - - 0 -
36 61 Chan Michael ½ ½ - - 0 -
37 68 Sooi Ching Wei 0 - - 0 -

Teks foto: GM Susanto Megaranto (kanan) berhadapan lawan rekan senegaranya Khairul Anam dari Surabaya. (Foto oleh Kristianus Liem)

Medina Belum Terkalahkan


Pecatur cilik Medina Warda Aulia, 11 tahun, masih belum terkalahkan setelah Kuala Lumpur Open di Commonwealth Stadium, Bukit Jalil, Malaysia, berjalan tiga babak. Pada babak ketiga Selasa (16/12) malam, Medina menaklukkan pecatur Singapura Lam Wai Hong.

Sebelumnya, pada pagi harinya, Medina bermain remis lawan See Kai Loong dari Malaysia. Sementara pada babak pertama Medina menang atas pecatur tuan rumah lainnya, Rashid Bin Jamaluddin. Sehingga dari tiga babak Medina berhasil mengumpulkan 2,5 angka. Patut dicatat bahwa seluruh lawan Medina adalah orang dewasa.

Sementara kakak beradik Nyimas Sonya Nafa Mausyach, 9 tahun; dan Nyimas Shieta Prima Citra, 7 tahun, baru mengantongi satu kemenangan dan sudah menderita dua kali kekalahan. Ketiga pecatur cilik tersebut bermain di kategori Challengers yang seluruh pesertanya memiliki rating di bawah 2100.

Untuk kategori Challenger ini tercatat 69 pemain yang datang dari lima negara, yaitu Singapura, Filipina, Pakistan, Indonesia dan tuan rumah Malaysia. Dua pecatur Mereka akan bertanding 9 babak sistem Swiss hingga 21 Desember 2008.

Selain kategori Challenger juga ada kategori Open yang diikuti 71 pecatur dari sebelas negara. GM Susanto Megaranto termasuk pecatur yang membukukan angka sempurna 3 poin dari tiga babak. Cuma dua lawan terakhir Susanto berasal dari Indonesia pula, yaitu MN Khoirul Anam dari Surabaya dan MI Irwanto Sadikin. Sementara babak pertama ia menundukkan pecatur tuan rumah Tan Khai Boon.

Laporan langsung Kristianus Liem dari Kuala Lumpur.
Hp saya di Malaysia: +60163168070

Teks foto:
Medina Warda Aulia vs See Kai Loong dari Malaysia pada babak kedua yang berakhir remis. (Foto oleh Kristianus Liem)

Hasil Lengkap Babak 2 Kuala Lumpur Challengers



Round 2 on 2008/12/16 at 0900

Bo. SNo. Name Pts Res. Pts Name SNo.
1 21 Halil Nur Fique 1 0 - 1 1 Lam Edwin 1
2 2 Yeoh Li Tian 1 ½ - ½ 1 Joni 26
3 27 Junaidi 1 1 - 0 1 Chan Cheng-Hoong Joel 3
4 4 Yeop Mat Zaki 1 1 - 0 1 Manoharan Dinesh S. 39
5 5 Agustinus 1 1 - 0 1 Miranda Shawn Edgar 42
6 7 Ajeet Singh Roshan 1 0 - 1 1 Paragua Christine 45
7 51 Saleh Fikri 1 1 - 0 1 Amier Hamzah Mohd Zuhri 8
8 9 Aminuddin Muhd Faris 1 ½ - ½ 1 Subramaniam Sarika 58
9 11 Asman Hisyam Mohd Nabil 1 1 - 0 1 Wahyuza Andre 64
10 53 See Kai Loong 1 ½ - ½ 1 Aulia Medina Warda 12
11 56 Sonya Nyimas 1 0 - 1 1 Azman Hisyam Nur Najiha 14
12 15 Boey Jin Huey 1 1 - 0 1 Yew Chor Kuan 68
13 59 Subramaniam Shreyes 1 1 - 0 1 Foong Wai Lund, Shawn 19
14 63 Tan Kien Wei 1 1 - 0 1 Farrukh Aziz 20
15 65 Yap Qian Zhang, Jonathan 1 1 - 0 ½ Latifah Kaiyisah Bt Mohd Lati 33
16 13 Azman Hisyam Nur Nabila ½ 1 - 0 ½ Salleh Akmal 52
17 17 Demudu Subramaniam ½ 1 - 0 ½ Yat Guo Jie 66
18 32 Lam Wai Hong ½ 1 - 0 ½ Zakaria Mohd Faizal 69
19 67 Yeap Khuan Yee ½ + - - ½ Rusdi Tahir 48
20 37 Lee Tze Jiet 0 0 - 1 0 Ahmad Johari Mohd Firdaus 6
21 38 Low Jun Keat 0 1 - 0 0 Arminuddin Nur Farihah 10
22 40 Mappa Saharuddin 0 1 - 0 0 Boey Jin Wern 16
23 41 Mat Idris Saman 0 1 - 0 0 Ee Sun-Xin 18
24 43 Mohd Jalani Affan Amrish 0 0 - 1 0 Howard Fernandez Michael 22
25 23 Jeng Kuen Yong 0 1 - 0 0 Ng Jen Sheng 44
26 47 Rashid Bin Jamaluddin 0 1 - 0 0 Johari Camilia 24
27 49 Ruslan Haslindah 0 1 - 0 0 Khaw Yew Meng 28
28 29 Khaw Yew Onn 0 0 - 1 0 Purnamasari 46
29 30 Khaw Yew Tong 0 0 - 1 0 Saleh Anis Fariha 50
30 55 Shieta Nyimas 0 1 - 0 0 Kok Cher Zheng, David 31
31 34 Latifah Syamimi Mohd Latib 0 1 - 0 0 Sooi Ching Wei 57
32 35 Lee Kah Howe, William 0 1 - 0 0 Taibon Awaluddin 62
33 61 Syed Sobri Syed Remizan 0 0 - 1 0 Lee Kah Teng, Benjamin 36
Teks foto: Nyimas Sonya Nafa Mausyach (kiri) yang berusia 9 tahun menghadapi lawan yang kurang lebih seimbang Azman Hisyam Nur Najiha dari Malaysia. Unggul posisi setelah keluar dari tahap pembukaan, Sonya kehilangan arah sehingga banyak membuang tempo dan kemudian kalah. (Foto oleh Kristianus Liem)

Hasil lengkap Babak 1 Kuala Lumpur Challengers


Hasil lengkap babak pertama Kuala Lumpur Open kategori Challengers ini saya peroleh dari laptop pecatur putri Singapura Hui Dawn yang bertugas sebagai wasit pairing di Kuala Lumpur Open ini.

Round 1 on 2008/12/15 at 1600

Bo. SNo. Name Pts Res. Pts Name SNo.
1 1 Lam Edwin 0 1 - 0 0 Lee Kah Howe, William 35
2 36 Lee Kah Teng, Benjamin 0 0 - 1 0 Yeoh Li Tian 2
3 3 Chan Cheng-Hoong Joel 0 1 - 0 0 Lee Tze Jiet 37
4 38 Low Jun Keat 0 0 - 1 0 Yeop Mat Zaki 4
5 40 Mappa Saharuddin 0 0 - 1 0 Agustinus 5
6 6 Ahmad Johari Mohd Firdaus 0 0 - 1 0 Miranda Shawn Edgar 42
7 43 Mohd Jalani Affan Amrish 0 0 - 1 0 Ajeet Singh Roshan 7
8 8 Amier Hamzah Mohd Zuhri 0 1 - 0 0 Khaw Yew Onn 29
9 44 Ng Jen Sheng 0 0 - 1 0 Aminuddin Muhd Faris 9
10 10 Arminuddin Nur Farihah 0 0 - 1 0 Paragua Christine 45
11 46 Purnamasari 0 0 - 1 0 Asman Hisyam Mohd Nabil 11
12 12 Aulia Medina Warda 0 1 - 0 0 Rashid Bin Jamaluddin 47
13 48 Rusdi Tahir 0 ½ - ½ 0 Azman Hisyam Nur Nabila 13
14 14 Azman Hisyam Nur Najiha 0 1 - 0 0 Ruslan Haslindah 49
15 50 Saleh Anis Fariha 0 0 - 1 0 Boey Jin Huey 15
16 16 Boey Jin Wern 0 0 - 1 0 Saleh Fikri 51
17 52 Salleh Akmal 0 ½ - ½ 0 Demudu Subramaniam 17
18 18 Ee Sun-Xin 0 0 - 1 0 See Kai Loong 53
19 54 Shamsudin Amir 0 - - + 0 Foong Wai Lund, Shawn 19
20 20 Farrukh Aziz 0 1 - 0 0 Shieta Nyimas 55
21 57 Sooi Ching Wei 0 0 - 1 0 Halil Nur Fique 21
22 22 Howard Fernandez Michael 0 0 - 1 0 Sonya Nyimas 56
23 58 Subramaniam Sarika 0 1 - 0 0 Jeng Kuen Yong 23
24 24 Johari Camilia 0 0 - 1 0 Subramaniam Shreyes 59
25 60 Syed Baharom Syed Rahmad 0 - - - 0 Johari Nikk 25
26 26 Joni 0 1 - 0 0 Syed Sobri Syed Remizan 61
27 62 Taibon Awaluddin 0 0 - 1 0 Junaidi 27
28 28 Khaw Yew Meng 0 0 - 1 0 Tan Kien Wei 63
29 64 Wahyuza Andre 0 1 - 0 0 Khaw Yew Tong 30
30 31 Kok Cher Zheng, David 0 0 - 1 0 Yap Qian Zhang, Jonathan 65
31 66 Yat Guo Jie 0 ½ - ½ 0 Lam Wai Hong 32
32 33 Latifah Kaiyisah Bt Mohd Lati 0 ½ - ½ 0 Yeap Khuan Yee 67
33 68 Yew Chor Kuan 0 1 - 0 0 Latifah Syamimi Mohd Latib 34
34 41 Mat Idris Saman 0 0 - 1 0 Manoharan Dinesh S. 39
69 Zakaria Mohd Faizal 0 ½ - - Bye
Teks foto: Seperti David vs Goliath, dalam foto Nyimas Shieta Prima Citra, 7 tahun, vs Farrukh Aziz dari Pakistan pada babak pertama. Selain sudah pasti lebih tua dan lebih besar, Farrukh juga tampak menyeramkan dengan brewokannya yang lebat. Walau main norma dan tidak terlihat takut, akhirnya Shieta kalah juga. (Foto oleh Kristianus Liem)

Senin, 15 Desember 2008

Hasil Babak 1 Kuala Lumpur Open


Di bawah ini hasil lengkap babak pertama Kuala Lumpur Open yang dapat saya peroleh dari laptop panitia.

KL Open Chess Championship 2008
Round 1 on 2008/12/15 at 1600


Bo. SNo. Name Pts Res. Pts Name SNo.
1 1 GM Filippov Anton 0 1 - 0 0 Bao Khoa 34
2 35 Tan Khai Boon 0 0 - 1 0 GM Megaranto Susanto 2
3 3 GM Paragua Mark 0 1 - 0 0 Soh Han Loong Gerald 36
4 37 Zhang Jing 0 0 - 1 0 GM Dao Thien Hai 4
5 5 GM Nguyen Anh Dung 0 1 - 0 0 Neubronner Shannon Scott 38
6 39 Setiawan Iwan 0 0 - 1 0 GM Panchanathan Magesh Chandran 6
7 7 GM Villamayor Buenaventura 0 1 - 0 0 Yeap Eng Chiam 40
8 41 Lee Kim Han Edward 0 0 - 1 0 GM Zaw Win Lay 8
9 9 IM Irwanto Sadikin 0 1 - 0 0 FM Kapriaga Rian 42
10 43 Soon Wai Cheong 0 0 - 1 0 IM Sadorra Julio Catalino 10
11 11 Yang Kaiqi 0 1 - 0 0 Eng Andre-Jerome 44
12 45 Ong Way Justin 0 0 - 1 0 CM Nguyen Van Huy 12
13 13 IM Wang Rui 0 1 - 0 0 Tan Weiliang 46
14 47 Foo Benjamin 0 0 - 1 0 IM Tirto 14
15 15 IM Sitanggang Salor 0 1 - 0 0 Subramaniam Sumant 48
16 49 Capel Evan Timothy 0 0 - 1 0 IM Chiong Luis 16
17 17 FM Anam Khairul 0 1 - 0 0 Wee Chu En Kelvin 50
18 51 Tan Ken Wei 0 ½ - ½ 0 FM Khamparia Akshat 18
19 19 IM Gokhale Chandrashekhar 0 1 - 0 0 Low Jun Jian 52
20 53 Mohd Noor Ahmad Eizran Ezra 0 0 - 1 0 Anasrullah 20
21 21 Siregar Novian 0 ½ - ½ 0 S. Balendran 54
22 55 Lim Zhuo Ren 0 0 - 1 0 Yu Ruiyuan 22
23 23 Sutarno 0 1 - 0 0 Law Mark 56
24 57 Masters Christopher 0 0 - 1 0 FM Simanjuntak Sebastian 24
25 25 WGM Ramaswamy Aarthie 0 1 - 0 0 WCM Ivana Maria Furtado 58
26 59 Lee Kah Meng Elgin 0 0 - 1 0 Howard Fernandez Daniel 26
27 27 WIM Panneer Ramachandran Priya 0 1 - 0 0 Wong Jianwen 70
28 67 Ow Jun Wai, Ryan 0 0 - 1 0 Zakaria Fairin 28
29 29 Jenius Kaiser 0 1 - 0 0 Ho Thi Minh Hien 62
30 63 Jia Hui Rujok, Najwa 0 0 - 1 0 CM Neubronner Jarred 30
31 31 Suyud Hartoyo 0 1 - 0 0 Khairul Nazmi Zainol Ariffin 64
32 65 Lee Kai Jie Edward 0 ½ - ½ 0 WIM Meera Sai 32
33 33 Koh Jonathan 0 ½ - ½ 0 Ong Jun Xue 66
34 71 Siew Mark 0 1 - 0 0 Tay Kiat Boon 69
35 68 Sooi Ching Wei 0 - - - 0 Syed Hussin Syed Iskandar Shah 60
61 Chan Michael 0 ½ - - Bye


Teks foto: MI Tirto dari Indonesia sedang dipijat sebelum memulai babak pertama. Hampir seluruh pecatur Indonesia memenangkan babak pertama ini. (Foto oleh Kristianus Liem)

Daftar Lengkap Peserta Kuala Lumpur Challengers


Starting rank list turnamen Kuala Lumpur Challengers yang diikuti lima negara: Indonesia, Singapura, Pakistan, Filipina dan tuan rumah Malaysia. Pecatur dari Indonesia tercatat ada lima orang.


SNo. Name IRtg FED
1 Lam Edwin 1976 MAS
2 Yeoh Li Tian 1955 MAS
3 Chan Cheng-Hoong Joel 1896 SIN
4 Yeop Mat Zaki 1654 MAS
5 Agustinus 0 MAS
6 Ahmad Johari Mohd Firdaus 0 MAS
7 Ajeet Singh Roshan 0 MAS
8 Amier Hamzah Mohd Zuhri 0 MAS
9 Aminuddin Muhd Faris 0 MAS
10 Arminuddin Nur Farihah 0 MAS
11 Asman Hisyam Mohd Nabil 0 MAS
12 Aulia Medina Warda 0 INA
13 Azman Hisyam Nur Nabila 0 MAS
14 Azman Hisyam Nur Najiha 0 MAS
15 Boey Jin Huey 0 MAS
16 Boey Jin Wern 0 MAS
17 Demudu Subramaniam 0 MAS
18 Ee Sun-Xin 0 MAS
19 Foong Wai Lund, Shawn 0 MAS
20 Farrukh Aziz 0 PAK
21 Halil Nur Fique 0 MAS
22 Howard Fernandez Michael 0 MAS
23 Jeng Kuen Yong 0 MAS
24 Johari Camilia 0 MAS
25 Johari Nikk 0 MAS
26 Joni 0 INA
27 Junaidi 0 MAS
28 Khaw Yew Meng 0 MAS
29 Khaw Yew Onn 0 MAS
30 Khaw Yew Tong 0 MAS
31 Kok Cher Zheng, David 0 MAS
32 Lam Wai Hong 0 SIN
33 Latifah Kaiyisah Bt Mohd Lati 0 MAS
34 Latifah Syamimi Mohd Latib 0 MAS
35 Lee Kah Howe, William 0 MAS
36 Lee Kah Teng, Benjamin 0 MAS
37 Lee Tze Jiet 0 MAS
38 Low Jun Keat 0 MAS
39 Manoharan Dinesh S. 0 MAS
40 Mappa Saharuddin 0 MAS
41 Mat Idris Saman 0 MAS
42 Miranda Shawn Edgar 0 MAS
43 Mohd Jalani Affan Amrish 0 MAS
44 Ng Jen Sheng 0 MAS
45 Paragua Christine 0 PHI
46 Purnamasari 0 MAS
47 Rashid Bin Jamaluddin 0 MAS
48 Rusdi Tahir 0 INA
49 Ruslan Haslindah 0 MAS
50 Saleh Anis Fariha 0 MAS
51 Saleh Fikri 0 MAS
52 Salleh Akmal 0 MAS
53 See Kai Loong 0 MAS
54 Shamsudin Amir 0 MAS
55 Shieta Nyimas 0 INA
56 Sonya Nyimas 0 INA
57 Sooi Ching Wei 0 MAS
58 Subramaniam Sarika 0 MAS
59 Subramaniam Shreyes 0 MAS
60 Syed Baharom Syed Rahmad 0 MAS
61 Syed Sobri Syed Remizan 0 MAS
62 Taibon Awaluddin 0 MAS
63 Tan Kien Wei 0 SIN
64 Wahyuza Andre 0 MAS
65 Yap Qian Zhang, Jonathan 0 MAS
66 Yat Guo Jie 0 MAS
67 Yeap Khuan Yee 0 MAS
68 Yew Chor Kuan 0 MAS
69 Zakaria Mohd Faizal 0 MAS


Teks foto: Suasana pertandingan babak 1 kategori Challengers (Foto oleh Kristianus Liem)

Daftar Lengkap Peserta Kuala Lumpur Open

Starting rank list Kategori Open sesuai dengan dengan urutan ratingnya:

SNo. Name IRtg FED
1 GM Filippov Anton 2543 UZB
2 GM Megaranto Susanto 2536 INA
3 GM Paragua Mark 2526 PHI
4 GM Dao Thien Hai 2510 VIE
5 GM Nguyen Anh Dung 2496 VIE
6 GM Panchanathan Magesh Chandran 2493 IND
7 GM Villamayor Buenaventura 2468 PHI
8 GM Zaw Win Lay 2468 MYA
9 IM Irwanto Sadikin 2441 INA
10 IM Sadorra Julio Catalino 2431 PHI
11 Yang Kaiqi 2429 CHN
12 CM Nguyen Van Huy 2422 VIE
13 IM Wang Rui 2420 CHN
14 IM Tirto 2406 INA
15 IM Sitanggang Salor 2375 INA
16 IM Chiong Luis 2361 PHI
17 FM Anam Khairul 2345 INA
18 FM Khamparia Akshat 2337 IND
19 IM Gokhale Chandrashekhar 2332 IND
20 Anasrullah 2290 INA
21 Siregar Novian 2268 INA
22 Yu Ruiyuan 2261 CHN
23 Sutarno 2243 INA
24 FM Simanjuntak Sebastian 2242 INA
25 WGM Ramaswamy Aarthie 2223 IND
26 Howard Fernandez Daniel 2212 SIN
27 WIM Panneer Ramachandran Priya 2208 IND
28 Zakaria Fairin 2207 MAS
29 Jenius Kaiser 2189 INA
30 CM Neubronner Jarred 2170 SIN
31 Suyud Hartoyo 2158 INA
32 WIM Meera Sai 2155 IND
33 Koh Jonathan 2155 SIN
34 Bao Khoa 2142 VIE
35 Tan Khai Boon 2129 MAS
36 Soh Han Loong Gerald 2109 MAS
37 Zhang Jing 2091 CHN
38 Neubronner Shannon Scott 2087 SIN
39 Setiawan Iwan 2085 INA
40 Yeap Eng Chiam 2061 MAS
41 Lee Kim Han Edward 2054 MAS
42 FM Kapriaga Rian 2052 INA
43 Soon Wai Cheong 2050 MAS
44 Eng Andre-Jerome 2049 SIN
45 Ong Way Justin 2044 MAS
46 Tan Weiliang 2040 SIN
47 Foo Benjamin 2003 SIN
48 Subramaniam Sumant 2003 MAS
49 Capel Evan Timothy 2002 MAS
50 Wee Chu En Kelvin 1998 SIN
51 Tan Ken Wei 1937 MAS
52 Low Jun Jian 1933 MAS
53 Mohd Noor Ahmad Eizran Ezra 1921 MAS
54 S. Balendran 1917 MAS
55 Lim Zhuo Ren 1871 MAS
56 Law Mark 1845 HKG
57 Masters Christopher 1841 HKG
58 WCM Ivana Maria Furtado 1814 IND
59 Lee Kah Meng Elgin 1811 MAS
60 Syed Hussin Syed Iskandar Shah 1558 MAS
61 Chan Michael 0 AUS
62 Ho Thi Minh Hien 0 VIE
63 Jia Hui Rujok, Najwa 0 SIN
64 Khairul Nazmi Zainol Ariffin 0 MAS
65 Lee Kai Jie Edward 0 SIN
66 Ong Jun Xue 0 SIN
67 Ow Jun Wai, Ryan 0 SIN
68 Sooi Ching Wei 0 MAS
69 Tay Kiat Boon 0 SIN
70 Wong Jianwen 0 MAS

Teks foto:

Suasana pertandingan babak 1 kategori Open (Foto oleh Kristianus Liem)

Kuala Lumpur Open 2008 Diikuti 20 Pecatur INA


Sebagai lembaga pendidikan olahraga yang paham betul bahwa seorang atlet besar hanya bisa jadi jika dididik melalui sistem pembinaan yang terstruktur dan berkesinambungan, yang meliputi latihan, bertanding dan evaluasi, maka SCUA (Sekolah Catur Utut Adianto) yang mempunyai slogan “Mencetak Pecatur Kelas Dunia”, mengirimkan tiga pecatur ciliknya mengikuti Kuala Lumpur Open 2008, yang berlangsung di Commonwealth Stadium, Bukit Jalil, Malaysia, 15-21 Desember 2008.

Tiga pecatur cilik tersebut seluruhnya putri, yaitu Medina Warda Aulia, 11 tahun; Nyimas Sonya Nafa Mausyach, 9 tahun; dan Nyimas Shieta Prima Citra, 7 tahun. Ketiganya dikirim oleh SCUA karena pada World Chess School Championship di Singapura, Juli 2008, mencetak prestasi sensasional. Waktu itu Medina menjadi juara dunia pelajar KU11 tahun, Shieta merebut medali perak KU7 tahun dan Sonya merebut medali perunggu KU9 tahun.

“Penghargaan atau bonus yang kami bisa berikan adalah kesempatan bertanding di arena internasional,” demikian janji pemilik SCUA Eka Putra Wirya. Di Kuala Lumpur Open inilah wujud dari janji Ketua Harian PB Percasi tersebut.

Ketiga pecatur cilik masa depan Indonesia itu turun di kategori Challenger yang diikuti oleh para pecatur yang memiliki rating di bawah 2100. Tercatat 69 pemain yang datang dari lima negara, yaitu Singapura, Filipina, Pakistan, Indonesia dan tuan rumah Malaysia. Dua pecatur Indonesia lainnya yang turun di kategori Challenger ini adalah Rusdy Tahir dan Joni. Mereka akan bertanding 9 babak sistem Swiss mulai Senin 15 Desember 2008 pukul 16.00.

Selain kategori Challenger juga ada kategori Open yang diikuti 71 pecatur dari sebelas negara. Untuk kategori Open ini tercatat ada lima belas pecatur Indonesia, di mana salah satunya adalah GM Susanto Megaranto yang baru saja keluar sebagai juara tiga Singapore Open, 9-14 Desember 2008.

Teks foto: Tiga pecatur cilik Indonesia yang mengikuti Kuala Lumpur Open, Medina Warda Aulia (tengah) mengapit Nyimas Sonya Nafa Mausyach (kiri) dan Nyimas Shieta Prima Citra (kanan) berfoto di panggung pertandingan dengan backdrop Majlis Sukan Negara Malaysia yang artinya Komite Olahraga Nasional Malaysia.
(Foto oleh Kristianus Liem)

Selasa, 25 November 2008

Putra Terbaik Dua Grup C, Putri Terbaik Tiga, Citra Raih MFW


Tim catur putra Indonesia yang dikelompokkan ke dalam grup C (unggulan 61-90) pada Olimpiade Catur ke-38 di Dresden, Jerman, yang ditutup Selasa (25/11) malam atau Rabu (26/11) dinihari WIB, keluar sebagai tim terbaik kedua di grup tersebut dengan 12 MP (kemenangan regu) di bawah tim Paraguay yang membukukan 13 MP dan di atas tim Portugal yang sama 12 MP tapi kalah dalam nilai tie-break Sonnenborn Berger-Olimpiade.

Juara Olimpiade Catur Dresden 2008 adalah tim Armenia yang juga merupakan juara bertahan. Armenia yang menundukkan Cina 2,5-1,5 membukukan 19 MP. Peringkat dua direbut tim Israel dengan 18 MP dan tempat ketiga diambil tim AS dengan 17 MP.

Sementara tim catur putri Indonesia yang juga masuk Grup C (unggulan 47-68) keluar sebagai tim terbaik ketiga di bawah tim Mongolia 14 MP dan tim Jerman II 13 MP. Tim putri Indonesia membukukan 12 MP sama seperti tim Filipina, tapi unggul dalam nilai tie-break dibandingkan Filipina.

Juara olimpiade di bagian putri adalah Georgia dengan 18 MP. Pada babak terakhir Georgia mengalahkan tim Cina 2,5-1,5. Peringkat kedua direbut juara bertahan Ukraina yang sama meraih 18 MP tapi nilai tie-breaknya kalah, 406,5 banding 411,5 yang diraih negara yang belum lama ini diserbu oleh Rusia itu. Mungkin semangat sebagai bangsa yang ditindas telah membangkitkan motivasi para pecatur putri Georgia yang dulunya mendominasi semasa era Uni Soviet. Peringkat tiga di bagian putri ini juga diduduki AS dengan 17 MP.

Sementara ranking secara keseluruhan tim putra Indonesia berada di peringkat 52 dari 154 regu. Sedang tim putri berada di peringkat 42 dari 114 regu. Putra maupun putri Indonesia sama membukukan 12 MP hasil dari sama-sama 5 kali menang, dua kali seri dan empat kali kalah.

Secara individual, hanya pecatur putri Dewi AA Citra yang langsung meraih gelar MFW (Master FIDE Wanita) karena berhasil merebut 6 poin dari sembilan babak yang berarti memenuhi persyaratan 66,6%. Sedangkan Yohanes Simbolon yang belum punya rating bakal langsung mendapat rating yang cukup tinggi, yaitu 2366. “Benar, Dewi Citra meraih gelar Master FIDE,” tutur wasit ketua di Olimpiade Dresden Ignatius Leong dari Singapura.

Secara keseluruhan, pecatur Indonesia mendapat tambahan rating kecuali Tirta Chandra Purnama yang malah kehilangan 0,2 poin. Pecatur yang paling banyak mendapat tambahan rating adalah Dewi Citra, yaitu 69,8 poin. Yang mendapat tambahan rating tapi paling kecil adalah Irwanto Sadikin, yaitu 0,6 poin.

Tim Indonesia langsung kembali Rabu (26/11) menggunakan jasa penerbangan Lufthansa dan tiba di Tanah Air Kamis (27/11) malam.

Laporan langsung Kristianus Liem dari Dresden

Teks foto:
Juara Olimpiade Catur Dresden tim Georgia di bagian putri (rombongan tengah depan) dan tim Armenia (rombongan tengah belakang) foto bersama.
(Foto-foto oleh Kristianus Liem)

Putri Bantai Tajikistan, Putra Seri Lawan Singapura


Tim catur putri Indonesia menutup Olimpiade Catur ke-38 di Dresden, Jerman, Selasa (25/11), dengan hasil sempurna 4-0 atas tim Tajikistan. Hasil sempurna tersebut bisa dipastikan akan membawa tim putri menembus target empat puluh besar. Berapa persisnya ranking akhir putri Indonesia belum diketahui karena banyak pertandingan papan lainnya yang masih berlangsung.

Hasil lengkap per papan sebagai berikut:

Bo. 86 Tajikistan (TJK) Rtg - 67 Indonesia (INA) Rtg 0 : 4
25.1 Umarova Shahnoza 1836 - WIM Sukandar Irine Kharisma 2303 0-1
25.2 Antonova Nadezhda 1827 - Lindiawati Evi 2121 0-1
25.3 Nasriddinzoda Marvorii 0 - Dewi Aa Citra 1802 0-1
25.4 Odinaeva Saodat 1765 - Kadek Iin Dwijayanti 1859 0-1

Hasil kurang bagus justru dibuat tim putra Indonesia yang hanya mampu bermain imbang 2-2 lawan tim Singapura yang relatif harus bisa ditaklukkan kalaupun tidak bisa menang bersih empat nol misalnya. Kartu mati justru dibuat Farid Firmansyah (2154) yang beberapa hari terakhir jadi pahlawannya. Farid dikalahkan lawan seusinya Daniel Chan Yi-Ren (2260). Farid memberikan bidak gratis pada langkah ke-11 tanpa pertimbangan dan tujuan yang jelas. Farid menyerah pada langkah ke-64.

Berikut hasil lengkap per babak:

Bo. 78 Singapore (SIN) Rtg - 69 Indonesia (INA) Rtg 2 : 2
26.1 IM Paciencia Enrique 2440 - GM Megaranto Susanto 2536 0-1
26.2 IM Goh Weiming 2420 - IM Irwanto Sadikin 2441 0,5-0,5
26.3 Chan Wei-Xuan Timothy 2264 - FM Purnama Tirta Chandra 2417 0,5-0,5
26.4 CM Chan Yi-Ren Daniel 2260 - Farid Firmansyah 2154 1-0

Ranking tim putra Indonesia bisa dipastikan akan berada di luar empat puluh besar dunia tapi pastinya masih belum dapat diketahui karena masih banyak pertandingan yang sedang berjalan saat berita ini dikirim.

Laporan langsung Kristianus Liem dari Dresden


Teks foto:

Tim putri Indonesia vs tim Tajikistan pada babak sebelas.

(Photo by Kristianus Liem)

Senin, 24 November 2008

Semangat Farid Membanggakan


Olimpiade Catur ke-38 di Dresden, Jerman, Minggu (23/11) malam waktu setempat atau Senin (24/11) dinihari WIB sudah menyelesaikan babak sepuluh. Senin ini tidak ada pertandingan. Babak terakhir akan dimainkan Selasa (25/11) pukul 10 pagi atau pukul 16 WIB. Tim putra Indonesia akan jumpa Singapura, sementara putri Indonesia bertemu Tajikistan.

Pada babak sepuluh, tim putra bermain imbang 2-2 lawan Venezuela. Sehingga kemenangan regu yang dikumpulkan Indonesia 11 MP, sementara berada pada peringkat 49 dari 154 regu. Pimpinan klasemen sementara diduduki Armenia dan Ukraina yang sama telah membukukan 17 MP. Dua tempat berikutnya diduduki Israel dan Cina yang juga sama telah mengumpulkan 16 MP.

Tim putri Indonesia kalah 1-3 dari Spanyol. Hanya Dewi AA Citra di papan tiga yang menang atas GMW Mairelys Crespo Delgado (2277) langkah 29 pertahanan Sisilia Kan. MIW Irene Kharisma Sukandar (2303) di papan satu dikalahkan GMW Monica Calzetta (2328) langkah 33 pertahanan Skandinavia. “Sayang Irene terlalu bernafsu. Padahal kalau tidak menolak ajakan tukar Menteri posisinya masih imbang,” komentar kapten tim putri Sebastian Simanjuntak.

Papan dua dan empat yang ditempati Evi Lindiawati (2121) dan Desi Rachmawati juga berturut-turut kalah dari GMW Sabrina Vega Gutierrez (2278) pada langkah ke-35 pertahanan Skandinavia dan dari MIW Patricia Llaneza Vega (2246) langkah 22 pertahanan Sisilia variasi Scheveningen.

Kekalahan tersebut membuat ranking sementara tim putri Indonesia merosot ke peringkat 49 dari 114 regu dengan tetap nilai 10 MP (kemenangan regu). Peringkat teratas sementara ini di luar dugaan diduduki Polandia dengan 17 MP. Tiga posisi berikutnya sama ditempati Ukraina, Georgia dan Serbia dengan 16 MP. Polandia menang 2,5-1,5 atas Armenia, sementara Cina kalah lagi 1,5-2,5 dari Georgia.

Baik tim putra maupun tim putri Indonesia harus memenangkan babak terakhir kalau mau mempertahankan posisi 40 besar seperti yang dicapai dua tahun lalu pada Olimpiade Torino 2006. Peluang cukup besar dengan catatan harus menang sebesar mungkin.

Untuk bisa menang patut dicontoh semangat juang pecatur termuda dalam tim putra Indonesia, Farid Firmansyah (2154), yang berjuang keras untuk menang meski lawannya MF Oliver Soto Paez (2396) lebih tinggi rating maupun gelarnya. Walau akhirnya serangannya gagal dan akhirnya nyaris kalah namun berhasil lolos remis langkah 114 pertahanan Sisilia Scheveningen.

“Farid hebat,” puji pelatih Lasha Jangjagava. “Menyerang dan menyerang terus. Kalau mau menang memang harus menyerang. Saya suka gaya agresif menyerang,” sambung Grandmaster dari Georgia itu. “Yang lainnya mengecewakan karena cukup puas dengan hasil remis saja,” tambah manajer tim Riskie Dharma Putra.

GM Susanto Megaranto (2536) di papan satu bermain remis langkah 52 pertahanan Caro-Kann variasi Serangan Panov lawan GM Eduardo Itturrizaga (2538). MI Irwanto Sadikin (2441) di papan dua remis lawan MI Johann Alvarez Marquez (2430) langkah 66 pertahanan Slavia. Yohanes Simbolon di papan tiga juga remis langkah 91 pertahanan Slavia lawan MI Rafael Prasca Sosa (2410).

Notasi Farid dan Citra:

Berikut pembaca dapat menyimak dua partai pecatur Indonesia yang menarik. Pertama adalah partai Farid vs Soto dan Citra vs GMW Mairelys Crespo Delgado.

Soto Paez,O (2396) - Farid,F (2154)
38th Olympiad Dresden GER (10), 23.11.2008
1.e4 c5 2.Nf3 d6 3.d4 cxd4 4.Nxd4 Nf6 5.Nc3 a6 6.Be3 e6 7.f3 Nbd7 8.g4 h6 9.Qd2 b5 10.0–0–0 Bb7 11.h4 b4 12.Na4 Qa5 13.b3 Nc5 14.a3 Rc8 15.Qxb4 Qc7 16.Nxc5 dxc5 17.Qa4+ Nd7 18.Ne2 c4 19.b4 Bc6 20.Qxa6 Ra8 21.Qxc4 Rxa3 22.Bd4 e5 23.Kb2 Bxb4 24.Qxb4 Ra4 25.Qc3 0–0 26.Be3 Qb7+ 27.Kc1 Rc8 28.Ng3 Bd5 29.Qb2 Rb4 30.Qa1 Bb3 31.Rh2 Ra4 32.Qb1 Ra2 33.Nf5 Rc3 34.Rd3 Qb4 35.Rxd7 Qa3+ 36.Kd1 Ra1 37.Qxa1 Qxa1+ 38.Bc1 Rxf3 39.Bd3 Qc3 40.Ne3 Be6 41.Rd8+ Kh7 42.Ke2 Rf4 43.Rg2 Qa1 44.Rg1 h5 45.gxh5 Rxh4 46.Kf2 Qa5 47.Rb8 Rxh5 48.Rb5 Qa7 49.Rg2 Qe7 50.Bd2 Qh4+ 51.Ke2 Bh3 52.Be1 Qf6 53.Rf2 Qg6 54.Bc3 f6 55.Rb7 Qg3 56.Be1 Qg1 57.Rxf6 Bg4+ 58.Nxg4 Qxg4+ 59.Rf3 Qg2+ 60.Rf2 Qg4+ 61.Kd2 Rh1 62.Rff7 Qg5+ 63.Kd1 Qe3 64.Rf1 Rh2 65.Bc3 Qc5 66.Bb2 Qe3 67.Rxg7+ Kh8 68.Bc1 Qh3 69.Rgf7 Qg4+ 70.R7f3 Kg7 71.Be3 Rh1 72.Kd2 Rxf1 73.Rxf1 Qg2+ 74.Rf2 Qh3 75.Bc4 Qd7+ 76.Bd5 Qa4 77.Rf5 Qb4+ 78.Ke2 Qb5+ 79.Kf2 Qa4 80.Rf7+ Kg6 81.Rc7 Qb4 82.Rc6+ Kg7 83.Bc4 Qf8+ 84.Ke2 Qd8 85.Rc5 Qd6 86.Rd5 Qb4 87.Kd3 Qa3+ 88.Bb3 Kf6 89.Bd2 Qa6+ 90.Bc4 Qa1 91.Ke2 Qh1 92.Rd6+ Ke7 93.Re6+ Kd7 94.Bd5 Qg2+ 95.Kd1 Qf1+ 96.Be1 Qf3+ 97.Kc1 Qf1 98.Kd2 Qf4+ 99.Ke2 Qg4+ 100.Ke3 Qf4+ 101.Kd3 Qf3+ 102.Kd2 Qf4+ 103.Kd1 Qf3+ 104.Kc1 Qf1 105.Kd2 Qf4+ 106.Kd1 Qf3+ 107.Kc1 Qf1 108.Kd1 Qf3+ 109.Kd2 Qf4+ 110.Kd3 Qf3+ 111.Kd2 Qf4+ 112.Ke2 Qg4+ 113.Kd3 Qf3+ 114.Kd2 Qf4+ ½–½

Dewi,A (1802) - Delgado Crespo,M (2277)
38th Olympiad w Dresden GER (10), 23.11.2008
1.e4 c5 2.Nf3 e6 3.d4 cxd4 4.Nxd4 Qb6 5.Nb3 Qc7 6.Bd3 a6 7.0–0 Nf6 8.f4 d6 9.a4 b6 10.Nc3 Bb7 11.g4 Be7 12.Be3 h5 13.g5 Ng4 14.Bc1 d5 15.Qe2 dxe4 16.Nxe4 f5 17.gxf6 gxf6 18.h3 Nh6 19.Nd4 f5 20.Nxe6 Qc6 21.Nd4 Rg8+ 22.Kh2 Qg6 23.Ng5 Qd6 24.Qxh5+ Kd8 25.Nde6+ Kd7 26.Rd1 Bd5 27.Bc4 Qxe6 28.Rxd5+ Qxd5 29.Bxd5 1–0


Laporan langsung Kristianus Liem dari Dresden

Teks foto:
Dewi Citra lawan GMW Mairelys Delgado Crespo di babak sepuluh.
(Foto-foto oleh Kristianus Liem)

Minggu, 23 November 2008

Susanto Tahan Living Legend Korchnoi, Putri Taklukkan Bangladesh


Tim catur putra Indonesia (unggulan 69) nyaris membuat kejutan lagi pada babak kesembilan Olimpiade Catur ke-38 di Dresden, Jerman, Sabtu (22/11) malam waktu setempat atau Minggu (23/11) dinihari WIB. Menghadapi unggulan 36 tim Swiss yang diperkuat living legend GM Viktor Korchnoi, 77, Indonesia sepertinya bisa menang, lalu bakal seri, tetapi akhirnya kalah 1,5- 2,5.

Bayangkan, pertandingan baru separuh jalan ketika Farid Firmansyah di papan empat tampil sesuai instruksi. Hingga langkah ke-15 situasi di atas papan sesuai “pekerjaan rumah” yang disiapkan GM Lasha Jangjagava, pertahanan Prancis variasi 3.Kc3 Gb4. Pelatih asing dari Georgia itu mulai tersenyum lebar walau wajahnya kusut karena kelelahan bekerja keras menyiapkan “resep” agar para pecatur Indonesia dapat tampil maksimal.

“Ini sesuai persiapan. Kalau Farid tahu cara meneruskannya, ia pasti menang,” ujar Lasha yang hari itu tidak ke tempat pertandingan di International Congress Center Dresden, dan memilih menonton secara live melalui internet di kamar 519 Hotel Ibis bersama-sama tim manajer dan kapten tim putra.

Seperti mendengar bisikan Lasha, ternyata di lapangan Farid menjalankan cara menang seperti yang ditunjukkan Lasha Kg5, Mg7 ancamannya Kh7 dan menang. Kalau Gb5 korbankan Benteng Bxb5. Lalu lakukan terobosan e6! “Farid strong. Farid strong,” begitu Lasha tergelak-gelak ketika melihat Farid menjalankan apa yang diucapkannya. Padahal beberapa hari lalu, Lasha justru mengaku selalu cemas ketika Farid yang diturunkan bermain! “I always afraid when this young boy play,” tuturnya pada beberapa kesempatan.

Akhirnya Farid menang pada langkah ke-25 melawan mantan juara dunia junior 1971 MI Werner Hug (2448) yang merupakan pecatur terbaik Swiss pada era 1970-an. Indonesia unggul 1-0 lebih dulu. Sebelum pertandingan dimulai, ketika saya memotret-motret, Werner yang matanya tidak bisa kena cahaya blitz sempat mengajukan beberapa pertanyaan.

“Lawan saya ini juara dunia junior itu khan?” tanya Werner.
“Iya, tapi hanya juara dunia school,” jawab saya mencoba merendah.
“Saya tahu, tapi dia kuat karena di sana ia mengalahkan anak pelatih tim Swiss sekarang ini, GM Artur Yusupov,” jelas Werner yang selalu memakai topi koboi untuk mengurangi cahaya ke matanya.
“Ya cukup kuatlah karena itu kami ikutsertakan di olimpiade ini walau cuma sebagai pemain cadangan,” saya masih mencoba merendah.
“Apakah dia juara dunia junior pertama untuk Indonesia?”
“Tidak, kami sudah punya juara dunia junior sebelumnya, cuma ketika dewasa tidak berkembang pesat seperti waktu junior.”
“Hahaha… sama seperti saya ini,” timpal Werner yang pernah menjadi juara dunia junior di bawah 20 tahun pada 1971.
“Tapi, ratingnya kenapa masih rendah seperti itu, pasti itu rating yang salah. Saya tahu permainannya lebih kuat daripada ratingnya. Saya harus hati-hati,” sambung Werner lagi. Apa boleh buat, walau sudah hati-hati Werner masih kejeblos juga. Itulah catur.

Kubu Indonesia jadi berbunga-bunga karena ketiga papan lainnya terlihat tidak ada kalahnya. “Saya hanya tidak suka posisi Irwanto, tapi mungkin remis. Susanto juga remis. Yohanes unggul,” begitu komentar Lasha.

Akhirnya GM Susanto Megaranto (2536) memang berhasil menahan remis GM Viktor Korchnoi (2584) langkah 29 pertahanan Slavia. Indonesia lebih dulu unggul 1,5-0,5. Namun setelah bolak-balik menonton partai putri Indonesia dan kembali ke partai putra, Lasha teriak. “Irwanto lost, lost, sudah kalah satu bidak dan bakal copot satu bidak lagi.”

Lalu semangat Lasha yang meletup-letup tiba-tiba menyurut melihat jalur ending yang dimainkan Yohanes. “Wah itu tidak perlu, bakal bahaya karena jadi ada kemungkinan korban kualitas. Harusnya tukar satu Benteng, lalu terjadi permainan akhir yang minimal remis tapi bisa menang,” Lasha mulai uring-uringan.

Akhirnya, persis seperti yang ditakutkan Lasha menjadi kenyataan. MI Irwanto Sadikin (2441) di papan dua takluk dari GM Yannick Pelletier (2557) langkah 57 pembukaan Gambit Menteri Ditolak variasi Cambrigde Springs. Yohanes Simbolon di papan tiga tumbang dari GM Joseph Gallagher (2480) di langkah ke-56 pertahanan Caro-Kann variasi Klasik setelah melakukan blunder fatal 51…Rf8??.

Kejutan yang sudah berbayang di depan mata pun sirna. Indonesia takluk 1,5-2,5 dari Swiss. Lasha pun kuyu. “Olimpiade berikutnya nanti saya main buat tim Indonesia,” celetuk Lasha yang setiap harinya bangga menggenakan jaket merah bertuliskan Indonesia itu.

Hasil tersebut membuat tim Indonesia yang sudah bercokol di peringkat 32 kembali molorot ke peringkat 42 dari 154 regu dengan tetap 10 MP. Posisi pimpinan klasemen sementara kini berubah menjadi Israel 16 MP, lalu Armenia dan Ukraina 15 MP. Posisi Armenia diambil alih Israel karena dikalahkan 1,5-2,5. Posisi Rusia melorot ke peringkat tujuh karena dikalahkan Ukraina 1,5-2,5 sehingga tetap dengan 13 MP.

Putri Menang atas Bangladesh

Di bagian putri, walau menghadapi unggulan yang lebih tinggi Bangladesh (unggulan 61), tim Indonesia (unggulan 67) mampu menang telak 3,5-0,5. MIW Irene Kharisma Sukandar (2303) di papan satu mengawali kemenangan atas MIW Rani Hamid (2132). Dalam posisi materi berimbang sepasang gajah dan tujuh bidak, Irene mematkan Rani pada langkah ke-44 pertahanan Sisilia variasi Ikatan Maroczy.

Kadek Iin Dwijayanti (1859) di papan empat remis lawan MFW Tanima Parveen (2066) langkah 33 pertahanan Skotlandia variasi Empat Kuda. Kemudian berturut-turut Desi Rachmawati di papan tiga dan Evi Lindiawati di papan dua menang atas MFW Shabana Seyda Parveen (2078) langkah 58 pertahanan Slavia dan atas Nazrana Khan (1987) langkah 69 pertahanan Sisilia variasi Kalashnikov.

Kemenangan besar tersebut membuat ranking sementara tim putri Indonesia naik ke peringkat 44 dari 114 regu dengan nilai 10 MP (kemenangan regu). Peringkat teratas sementara ini sama ditempati Ukraina, Polandia dan Serbia dengan 15 MP. Cina tergeser ke peringkat empat setelah dikalahkan Serbia 1,5-2,5.

Notasi Farid dan Susanto:

Berikut pembaca dapat menyimak dua partai pecatur Indonesia yang menarik. Pertama adalah partai Farid vs Hug dan Susanto vs living legend Korchnoi.

Farid,F (2154) - Hug,W (2448) [C19]
38th Olympiad Dresden GER (9), 22.11.2008
1.e4 e6 2.d4 d5 3.Nc3 Bb4 4.e5 c5 5.a3 Bxc3+ 6.bxc3 Ne7 7.Qg4 cxd4 8.Qxg7 Rg8 9.Qxh7 Nbc6 10.Nf3 Qa5 11.Rb1 Bd7 12.Rxb7 Qxc3+ 13.Kd1 a6 14.Bd3 Na5 15.Rb4 Qc7 16.Ng5 Rf8 17.Qg7 Bb5 18.Rxb5 axb5 19.Nh7 0–0–0 20.Nxf8 Nf5 21.Bxf5 exf5 22.e6 d3 23.cxd3 d4 24.Bd2 Nb3 25.Qxf7 1–0

Korchnoi,V (2584) - Megaranto,S (2536) [D10]
38th Olympiad Dresden GER (9), 22.11.2008
1.d4 d5 2.c4 c6 3.e3 Nf6 4.Bd3 Bg4 5.Qb3 Qb6 6.Ne2 e6 7.Ng3 Nbd7 8.h3 Bh5 9.Nxh5 Nxh5 10.Nc3 Nhf6 11.0–0 Be7 12.Rd1 0–0 13.Qc2 Rfd8 14.b3 Rac8 15.Bb2 Bf8 16.Rac1 g6 17.a3 Bg7 18.Na4 Qc7 19.cxd5 exd5 20.b4 a6 21.Nc5 Ne8 22.e4 Nxc5 23.dxc5 dxe4 24.Bxe4 Rxd1+ 25.Rxd1 Bxb2 26.Qxb2 Rd8 27.Rxd8 Qxd8 28.Qe5 Nc7 29.Kh2 ½–½

Pairing Babak 10
Pada babak kesepuluh Minggu (23/11) putra Indonesia akan jumpa tim Venezuela. Pertandingan dimulai pukul 15.00 waktu setempat atau pukul 21.00 WIB. Berikut susunan pemain lengkapnya:

Bo.
69
Indonesia (INA)
Rtg
-
60
Venezuela (VEN)
Rtg
0 : 0
23.1
GM
Megaranto Susanto
2536
-
GM
Iturrizaga Eduardo
2538
23.2
IM
Irwanto Sadikin
2441
-
IM
Alvarez Marquez Johann
2430
23.3
Yohannes Simbolon
0
-
IM
Prasca Sosa Rafael
2410
23.4
Farid Firmansyah
2154
-
FM
Soto Paez Oliver
2396

Sedangkan tim putri Indonesia akan jumpa tim kuat Spanyol. Berikutnya dengan susunan pemain lengkapnya:

Bo.
67
Indonesia (INA)
Rtg
-
22
Spain (ESP)
Rtg
0 : 0
24.1
WIM
Sukandar Irine Kharisma
2303
-
WGM
Calzetta Monica
2328
24.2
Lindiawati Evi
2121
-
WGM
Vega Gutierrez Sabrina
2278
24.3
Dewi Aa Citra
1802
-
WGM
Delgado Crespo Mairelys
2277
24.4
Rachmawati Desi
0
-
WIM
Llaneza Vega Patricia
2246


Laporan langsung Kristianus Liem dari Dresden

Teks foto:
GM Susanto Megaranto vs living legend GM Viktor Korchnoi pada babak kesembilan.
(Foto-foto oleh Kristianus Liem)

Sabtu, 22 November 2008

Indonesia Bantai Mongolia, Putri Kalah dari Italia


Tim catur putra Indonesia tampil luar biasa pada babak kedelapan Olimpiade Catur ke-38 di Dresden, Jerman, Jumat (21/11) malam waktu setempat atau Sabtu (22/11) dinihari WIB. Menghadapi tim Mongolia yang sulit diraba kekuatannya, tim Indonesia justru mampu menggulung 4-0!

Disebut sulit diraba karena walau peringkat unggulan Mongolia satu tingkat di bawah Indonesia, yaitu unggulan 70 sementara Indonesia unggulan 69, tetapi para pecatur Mongolia sama seperti pecatur Indonesia, sebetulnya bagus tetapi kurang pengalaman tanding internasionalnya. Jadi cenderung ratingnya rendah atau tidak punya gelar tetapi sesungguhnya berbahaya. Buktinya, Mongolia mampu mengalahkan unggulan 32 Denmark pada babak keenam.

Yohanes Simbolon di papan tiga membuka kemenangan Indonesia dengan menundukkan Tumendemberel Oyunbaatar (2306) pada langkah ke-40 pertahanan Semi Slavia. Dengan gaya main pecatur alam, Yohanes bergantina mengocek dari sayap-menteri maupun saya-raja hingga akhirnya berhasil memperoleh dua bidak bebas pada lajur-c dan lajur-e. Lalu dengan teknik yang di SCUA (Sekolah Catur Utut Adianto) dinamakan “teknik anting-anting” dua bidak bebas tersebut bergantian menyodok membuat Oyunbaatar kelimpungan dan memilih menyerah.

MI Irwanto Sadikin (2441) di papan dua kembali main stabil dan tidak kehilangan arah lagi setelah jenis pembukaan dan variasi yang terjadi di atas papan persis seperti dalam “pekerjaan rumah” hingga langkah ke-13. Walau persiapan awalnya mencari keseimbangan dulu karena memegang buah hitam, Irwanto paham bagaimana seluk-beluk meneruskan permainan. Memang hitam mendapat bidak tumpuk pada lajur-f tapi dengan pasangan Gajah ia leluasa mengendalikan jalannya permainan hingga GM Bazar Hatanbaatar (2375) menyerah pada langkah ke-62 pertahanan Skotlandia variasi Empat Kuda.

Farid Firmansyah (2154) di papan empat tampil berani karena sering diledek kurang kreatif. Partainya melawan Namhai Battulga (2317) berjalan liar tetapi Farid main menyerang bukan bertahan remis untuk memastikan kemenagnan regu lebih dulu. Tapi kerja sama Menteri dan Kudanya ternyata sudah dihitung Farid cukup jauh hingga pada suatu kesempatan dengan teknik skak-tarik ia mengorbankan Kudanya tapi Menteri lawan kena taktik serangan sinar-x! Sadar Menterinya bakal hilang Namhai menyerah pada langkah ke-67 pertahanan Sisilia variasi Kan.

GM Susanto Megaranto (2536) di papan satu sebetulnya yang paling awal memastikan bakal memenangkan pertandingan karena pada langkah ke-20 ia sudah pasti unggul kualitas Gajah atau Kudanya ditukar dengan Benteng lawan. Tapi pasangan Gajah lawan dan duo-bidak sentrumnya menyulitkan Susanto menyelesaikan permainan. Sampai akhirnya ia mendapat ide mengembalikan kualitas bahkan mengorbankan Menteri pada langkah ke-50 agar tercapai permainan akhir unggul satu bidak bebas yang menjamin kemenangan. Namun Bayarsaihan Gundavaa (2458) baru menyerah pada langkah ke-71 pembukaan Tidak Beraturan setelah bidak bebas Susanto di lajur-b tak tercegah bakal promosi menjadi Menteri.

Kemenangan telak tersebut langsung mendongkrak posisi Indonesia pada daftar ranking sementara ke peringkat 32 dengan 10 MP. Armenia memimpin klasemen sementara dengan 15 MP, disusul Israel dengan 14 MP dan dua negara Rusia dan Ukraina pada posisi berikutnya dengan 13 MP.

Putri Kalah dari Italia

Di bagian putri, tim Indonesia (unggulan 67) kembali harus kalah tipis dari unggulan ke-33 Italia. Dewi AA Citra (1802) di papan tiga dan Kadek Iin Dwijayanti (1859) berturut-turut ditundukkan MFW Marina Brunello (2117) dan MFW Maria De Rosa (2083) pada langkah ke-54 dan 33 dalam suatu partai yang berjalan berat sebelah.

MIW Irene Kharisma Sukandar (2303) di papan satu yang dalam tekanan hebat GMW Olga Zimina (2368) mampu mengacaukan situasi di atas papan sehingga Olga tampak kewalahan menerima berbagai ancaman taktis seperti menggarpu Menteri dan Raja sehingga membuat blunder kehilangan satu Kuda pada langkah ke-27. Unggul materi Irene menyelesaikannya dengan baik pada langkah ke-48 pertahanan Ruy Lopez variasi Archangelsk.

Evi Lindiawati (2121) di papan dua kembali berhasil bertahan remis dalam posisi ketinggalan satu bidak dalam permainan akhir Kuda dengan Evi punya enam bidak dan lawannya MFW Eleonora Ambrosi (2128) mempunyai tujuh bidak. Eleonora setuju remis pada langkah ke-52 pertahanan Skandinavia setelah remis memastikan regunya menang 2,5-1,5 atas Indonesia.

Kekalahan tersebut membuat ranking sementara tim putri Indonesia melorot ke peringkat 55 dengan tetap nilai 8 MP (kemenangan regu). Di putri, Cina memimpin dengan 14 MP lalu empat regu di bawahnya dengan sama 13 MP yaitu AS, Ukraina, Polandia dan Serbia.

Notasi Irwanto dan Yohanes:

Berikut pembaca dapat menyimak dua partai pecatur Indonesia yang menarik. Pertama adalah partai MI Irwanto mengalahkan GM B Hatanbaatar. Yang kedua adalah partai kemenangan Yohanes Simbolon atas T Oyunbaatar. Selain sebagai pembuka kemenangan, partai Yohanes ini mengandung banyak pelajaran bagaimana memanfaatkan tempo dan menyelesaikan keunggulan posisi jadi kemenangan secara efisien.

GM B Hatanbaatar (2375) – MI Irwanto Sadikin (2441)
38th Olympiad Dresden GER (8), 21.11.2008

1.e4 e5 2.Nf3 Nc6 3.Nc3 Nf6 4.d4 exd4 5.Nxd4 Bb4 6.Nxc6 bxc6 7.Bd3 d5 8.exd5 cxd5 9.0–0 0–0 10.Bg5 c6 11.Qf3 Bd6 12.h3 Rb8 13.Na4 Rb4 14.b3 h6 15.Bxf6 Qxf6 16.Qxf6 gxf6 17.c3 Rb8 18.Rfe1 Bd7 19.c4 Rfe8 20.Rad1 Re5 21.Bf1 Be6 22.cxd5 cxd5 23.Re3 Rxe3 24.fxe3 Be5 25.Bd3 Rc8 26.Kf2 f5 27.Ke2 f4 28.e4 dxe4 29.Bxe4 Rc7 30.Kf3 Kg7 31.Re1 Kf6 32.Rd1 Rc8 33.Ke2 Ke7 34.Kf2 f5 35.Bb1 Kf6 36.Kf1 Bf7 37.Bd3 Bh5 38.Be2 Be8 39.Rd2 Rc1+ 40.Kf2 Bc6 41.Bf3 Be4 42.b4 Rc4 43.Nc5 Rxb4 44.Nd7+ Ke6 45.Nc5+ Ke7 46.Ke2 Bd6 47.Nb3 Rc4 48.Kd1 Bb4 49.Rb2 Kf6 50.a3 Bc3 51.Re2 Ke5 52.Ra2 a5 53.a4 Rb4 54.Bxe4 fxe4 55.Kc2 Rc4 56.Kd1 Bb4 57.Re2 Kf5 58.Rf2 Rc3 59.Nc1 Re3 60.Ne2 Rd3+ 61.Kc2 Rd2+ 62.Kc1 Ke5 0–1

Yohannes Simbolon – T Oyunbaatar (2306)
38th Olympiad Dresden GER (8), 21.11.2008

1.d4 d5 2.c4 c6 3.Nc3 Nf6 4.Nf3 e6 5.Qb3 Bd6 6.Bg5 0–0 7.e4 dxe4 8.Nxe4 Be7 9.Bxf6 Qa5+ 10.Nfd2 gxf6 11.0–0–0 f5 12.Ng3 Na6 13.Nh5 Kh8 14.f4 b5 15.c5 Nb4 16.Kb1 Nd5 17.Be2 Rb8 18.Bf3 Ba6 19.Bxd5 cxd5 20.Qe3 Qc7 21.b4 Rg8 22.h3 Rxg2 23.Rhg1 Rbg8 24.Rxg2 Rxg2 25.Rg1 Rg6 26.Nf3 Qb8 27.Ne5 Rxg1+ 28.Qxg1 Qg8 29.Qxg8+ Kxg8 30.Nc6 Bh4 31.Kc2 f6 32.Nxa7 Kf7 33.a4 bxa4 34.b5 Bxb5 35.Nxb5 e5 36.c6 Ke7 37.dxe5 fxe5 38.fxe5 Be1 39.c7 Kd7 40.e6+ 1–0

Pairing Babak 9
Pada babak kesembilan Sabtu (22/11) putra Indonesia akan jumpa tim kuat Swiss yang diperkuat si legenda hidup Viktor Korchnoi. Pertandingan dimulai pukul 15.00 waktu setempat atau pukul 21.00 WIB. Berikut susunan pemain lengkapnya:

Bo.
36
Switzerland (SUI)
Rtg
-
69
Indonesia (INA)
Rtg
0 : 0
20.1
GM
Korchnoi Viktor
2584
-
GM
Megaranto Susanto
2536
20.2
GM
Pelletier Yannick
2557
-
IM
Irwanto Sadikin
2441
20.3
GM
Gallagher Joseph G
2480
-
Yohannes Simbolon
0
20.4
IM
Hug Werner
2448
-
Farid Firmansyah
2154

Sedangkan tim putri Indonesia akan jumpa tim Bangladesh. Berikutnya dengan susunan pemain lengkapnya:

Bo.
61
Bangladesh (BAN)
Rtg
-
67
Indonesia (INA)
Rtg
0 : 0
32.1
WIM
Hamid Rani
2132
-
WIM
Sukandar Irine Kharisma
2303
32.2
Khan Nazrana
1987
-
Lindiawati Evi
2121
32.3
WFM
Parveen Seyda Shabana
2079
-
Rachmawati Desi
0
32.4
WFM
Parveen Tanima
2066
-
Kadek Iin Dwijayanti
1859


Laporan langsung Kristianus Liem dari Dresden

Teks foto:
Suasana adanya pertandingan olimpiade catur terasa sekali di Dresden, antara lain seperti deretan lukisan yang digantung di Gedung Ratkeller.
(Foto-foto oleh Kristianus Liem)

Jumat, 21 November 2008

Putra Putri Indonesia Menang dari Dominika dan Sri Lanka


Menghadapi lawan yang relatif memang lebih lemah, tim putra maupun tim putri Indonesia berhasil mencetak kemenangan meyakinkan pada babak ketujuh Olimpiade Catur ke-38 di Dresden, Jerman, Kamis (20/11) malam waktu setempat atau Jumat (21/11) dinihari WIB.

Tim putra Indonesia (unggulan 69) mencukur unggulan 76 Republik Dominika 3-1. Memang dari empat papan, tiga di antaranya didominasi pecatur Indonesia. Kemenangan pertama dibuka oleh GM Susanto Megaranto (2536) atau GM Ramon Mateo (2487) hanya dalam 19 langkah pertahanan Sisilia variasi Klasik. Ramon yang sudah berusia 50 tahun, salah hitung setelah Susanto sengaja mengadu langkah taktis yang perlu banyak kalkulasi rumit, di antaranya ada pengorbanan Menteri pada langkah ke-16. Setelah kabut pertempuran mereda Ramon baru menyadari bahwa ia bakal kalah dua perwira ringan.

Farid Firmansyah (2154) di papan empat sudah unggul kualitas dan satu bidak pada langkah ke-19, namun Juan Jaquez (2223) mengorbankan Kuda untuk dua bidak pada langkah ke-22 membuat permainan jadi liar karena Raja hitam kehilangan hak rokade. Beruntung Farid tidak gugup dan segera menerapkan teknik penyederhanaan dan mengembalikan berbagai kelebihan perwiranya. Posisi terakhir malah memperlihatkan Farid dalam keadaan ketinggalan dua bidak tetapi ia bisa mematikan Raja lawan dalam satu langkah. Juan menyerah pada langkah ke-39 pertahanan Sisilia Najdorf.

MI Irwanto Sadikin (2441) di papan dua kali ini tidak kehilangan arah lagi setelah unggul dua bidak pada langkah ke-43. Walau terlihat bertele-tele, Irwanto tak membiarkan MI Jose Dominguez (2345) meloloskan diri dengan skak abadi. Walau sama seperti kemarin, yang timbul permainan akhir Menteri, tetapi dengan kelebihan dua bidak bebas, Irwanto leluasa untuk mempromosikan bidaknya sehingga Jose memilih menyerah pada langkah ke-54 pembukaan tidak beraturan.

Kemenangan Irwanto memastikan Indonesia unggul 3-1 setelah MI Tirta Chandra Purnama (2417) di papan tiga sudah lebih dulu kalah dari MI Hernandez Gustavo (2360) di langkah ke-45 pembukaan Gambit Menteri Ditolak variasi Semi-Tarrasch. Kemenangan tersebut membuat ranking sementara tim putra Indonesia merangkak naik ke peringkat 48 dengan nilai 8 MP (kemenangan regu).

Putri Taklukkan Sri Lanka

Di bagian putri, tim Indonesia (unggulan 67) juga unggul di semua papan menghadapi tim Sri Lanka (unggulan 81). Dewi AA Citra (1802) di papan dua sudah unggul kualitas pada langkah ke-14 lawan Lihini Walallawita (1818). Apalagi setelah bidaknya mampu menerobos hingga petak h7, Citra terus memaksa pertukaran perwira sebanyak-banyaknya hingga ia hanya unggul dua bidak tapi cukup untuk menang. Lihini menyerah langkah ke-35 pertahanan Sisilia variasi Naga.

Indonesia memperbesar keunggulan setelah MIW Irene Kharisma Sukandar (2303) di papan satu menyudahi perlawanan CMW Wijesuriya GV (1937) di langkah 39 pertahanan Hindia Menteri. Lalu Kadek Iin Dwijayanti (1859) di papan empat memastikan kemenangan tim Indonesia dengan menundukkan Supeshala Thilakawardana (1815) pada langkah ke-40 pertahanan Sisilia variasi Sveshnikov.

Desi Rachmawati di papan tiga membuat Indonesia unggul 3,5-0,5 atas Sri Lanka setelah dalam posisi kalah satu bidak Desi mampu memaksa Anjana Perera (1830) remis pada langkah ke-62 pertahanan Sisilia variasi Tertutup. Kemenangan tersebut membuat ranking sementara tim putri Indonesia merangkak naik ke peringkat 42 dengan nilai 8 MP (kemenangan regu).

Notasi Megaranto:

Berikut pembaca dapat menyimak partai mini GM Susanto Megaranto vs GM Ramon Mateo.

GM Susanto Megaranto (2536) – GM Ramon Mateo (2487)
Chess Olympiad 2008 Dresden (7.35), 20.11.2008

1.e4 c5 2.Nf3 d6 3.d4 cxd4 4.Nxd4 e5 5.Nb3 Nf6 6.Nc3 Be7 7.Be2 Be6 8.Be3 Nc6 9.Qd2 0–0 10.Rd1 Qb8 11.0–0 Rd8 12.Bf3 d5 13.exd5 Nb4 14.Bg5 Bxd5 15.Bxf6 Bc4 16.Qxd8+ Bxd8 17.Rxd8+ Qxd8 18.Bxd8 Bxf1 19.Be7 1–0

Pairing Babak 8
Pada babak kedelapan Jumat (21/11) putra Indonesia akan jumpa tim Mongolia mulai pukul 15.00 waktu setempat atau pukul 21.00 WIB. Berikut susunan pemain lengkapnya:

Bo.
69
Indonesia (INA)
Rtg
-
70
Mongolia (MGL)
Rtg
0 : 0
29.1
GM
Megaranto Susanto
2536
-
Gundavaa Bayarsaihan
2458
29.2
IM
Irwanto Sadikin
2441
-
GM
Hatanbaatar Bazar
2375
29.3
Yohannes Simbolon
0
-
Oyunbaatar Tumendemberel
2306
29.4
Farid Firmansyah
2154
-
Battulga Namhai
2317

Sedangkan tim putri Indonesia akan jumpa tim Italia. Berikutnya dengan susunan pemain lengkapnya:

Bo.
67
Indonesia (INA)
Rtg
-
33
Italy (ITA)
Rtg
0 : 0
22.1
WIM
Sukandar Irine Kharisma
2303
-
WGM
Zimina Olga
2368
22.2
Lindiawati Evi
2121
-
WFM
Ambrosi Eleonora
2128
22.3
Dewi Aa Citra
1802
-
WFM
Brunello Marina
2117
22.4
Kadek Iin Dwijayanti
1859
-
WFM
De Rosa Maria
2083

Laporan langsung Kristianus Liem dari Dresden

Teks foto:
GM Susanto Megaranto pecatur papan satu tim putra Indonesia.
MIW Irene Kharisma Sukandar pecatur papan satu tim putri Indonesia.
MI Irwanto Sadikin pecatur papan dua tim putra Indonesia.
(Foto-foto oleh Kristianus Liem)

Kamis, 20 November 2008

Putra Indonesia Kalah, Putri Seri


Babak keenam Olimpiade Catur ke-38 di Dresden, Jerman, Rabu (19/11)mulai pukul 15.00 waktu setempat atau pukul 21.00 WIB, sekali lagi memperlihatkan bahwa kalau “kartu as” tim Indonesia tidak berhasil menang maka hasilnya akan kurang bagus buat regu. Kartu as Indonesia di tim putri adalah MIW Irene Kharisma Sukandar (2303), sedang di putra adalah GM Susanto Megaranto (2536). Keduanya adalah ujung tombak regu Indonesia yang main di papan satu.

Berhadapan lawan pecatur Australia kelahiran Filipina MIW Arianne Caoili (2170), Irene sudah berhasil unggul sejak langkah ke-11. Saat itu ada dua pilihan langkah: 11…Ge7 yang akan segera terjadi pertukaran besar-besaran dan permainan segera menuju babak akhir dengan Irene bakal unggul satu bidak; atau 11…Md7 dengan permainan terus berkembang penuh komplikasi. Irene memilih lanjutan yang kedua.

Namun pada langkah ke-17 ia membuat kekeliruan yang fatal 17…Mxh4, ia lupa Arianne bisa memukul bidak e5 sambil skak (18.Bxe5+) yang membuat perahu langsung terbalik. Seharusnya lebih dulu 17…Gg7 mengembangkan perwira sambil menjaga bidak e5, dan Irene akan terus mengendalikan permainan. Beruntung pada langkah ke-34 pecatur yang pernah menjadi pacar GM Levon Aronian itu membuat kesalahan fatal karena krisis waktu (34.Rf2). Seharusnya 34.gxf6+ dan menang. Takut melakukan kesalahan lagi, Arianne melancarkan skak terus menerus hingga remis disepakati pada langkah ke-47 pembukaan Inggris.

Hasil tersebut membuat kedudukan sementara menjadi 1-1 karena sebelumnya Desi Rachmawati di papan empat juga tidak bisa menang lawan MFW Shannon Oliver (1942), remis pada langkah ke-33 pertahanan Sisilia variasi Naga. Hasil imbang sudah tampak karena partai Evi Lindiawati (2121) vs MIW Laura Moylan (2114) berlangsung berat sebelah, sayap-menteri Evi yang dijadikan tempat rokade Rajanya dibombardir lawan dengan sepasang Benteng, Menteri dan Gajah. Akhirnya Evi menyerah pada langkah ke-30 pertahanan Sisilia variasi Naga.

Sementara partai MIW Biljana Dekic (2103) vs Dewi AA Citra (1802) di papan tiga memperlihatkan serangan Biljana yang membabi-buta dengan mengorbankan dua perwira Kuda dan Benteng sepertinya dapat ditangkis oleh Citra. Benar juga, setelah keributan mereda, pada langkah ke-36 Citra unggul satu Kuda untuk satu bidak. Gadis 14 tahun itu menyelesaikan permainan dengan baik, menang pada langkah ke-60 pertahanan Sisilia variasi Scheveningen.

Skor akhir Indonesia-Australia seri 2-2.

Putra Kalah Lagi

Di bagian putra kondisi lebih parah setelah GM Susanto Megaranto hanya bisa remis lawam GM Mladen Palac (2583), pada langkah ke-31 pertahanan Skandinavia. Yohannes Simbolon di papan tiga sudah tertekan sejak langkah ke-13 dan hanya dapat bertahan sampai langkah ke-29 pembukaan Sisilia c3 lawan GM Hrvoje Stevic (2588).

Dua partai lainnya sebetulnya cukup menjanjikan buat tim Indonesia. MI Tirta Chandra Purnama (2417) di papan empat unggul posisi atas GM Zoran Jovanovic (2564), namun menawarkan remis pada langkah ke-36 karena krisis waktu dan ketinggalan satu bidak.

MI Irwanto Sadikin (2441) di papan dua juga berhasil memperoleh posisi menang melawan GM Robert Zelcic (2589), namun keputusannya untuk bermain aman dengan segera menggiring permainan ke babak akhir Menteri dan bidak justru mempermudah lawan melancarkan skak terus menerus hingga lawan mengklaim terjadi tiga kali bangunan sama pada langkah ke-84 pembukaan Gambit Menteri Ditolak variasi Cambrigde Springs. Indonesia kalah 1,5-2,5 dari Kroasia.

“Saya mau berhenti main catur deh, mending saya dagang saja,” begitu Irwanto menggerutu ketika tiba di kamar hotel. “Masak partai banyak menangnya begitu tidak bisa saya menangkan?” keluh Irwanto lagi penuh sesal dan rasa penasaran.

Menurut tim manajer Riskie Dharma Putra, kuncinya terletak di Irene dan Susanto. Keduanya harus berupaya keras untuk menang. Kalau tidak sulit buat tim untuk dapat memenangkan pertandingan. Apalagi sekarang ini yang jadi penentuan juara atau ranking olimpiade adalah kemenangan regu, bukan lagi perhitungan kemenangan papan seperti sebelumnya. “Jadi menawarkan remis dalam posisi unggul tidak dapat diterima,” tambah kapten tim putra GM Edhi Handoko menunjuk apa yang dilakukan Tirta Chandra. “Kan kalah 1,5-2,5 atau kalah 0-4 sama saja nilainya nol,” tambah kapten tim putri Sebastian Simanjuntak pula.

Notasi Irene dan Citra:

Berikut pembaca dapat menyimak dua partai pecatur putri Indonesia yang diuraikan di atas.

Caoili,Arianne (2170) - Sukandar,Irine Kharisma (2303)
Chess Olympiad 2008 Dresden (6.29), 19.11.2008
1.c4 e5 2.Nc3 Nf6 3.Nf3 Nc6 4.e4 Bc5 5.Nxe5 Nxe5 6.d4 Bb4 7.dxe5 Nxe4 8.Qg4 Nxc3 9.a3 Bf8 10.Bg5 d6 11.Qh4 Qd7 12.bxc3 Qe6 13.Bd3 dxe5 14.Bxh7 g6 15.0–0 Qg4 16.Rad1 Bd7 17.Rfe1 Qxh4?? 18.Rxe5+ Be7 19.Rxe7+ Kf8 20.Bxh4 Bg4 21.f3 Rxh7 22.Bf6 Be6 23.Rxc7 Rh5 24.g4 Ra5 25.Rxb7 Bxc4 26.Rbd7 Re8 27.Rd8 Bb5 28.c4 Ba4 29.Rxe8+ Bxe8 30.Bc3 Ra4 31.Bb4+ Kg7 32.Rd8 Bc6 33.g5 f5 34.Kf2?? a5 35.Bf8+ Kf7 36.Bd6 Rxc4 37.Be5 Ke6 38.f4 Kf7 39.Rd6 Be8 40.h4 Rc2+ 41.Kg3 Rc6 42.Rd5 a4 43.Ra5 Rb6 44.Ra7+ Ke6 45.Ra8 Kf7 46.Ra7+ Ke6 47.Ra8 Kf7 ½–½

Dekic,Biljana N (2103) - Dewi,Aa Citra (1802)
Chess Olympiad 2008 Dresden (6.29), 19.11.2008
1.e4 c5 2.Nf3 d6 3.d4 cxd4 4.Nxd4 Nf6 5.Nc3 e6 6.Be2 a6 7.f4 Be7 8.0–0 0–0 9.Be3 Qc7 10.g4 b5 11.g5 Nfd7 12.f5 b4 13.Na4 e5 14.f6 exd4 15.fxe7 Re8 16.Bxd4 Qa5 17.Rf5 Qxa4 18.Bc4 Ne5 19.Rxf7 Nxf7 20.Qh5 Rxe7 21.g6 hxg6 22.Qxg6 Kf8 23.Qxg7+ Ke8 24.Bf6 Qa5 25.Qg8+ Kd7 26.Bd5 Bb7 27.Qg4+ Kc7 28.Bxb7 Kxb7 29.Bxe7 Qc5+ 30.Kh1 Qe5 31.Bh4 Nh6 32.Qg6 Nd7 33.Qxh6 Rh8 34.Qg5 Qxe4+ 35.Qg2 Qxg2+ 36.Kxg2 Rxh4 37.Kg3 Rc4 38.Rd1 Kc6 39.Rd2 Nf6 40.Re2 Kd5 41.h3 a5 42.Rd2+ Ke5 43.Re2+ Re4 44.Rh2 a4 45.Kf3 Rf4+ 46.Ke3 Nd5+ 47.Ke2 a3 48.bxa3 bxa3 49.h4 Nc3+ 50.Kd2 Nxa2 51.c3 Ra4 52.Rh1 Rc4 53.Rh3 d5 54.h5 Rxc3 55.Rh1 Rc8 56.Ra1 Nc3 57.h6 d4 58.Kd3 a2 59.Kc2 Rh8 60.Re1+ Kd5 0–1

Pairing Babak 7
Pada babak ketujuh Kamis (20/11) putra Indonesia akan jumpa tim Republik Dominika mulai pukul 15.00 waktu setempat atau pukul 21.00 WIB. Berikut susunan pemain lengkapnya:

Bo.
69
Indonesia (INA)
Rtg
-
75
Dominican Republic (DOM)
Rtg
0 : 0
35.1
GM
Megaranto Susanto
2536
-
GM
Mateo Ramon
2487
35.2
IM
Irwanto Sadikin
2441
-
IM
Dominguez Jose M
2345
35.3
FM
Purnama Tirta Chandra
2417
-
IM
Hernandez Gustavo
2360
35.4
Farid Firmansyah
2154
-
Jaquez Juan
2223


Sedangkan tim putri Indonesia akan jumpa tim Sri Lanka. Berikutnya dengan susunan pemain lengkapnya:

Bo.
81
Sri Lanka (SRI)
Rtg
-
67
Indonesia (INA)
Rtg
0 : 0
28.1
WCM
Wijesuriya G V
1937
-
WIM
Sukandar Irine Kharisma
2303
28.2
Walallawita Lihini
1818
-
Dewi Aa Citra
1802
28.3
Perera Anjana
1830
-
Rachmawati Desi
0
28.4
Thilakawardana Supeshala
1815
-
Kadek Iin Dwijayanti
1859


Laporan langsung Kristianus Liem dari Dresden

Teks foto:
Tim putri Indonesia vs Australia pada babak keenam, paling kanan Dewi Citra vs Biljana Dekic.
Tim putra Indonesia vs Kroasia pada babak keenam, tampak tegang.
(Foto-foto oleh Kristianus Liem)

Rabu, 19 November 2008

Putra Indonesia Jumpa Kroasia, Putri Lawan Australia


Hari Selasa (18/11) Olimpiade Catur ke-38 di Dresden, Jerman, memasuki libur pertama. Malam sebelum libur, pukul 22.00 ada pesta tradisional Olimpiade yang disebut Bermuda Party di PM Discotheque yang terletak di Willsdruffert Str.19. Seluruh pecatur Indonesia hadir untuk pergaulan sekalian merasakan apa dan bagaimana itu Bermuda Party hingga pukul satu pagi lebih. Peserta putri gratis, yang putra masing-masing bayar 10 euro.

Jadi hari libur Selasa kemarin sepenuhnya dipakai istirahat oleh seluruh pemain Indonesia. Sementara kapten tim, manajer tim dan utusan kongres dari Indonesia memanfaatkannya dengan melakukan perjalanan ke Berlin, dua jam jaraknya dengan kereta api ekspres dari Dresden, tujuannya cuma satu: mau melihat sisa-sisa Tembok Berlin yang dulu pernah sedemikian angker memisahkan Jerman Timur dan Jerman Barat.

Setelah hampir separuh perjalanan dari rencana sebelas babak. Tim putra Indonesia mencetak tiga kemenangan (atas Botswana, Afghanistan dan Makedonia) dan dua kali kalah (dari Uzbekistan dan Costa Rica) sehingga membukukan 6 MP (kemenangan regu) dan 11,5 VP (kemenangan papan), sehingga dalam peringkat sementara berada di ranking 53 dari 146 regu dari 144 negara.

Di bagian putri tim Indonesia mencetak dua kemenangan (atas Makau dan Yunani), seri sekali (lawan Kazakhstan) dan dua kali kalah (dari Rusia dan Swiss) sehingga berada di ranking 57 dengan 5 MP dan 10 VP. Di bagian putri ini, data terbaru menunjukkan diikuti 111 regu dari 109 negara. Memang terjadi pengurangan atau penurunan peserta yang hadir karena banyak pemain dari negara berkembang yang tidak mendapat visa untuk masuk ke Jerman. Misalnya ada dari satu negara yang hanya satu saja pecaturnya yang mendapatkan visa?! Aneh tapi nyata!

Fakta lain Olimpiade Dresden adalah jumlah seluruh peserta yang bertanding ada 1270 orang! Sebanyak 722 di antaranya adalah pecatur putra, sisanya 548 pecatur putri. Pecatur yang bergelar GM ada 253, GMW 65, MI 176, MIW 90, MF 91 dan MFW 86 orang. Selain itu juga tercatat 257 kapten regu dan 120 orang wasit.

Di bagian putri ini yang memimpin klasemen sementara adalah tim Cina dengan angka sempurna 10 MP 16 VP. Disusul Hungaria 9 MP 15,5 VP dan Rusia serta Romania yang sama-sama membukukan 8 MP 15 VP. Perlu dicatat bahwa sang juara nanti akan ditentukan berdasarkan kemenangan regu (MP) lebih dulu baru kemudian kemenangan per papan (VP). Jadi berbeda dengan olimpiade-olimpiade sebelumnya.

Di bagian putra, bahkan unggulan pertama Rusia tidak mampu memimpin klasemen sementara karena kalah dalam nilai VP. Ada enam negara yang sama mengumpulkan empat kemenangan dan sekali seri (9 MP), yaitu Armenia (15,5 VP), Azerbaijan (15 VP), Jerman1 (14,5 VP), Inggris (14 VP), Rusia (13 VP) dan Ukraina (12 VP).

Pairing Babak 6
Pada babak keenam Rabu (19/11) putra Indonesia akan jumpa tim Kroasia mulai pukul 15.00 waktu setempat atau pukul 21.00 WIB. Baik tim putra atau tim putri mendapat lawan yang lebih baik unggulannya. Putra menghadapi unggulan ke-24 yang seluruh pemainnya bergelar GM dan memiliki rating di atas 2500. Tentu saja kejutan besar kalau Indonesia bisa menang! Berikut susunan pemain lengkapnya:

Bo.
24
Croatia (CRO)
Rtg
-
69
Indonesia (INA)
Rtg
0 : 0
24.1
GM
Palac Mladen
2583
-
GM
Megaranto Susanto
2536
24.2
GM
Zelcic Robert
2589
-
IM
Irwanto Sadikin
2441
24.3
GM
Stevic Hrvoje
2588
-
Yohannes Simbolon
0
24.4
GM
Jovanovic Zoran
2564
-
FM
Purnama Tirta Chandra
2417

Sedangkan tim putri Indonesia akan jumpa tim Australia yang berada di unggulan ke-54. Dari segi rating hanya Irene yang jauh lebih baik dari papan satu Australia MIW Arianne Caoili yang asilnya dari Filipina. Papan dua berimbang, dan sisanya di atas kertas Indonesia kalah. Tapi sesungguhnya tim Indonesia punya kans untuk menang. Berikutnya dengan susunan pemain lengkapnya:

Bo.
54
Australia (AUS)
Rtg
-
67
Indonesia (INA)
Rtg
0 : 0
29.1
WIM
Caoili Arianne
2170
-
WIM
Sukandar Irine Kharisma
2303
29.2
WIM
Moylan Laura
2114
-
Lindiawati Evi
2121
29.3
WIM
Dekic Biljana N
2103
-
Dewi Aa Citra
1802
29.4
WFM
Oliver Shannon
1942
-
Rachmawati Desi
0


Laporan langsung Kristianus Liem dari Dresden

Teks foto:
Tim Indonesia ketika tiba di Bandara Dresden, foto bersama di depan counter panitia.
Tim putri Indonesia bersama manajer tim Rizkie Dharma Putra foto bersama dengan latar bangunan kuno kota Dresden.
Suasana latihan tim putri Indonesia di bawah asuhan GM Lasha Jangjagava dari Georgia.
Lukisan catur mewarnai Gedung Ratskeller yang dipakai sebagai tempat makan malam seluruh peserta .
(Foto-foto oleh Kristianus Liem)

Selasa, 18 November 2008

Putra Indonesia Taklukkan Makedonia, Putri Hanya Irene Menang


Tim putra Indonesia mulai membuat kejutan pada babak kelima Olimpiade Catur ke-38 di Dresden, Jerman, Senin (17/11) waktu setempat atau Selasa (18/11) dinihari WIB dengan menundukkan tim tangguh unggulan ke-39 Makedonia yang turun dengan tiga Grandmaster dan satu Master Internasional. Makedonia adalah negara pecahan Yugoslavia yang sangat terkenal dengan tradisi caturnya. Mungkin para penggemar catur ingat benar dengan buku catur berkala Informator yang memperkenalkan bahasa universal catur lewat simbol-simbol sederhana yang bisa dibaca seluruh umat di bumi dan sudah terbit sampai edisi ke-102 hingga saat ini.

Bintang babak kelima adalah MN Yohanes Simbolon yang tidak punya gelar maupun rating internasional. Pecatur lapak dari Sumut ini awalnya sangat diremehkan oleh tim Makedonia. Bayangkan, walau main di papan tiga, Yohanes justru mendapat lawan yang ratingnya paling tinggi, GM Nikola Mitkov (2556). Sehingga ketika pertandingan baru akan dimulai, salah seorang pecatur Makedonia mengucapkan suatu kata yang membuat tiga rekan Nikola terbahak-bahak sambil melirik Yohanes.

“Aku merasakan betul kata-kata orang itu kira-kira bunyinya, ‘Kau enak betul mendapat lawan yang tak punya gelar dan tak punya rating, makanan empuk kau lah itu’,” tutur Yohanes tentang kejadian sebelum pertandingan dimulai itu. Terbahak-bahaknya tiga rekan Nikola sambil melirik Yohanes itu membuat pecatur nomor satu Sumut itu panas bukan main. Nanti kubalas kau, begitu amarah yang menggelegak di hati Yohanes Simbolon.

Memang permainan tahap pembukaan Yohanes yang sederhana membuat GM Nikola Mitkov menjalankan langkah-langkahnya dengan cepat dan kadang-kadang sambil membaca bulletin yang ia bawa. Sangat jelas dan tanpa tedeng aling-aling GM Nikola Mitkov meremehkan Yohanes Simbolon! Sampai langkah ke-19, posisi Yohanes yang memegang buah putih memang mulai terkurung. Namun pada langkah ke-20 Yohanes memainkan langkah ajaib 20.f3 yang melemahkan bidak e3-nya sendiri. Suatu langkah yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh seorang Grandmaster yang penuh teori. Tapi di situlah langkah awal Yohanes melancarkan serangan balik!

Ketika GM Nikola Mitkov mencoba menggebrak lagi dengan 27…g5, seperti pucuk dicinta ulam tiba, Yohanes membalas dengan 28.hxg5 yang memberinya ruang untuk menyusupkan Bentengnya ke sayap-raja lawan melalui lajur-h yang terbuka! Ketika Gajahnya diancam dengan bidak 29…f4, Yohanes membiarkannya begitu saja padahal Gajah Yohanes bisa diambil lawan sambil skak! Luar biasa! Itulah langkah Grandmaster super!

“Aku sudah hitung, biar lawan bisa skak lima kali pun, asal Raja aku tidak mati akan aku biarkan. Karena sudah kuhitung Rajanya tak mungkin lolos dari skakmat,” jelas Yohanes kemudian. Dan memang itulah yang terjadi, kombinasi Menteri dan Benteng putih yang menyusup ke kubu pertahanan hitam memaksa sang GM menyerah pada langkah ke-33 pertahanan Hindia Nimzo variasi Klasik. Sebab, GM Nikola Mitkov sudah melihat Rajanya bakal dimatikan dalam tiga langkah! Entah apa yang dipikirkan Mitkov setelah partai itu selesai?

Kemenangan yang dibuat Yohanes langsung menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah MI Irwanto Sadikin (2441) di papan dua lebih dulu dikalahkan GM Traiko Nedev (2525) pada langkah ke-31 pembukaan Skotlandia.

Indonesia memimpin 2-1 setelah GM Susanto Megaranto (2536) di papan satu tampil penuh imajinasi dengan korban Bentengnya pada langkah ke-40. Susanto mengalahkan GM Vladimir Georgiev (2517) pada langkah ke-44 pembukaan Spanyol variasi Archangelsk. Indonesia memastikan kemenangan 2,5-1,5 setelah MI Tirta Chandra Purnama di papan empat menahan remis MI Aleksandar Colovic (2458) pada langkah ke-105 pertahanan Hindia Raja variasi Panno. Tirta bertahan remis dalam posisi kalah kualitas, Gajah dan dua bidak menghadapi Benteng dan satu bidak Colovic.

Hanya Irene yang Menang

Di bagian putri, Indonesia (unggulan ke-67) yang habis kalah telak dari Rusia, masih harus menghadapi regu tangguh Swiss (unggulan 38) yang diperkuat dua GMW tua yang pada masa mudanya pernah berjaya di tingkat dunia.

Indonesia ketinggalan lebih dulu setelah Desi Rachmawati di papan tiga ditundukkan GMW Tatiana Lematschko (2195) yang pada masa mudanya pernah lolos hingga tingkat kandidat. Namun MIW Irene Kharisma Sukandar (2303) langsung menyamakan kedudukan setelah menaklukkan pecatur cantik Monika Seps (2203).

Sayang Kadek Iin Dijayanti (1859) di papan empat yang sudah berhasil mementahkan serbuan MFW Anastasia Gavrilova (2078) gagal mempertahankan posisinya dalam permainan akhir karena bermain terlalu pasif padahal bidaknya sudah mencapai petak h3.

Evi Lindiawati (2121) di papan berhasil bertahan remis dalam posisi hanya memiliki Gajah sementara lawannya GMW Barbara Hund (2216) memiliki satu Kuda dan satu bidak. Putri Indonesia kalah tipis 1,5-2,5.

Notasi Yohanes Simbolon
Berikut ini notasi jalannya partai Yohanes Simbolon vs GM Nikola Mitkov yang penuh nuansa psikologis di baliknya.
Yohannes Simbolon – GM Nikola Mitkov (2556)
Dresden (5.36), 17.11.2008

1.Nf3 d5 2.d4 Nf6 3.c4 e6 4.Nc3 Bb4 5.e3 0–0 6.Qc2 c5 7.a3 Bxc3+ 8.bxc3 Qc7 9.Ne5 b6 10.Bd3 Ba6 11.cxd5 Bxd3 12.Qxd3 exd5 13.a4 Nc6 14.Nxc6 Qxc6 15.0–0 Rfe8 16.Bd2 Ne4 17.Rfd1 Re6 18.Be1 c4 19.Qe2 f5 20.f3 Nd6 21.Bg3 Nf7 22.h4 g6 23.Re1 Rae8 24.Qd2 Qd7 25.Kf2 h6 26.Qc2 R6e7 27.Re2 g5 28.hxg5 hxg5 29.Rh1 f4 30.Qg6+ Kf8 31.Rh7 fxg3+ 32.Kf1 Re6 33.Qg7+ 1–0

Pairing Babak 6
Pada babak keenam Rabu (19/11) putra Indonesia akan jumpa tim Kroasia mulai pukul 15.00 waktu setempat atau pukul 21.00 WIB, sedang putri Indonesia akan jumpa tim Australia. Hari Selasa (18/11) tidak ada pertandingan.

Laporan langsung Kristianus Liem dari Dresden

Teks foto:
Tim putri Indonesia vs Swiss pada babak kelima, di meja pertama Irene vs Monika Seps.
Tim putra Indonesia vs Makedonia pada babak kelima.
Suasana ruang tanding babak kelima dengan latar belakang salah satu jembatan sungai Elbe.
Yohanes Simbolon sedang tertawa ketika berjalan bersama GM Edhi Handoko menuju tempat pertandingan.
(Foto-foto oleh Kristianus Liem)

NB: Kami tinggal di Hotel Ibis Brastei bersama sejumlah tim negara lainnya.
Hp saya di Dresden 01520 4724572
Bastian kapten tim01522 7594194
Rizki majaer tim Indonesia 01522 7594203

Situs resmi panitia http://www.dresden-2008.de/.
Atau di http://www.fide.com/, atau situs yang membuat liputan khusus di http://www.chessdom.com/

Senin, 17 November 2008

Hari Kelabu Indonesia, Putra Putri Kalah


Babak keempat Olimpiade Catur ke-38 di Dresden, Jerman, Minggu (16/11) waktu setempat atau Senin (17/11) dinihari WIB menjadi hari kelabu bagi tim Indonesia. Baik tim putri maupun tim putranya kalah telak dari lawan-lawannya. Tim putri yang selama dua hari terus bikin kejutan tumbang 0-4 dari unggulan pertama Rusia. Tim putra takluk 1-3 dari Costa Rica.

Tim catur putri Indonesia (unggulan ke-67) awalnya seperti akan mampu memberikan perlawanan keras, tetapi setelah keluar dari tahap pembukaan baru terlihat jelas bahwa perbedaan kelas yang terindikasi dari selisih rating yang ada, yang melebihi angka 200 hingga 600 poin, adalah fakta yang tidak bisa dimanipulasi.

Dari empat papan yang dimainkan, hanya di papan satu antara MIW Irene Kharisma Sukandar (2303) vs GMW atau MI Tatiana Kosintseva (2513) yang menggunakan pertahanan Empat Kuda berlangsung berimbang dan bahkan Irene sempat unggul dua bidak sampai langkah ke-28. Namun upaya Irene memaksa tukar Menteri lawan agar komplikasi segera mereda kurang konsisten. Seharusnya pada langkah ke-29 ia menempatkan Menterinya ke petak f5 bukan h5, dengan tujuan memaksa tukar Menteri lagi. Kalau Tatiana kembali menghindar dengan 29…Md4 ada lanjutan 30.Gb3 Kf6 (paksaan) dan datang 31.Kd5!, Putih unggul sekali.

Apalagi waktu pikir Irene masih 25 menit sementara Tatiana tinggal dua menit lebih. Langkah lemah Irene 30.Me2 langsung membuat serangan Tatiana menjadi berbahaya setelah 30…Kg5. Satu lagi langkah tidak akurat Irene 31.Bfd1 langsung dihukum Tatiana dengan 31…f3!. Dan selanjutnya korban Kuda 32…Kxh3 memaksa Irene menyerah.

Sebelumnya Dewi Citra (1802) di papan tiga dan Evi Lindiawati (2121) di papan dua diporakporandakan oleh MI Ekaterina Korbut (2459) dan MI Nadezhda Kosintseva (2468). Mereka berturut-turut menyerah pada langkah ke-32 dan ke-40. Kadek Iin Dijayanti (1859) yang bertahan total akhirnya juga ambruk dan menyerah dari GMW Natalia Pogonina (2474) di langkah ke-48.

“Memang belum waktunya,” kata manajer tim Riskie Dharma Putra. “Namun anak-anak juga harus diingatkan soal disiplin latihan yang benar,” tambah Riskie yang di PB Percasi menduduki posisi sebagai Direktur Pelatnas.

Putra Kalah dari Costa Rica

Kekalahan besar tim putra Indonesia dari Costa Rica seharusnya tidak perlu terjadi karena perbedaan kelasnya begitu tipis. Indonesia unggulan ke-69 sementara Costa Rica unggulan ke-66. Tapi begitu cepatnya pecatur papan satu Indonesia GM Susanto Megaranto (2536) dikalahkan GM Alejandro Ramirez (2533) yang sama mudanya, membuat kondisi tim langsung goyang. Susanto menyerah langkah 43 pembukaan Inggris, tapi sejak langkah ke-18 ia sudah kecuri satu bidak dan terus berada di bawah angin. Untuk kelas Grandmaster Alejandro, keunggulan posisi seperti itu cukup untuk menang. Sulit bagi Susanto mengharapakan lawan membuat blunder seperti dua lawan sebelumnya.

Farid Firmansyah (2154) di papan empat yang sempat unggul satu bidak pada langkah ke-40 melawan MI Francisco Hernandez Basante (2247), kena skak abadi sehingga terpaksa mengorbankan kualitas Benteng ditukar Kuda, namun upayanya mempromosikan bidak hanya menghasilkan pengembalian kualitas. Bahkan posisi terakhir menunjukkan Farid kalah satu bidak tetapi punya Gajah dan dua bidak sementara lawannya punya Kuda dan tiga bidak tetapi berada pada sayap yang sama sehingga remis disetujui pada langkah ke-54 pertahanan Prancis.

MI Irwanto Sadikin (2441) yang jumpa MI Bernal Gonzalez (2432) sempat unggul posisi namun setelah melalui pertarungan penuh komplikasi dan riskan hanya mampu bermain remis pada langkah ke-69 pertahanan Slavia. Malangnya, Yohanes Simbolon di papan tiga yang mendapat posisi lebih bagus dan tidak ada kalahnya mulai gugup ketika krisis waktu dan berturut-turut melakukan kesalahan dengan akibat yang fatal. Ia menyerah pada langkah ke-70 pembukaan reti lawan MI Leonardo Valdes (2401).

Notasi Irene Kharisma;
Berikut ini notasi jalannya partai MIW Irene vs MI Tatiana Kosintseva yang sangat disayangkan gagal membuahkan kemenangan buat Irene yang sudah sempat unggul dua bidak.
MIW Irine Kharisma Sukandar (2303) – GMW Tatiana Kosintseva (2513)
Dresden (4.5), 16.11.2008

1.e4 e5 2.Nf3 Nc6 3.Nc3 Nf6 4.Bb5 Bd6 5.d3 h6 6.Ne2 0–0 7.c3 Re8 8.0–0 Bf8 9.Ng3 a6 10.Ba4 b5 11.Bc2 d5 12.Qe2 a5 13.Rd1 d4 14.h3 a4 15.a3 Bc5 16.Nh4 Ne7 17.Qf3 Ra6 18.Bd2 Nh7 19.Qh5 Ng6 20.Nhf5 Nf4 21.Bxf4 exf4 22.Ne2 dxc3 23.Nxc3 Bxf5 24.Qxf5 Qd4 25.Rf1 Bd6 26.Qxb5 Raa8 27.Qd5 Qf6 28.Bxa4 Red8 29.Qh5 g6 30.Qe2 Ng5 31.Rfd1 f3 32.Qf1 Nxh3+ 0–1

Pairing Babak 5
Putra Indonesia akan jumpa tim Macedonia mulai pukul 15.00 waktu setempat atau pukul 21.00 WIB. Putri Indonesia akan jumpa tim Swiss.
Teks foto:
Indonesia vs Rusia, dalam gambar tampak Irene Kharisma vs Tatiana Kosintseva (Photo by Kristianus Liem)
Laporan langsung Kristianus Liem dari Dresden

Minggu, 16 November 2008

Putri Indonesia Taklukkan Yunani, Putra Bantai Afghanistan


Tim catur putri Indonesia (unggulan ke-67) kembali membuat kejutan dengan menaklukkan tim tangguh unggulan ke-19 Yunani pada babak ketiga Olimpiade Catur ke-38 di Dresden, Jerman, Sabtu (15/11) waktu setempat atau Minggu (16/11) dinihari WIB. Hasil tersebut membuat ranking sementara putri Indonesia melesat ke peringkat 12 dari 114 regu yang berasal dari 112 negara, dan pada babak keempat jumpa unggulan pertama Rusia!

“Seumur-umur belum pernah tim Indonesia jumpa Rusia selama mengikuti olimpiade,” ujar dr Poeng Dwi Hatmisari yang berada dalam tim Indonesia sebagai utusan permanen Kongres FIDE ke-79 di tempat yang sama, Internasionales Kongresszentrum Dresden yang dijadwalkan 23-25 November 2008.

“Kalau bisa mengalahkan Rusia, saya berikan seribu dollar. Kalau menahan seri lima ratus dollar,” kata manajer tim Riskie Dharma Putra di sela-sela latihan persiapan menghadapi tim Rusia yang dikomandoi oleh pelatih asing GM Lasha Jangjagava dari Georgia seusai sarapan pagi.

Menurut Riskie yang punya sekolah catur di Surabaya, ia baru saja menerima sms dari Wakil Ketua Umum PB Percasi GM Utut Adianto bahwa Menegpora menjanjikan hadiah satu milyar rupiah kalau tim putri Indonesia bisa mengalahkan tim putri Rusia!

Sang Bintang Evi dan Kadek

Bintang Indonesia pada babak ketiga adalah Evi Lindiawati di papan dua dan pemain cadangan Kadek Iin Dwijayanti yang baru pertama kali diturunkan di papan empat menggantikan Desi Rachmawati yang diistirahatkan setelah mengalami kekalahan di babak kedua.

Evi (2121) yang main aman dan sederhana sejak awal pertahanan Sisilia variasi Kan, berhasil membuat kejutan dan mengalahkan GMW Anna Maria Botsari (2308) pada permainan akhir Gajah sewarna. Botsari yang merupakan pecatur berpengalaman melakukan kesalahan prinsipil pada langkah ke-43 ketika dalam posisi kalah satu bidak menolak pertukaran Gajah untuk masuk ke dalam permainan akhir Benteng yang peluang remisnya jauh lebih besar. Yang terjadi akhirnya permainan akhir Gajah sewarna dengan tiga bidak lawan empat bidak.

Disebut kesalahan prinsipil karena tiga dari empat bidak Botsari berada pada petak terang yang sewarna dengan Gajah Evi, dan sebaliknya lima bidak Evi justru berada di petak gelap atau tidak sewarna dengan Gajah Botsari sehingga tidak mungkin diambil! Akhirnya memang satu demi satu bidak Botsari “dipetik” Evi sehingga pecatur Yunani yang pernah ke Indonesia pada tahun 1993 itu menyerah pada langkah ke-56 setelah ketinggalan dua bidak.


Skor yang disumbangkan Evi langsung menyamakan kedudukan 1,5-1,5 setelah MIW Irene Kharisma Sukandar (2303) menahan remis papan satu Yunani yang sudah bergelar MI putra, GMW Yelena Dembo (2446) pada langkah ke-30, dan pahlawan hari sebelumnya Dewi Andhiani Anastasia Citra kalah dari GMW Marina Makropoulou (2265) pada langkah ke-43. Posisi Citra sebetulnya tidak ada kalahnya, tetapi kemenangan kemarin membuat dara berusia 14 tahun ini jadi terlalu percaya diri dan bermain terlalu agresif.

Kadek Iin (1859) yang paling akhir selesainya, membuat jantung kubu Indonesia empot-empotan karena dalam krisis waktu yang parah, Kadek sempat tinggal satu detik baru melangkah! Kalau saja gerakan tangannya sedikit kurang cepat ia bisa kalah waktu! Gugupnya Kadek ternyata justru membuat lawannya, MIW Alexandra Stiri (2171) ikut nervous dan beberapa kali mengalami blankspot misalnya tidak melihat Gajahnya diancam. Stiri menyerah pada langkah ke-47 dan mendapat omelan rekan-rekannya karena main seperti orang bodoh akibat tak tahan didera krisis waktu! Putri Indonesia menang 2,5-1,5!

Putra Taklukkan Afghanistan 3,5-0,5
Di bagian putra, seperti sehari sebelumnya, walau skor tim putra Indonesia vs Afghanistan telak 3,5-0,5, namun keadaan di atas papan tidaklah demikian. Lagi-lagi hanya Yohanes Simbolon di papan ketiga yang unggul sejak awal dan menang mini 18 langkah lawan Anit Tahah (1881).
Partai lainnya berjalan dengan para pecatur Indonesia lebih dulu tertekan. Namun seperti kemarin pula, GM Susanto Megaranto (2536) mampu membalikkan keadaan dan menang pada langkah ke-70 atas Habibullah Fedaee yang belum punya rating. MI Tirta Chandra Purnama (2417) di papan tiga, walau akhirnya menang pula pada langkah ke-63 atas Khaibar Farazi (2207), tetapi waktu dua puluh lima menit yang dia habiskan hanya pada tiga langkah pertama membuat tim manajer Riskie Dharma Putra berang!
“Ini pecatur kelas kampung apa pecatur tingkat internasional,” begitu Riskie mengeluarkan kekesalannya di luar arena pertandingan tentu saja. “Dua puluh lima menit untuk tiga langkah itu tidak masuk akal, apapun alasannya,” tambah Riskie, yang langsung meminta kapten tim GM Edhi Handoko agar Tirta tidak dimainkan pada babak keempat.
Pemain cadangan Farid Firmansyah yang baru diturunkan pada babak ketiga menggantikan MI Irwanto Sadikin yang kalah secara menyakitkan sehari sebelumnya, tidak mampu mencetak skor menghadapi Aziz Farazi di papan empat. Farid hanya menyumbang setengah angka setelah bermain remis pada langkah ke-70.
Notasi Evi Lindiwati
Berikut ini notasi jalannya partai kemenangan mengejutkan Evi Lindiawati atas GMW Anna Maria Botsari. Menurut Evi ini kemenangan pertamanya atas pecatur bergelar Grandmaster Wanita! Tentu saja sekaligus membuka peluangnya meraih norma GMW karena pada babak kedua ia juga menahan remis GMW Maria Sergeeva (2325).
Evi Lindiawati (2121) - Anna Maria Botsari (2308)
Dresden (Ol) (3.2), 15.11.2008

1.e4 c5 2.Nf3 e6 3.d4 cxd4 4.Nxd4 a6 5.Nc3 b5 6.a3 Bb7 7.Be2 Qc7 8.0–0 Nf6 9.Bf3 d6 10.Re1 Nbd7 11.g3 h5 12.Bg5 Be7 13.h4 Ne5 14.Bg2 Rc8 15.Na2 Nc4 16.Rb1 g6 17.c3 0–0 18.Nb4 Qb6 19.Nd3 Rfe8 20.Qe2 e5 21.Nc2 d5 22.exd5 e4 23.Nf4 Nxd5 24.Nxd5 Bxd5 25.Bxe7 Rxe7 26.Ne3 Bb7 27.Nxc4 Rxc4 28.Qe3 Qxe3 29.fxe3 a5 30.Rbd1 Rc5 31.Rd4 g5 32.Red1 gxh4 33.gxh4 Re6 34.Rd6 Ree5 35.Bh3 Rcd5 36.R1xd5 Bxd5 37.Bd7 Bc4 38.Kf2 Kf8 39.Kg3 Ke7 40.Rd4 Bd3 41.Kf4 Rc5 42.Bf5 Kf6 43.Bxe4 Bc4 44.Rd6+ Be6 45.Rc6 Rxc6 46.Bxc6 Bc4 47.a4 bxa4 48.Bxa4 Be2 49.b4 axb4 50.cxb4 Ke7 51.Bc6 Kd6 52.Bf3 Bc4 53.Bxh5 Kc6 54.Kf5 Kb5 55.Kf6 Kxb4 56.Bxf7 1–0

Pairing Babak 4
Putra Indonesia akan jumpa tim Costa Rica mulai pukul 15.00 waktu setempat atau pukul 21.00 WIB, dengan susunan pemain:

Bo.
66
Costa Rica (CRC)
Rtg
-
69
Indonesia (INA)
Rtg
0 : 0
32.1
GM
Ramirez Alejandro
2533
-
GM
Megaranto Susanto
2536
32.2
IM
Gonzalez Bernal
2432
-
IM
Irwanto Sadikin
2441
32.3
IM
Valdes Leonardo
2401
-
Yohannes Simbolon
0
32.4
IM
Hernandez Basante Francisco
2247
-
Farid Firmansyah


Putri Indonesia akan jumpa tim unggulan pertama Rusia. Rusia adalah pemegang medali perak Olimpiade Turin 2006, tetapi kali ini datang sebagai tim dengan rata-rata rating tertinggi dari semua tim yang ada. Berikut susunan pemainnya:

Bo.
67
Indonesia (INA)
Rtg
-
1
Russia (RUS)
Rtg
0 : 0
5.1
WIM
Sukandar Irine Kharisma
2303
-
IM
Kosintseva Tatiana
2513
5.2
Lindiawati Evi
2121
-
IM
Kosintseva Nadezhda
2468
5.3
Dewi Aa Citra
1802
-
IM
Korbut Ekaterina
2459
5.4
Kadek Iin Dwijayanti
1859
-
WGM
Pogonina Natalija

Laporan langsung Kristianus Liem dari Dresden

Teks foto:
Tim putri Indonesia berpose di tepi sungai Elbe yang terkenal karena kebersihan dan keindahannya. Dari kiri Irene, Kadek, Desi, Citra dan Evi.
Tim putri Indonesia vs Yunani pada babak ketiga
Tim putra Indonesia vs Afghanistan pada babak ketiga
(Foto-foto oleh Kristianus Liem)

NB: Kami tinggal di Hotel Ibis Brastei bersama sejumlah tim negara lainnya.
Hp saya di Dresden 01520 4724572
Bastian kapten tim01522 7594194
Rizki majaer tim Indonesia 01522 7594203

Situs resmi panitia http://www.dresden-2008.de/.
Atau di http://www.fide.com/, atau situs yang membuat liputan khusus di http://www.chessdom.com/

Sabtu, 15 November 2008

Putri Indonesia Tahan Kazakhstan, Putra Atasi Botswana


Tim catur putri Indonesia yang awalnya diragukan kemampuannya karena lebih banyak diisi muka-muka baru, ternyata tampil meyakinkan pada dua babak pertama Olimpiade Catur ke-38 di Dresden, Jerman. Pada babak kedua putri Indonesia mampu menahan seri 2-2 tim tangguh Kazakhstan unggulan ke-35, Jumat (14/11) waktu setempat atau Sabtu (15/11) dinihari WIB.

Pahlawan tim putri Indonesia adalah Dewi Andhiani Anastasia Citra yang baru berusia 14 tahun. Citra, demikian pecatur asal Tarakan ini biasa dipanggil, menjalankan “pekerjaan rumah” yang disiapkan pelatih GM Lasha Jangjagava secara dingin dan penuh penghayatan. Persiapan yang dilakukan pelatih asing asal Georgia itu demikian dalam mencapai langkah ke-26 pertahanan Sisilia Sveshnikov!

Lawan Citra (rating 1802), MFW Guliskhan Nakhbayeva (rating 2201) yang tidak sadar bahwa variasi pembukaannya sudah dikupas habis oleh tim Indonesia menjalankan langkah-langkah awalnya secara cepat karena sudah hafal di luar kepala. Citra yang paham situasi tersebut menerapkan “serangan psikologis” dengan bermain lambat sedikitnya dua atau tiga menit berpikir sebelum melangkah sehingga Guliskhan tidak sadar telah masuk perangkap.

Memasuki langkah ke-26, ketika Citra menggerakan Menterinya ke petak g4, analisis “di rumah” menunjukkan Putih sudah menang walau dalam keadaan tertinggal satu bidak. Saat itu posisi terlihat rumit dan banyak kemungkinan kombinasi. Guliskhan menyimpang dari lanjutan sebelumnya 26…Me8 yang akan memungkinkan korban Menteri 27.Mxf5. Namun langkah yang dimainkan Guliskhan 26…Rg7 tetap tidak mampu membawanya keluar dari kesulitan, sehingga ia memutuskan mengorbankan Kudanya 27…Ke5 agar tercipta komplikasi.

Namun Citra si gadis penuh bakat yang selama PON XVII Kaltim 2008 hanya berada di bawah Irene itu melanjutkan langkah-langkahnya dengan dingin. Terakhir, pada langkah ke-35, Citra melancarkan korban Benteng di petak h7, yang kalau diambil akan datang rangkaian serangan mat sehingga Guliskhan memilih langsung menyerah!

“Luar biasa permainan psikologisnya,” puji kapten tim Sebastian Simanjuntak. “Tapi kerja keras pelatih Lasha Jangjagava juga harus dipuji,” tambah manajer tim Rizki Dharma Putra yang menyaksikan dari tribun penonton.

Namun sayang MIW Irene Kharisma Sukandar (2303) di papan pertama tak mampu memenangkan permainan yang sudah dikendalikannya sejak awal. Remis lawan MIW Gulmira Dauletova (2253) disepakati pada langkah ke-42 setelah masing-masing menyisakan satu bidak yang bakal sama-sama mencapai petak promosi.

Evi Lindiawati di papan dua mampu menahan remis GMW Maria Sergeeva (2325), tapi Desi Rachmawati di papan empat harus takluk dari MFW Aigerim Rysbayeva (2180) setelah bertarung panjang 74 langkah dalam permainan akhir Kuda ketinggalan dua bidak.

Putra Atasi Botswana 3-1
Walau skor tim putra Indonesia vs Botswana cukup telak 3-1, namun keadaan di atas papan tidaklah demikian. Hanya Yohanes Simbolon di papan ketiga yang unggul sejak awal hingga menang pada langkah ke-41 atas Tebogo Pitlagana (2155). Tiga papan lainnya pecatur Indonesia tertekan habis dan cenderung bakal kalah.
Namun kepercayaan diri GM Susanto Megaranto di papan pertama patut dipuji. Walau posisinya tertekan tetapi ketika lawannya Ignatius Njobru (2247) menawarkan remis, ia menggeleng-gelengkan kepalanya. Ternyata perhitungannya benar, ia mematkan lawannya pada langkah ke-42!
Demikian pula MI Tirta Chandra Purnama (2417) di papan empat, mampu membalikkan posisi setelah Gaealashwe Barileng (2107) yang sudah unggul posisi bermain terburu-buru karena ingin menghabiskan waktu pikir Tirta yang tinggal dua menit, padahal waktu pikirnya masih empat puluh tujuh menit! Barileng akhirnya harus menyerah pada langkah ke-50 setelah salah satu bidak Tirta di lajur- a dan b tidak tercegah bakal promosi menjadi Menteri.
Sayangnya MI Irwanto Sadikin (2441) yang sedang memburu norma GM tidak berhasil keluar dari tekanan lawannya MF Phemelo Khetto (2229). Malah pada langkah ke-25 Phemelo melancarkan korban Kuda di petak f6 yang membongkar pertahanan sayap-raja hitam. Berbagai ancaman mat di petak g7 maupun h7 memaksa Irwanto balik mengorbankan Menterinya pada langkah ke-31. Namun itu masih belum cukup untuk meloloskan diri. Irwanto menyerah persis pada langkah ke-40.
Notasi Dewi Citra
Berikut ini notasi jalannya partai kemenangan meyakinkan Dewi Citra.
Dewi AA Citra (1802) – MFW Guliskhan Nakhbayeva (2201)
Dresden (Ol) (2.3), 14.11.2008
1.e4 c5 2.Nf3 Nc6 3.d4 cxd4 4.Nxd4 Nf6 5.Nc3 e5 6.Ndb5 d6 7.Bg5 a6 8.Na3 b5 9.Nd5 Be7 10.Bxf6 Bxf6 11.c3 0–0 12.Nc2 Bg5 13.a4 bxa4 14.Rxa4 a5 15.Bc4 Rb8 16.b3 g6 17.Nce3 Kh8 18.h4 Bxh4 19.g3 Bg5 20.f4 exf4 21.gxf4 Bh4+ 22.Kd2 f5 23.exf5 Bxf5 24.Nxf5 Rxf5 25.Kc1 Bf6 26.Qg4 Kg7 27.Bd3 Ne5 28.fxe5 Bg5+ 29.Kb2 Rf2+ 30.Bc2 dxe5 31.Qe4 Qd6 32.Rxa5 Rb7 33.Nb4 Re7 34.Ra6 Qd2 35.Rxh7+ 1–0

Pairing Babak 3
Putra Indonesia akan jumpa tim Afghanistan pukul 15.00 waktu setempat atau pukul 21.00 WIB, dengan susunan pemain:

Bo.
139
Afghanistan (AFG)
Rtg
-
69
Indonesia (INA)
Rtg
0 : 0
53.1
Fedaee Habibullah
0
-
GM
Megaranto Susanto
2536
53.2
Anit Tahah
1881
-
Yohannes Simbolon
0
53.3
Farazi Khaibar
2207
-
FM
Purnama Tirta Chandra
2417
53.4
Sharify Aziz
2118
-
Farid Firmansyah


Putri Indonesia akan jumpa tim tangguh lainnya, Yunani yang unggulan ke-19, berikut susunan pemainnya:

Bo.
19
Greece (GRE)
Rtg
-
67
Indonesia (INA)
Rtg
0 : 0
10.1
IM
Dembo Yelena
2446
-
WIM
Sukandar Irine Kharisma
2303
10.2
WGM
Botsari Anna-Maria
2308
-
Lindiawati Evi
2121
10.3
WGM
Makropoulou Marina
2265
-
Dewi Aa Citra
1802
10.4
WIM
Stiri Alexandra
2171
-
Kadek Iin Dwijayanti
1859

Laporan langsung Kristianus Liem dari Dresden

Teks foto:
Tim putri Indonesia vs Kazakhstan
(Foto-foto oleh Kristianus Liem)

NB: Kami tinggal di Hotel Ibis Brastei bersama sejumlah tim negara lainnya.
Hp saya di Dresden 01520 4724572
Bastian kapten tim01522 7594194
Rizki majaer tim Indonesia 01522 7594203

Situs resmi panitia http://www.dresden-2008.de/.
Atau di http://www.fide.com/, atau situs yang membuat liputan khusus di http://www.chessdom.com/